Jumat, 3 Februari 2023

DIUTUS UNTUK MENYAMPAIKAN KABAR BAIK

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 61:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Setelah diurapi, apa saja tugas yang Tuhan berikan kepada nabi Yesaya?
  2. Apakah yang dimaksud dengan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yesaya umumnya dianggap sebagai salah satu nabi terbesar dalam Alkitab.

Yesaya menjadi nabi selama pemerintahan empat raja Yehuda — Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia sehingga Yesaya melayani sebagai nabi selama 64 tahun.

Dan sebagai nabi, Yesaya adalah perantara antara Allah dan manusia.

Pada jaman Perjanjian Lama, Allah berbicara kepada manusia melalui para nabi dan salah satunya adalah nabi Yesaya.

Di masa Perjanjian Baru saat ini, Allah masih bisa berbicara kepada manusia melalui para nabi atau rasul.

Tetapi mandat utama justru Tuhan ingin memakai kita yang telah memiliki Roh-Nya di dalam kita untuk menyampaikan Kabar Baik kepada mereka yang belum mengenal Allah.

Jadi melalui kita, Allah ingin Kabar Baik itu disampaikan kepada mereka yang belum mengenal Dia secara pribadi.

Dimana pun Tuhan menempatkan kita: di tempat kerja, di sekolah atau kampus, Tuhan ingin agar kita tidak diam saja melihat orang-orang yang belum mengenal Kristus.

Secara non-verbal kita bisa bersaksi melalui perilaku hidup kita yang mencerminkan nilai-nilai Alkitab.

Tetapi kita juga bisa secara aktif berbicara kepada mereka yang belum mengenal Kristus.

Pada masa kini, teknologi juga bisa memudahkan seseorang untuk menyampaikan Kabar Baik.

Media sosial: Instagram, Youtube, TikTok atau WhatsApp grup sangat bisa digunakan untuk hal-hal yang baik termasuk bersaksi menceritakan pengalaman pribadi, misalnya ketika saudara mengalami pertolongan Tuhan.

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan bagaimana engkau bisa mulai bersaksi di media sosial.

Imamat 8-10

Kamis, 2 Februari 2023

DITETAPKAN SEBAGAI PEMBAWA KABAR BAIK

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 40:9-11

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang disebut sebagai pembawa kabar baik?
  2. Seperti apakah Allah digambarkan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sejarawan Yahudi, Josephus, mengidentifikasi Sion adalah bukit di barat Yerusalem, di mana sebagian besar kota Yerusalam terletak pada masa itu.

Tetapi Sion juga sering digambarkan sebagai tempat kediaman Allah, misalnya seperti yang terdapat pada:

Yesaya 8:18 “Sesungguhnya, aku dan anak-anak yang telah diberikan TUHAN kepadaku adalah tanda dan alamat di antara orang Israel dari TUHAN semesta alam yang diam di gunung Sion.”

Perjanjian Baru mengajarkan bahwa tempat kediaman Allah adalah kita umat percaya.

1 Korintus 3:16 “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”

Dengan analogi di atas, maka Sion juga dapat bermakna sebagai kita umat percaya.

Dan perintah Tuhan bagi Sion sangat jelas:

Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: “Lihat, itu Allahmu!” (Yesaya 40:9).

Tuhan menghendaki agar Sion yang adalah kita umat percaya agar menjadi pembawa kabar baik dengan menyaringkan suara kuat-kuat.

Bisa bermakna, agar di manapun kita, maka kita harus bersaksi dengan tegas, berani bersikap berbeda dengan sekitar kita oleh karena kita memiliki Kristus yang adalah sumber dari Kabar Baik, yang kita inginkan saksikan atau proklamirkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dan menjadi saksi itu bisa dimulai dengan hal-hal yang konkret, kita menjaga hidup kita untuk dengan nilai-nilai Firman Tuhan: jujur, hidup dalam terang, saling mengasihi, menjauhi perbuatan daging seperti yang tertulis dalam Galatia 5:19-21 “percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora.”

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan bagaimana memulai sebagai pembawa kabar baik.

Imamat 5-7

Rabu, 1 Februari 2023

TERHUBUNG DENGAN TUHAN UNTUK MEMANCARKAN KABAR BAIK

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 15:5-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang Yesus maksudkan bahwa diluar Aku, kamu tidak dapat melakukan apa-apa?
  2. Apa yang menjadi syarat sehingga permintaan kita akan Tuhan penuhi?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Apa yang membedakan kekristenan dari agama yang lain adalah bahwa Tuhan dalam agama Kristen adalah Trinitas: Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Allah menjadi pribadi Kristus ketika Yesus lahir di bumi.

Yesus Kristus menjadikan Roh Kudus dapat “diakses”: dirasakan hadirat-Nya oleh setiap orang yang percaya.

Tidak ada agama lain yang memiliki konsep anugerah yang sebanding dengan definisi Kekristenan.

Dalam agama yang lain misalnya, Allah dianggap maha pengasih, namun tidak ada contoh konkrit tentang belas kasih itu.

Mereka harus bekerja dengan berbuat baik dan berharap bahwa perbuatan baik mereka lebih banyak daripada yang buruk.

Pada hari penghakiman, mereka berharap agar amal baik mereka cukup untuk membuatnya masuk surga.

Kabar baik dari Injil adalah bahwa kita sebenarnya tidak berdaya dan terhilang.

Kita tidak dapat melakukan satu hal baik untuk mendapatkan keselamatan.

Tuhan itu kudus dan kita adalah orang berdosa.

Terdapat kesenjangan antara kita dan Tuhan yang hanya dapat dijembatani oleh Tuhan sendiri melalui Yesus Kristus.

Ketika kita menggabungkan ciri-ciri utama di atas, hasilnya adalah bahwa kita memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan.

Tritunggal mencerminkan hubungan, Allah Bapa memiliki hubungan yang erat dengan Yesus dan Roh Kudus.

Dan oleh anugerah keselamatan yang Tuhan berikan, saat ini kita dimungkinkan untuk memiliki hubungan pribadi yang erat dengan Allah melalui Roh Kudus.

Bagaimana caranya?

Dengan tinggal di dalam Yesus, melekat seperti ranting pada pokoknya.

Tidak ada agama lain yang menawarkan keintiman semacam itu.

Jadi, kalau kita memiliki hubungan yang sedemikan baik dengan Tuhan, bukankah itu suatu kabar yang sangat baik yang kita bisa saksikan kepada banyak orang.

Dengan demikian, agar kita bisa bersaksi kepada banyak orang, kita harus terus menerus melekat kepada Kristus.

Memiliki hubungan atau persekutuan yang erat dengan Kristus.

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang bagaimana agar terus menerus memiliki hubungan yang erat dengan Kristus.

Imamat 1-4

Selasa, 31 Januari 2023

TANGGALKAN BEBAN DOSA YANG MERINTANGI

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

IBRANI 12:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang harus kita tanggalkan dalam perlombaan kehidupan?
  2. Bagaimana kita bisa berlomba dengan tekun?
  3. Bagaimana Yesus memberi teladan yang menguatkan kita untuk berlomba?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Barangkali saudara pernah mengalami rasanya membawa tas yang berat.

Mungkin ibu-ibu yang punya bayi dan harus membawa tas perlengkapan bayinya atau para pelajar dan mahasiswa yang harus membawa tas sekolah berisi buku-buku dan laptop.

Saat membawa tas yang berat sekali, apa yang kita pikirkan?

Rasanya ingin segera melepaskan atau mengosongkan isi tas tersebut, namun karena tahu isinya diperlukan, jadi kita membawanya terus.

Namun, coba bayangkan kalau setelah membawa tas seberat itu, ternyata isinya bukan seperti yang kita harapkan.

Entah bagaimana tas tersebut tertukar, atau isinya berubah menjadi batu yang tidak berguna.

Kita mungkin menertawakannya, tapi dalam kehidupan hal itu sangat mungkin terjadi.

Banyak beban yang kita bawa dalam perjalanan hidup kita.

Beban-beban yang tidak perlu sebenarnya, tapi kita bawa terus sambil mengeluh.

IBRANI 12:1 berkata,”Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.”

Mari renungkan di awal tahun ini, beban seperti apa yang kita bawa dari tahun lalu?

Adakah beban yang tidak perlu dan beban dosa?

Ada kuk yang memang Tuhan izinkan untuk kita pikul, tapi kuk itu tidak akan menjadi terlalu berat karena kita memikulnya bersama Yesus dan Ia berjanji bahwa kuk yang dipasangNya itu enak dan bebanNya pun ringan (Matius 11:28-30).

Namun, ada kuk dan beban yang tidak pernah dimaksudkanNya untuk kita pikul.

Untuk itu, Ia mengundang kita untuk datang kepadaNya dan menerima kelegaan.

Saudara, apakah hari ini saudara memiliki beban yang berat?

Datanglah kepada Yesus dan tetaplah melangkah maju dengan dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin saudara dalam iman, dan yang membawa iman itu kepada kesempurnaan.

Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan saudara menjadi lemah dan putus asa.

Mari kita maju memasuki tahun yang baru bersama Tuhan, mari kita berlomba dengan tekun bersama-sama!

Adakah beban yang perlu saudara tanggalkan?

Berdoalah dan buatlah komitmen untuk menyerahkan beban tersebut kepada Allah yang memelihara hidupmu dan bagikanlah kepada pembimbingmu!

PEMBACAAN ALKITAB HARIAN

Keluaran 39 – 40

Senin, 30 Januari 2023

MEMILIKI CARA HIDUP YANG BAIK

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 PETRUS 2:11-15

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa nasihat Petrus kepada jemaat yang percaya kepada Yesus?
  2. Apa tujuan dari memiliki cara hidup yang baik?
  3. Bagaimana sikap kita kepada lembaga-lembaga manusia yang ada?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Mitsuo Fuchida, seorang Angkatan laut Jepang berperan besar dalam pengeboman pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat, Pearl Harbour di tahun 1941 yang menyebabkan semakin meluasnya Perang Dunia II.

Pada musim semi tahun 1947, setelah kekalahan Jepang.

Fuchida berkeyakinan bahwa Amerika telah memperlakukan tawanan Jepang dengan cara yang sama seperti Jepang memperlakukan tawanannya.

Ia bertemu tawanan perang Jepang Kazuo Kanegasaki, yang diyakininya telah meninggal.

Ketika ditanya, Kanegasaki bercerita kepada Fuchida bahwa mereka tidak disiksa atau dilecehkan.

Kenyataan itu sangat mengejutkan Fuchida.

Kanegasaki kemudian melanjutkan kisahnya mengenai seorang wanita muda yang bernama Peggy Covell, yang melayani mereka selama dalam tawanan perang dengan penuh kasih dan rasa hormat, sekalipun kedua orangtuanya, misionaris, telah dibunuh oleh tentara Jepang di pulau Panay di Filipina.

Cerita Kanegasaki tidak bisa diterima dengan akalnya, karena dalam semangat Bushido, balas dendam bukan hanya diizinkan tetapi juga menjadi sebuah tanggung jawab utama untuk dilakukan guna memulihkan kehormatan.

Bahkan pembunuh orang tua akan menjadi musuh bebuyutan seumur hidup.

Namun demikian ia juga terobsesi untuk memahami mengapa ada orang yang memperlakukan musuh mereka dengan kasih dan pengampunan.

Tidak lama setelah itu, pada musim gugur tahun 1948, Fuchida menerima satu pamflet tentang kehidupan Jacob DeShazer, yang berjudul “Aku Adalah Tawanan Perang Jepang,”.

DeShazer adalah seorang mantan sersan Staf Angkatan Udara Amerika dan awak pesawat pembom, yang mengalami siksaan dari tentara Jepang selama 40 bulan dan bertemu Kristus di penjara melalui Alkitab yang dibacanya.

Ia bertekad untuk mengampuni dan mengasihi orang-orang Jepang yang tadinya sangat dibencinya.

Ia menginjili orang Jepang dan menjadi penginjil seumur hidupnya.

Fuchida sangat kagum dan mencari Alkitab untuk bisa membacanya dan akhirnya bertobat serta menjadi seorang penginjil juga.

Di kemudian hari, Fuchida bertemu dengan DeShazer dan mereka bersahabat.

Dua orang yang tadinya adalah musuh tapi dipersatukan oleh Kasih Kristus.

Pertobatan Fuchida tidak lepas dari kesaksian hidup Peggy Covell dan Jacob DeShazer.

Cara hidup mereka memenangkan bukan hanya Fuchida, tapi juga banyak orang.

Hari ini mungkin kita tidak mengalami perang secara nyata, tapi kita masih mengalami berbagai perang seperti konflik dengan orang lain, baik itu keluarga ataupun orang lain.

Kita masih mengalami berbagai kekesalan dan kebencian akan aturan dan hal-hal yang tidak kita setujui.

Apa yang bisa kita pelajari dari kesaksian di atas?

Adakah kebiasaan yang perlu kita ubah?

Petrus menasihati dalam 1 Petrus 2:12 ”Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.”

Renungkanlah cara hidup seperti apa yang saudara tahu Tuhan inginkan saudara miliki?

Bagikanlah dengan rekan PA saudara agar saudara bisa mengalami kemerdekaan dan menuai saatnya Tuhan melawat orang-orang yang berkonflik dengan saudara.

PEMBACAAN ALKITAB HARIAN

Keluaran 36 – 38

Minggu, 29 Januari 2023

MENGALIRKAN AIR HIDUP

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 7:37-39

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang Yesus katakan pada saat puncak perayaan hari raya Pondok Daun?
  2. Apa yang terjadi kepada mereka yang percaya kepada yesus?
  3. Apa maksud Yesus tentang aliran-aliran air hidup?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Banyak orang Kristen tahu bahwa Yesus adalah sumber air hidup, tapi sayangnya tidak banyak yang benar-benar terus minum dariNya.

Tidak banyak yang mengizinkan Dia untuk terus mengalir dan mengeluarkan kotoran yang bercokol di hati dan pikirannya.

Seringkali malahan baru datang kepadaNya saat sudah kepepet dan kering kerontang.

Dibutuhkan kerelaan kita untuk terus membuka diri, datang kepadaNya, percaya dan menerima setiap perkataanNya.

Tuhan Yesus berkata bahwa mereka yang melakukannya, dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.

Yesus tidak pernah memaksudkan untuk kita menerima air hidup dan menyimpannya bagi diri sendiri.

Hidup artinya bertumbuh, ada pelipatgandaan.

Seperti tanaman yang hidup, ia akan bertambah besar dan berbuah.

Seperti gelas yang terus diisi air, airnya akan memenuhi gelas dan mengalir keluar.

Adalah mustahil jika seseorang sudah menerima air hidup secara terus menerus, tapi hidup bagi dirinya sendiri.

Itu hanya terjadi bila memang ada kebocoran dalam hidupnya seperti gelas yang berlubang atau retak sehingga air yang dialirkan tidak bisa mengalir keluar.

Kebocoran rohani sering terjadi karena dosa yang disembunyikan, hidup yang tidak diserahkan kepada Tuhan, dan hati yang dikeraskan dan tidak mau diubahkan oleh Firman.

Dalam perjalanan hidup, memang banyak hal berpotensi untuk membuat keretakan dan kebocoran.

Lubang kebocoran dan kotoran seringkali muncul dalam bentuk ketidakpercayaan, omelan, sakit hati yang dibiarkan, kemalasan, dan masih banyak lagi.

Bagi kita yang sudah percaya dan menerima Roh Kudus, apakah masih ada lubang kebocoran di hidup kita?

Apakah air yang kita terima dariNya, kita alirkan kembali dengan sama bersihnya?

Mungkin saudara berpikir “Wah sulit sekali mengalirkan air hidup karena kita belum sempurna”.

Sebelum saudara  menjadi frustasi dan tertuduh, dengarlah kabar baik ini:

RohNya yang tinggal dalam kita adalah air hidup itu sendiri.

Oleh karena itu keretakan, kebocoran, maupun kotoran sebesar apapun mampu diperbaiki dan dibersihkanNya.

Kita hanya perlu mengizinkanNya bekerja.

Jangan tutupi lubang retak dan bocornya dengan kekuatan sendiri.

Jangan tahan kotorannya. Biarkan Dia mengalir dan menyembuhkan.

Biarkan Dia mengalir dan membersihkan.

Selamat menikmati aliran air hidup dariNya dan mengalirkannya kembali!

Apakah ada kotoran, keretakan dan kebocoran yang saudara rasakan?

Berdoalah agar Roh Kudus menolong saudara membersihkannya.

Bagikanlah kepada Pembimbing saudara, agar saudara beroleh dukungan untuk terus maju!

PEMBACAAN ALKITAB HARIAN

Keluaran 33 – 35