Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Wahyu 14:15.
Apakah yang ada di kepala dan di tangan dari Anak Manusia?
Apakah perkataan dari seorang malaikat dari Bait Suci kepada Anak Manusia?
Apakah yang dilakukan oleh Anak Manusia dan apakah yang terjadi bagi bumi?
”Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga”, demikianlah yang menjadi isi dari Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, sehingga segala sesuatu yang terjadi dan diputuskan oleh Bapa di sorga harus diwujudkan di muka bumi.
Dan pada hari-hari terakhir ini Allah sudah memutuskan bahwa musim menuai di bumi sudah tiba karena terlalu banyak kejahatan manusia yang memberontak kepada Tuhan diantaranya munculnya kelompok LGBT-Q yang melawan ketetapan Tuhan tentang gender, orang-orang memiliki agama namun pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatan sebuah agama sehingga mereka menjadi pribadi-pribadi yang tidak mempedulikan agama, orang-orang tidak mau mencintai Tuhan tetapi mencintai diri sendiri dan mencintai uang dan dunia dengan segala isinya sehingga mereka menjadi sombong.
Namun karena kasih Allah yang tidak terbatas maka Allah mau agar manusia tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal, itulah sebabnya Injil harus diberitakan kepada dunia ini. Saat ini sorga telah menyatakan bahwa bumi harus dituai karena sudah masak.
”Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu:“Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak.” Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumi pun dituailah.”(Wahyu 14:15-16).
Hari ini kita harus menangkap kerinduan hati sorga untuk menuai tuaian yang sudah masak di bumi dengan cara pergi dan memberitakan Injil seperti yang dilakukan oleh Yesus dalam Markus 1:39:”Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.” Hal yang sama dilakukan murid-murid-Nya dalam Markus 16:20: ”Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.”
Marilah kita menuai tuaian di bumi yang sudah masak di tempat dimanapun kita berada, baik di sekolah, di kampus, di tempat kita bekerja, di lingkungan rumah kita, juga di dalam keluarga kita.
Juga di kota dan desa dimana pun Tuhan mengizinkan untuk berada disana, di pulau-pulau dan bangsa-bangsa lain.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana dan apa yang saudara akan lakukan untuk mewujudkan keinginan sorga untuk menuai tuaian di bumi ini.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Wahyu 5:9.
Siapakah yang telah dibeli oleh Yesus untuk menjadi milik-Nya?
Apakah tujuan dari Tuhan Yesus membeli setiap suku, kaum, bahasa dan bangsa?
Berapakah jumlah orang-orang yang sudah dibeli oleh Tuhan Yesus?
Pada akhirnya siapakah yang akan dimuliakan oleh setiap suku, kaum, bahasa dan bangsa?
Kematian Yesus di kayu salib dan dengan darah-Nya, Ia telah membeli orang-orang dari tiap-tiap suku, kaum, bahasa dan bangsa bagi Bapa, sehingga meareka yang percaya kepada Yesus akan diselamatkan dan menjadi milik Bapa.
Dan dalam penglihatan Rasul Yohanes jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa.
Mereka semuanya menyembah dan memuliakan Yesus serta memberikan pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa kepada-Nya.
Kita bersyukur bahwa gereja ada untuk mewujudkan agar apa yang dilihat oleh Rasul Yohanes segera digenapi bahwa pada akhirnya segala suku, kaum, bahasa dan bangsa menyembah Yesus.
Namun ada banyak diantara mereka saat ini yang ada di dunia belum menerima Kabar Baik, yaitu karya Yesus di kayu salib.
Itulah sebabnya gereja harus bangkit untuk menyampaikan serta memberitakan Kabar Baik.
”Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?” (Roma 10:16).
Kita harus membangun kehidupan yang benar agar senantiasa memiliki belas kasihan Bapa untuk pergi memberitakan Kabar Baik kepada seluruh suku, kaum, bahasa dan bangsa di muka bumi.
Pertama-tama, sadarilah peristiwa kelahiran kembali yang kita alami itu bukan peristiwa biasa sebagai ritual agama tetapi peristiwa yang luar biasa yang membuat hidup kita berjumpa dengan Yesus dan diubahkan.
Kedua, mintalah kepada Bapa agar hati kita dipenuhi oleh belas kasihan Bapa untuk jiwa-jiwa terhilang.
Ketiga, berdoalah bagi jiwa-jiwa yang terhilang.
Dan keempat, pergilah dan beritakanlah Kabar Baik yaitu Yesus yang telah menyelamatkan kita.
Teruslah hidup di dalamnya dan lakukanlah kebenaran itu sebab kita telah menerima dengan cuma-cuma marilah memberi dengan cuma-cuma.
Dan pada akhirnya banyak suku, kaum, bahasa, dan bangsa yang percaya kepada Yesus dimana akan menggenapi penglihatan dari Rasul Yohanes bahwa beribu-ribu laksa suku, kaum, bahasa dan bangsa yang datang dan menyembah kepada Yesus dan mereka semuanya memuliakan Bapa.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengupayakan agar setiap suku, kaum, bahasa dan bangsa pada akhirnya akan menyembah Yesus dan memuliakan Bapa.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah perintah Tuhan kepada murid-muridNya?
Apakah yang diberikan Tuhan Yesus kepada murid-murid sebelum diutus?
Apakah hubungan injil dan tanda-tanda yang menyertai?
“Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.” (Lukas 9:1, Lukas 9:6).
Saudara, ada dua amanat atau perintah Allah yang harus ditaati gereja-Nya; amanat agung dan mandat budaya.
Amanat agung -Matius 28:19-20, Lukas 9:1-6 adalah perintah untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid Kristus. Untuk memberitakan injil dengan disertai tanda-tanda.
Sedangkan mandat budaya -Kejadian 1:28 adalah perintah untuk menguasai (berpengaruh) semua ciptaan Allah di bumi (7 gunung).
Keduanya mewariskan visi yang besar; bangsa-bangsa dan dunia.
Menjadi saksi tidak terbatas pada satu tempat, tetapi sampai ke ujung bumi.
Jadi, sekalipun kita memiliki banyak keterbatasan, tetapi kita harus memiliki visi yang besar, menjangkau bangsa-bangsa.
Untuk melaksanakan amanat agung dibutuhkan hikmat Allah dan kuasa (tanda-tanda).
Pemberitaan Injil tidak menggunakan hikmat manusia atau keterampilan berkomunikasi yang hebat.
Pemberitaan Injil harus mengandalkan Roh Kudus, yang akan memberikan hikmat dan tanda-tanda.
Ingatlah, bahwa hanya Roh Kudus yang sanggup mengubah hati manusia dan melahirbarukan orang berdosa.
Mandat budaya, adalah perintah Allah untuk mendatangkan kerajaan Allah di dunia kerja (7 gunung; pendidikan, agama, politik, bisnis, media, keluarga, seni/entertainment)).
Anak-anak Allah yang memiliki kesaksian baik, dalam hal karakter dan kinerja akan membuka jalan bagi kegerakan rohani (pertobatan) di dunia kerja.
Billy Graham di akhir-akhir pelayanannya memprediksi (menubuatkan), bahwa kegerakan Allah berikutnya akan terjadi di dunia kerja.
Kalau sebelumnya terjadi dalam KKR-KKR yang dilakukan gereja, maka kegerakan berikutnya akan terjadi di dunia kerja (7 gunung), melalui anak-anak Tuhan.
Mari kita siapkan diri menyambut kegerakan itu.
Renungkanlah, apakah kita sudah jadi berkat di 7 gunung (salah satu gunung yang Allah tempatkan kita disana)
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah perintah Tuhan Yesus kepada para murid-Nya?
Apakah tujuan pemberitaan Injil?
Apakah hubungan Injil dan kesaksian hidup dalam dunia kerja?
“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”. (Markus 16:15-16).
Saudara, ada dua amanat atau perintah Allah yang harus ditaati gereja-Nya; amanat agung dan mandat budaya.
Amanat agung -Matius 28:19-20, Markus 16:15-16 adalah perintah untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid Kristus. Untuk memberitakan injil kepada segala makhluk.
Sedangkan Mandat budaya -Kejadian 1:28 adalah perintah untuk menguasai (berpengaruh) semua ciptaan Allah di bumi. Keduanya mewariskan visi yang besar; bangsa-bangsa dan dunia.
Menjadi saksi tidak terbatas pada satu tempat, tetapi sampai ke ujung bumi.
Menjadi saksi memiliki dua dimensi, yaitu melalui perkataan kita memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa dan melalui perbuatan (karakter dan kinerja) kita mengubahkan budaya di 7 gunung (pendidikan, agama, politik, bisnis, media, keluarga, seni/entertainment).
Keduanya saling terkait. Kedua-duanya harus dikerjakan gereja.
Bahkan Billy Graham memperkirakan (menubuatkan) bahwa kegerakan Allah berikutnya akan terjadi di dunia kerja.
Oleh karena itu, kita harus serius memperhatikan pelayanan di dunia kerja.
Semua orang mencari uang di dunia kerja, termasuk anak-anak Tuhan.
Dunia kerja adalah tempat berinteraksi paling sering.
Dalam dunia kerja, orang-orang percaya harus menjadi teladan dan membawa pengaruh bagi kemajuan tempatnya bekerja.
Orang-orang percaya harus memberitakan beragam hikmat -Efesus 3:10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga.
Saudara, kita tidak boleh hanya menjalankan satu saja mandat, padahal Tuhan memberikan dua mandat.
Kita patut taat dan menjalankan keduanya.
Kita menjadi saksi untuk pemberitaan injil dan juga menjadi saksi dalam perbuatan, khususnya memperagakan hikmat Allah dalam dunia kerja.
Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana menjalankan amanat agung dan mandat budaya sekaligus.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang menjadi pusat pemberitaan Paulus?
Apakah yang sebenarnya diusahakan Paulus ?
Apakah saudara sedang memimpin orang-orang ke dalam Kristus?
“Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.” (Kolose 1:27).
Saudara, Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Kolose karena dia mendengar adanya ajaran-ajaran palsu yang mengancam jemaat.
Para pengajar palsu membawa ajaran yang mencampurkan ajaran Kristen, tradisi-tradisi Yahudi di luar Alkitab tertentu dan filsafat kafir.
Oleh karena itu, Paulus berusaha meyakinkan jemaat, bahwa ajaran dan nasehat yang diberikan berpusat kepada Kristus.
Paulus tidak menggunakan pengetahuannya yang luas.
Ingat Paulus adalah murid Gamaliel terkemuka, pengetahuannya yang luas tentang adat istiadat Yahudi, ilmu Taurat dan pengetahuan lainnya tidak menjadi andalan Paulus saat mengajar jemaat.
Bahkan Paulus menyebut masa lalunya dengan segala kehebatannya adalah sampah apabila dibandingkan dengan pengenalan akan Kristus.
“Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.“ (Filipi 3:8).
Seperti Paulus menasehati dan memimpin orang-orang kepada kesempurnaan dalam Kristus, kita semua juga diberikan tugas yang sama.
Selain memberitakan Injil, Tuhan memberikan mandat untuk kita juga mengajarkan segala sesuatu yang Yesus telah ajarkan kepada mereka yang kita layani.
Saudara, kalau dipercayakan untuk membimbing kelompok PA atau memfollow-up jiwa-jiwa baru, teladanilah Rasul Paulus.
Dalam setiap nasehat atau ajaran yang disampaikan, semuanya harus berpusat kepada Kristus.
Kristus adalah jawaban atas semua kebutuhan hidup manusia.
Saat orang sedang mengalami masalah ekonomi, bawa dia supaya berserah dan berseru kepada Kristus.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang menolak undangan perjamuan besar?
Mengapa mereka menolak undangan perjamuan besar?
Siapakah yang akhirnya masuk dalam perjamuan besar?
“Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.” (Lukas 14:23).
Perumpamaan yang disampaikan Tuhan Yesus sebenarnya sedang ditujukan kepada orang Israel, terutama orang-orang Farisi dan para Ahli Taurat yang menolak Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan Allah.
Bahkan sampai hari ini mayoritas orang Yahudi tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias.
Kristen di Israel adalah agama minoritas.
Penolakan Israel menyebabkan anugerah terjadi pada bangsa-bangsa lain.
Allah memanggil orang-orang bukan Yahudi untuk menerima keselamatan.
Saudara, dalam perumpamaan di atas, kita melihat hatinya Allah atas orang-orang berdosa.
Allah merindukan semua orang diselamatkan dan menikmati perjamuan besar di surga.
Dia ingin rumah-Nya penuh.
Dia ingin semua orang bertobat dan selamat, seperti juga dicatat dalam 2 Petrus 3:9 “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”.
Penolakan Israel kepada Yesus sebagai Mesias menyebabkan Allah membawa dan mendesak atau memaksa orang-orang yang tidak diperhitungkan sebelumnya oleh orang Israel sendiri.
Mereka merasa sebagai bangsa pilihan, dengan berbagai alasan menolak Tuhan Yesus. Allah melalui.
Roh Kudus terus bekerja untuk membawa orang-orang berdosa kepada Kristus, bahkan menggunakan kata memaksa (mendesak dengan sungguh-sungguh) supaya orang-orang masuk ke dalam perjamuan besar.
Apa yang dapat kita pelajari dari perumpamaan itu? Kasih Karunia Allah telah dicurahkan kepada bangsa-bangsa lain, selain Israel.
Roh Kudus sedang bekerja di seluruh dunia untuk mempertobatkan orang-orang berdosa.
Kita sebagai anak-anak Allah diberikan kehormatan untuk bekerja bersama Roh Kudus membawa sebanyak-banyaknya orang kepada Kristus, supaya rumah-Nya penuh.
Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana bekerja sama dengan Roh Kudus membawa jiwa kepada Kristus.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Mengapa orang-orang datang mencari Tuhan Yesus?
Apakah yang dilakukan Tuhan Yesus di rumah?
Apakah yang dilakukan orang lumpuh supaya bisa bertemu Tuhan Yesus?
“Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka” (Markus 2:2).
Setelah dia berkhotbah di sinagoga-sinagoga di seluruh Galilea, dan setelah dia menghabiskan beberapa hari berdoa, dan mengasingkan diri secara pribadi di tempat-tempat terpencil; tersiar kabar ke seluruh kota bahwa ia berada di rumah Simon dan Andreas, tempat ia berada sebelumnya, dan di mana ia dulu berada ketika berada di Kapernaum.
Di rumah itu Tuhan Yesus berkotbah, orang-orang datang ke rumah itu sehingga tidak ada tempat lagi orang untuk masuk.
Rupanya kabar tentang mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus dengan cepat menyebar, dan dari berbagai daerah datang mencari Tuhan Yesus.
Ada empat orang menggotong seorang lumpuh untuk bertemu Tuhan Yesus, tetapi rumah itu sudah tidak bisa dimasuki karena banyaknya orang yang ingin bertemu Tuhan Yesus.
Akhirnya mereka mendapatkan ide, menurunkan orang lumpuh dari atap menggunakan tilam.
Orang lumpuh itu akhirnya sembuh, dan dapat berjalan kembali.
Saudara, rumah kita seharusnya menjadi tempat melayani.
Kehadiran Tuhan Yesus di dalam kehidupan kita akan menjadi daya tarik bagi orang-orang yang sedang mengalami masalah untuk mendapatkan jawabannya.
Tuhan Yesus seharusnya terlihat dalam kehidupan orang-orang percaya, namun kenyataannya orang-orang belum melihat Tuhan Yesus dan kuasanya dimanifestasikan.
Mungkin orang melihat kesaksian kita yang kurang baik, sehingga kehadiran Tuhan Yesus terhalang.
Saudara, kita adalah bait Allah. Tempat kehadiran Allah.
Seharusnya orang-orang melihat penyertaan Allah dalam hidup kita.
Masih ingat kisah Yusuf di rumah Potifar? “Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya” (Kejadian 39:3).
Potifar dapat melihat (merasakan) penyertaan Allah atas Yusuf.
Kita berdoa upaya orang-orang di sekitar rumah kita juga melihat dan merasakan penyertaan Tuhan dalam hidup kita.
Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya supaya kehadiran Allah dalam hidup kita dirasakan orang-orang di sekitar kita.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang dilakukan oleh Paulus suatu kali pada hari Sabat?
Apa yang para rasul itu lakukan?
Apa pekerjaan Lidia yang turut berbincang dengan Paulus dan Silas?
Lidia di baptis bersama dengan siapa?
Saudara, Tuhan Yesus pernah mengutus murid-muridNya berdua-dua untuk memberitakan Injil.
Lukas 10:5-9”Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.”
Saudara, tugas orang sebagai pemberita Injil adalah memberitakan Injil kepada seseorang yang rindu mendengarkan atau kepada orang-orang yang ingin meminta pertanggungjawaban dari Iman dan jika kita menyadari bahwa kita adalah utusan Yesus Kristus sebagai pemberita kabar baik.
Ketika kita memasuki rumah maka hal yang pertama kita lakukan adalah membagikan salam yaitu Shalom.
Jika ada seseorang yang menerima Shalom kita, maka Shalom itu akan turun ke atas orang itu.
Jika tidak, maka keluarlah kita dari rumah yang kita masuki itu.
Ketika kita memasuki rumah seseorang dimana mereka senang menerima kita, maka selama kita ada di rumah itu dan kunjungan ke kota itu, kita dianjurkan untuk tidak berpindah-pindah selama berkunjung.
Saudara, sebagai penginjil yang akan memberitakan kabar baik, maka sebaiknya kita tidak berpindah-pindah selama berada di kota itu dan hanya menumpang di rumah itu.
Tugas kita adalah menyembuhkan yang sakit dan mengusir setan-setan yang merasuki orang-orang yang ada di dalam rumah keluarga itu.
Kita juga makan apa yang dihidangkan untuk dimakan, apapun makanan yang disuguhkan tuan rumah maka patut dan harus dimakan.
Ada beberapa daerah, jika mereka menghidangkan makanan maka para pemberita Injil harus memakannya walaupun sebenarnya kita tidak suka dengan makanan itu.
Ketika kita menolak untuk memakan makanan itu, maka mereka mengatakan bahwa kita menolak mereka dan dapat dipastikan bahwa orang-orang itu tidak akan senang kita berada dirumahnya sehingga mereka akan menolak Injil yang diberitakan.
Mengapa Yesus menyatakan bahwa kita tidak diperbolehkan berpindah-pindah rumah selama periode pemberitaan Injil?
Karena ada kemungkinan Injil yang diberitakan akan diterima oleh seisi rumah itu walaupun tidak sekaligus semua isi rumah langsung percaya dalam sehari.
Adakalanya semua seisi rumah percaya setelah beberapa kali berkunjung sehingga dianjurkan untuk tidak berpindah-pindah tetapi menetap dalam satu rumah sampai seluruh isi rumah diselamatkan.
Para penginjil bisa tinggal atau memasuki rumah lainnya pada periode berikutnya.
Demikianlah aturan yang Yesus katakan dalam Kitab Matius dan Kitab Lukas.
Beritakanlah Kabar Baik atau Injil Keselamatan itu kepada semua orang, terutama kepada orang-orang yang belum pernah mendengarkan Injil, agar semua orang bisa mendengarkan pemberitaan Injil sehingga diselamatkan oleh iman mereka karena sudah pernah mendengar dari para penginjil atau membaca traktat yang dibagikan ketika pekabaran Injil dilakukan.
Haleluya, Puji Tuhan, Amen.
Apa yang menyebabkan pekabaran Injil terkadang mendapatkan respon yang baik dan menghasilkan petobat-petobat dan orang percaya baru, namun adakalanya tidak ada hasilnya? Apa yang menjadi kendalanya?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang dibawa oleh Yesus ke dalam dunia ini?
Apa yang akan terjadi di dalam rumah seseorang?
Siapa yang tidak layak bagi Yesus?
Siapa yang akan kehilangan nyawanya?
Apa yang terjadi bagi seseorang yang menyambut seorang pengikut Yesus?
Saudara, Yesus menyatakan dalam Firman Tuhan bahwa Kristus datang untuk membawa pemisahan dalam keluarga.
Yesus membawa pedang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
Bahkan Tuhan Yesus mengatakan: ”Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.”(Matius 10:37-40).
Saudara, ketika seseorang yang kehilangan sesuatu karena Yesus Kristus, maka Yesus akan menggantikannya berlipat ganda pada masa hidup kita sekarang.
Markus 10:28-30”Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.”
Saudara, sebagai seorang murid Kristus atau pengikut Yesus, maka menjadi rela kehilangan segala sesuatu dibandingkan kehilangan Yesus Kristus.
Rasul Paulus menyatakan kerelaannya dalam mengikut Yesus Kristus yaitu Tuhan yang telah menemuinya dalam perjalanan menganiaya pengikut Yesus.
Filipi 3:7-9”Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan”
Rasul Paulus sebagai pemberita Injil menjadi rela kehilangan segala sesuatu bahkan mengalami berbagai persoalan dan rela mengalami berbagai aniaya dari orang-orang yang tidak suka kepada pemberitaan injil Yesus Kristus.
2 Korintus 11:23-27”Apakah mereka pelayan Kristus? –aku berkata seperti orang gila–aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,”
Sebagai pemberita Injil maka seseorang harus rela akan kehilangan segala sesuatu dan mengalami aniaya oleh karena pemberitaan Injil Kasih Karunia atau Injil Kerajaan atau Injil Keselamatan.
Pernyataan rasul Paulus:
Filipi 1:29”Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,”
2 Timotius 3:12”Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,”
Sebagai pengikut Yesus atau murid-murid Yesus, mereka semua mengalami hidup sebagai rasul-rasul Yesus Kristus, hampir semua mengalami aniaya dan hampir semua dari kedua belas rasul itu mati sebagai martir karena Injil Yesus Kristus.
Sebagai pembawa Kabar Baik atau Injil, hidup mereka ada dalam anugerah Allah dan juga ada dalam aniaya dari pihak setan dan orang-orang yang tidak menyukai pemberitaan Injil Kerajaan.
Resiko pemberita Injil adalah aniaya dari pihak musuh karena setan tau bahwa dia tidak bisa apa-apa karena Yesus telah memenangkan peperangan yang dirancangkan oleh Allah sejak di taman Eden.
Kejadian 3:15”Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
Jadi pemberita Injil atau Kabar Baik beresiko mengalami aniaya, penjara bahkan kematian karena dibunuh oleh keturunan ular (setan).
Haleluya, Puji Tuhan, Amen.
Apa maksud dari pemberitaan Injil beresiko aniaya ataupun pembunuhan?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang terjadi di penjara sehingga membuat kepala penjara ingin bunuh diri?
Apa yang dilarang oleh Rasul Paulus?
Apa yang ditanyakan oleh kepala penjara kepada Paulus dan Silas?
Mengapa seluruh keluarga bisa mengalami keselamatan, jika satu orang di rumah itu sudah di selamatkan?
Saudara, ketika seseorang mendengar berita kabar baik yaitu Injil Keselamatan dan percaya karena iman yang timbul dari pendengaran akan Injil Keselamatan, maka orang itu dianugerahkan kehidupan baru karena imannya kepada Kristus dan Kristus tinggal di dalam hidupnya.
Efesus 3:17”sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”
Iman yang menyelamatkan membuat seseorang itu mengalami perubahan.
Kehidupan yang baru membuat seseorang itu mengalami perubahan dan pemulihan.
Seseorang itu dikuduskan, dibenarkan bahkan dimuliakan karena pekerjaan Roh Kudus yang hidup di dalam dia.
Yehezkiel 36:25-27”Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.”
Saudara, dari kebenaran yang kita baca di atas, kita bisa lihat bagaimana karya Tuhan atas hidup kita.
1 Korintus 6:19-20”Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”
Saudara, jadi jelas bagi kita bagaimana Tuhan yang sangat aktif untuk menguduskan kita.
Dia juga yang membenarkan kita karena iman kita percaya kepada Yesus Kristus.
Roma 5:18-19”Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”
2 Korintus 5:21”Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”
Saudara, bagaimana Tuhan melakukan segalanya buat kita? Dari sejak dahulu kala, Tuhan telah merencanakan penebusan, pembenaran bahkan Dia ingin memuliakan kita.
Lewat karya-Nya dalam hidup seseorang, maka keselamatan yang hadir dalam hidup orang itu menjadi kesaksian bagaimana Tuhan ingin agar seluruh isi rumah orang itu mengalami keselamatan.
Tuhan menginginkan keselamatan itu terjadi dalam satu rumah yaitu seisi rumah orang percaya itu mengalami keselamatan karena hidup orang percaya itu mengalami perubahan yang menjadi kesaksian yang dapat dilihat, didengar dan dirasakan sehingga seisi rumah juga memperoleh keselamatan.
Roma 8:29-30”Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”
Saudara, dari ayat-ayat firman Tuhan di atas, kita bisa melihat bagaimana Tuhan berkarya dalam keselamatan bagi manusia.
Dia yang berperan aktif dan kita menjadi orang yang beruntung karena kasih Allah yang tidak terbatas mengusahakan keselamatan bagi kita.
Bahkan Dia, Bapa yang baik, mengusahakan keselamatan bagi seluruh keluarga kita atau seisi rumah kita.
Haleluya, Puji Tuhan. Amen.
Apa yang menjadi penghalang sehingga seisi rumah tidak mengalami keselamatan?