Rabu, 30 November 2022

SEGALA BANGSA BERDIRI DI HADAPAN TAHTA ANAK DOMBA

Penulis : Aris Handoko
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

WAHYU 7:9-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah kumpulan besar orang yang berdiri di hadapan tahta Anak Domba?
  2. Apa yang diserukan oleh kumpulan besar ini?
  3. Apa yang layak untuk diterima oleh Allah selama-lamanya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Rencana dan kerinduan Allah adalah segala suku bangsa diselamatkan, dan suatu saat berdiri di hadapan tahta dan di hadapan Anak Domba untuk memberikan puji-pujian, kemuliaan, dan hikmat, dan syukur, dan hormat, dan kekuasaan, dan kekuatan bagi Allah sampai selama-lamanya.

Hari ini mungkin kita tidak terlalu terbayang bagaimana caranya segala suku bangsa menyembah Allah?

Bukankah masih banyak suku bangsa yang beraliran kepercayaan, animis, bahkan ateis.

Bukankah pada zaman akhir dinubuatkan bahwa kasih kebanyakan orang semakin dingin, makin banyak orang yang tidak lagi peduli agama.

Tetapi sesungguhnya Allah terus bekerja.

Di suatu tempat, ada orang-orang yang haus untuk mengenal Allah yang sejati, dan mereka mencari kebenaran.

Di tempat lain, ada orang-orang yang rela memberikan segala-galanya untuk Injil bisa sampai dan melihat sebanyak mungkin suku bangsa dimenangkan bagiNya.

Pertanyaannya, apakah kita menjadi bagian dari rencana besar Allah ini?

Terkadang kehidupan yang kita jalani membuat kita begitu terbiasa dengan segala yang ada.

Kita tidak lagi memikirkan hati Tuhan karena sibuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan menjalani rutinitas.

Injil adalah BERITA BAIK.

Kuasanya begitu dahsyat sehingga suku-suku bangsa yang tadinya kanibal dan berperang satu sama lain mengenal damai dan berubah gaya hidupnya.

Orang-orang yang tadinya tidak punya harapan menjadi berpengharapan.

Orang-orang yang tadinya punya karakter buruk jadi punya kerinduan untuk menjadi seperti Yesus.

Membayangkan bahwa suatu saat segala suku bangsa dipersatukan untuk memuliakan Tuhan adalah luar biasa.

Mulailah dengan membayangkan diri saudara sendiri ada di kumpulan tersebut.

Miliki kerinduan agar saudara berada di sana.

Kemudian renungkan, apa yang saudara ingin lakukan untuk menjadi bagian dari rencana Allah digenapi atas dunia ini?

Pernahkah saudara berpikir siapa yang bisa berdiri di hadapan tahta Anak Domba?

Cobalah membagikan mengapa saudara bisa berdiri di sana dan bagaimana supaya saudara mengalami janjiNya digenapi?

Selasa, 29 November 2022

ANAK DOMBA YANG LAYAK MENERIMA KEMULIAAN

Penulis : Aris Handoko
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

WAHYU 5:9-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa Yesus layak menerima gulungan kitab dan membukanya?
  2. Siapakah yang telah dibeli bagi Allah dan diberi kuasa untuk menjadi imam dan raja?
  3. Apa yang diserukan dengan nyaring oleh para malaikat, mahluk dan tua-tua?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yesus dikenal juga sebagai “Anak Domba Allah”.

Yohanes pembaptis menyerukan dalam Yohanes 1:29 “Lihatlah, Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia.”

Anak domba merujuk kepada “Korban”.

Pada saat bangsa Israel keluar dari Mesir, darah anak domba yang dioleskan di pintu meluputkan mereka dari kematian.

Domba juga menjadi korban penghapus dosa yang dipersembahkan setiap tahun di zaman dahulu.

Yesus adalah korban yang sempurna karena darahNya yang tertumpah menghapus dosa dunia.

Dengan darahNya Ia membayar lunas setiap suku bangsa untuk menjadi umatNya yang dikuduskan dan dilayakkan menghadap tahta Allah.

Akan terjadi pada waktunya di mana kemuliaan dinyatakan, maka seluruh penghuni Surga berseru, ”Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!”

Hari itu akan menjadi hari yang luar biasa agung dan penuh kemenangan.

Namun, sampai hari itu datang, mari kita bertekun untuk mengenal Dia dan menaatiNya karena Dia layak untuk menerima kemuliaan bukan hanya nanti tapi juga sekarang.

Lalu bagaimanakah kita bisa memberikan kemuliaan bagiNya dalam hidup sehari-hari kita?

Itu bisa terjadi ketika kita tidak lagi mencari pujian bagi diri sendiri, tapi menjadikan Dia sumber motivasi melakukan segala sesuatu.

Kita bekerja untuk Tuhan, belajar untuk Tuhan, mengurus anak untuk Tuhan, melayani untuk Tuhan, mengampuni karena Tuhan, berbuat baik karena Tuhan, dan segala aktivitas lainnya.

Menjadikan Yesus sebagai pusat hidup kita adalah suatu proses.

Kita perlu memastikan bahwa kita memulai langkah ini, yaitu proses memberikan segala kemuliaan bagiNya.

Mari berdoa agar selalu berada dalam anugerah untuk mengenal Dia lebih lagi setiap hari, hingga kemuliaan Tuhan dinyatakan dengan sempurna.

Diskusikanlah dengan pembimbing saudara bagaimana saudara bisa mempraktikkan hidup yang memuliakan Anak Domba Allah dalam sehari-hari?

Senin, 28 November 2022

HAKIM DI ANTARA BANGSA-BANGSA

Penulis : Aris Handoko
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 2:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang terjadi pada hari-hari terakhir?
  2. Mengapa segala bangsa datang berduyun-duyun ke rumah Tuhan?
  3. Siapa yang menjadi hakim antara bangsa-bangsa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Banyak orang tidak suka ketika mendengar kata “Penghakiman”.

Kita meragukan bahwa di dunia ini sungguh-sungguh ada penghakiman yang adil karena begitu banyak penyelewengan dan kepentingan diri sendiri.

Tetapi sekalipun penghakiman di dunia tidak selalu benar, ada satu HAKIM yang selalu benar dan penilaiannya dapat dipercaya.

KeadilanNya tidaklah relatif seperti keadilan menurut manusia.

Ada ajaran keliru yang menyatakan bahwa karena Allah adalah kasih, maka Ia tidak menghukum atau menghakimi.

Bayangkan, bagaimana jika seorang ibu yang mengasihi anaknya, tidak pernah menghukum mereka saat mereka berbuat salah karena “kasih”?

Bagaimana jika seorang guru melihat bullying yang dilakukan oleh murid-muridnya, tidak melakukan apapun karena “kasih”?

Kita perlu melihat penghakiman sebagai bentuk kasih Allah.

Ya, Yesus mati di kayu salib adalah untuk menggenapi hukum dan mengajar kita jalan-jalanNya supaya kita berjalan menempuhnya.

Yesaya menyatakan bahwa Allah menjadi hakim dan wasit di antara bangsa-bangsa.

Ia akan menyatakan siapa yang salah dan siapa yang benar. Ia akan mengungkapkan apa yang tersembunyi dalam hati manusia.

Jika kita mau belajar akan jalan-jalanNya dan hidup dalam anugrahNya, kita justru akan mencintai penghakimanNya bukan hanya nanti saat hari penghakiman akhir, tapi juga di saat sekarang kita menjalani hidup sehari-hari karena sesungguhnya penghakimanNya terus berlangsung.

Apakah saudara seringkali merasa kecewa ketika melihat atau mengalami ketidakadilan?

Mari kita mengingat bahwa Allah, Hakim yang adil itu bertahta.

Ia akan menyatakan keadilanNya pada waktunya.

Jangan biarkan kekecewaan merusak kita dan membuat kita penuh penghakiman terhadap orang lain.

Mari kita terus berjalan dalam kebenaran apapun yang terjadi.

Segala sesuatu akan dinyatakanNya pada waktunya.

Apakah ada ketidakadilan yang saudara rasakan hari ini?

Ceritakanlah dan diskusikan dengan rekan persekutuan saudara, lalu ingatlah janji dan perintah Tuhan yang berhubungan dengan hal tersebut!

Minggu, 27 November 2022

SEGALA LIDAH MENGAKU YESUS KRISTUS TUHAN

Penulis : Aris Handoko
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

FILIPI 2:8-11

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dilakukan oleh Yesus sebagai manusia?
  2. Mengapa Allah sangat meninggikan Yesus?
  3. Apa yang terjadi ketika nama Yesus ditinggikan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika kita berusaha menerangkan suatu hal kepada seseorang yang belum mengerti akan hal tersebut, kita seringkali melakukannya dengan cara “menurunkan” tingkat pemahaman atau pemikiran kita terlebih dahulu agar sama dengan orang tersebut, barulah kemudian dari sana kita bisa menjelaskannya dengan cara yang lebih mudah sesuai dengan tingkat pemahaman orang tersebut.

Hal ini sering terjadi saat kita mengajar anak-anak.

Kita berusaha memahami tingkat pemahaman mereka terlebih dahulu, barulah kemudian dari sana kita menjelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.

Intinya, kita harus “merendahkan diri” kita terlebih dahulu agar orang lain boleh mengerti.

Kira-kira seperti itulah yang Kristus lakukan bagi kita.

Tuhan semesta alam itu merendahkan diriNya serendah-rendahnya bagi kita, yaitu menjadi manusia.

Tuhan sampai menurunkan levelNya begitu jauh dengan mengosongkan diri, menjadi manusia bahkan menjadi hamba, dan mati, bahkan mati terhina di kayu salib.

Ia menanggalkan statusNya sebagai Tuhan untuk turun dan menjadi sama dengan kita.

Semuanya Ia lakukan semata-mata untuk menyelamatkan kita.

Saudara, saat kita memberitakan kabar baik itu kepada banyak orang, dimulai dari orang-orang terdekat kita dan berdoa agar Roh Kudus bekerja atas mereka, maka kemuliaanNya dinyatakan dan pada akhirnya, Filipi 2:11 itu tergenapi : “dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!” Amin.

Maukah saudara mulai berdoa bagi orang-orang yang berdekatan dengan hidupmu?

Berikan dirimu untuk dipakai untuk memberitakan kasih dan pengampunanNya kepada mereka, dan menuntun mereka kepada Kristus.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami urapan Tuhan dalam menyampaikan kabar baik!

Sabtu, 26 November 2022

IMAM TUHAN DAN PELAYAN ALLAH

Penulis : Aris Handoko
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 61:5-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang disebut sebagai imam Tuhan dan pelayan Allah?
  2. Apa yang dinikmati oleh imam Tuhan dan pelayan Allah?
  3. Mengapa Tuhan mengikat perjanjian abadi dengan umatNya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, saat perkataan Yesaya disampaikan, keadaan bangsa Israel sedang dibuang dan dijajah oleh bangsa Babel.

Bait Allah yang mereka banggakan hancur, mereka menjadi budak dalam kondisi yang menyedihkan dan memalukan.

Namun, Allah tidak melupakan umatNya.

Sekalipun bangsa Israel tegar tengkuk, Tuhan tetap mau memakai bangsa Israel untuk mengalirkan berkat dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain yang belum mengenal Alah.

Untuk menjadi berkat, maka bangsa Israel perlu menjadi imam Tuhan dan pelayan Allah.

Sekalipun pemulihan seperti itu terasa mustahil bagi bangsa Israel, tetapi itulah Allah kita yang sanggup melintasi kemustahilan.

Ia sanggup mengerjakan hal-hal yang mustahil.

Adakah hal kemustahilan yang sedang saudara hadapi saat ini?

Maukah saudara membawa hal itu ke hadapan Allah dan bertanya kepada dirimu sendiri, apakah itu mustahil bagiNya?

Entah itu adalah persoalan keuangan, hubungan, maupun masa depan, dan harapan-harapan lainnya, ingatlah selalu Allah terlebih besar dari semua itu. 

Saudara, mari kita mempercayai janji firman Allah dan memberikan hidup kita kepada Allah untuk menjadi imam dan pelayanNya bagi semua bangsa.

Supaya melalui hidup kita mengalir berkat Ilahi bagi bangsa-bangsa – bukan karena kebaikan dan kehebatan kita melainkan karena maksudNya yang dinyatakan dalam hidup kita.

Diskusikanlah dengan rekan persekutuan saudara bagaimana praktik menjadi imam dan pelayan Allah dilakukan.