Sabtu, 25 Mei 2024

TUHAN YANG MEMBERIKAN HIKMAT

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

DANIEL 5:8-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Daniel 5:11!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Roh bagaimanakah yang dimiliki oleh Daniel seperti yang disampaikan oleh permaisuri Raja? Dan dari siapakah roh tersebut bagi Daniel?
  2. Apakah yang dihasilkan dari roh yang dimiliki oleh Daniel?
  3. Coba saudara jelaskan apakah yang dimaksudkan dengan hikmat?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Daniel yang juga dinamai Beltsazar memiliki roh yang luar biasa yang menurut permaisuri raja Belsyazar Daniel memiliki roh yang sama seperti roh para dewa.

Akibatnya Daniel juga memiliki akal budi, hikmat yang dapat menerangkan mimpi raja dan menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dari penglihatan yang dialami oleh raja.

Dan apa yang dimiliki oleh Daniel adalah berasal dari Tuhan.

Namun bagi kita yang percaya kepada Tuhan Yesus dan memiliki Roh Kudus, kita juga memiliki roh yang dimiliki oleh Daniel sehingga kita dapat memiliki hikmat dan dapat memaahami hal-hal yang akan datang, karena Yesus yang kita miliki itu adalah Roh Hikmat.

”Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN.” (Yesaya 11:1-2).

Dan Allah memberikan Roh Kudus kepada kita sehingga kita mengetahui rahasia Allah dan isi hati Allah bagi kita dan orang lain.

”Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.” (1 Korintus 2:12-13, 16).

Pekerjaan Roh Kudus dalam diri kita membuat kita dapat bertumbuh dan berjalan dengan hikmat Tuhan.

Namun kadang kali ada banyak dalam pikiran kita sering mengganggu untuk kita berjalan dengan hikmat terutama pikiran negatif, trauma-trauma yang menghalangi hikmat Tuhan untuk dinyatakan dalam pikiran dan hati kita.

Oleh karena itu kita perlu hidup membaca, merenungkan serta memperkatakan Firman Tuhan supaya pikiran kita dicuci dengan Firman Tuhan yang pada akhirnya kita mulai memiliki pikiran dan hikmat Kristus.

”Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit —, maka hal itu akan diberikan kepadanya.” (Yakobus 1:5).

”Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8).

Melalui persekutuan dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus maka kita akan bertumbuh dengan hikmat seperti yang dimiliki oleh Yesus dan kita akan sangat efektif dan produktif dalam Kerajaan Allah seperti Yesus.

”Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.” (Lukas 2:40).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara bertumbuh dalam hikmat yang diberikan oleh Tuhan kepada saudara.

Pembacaan Alkitab Setahun

Nehemia 4-6

Jumat, 24 Mei 2024

ROH KUDUS YANG DIBERIKAN UNTUK MENOLONG

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 2:17-21

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Kisah Para Rasul 2:17!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang akan dicurahkan di dunia ini pada hari-hari terakhir?
  2. Kepada siapakah Roh Kudus akan dicurahkan oleh Tuhan?
  3. Menurut saudara, apakah tujuan dari Roh Kudus dicurahkan bagi kita dan dunia ini?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Roh Kudus akan dicurahkan secara luar biasa pada akhir dari akhir zaman ini, karena Tuhan ingin semua orang diselamatkan oleh kuasa Injil dan Injil harus diberitakan dengan penuh kuasa.

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (Matius 24:14).

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8).

Roh Kudus dicurahkan untuk menolong kita untuk dapat hidup dengan standar Tuhan bahkan menjadi sama seperti Kristus dan Tuhan tahu seberapa besar kemampuan kita untuk hidup seperti Yesus.

“Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.” (Wahyu 3:8).

”Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” (2 Korintus 3:17-18).

Roh Kudus berperan sebagai Penolong untuk bumi ini penuh kemuliaan-Nya dan untuk hidup kita dapat menyelesaikan rencana Bapa.

”Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” (Yohanes 14:16-17).

Kerinduan Tuhan agar kita senantiasa bersekutu dengan Roh Kudus agar kita mengalami realita kehadiran-Nya dan penyertaan-Nya yang sempurna.

Pada akhirnya kita akan senantiasa dipenuhi oleh Roh Kudus dan setiap orang yang berjalan dipimpin oleh Roh Kudus akan mengalami pertolongan dari Roh Kudus setiap saat.

”Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” (2 Korintus 13:14).

”Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.” (Efesus 5:18).

Kita akan terus mengalami realita pertolongan dari Roh Kudus ketika kita terus membangun hidup yang senantiasa bersekutu dengan Roh Kudus sehingga kita senantiasa dipenuhi dengan Roh Kudus dan dipimpin oleh Roh Kudus.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara senantiasa bersekutu dengan Roh Kudus sehingga selalu dipenuhi oleh Roh Kudus untuk mengalami pertolongan dari Roh Kudus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Nehemia 1-3

Kamis, 23 Mei 2024

JANGAN MALU MENDERITA SEBAGAI ORANG KRISTEN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 PETRUS 4:12-16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah 1 Petrus 4:16!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang akan dialami oleh setiap orang Kristen yang percaya kepada Yesus?
  2. Coba sebutkan empat sikap yang benar di dalam kita meresponi setiap penderitaan yang kita alami?
  3. Sebutkan janji-janji Allah bagi setiap orang Kristen yang meresponi penderitaan dengan benar?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebagai pengikut Kristus, Allah menganugerahkan kepada kita bukan hanya untuk percaya kepada Dia tetapi juga menderita untuk Kristus.

“Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.” (Filipi 1:29).

Tujuannya adalah supaya kita meneladani Yesus yang sudah menderita dan bahkan mati di kayu salib.

Selain itu penderitaan juga akan menunjukkan kemurnian dan kesungguhan hati kita di dalam mengikut Yesus.

Itulah sebabnya kita harus memiliki sikap yang benar dalam meresponi penderitaan dan juga mengerti apa yang Tuhan akan kerjakan melalui penderitaan yang kita alami.

”Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” (Roma 8:17).

Sikap atau respon yang harus terbangun di dalam diri kita diantaranya adalah:

  1. Kita tidak boleh panik dan heran ketika kita mengalami pendertiaan karena hal tersebut merupakan anugerah dari Tuhan bagi kita. ”Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.” (1 Petrus 4:12). ”Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.” (Kisah Para Rasul 5:41).
  2. Kita harus meresponi penderitaan dengan sukacita karena kita akan mengalami kemuliaan Tuhan. ”Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” (Roma 8:18).
  3. Kita harus berbahagia ketika menderita karena kita akan menikmati Roh kemuliaan bekerja di dalam hidup kita. ”Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 5:10).
  4. Kita tidak perlu malu ketika menderita karena Kristus, tetapi tetap memuliakan Tuhan. ”Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” (Matius 5:12).

Dengan pemahaman yang benar mengenai sebuah penderitaan yang kita alami karena mengikut Yesus maka kita akan memiliki respon yang benar terhadap penderitaan sehingga kita berkemenangan dan mengalami kemuliaan Tuhan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana respon saudara dalam setiap penderitaan sehingga saudara tidak perlu malu dalam menghadapinya.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ezra 8-10

Rabu, 22 Mei 2024

KITA HARUS HIDUP MENURUT PERINTAH-NYA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 YOHANES 1:4-9

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah 2 Yohanes 1:6!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal apakah yang harus kita lakukan agar tetap hidup di dalam kebenaran?
  2. Apakah perintah Tuhan kepada kita yang harus kita lakukan dan taati?
  3. Siapakah yang mengajarkan agar kita hidup senantiasa saling mengasihi?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan Yesus telah mengajarkan kepada murid-murid-Nya dan juga kepada kita tentang hukum yang terutama yaitu mengasihi Tuhan dan sesama dan hal tersebut merupakan perintah Tuhan yang utama bagi kita.

“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:36-39).

Itulah perintah Tuhan kepada kita agar kita mengasihi Dia dan memegang serta hidup menurut perintah-Nya. Bagi kita yang mengasihi Tuhan maka Yesus dan Bapa akan menyatakan diri-Nya kepada kita dan Roh Kudus akan memampukan kita untuk melakukannya.

”Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” (Yohanes 14:21).

”Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.” (Yohanes 14:23).

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.” (Yohanes 14:15-16).

Oleh sebab itu dikatakan oleh Yohanes bahwa perintah-perintah Tuhan tidak berat karena Roh Kudus menolong kita dengan sempurna untuk mengasihi Tuhan dengan cara menuruti seluruh perintah-perintah Tuhan. Mulai dari memahami perintah Tuhan sampai taat untuk melakukan perintah-perintah Tuhan.

Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.” (1 Yohanes 5:3-4).

Marilah kita hidup dengan menuruti perintah-perintah Tuhan dengan cara mengasihi Tuhan dan sesama kita dan alamilah seluruh pertolongan dari Roh Kudus dalam melakukannya sehingga kita berkemenangan dalam melakukan Firman Tuhan.

Diskusikanlah di dalam komunitas saudara bagaimana saudara senantiasa berkemenangan dalam melakukan perintah-peritah Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ezra 4-7

Selasa, 21 Mei 2024

TETAP BERPEGANG PADA KEBENARAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 TIMOTIUS 3:10-16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang sudah dilakukan Timotius?
  2. Apakah yang akan dialami orang yang beribadah kepada Tuhan Yesus?
  3. Apakah yang dimaksud berpegang kepada kebenaran?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.” (2 Timotius 3:14).

Alkitab memiliki sifat innerancy dan infalibility.

Innerancy artinya Alkitab bebas dari kesalahan, sedangkan infalibility artinya alkitab tidak dapat gagal dalam penerapannya. 

Innerancy adalah doktrin yang mengajarkan bahwa Alkitab di dalam autographa (tulisan aslinya) adalah benar dalam segala hal yang diajarkannya sehingga dengan demikian tidak ada kesalahan.

Infalibility adalah doktrin yang terkadang digunakan secara sinonim dengan istilah innerancy, yang mengajarkan bahwa Alkitab tidak dapat gagal/salah dalam hal iman dan praktek kehidupan.

Jika Alkitab adalah diilhamkan (dinafasi) Allah mewakili suara Allah dan Allah tidak mungkin memiliki kesalahan, maka Alkitab dengan demikian tidak mungkin salah.  

Innerancy tidak dapat dipisahkan dan terkait kepada otoritas absolut.

Setiap penolakan terhadap innerancy akan membuka peluang terhadap penolakan otoritas Alkitab dalam segala hal.

Iblis berupaya untuk menggoyahkan keyakinan orang Kristen bahwa Alkitab adalah firman Allah yang tidak mungkin salah.

Sebab tanpa keyakinan bahwa Alkitab adalah sepenuhnya firman Allah yang tidak mungkin salah, maka iman orang Kristen akan melenceng. 

Seperti kasus “kristen progresif”. Pada dasarnya  “kristen progresif” tidak mengakui Alkitab adalah sepenuhnya firman Allah.

Mereka tidak percaya ayat-ayat Alkitab yang menyatakan bahwa ada hukuman kekal bagi mereka yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus.

Saudara, langkah pertama untuk berpegang kepada kebenaran adalah keyakinan kepada Alkitab sepenuhnya firman Allah yang tidak mungkin salah.

Langkah kedua adalah hidup bergantung dan berlandaskan kepada firman Tuhan.

Kita harus kembali kepada Alkitab. Segala sesuatu dalam kehidupan kita harus dinilai berdasarkan kebenaran di dalam Alkitab.

Cara kita menghadapi masalah, cara mengelola keuangan, cara hidup rumah tangga, cara belajar, cara bekerja, cara melayani dan berbagai cara lain harusnya didasarkan kepada firman Tuhan.

Saudara, pohon anggur hanya akan berbuah apabila dirambatkan pada penyangga (tali/batang) di atas tanah.

Saat ranting pohon anggur merambat di tanah, maka akan rusak dan tidak berbuah.

Oleh karena itu ranting tersebut harus dinaikkan dari tanah dan diikat ke batang/tali di atas.

Demikian juga hidup orang Kristen, kita harus menjauhi cara hidup duniawi (tanah) dan  berpegang dan diikat kepada Firman Tuhan, yang disebut pula perkara yang di atas.

Renungkanlah, apakah saudara sungguh-sungguh sudah bergantung kepada firman Tuhan dalam semua cara hidup.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ezra 1-3