Rabu, 12 Juni 2024

DIBAHARUI DI DALAM ROH DAN PIKIRAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

EFESUS 4:20-24

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dipelajari oleh jemaat Tuhan?
  2. Apa yang dapat kita ketahui melalui Yesus?
  3. Apa yang akan menjadi akhir hidup kita jika kita tidak meninggalkan manusia lama kita?
  4. Apa yang terjadi dengan Roh dan pikiran kita ketika kita menanggalkan manusia lama kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, karena kasih karunia, kita diselamatkan oleh iman, dan melalui iman itu kita memiliki Roh Kudus dalam hidup kita dan Kristus tinggal di dalam hati kita. Kristus dalam Roh Kudus akan mengajarkan kita Firman Allah dari dalam batin kita.

Melalui berbagai persoalan yang timbul dalam hidup kita, pikiran dan perasaan kita akan mengalami akibat dari persoalan tersebut.

Reaksi kita tergantung pada apa yang ada dalam hati dan pikiran kita.

Jika hidup kita masih terikat pada cara hidup yang lama, maka reaksi kita akan sangat dipengaruhi oleh emosi dan pikiran kita.

Jika persoalan itu menguntungkan, kita akan merasa senang namun jika itu merugikan, maka reaksi kita akan berupa kemarahan dan kesedihan.

Namun, jika kita sudah lahir baru, maka reaksi kita juga ditentukan oleh persoalan yang terjadi.

Jika merugikan, kita akan terdiam kemudian berdoa dan mulai bersyukur karena Roh Kudus akan mengajar kita untuk menerima setiap hal dari persoalan tersebut.

Baik untung maupun rugi, Sang Guru yaitu Roh Kudus akan mengajar dan mengingatkan kita akan Firman Tuhan untuk memperoleh jalan keluar dari persoalan itu.

Roma 8:28 ”Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Dengan memahami Firman Tuhan, kita bersyukur dapat menguasai hati dan pikiran kita, karena kita yakin bahwa Tuhan akan membawa kebaikan dalam hidup kita demi tercapainya rencana Allah dalam kehidupan kita.

Reaksi dan tindakan kita sangat dipengaruhi oleh suasana hati dan pikiran kita.

Suasana hati kita juga dipengaruhi oleh pikiran kita.

Oleh karena itu, pikiran kita harus diserahkan kepada Roh Kudus, agar Roh Allah dapat menguasainya sehingga kita dapat hidup sesuai dengan kehendak Allah.

Saudara, ketika kita percaya dan mengalami kelahiran baru, sebaiknya kita bergabung dalam komunitas orang percaya agar memiliki saudara-saudara yang dapat mengarahkan dan menolong kita saat menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan kehendak atau tidak menyenangkan.

Dengan adanya teman-teman yang siap membantu dengan nasihat, arahan, atau dukungan lainnya, kehidupan rohani kita tetap terjaga walaupun lambat, namun tidak mengalami kerusakan.

Dalam kondisi seperti ini, kita memerlukan saudara-saudara yang dapat membimbing kita bisa melewati masa-masa sulit dengan baik.

Dengan melihat kenyataan hidup setelah beriman, dengan bantuan teman-teman yang terlebih dahulu hidup dalam Kristus, maka kita dapat belajar bagaimana menjalani hidup dalam Tuhan dengan mengikuti arahan dan nasihat dari saudara yang membimbing atau mementori kita.

Dengan demikian, kehidupan kita dapat diarahkan agar tidak mengalami kejatuhan yang disebabkan oleh persoalan-persoalan yang muncul.

Saudara, Roh Kudus membimbing kita melalui arahan seorang kakak rohani, mentor, atau pembimbing yang kadang-kadang disebut sebagai bapak atau ibu rohani.

Dalam periode pertumbuhan ini, pengaruh saudara yang bersedia membagi waktunya untuk membimbing kita sangatlah besar, sehingga pikiran dan perasaan kita dapat berkembang secara rohani dengan wajar.

Rasul Paulus menulis tentang hal ini dalam kitab:

Roma 12:2 ”Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Pertumbuhan rohani kita akan maju secara progresif jika kita sungguh-sungguh mau dimentori oleh seorang kakak rohani.

Pengaruh seorang kakak rohani sangatlah besar bagi kita.

Pertumbuhan rohani kita dapat berlangsung dengan wajar seiring dengan waktu pertumbuhan kita sehingga roh, jiwa, dan tubuh kita dapat terjaga dengan baik.

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, yang berarti kita bukanlah individu yang mandiri, tetapi makhluk yang saling bergantung satu sama lain.

Tuhan juga menciptakan kita untuk hidup dalam kesatuan, maka sangat penting bagi kita untuk hidup dalam persekutuan kesatuan, dll.

Untuk menjadi individu dalam suatu kesatuan diperlukan pandangan yang sehat yang berarti kita diharapkan memiliki pikiran dan perasaan yang telah diubah dari gaya hidup lama yang duniawi menjadi individu yang menjadi bagian dari persekutuan atau kesatuan rohani.

Agar kesatuan dan persekutuan tersebut dapat berjalan dengan baik, setiap individu harus mengalami perubahan dalam roh dan pikiran, sehingga setiap anggota di dalam persekutuan atau komunitas dapat saling membangun dan membuat komunitas atau persekutuan tersebut menjadi suatu kesatuan yang kuat.

Saudara, itulah sebabnya seorang penulis dalam kitab Perjanjian Baru menulis:

Ibrani 10:24 ”Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.”

Hal yang penting agar semua anggota suatu perkumpulan rohani, komunitas rohani atau persekutuan adalah saling memperhatikan satu sama lain.

Saling memperhatikan merupakan cara hidup yang harus diajarkan oleh para pemimpin agar komunitas tersebut dapat maju.

Rasul Paulus menulis tentang hal ini dalam:

Kisah Para Rasul 2:44-47 ”Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”

Dengan saling memperhatikan dan saling mendorong dalam kasih dan perbuatan baik, setiap saudara yang mengalami masalah dapat dilayani dengan baik.

Hal ini membuat banyak orang di luar komunitas melihat dan mendengar bagaimana adik, tetangga, kerabat, atau teman sekantor mereka yang sebelumnya mengalami masalah keuangan telah mengalami perubahan hidup.

Mereka mendapat arahan, mentoring, dan bimbingan dalam kehidupan mereka.

Mereka yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan, kini bekerja keras dan tidak lagi malas-malasan karena didorong dan diperhatikan dalam melakukan pekerjaan yang baik yang mengubah keuangan mereka.

Hal ini akan terlihat oleh orang luar sehingga mereka akan bergabung karena mereka juga berharap mendapat pertolongan.

Haleluya, puji Tuhan. Amin!

Mengapa banyak anak Tuhan, yang telah lama berada di dalam Tuhan namun masih hidup dalam kemiskinan?

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 38-39

Selasa, 11 Juni 2024

MEMATIKAN SEGALA SESUATU YANG DUNIAWI

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 3:1-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kita telah dibangkitkan oleh Allah bersama siapa?
  2. Mengapa kita seharusnya memikirkan perkara yang di atas (surga)?
  3. Dengan siapa kita akan menyatakan diri kelak?
  4. Apa yang mendatangkan murka Allah, dan kepada siapa Allah akan menyatakan murka-Nya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, setelah kita percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, rasul Paulus mengatakan dalam tulisannya kepada jemaat bahwa kita telah mati terhadap dosa dan hidup bagi Kristus.

Roma 6:1-4 ”Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.”

Saudara, sekalipun kita sudah hidup oleh Roh, namun kita masih hidup dalam tubuh daging kita ini, dan daging itu sendiri memiliki keinginan yang selalu membawa kita jatuh kedalam pencobaan.

Karena pencobaan yang terjadi dalam hidup kita Yakobus mengatakan :

Yakobus 1:13-14 ”Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.”

Rasul Paulus dengan jelas mengatakan:

Galatia 5:16-17 ”Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.”

Saudara, kita dapat hidup tanpa jatuh lagi ke dalam dosa karena sekarang kita hidup oleh Roh yang telah hadir dalam hidup kita.

Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk senantiasa merenungkan Firman Allah, sehingga pikiran kita selalu dinaungi oleh Roh Kudus.

Yesus telah mengatakan bahwa firman-Nya adalah Roh:

Yohanes 6:63 ”Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.”

Itulah sebabnya sejak Perjanjian Lama, Tuhan Allah mengatakan dengan lugas kepada Yosua melalui Musa:

Yosua 1:8 ”Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

Ada suatu kenyataan bahwa ketika kita sedang merenungkan firman Tuhan, pikiran kita tidak akan memikirkan hal lain karena tidak mungkin pikiran kita memikirkan beberapa hal sekaligus.

Jika kita berpikir tentang sesuatu, maka hal itulah yang menguasai pikiran kita, dan tidak ada tempat untuk memikirkan hal lain, kecuali pikiran kita beralih ke yang lain.

Begitu pikiran kita beralih, renungan kita juga akan beralih kepada sesuatu yang memasuki pikiran kita itu. Pemazmur juga menuliskan hal ini:

Mazmur 1:1-3 ”Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

Dari tulisan yang diilhamkan oleh Allah melalui hamba-hamba-Nya, dengan jelas dinyatakan bahwa merenungkan firman Tuhan setiap waktu membuat pikiran kita dikuasai oleh firman Allah.

Itulah firman Roh Kudus yang dapat menghasilkan rhema, yakni firman iman.

Rasul Paulus juga mengajak kita untuk bertindak aktif supaya kita tidak masuk ke dalam pencobaan, dengan melakukan firman atau bertindak sesuai dengan keinginan Roh Kudus:

Kolose 3:5 ”Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala”

Saudara, matikanlah keinginan yang begitu kuat dalam daging kita yang disebut keserakahan.

Keserakahan membuat kita dikuasai oleh keinginan atau kehendak kita sendiri.

Kita bisa serakah terhadap makanan tertentu, yaitu makanan yang sangat kita inginkan atau terhadap uang.

Mari kita sadari bahwa keserakahan disamakan dengan penyembahan berhala.

Oleh karena itu, marilah kita menghindari keserakahan, yaitu keinginan yang kuat yang dapat mengikat dan membuat kita jatuh bangun.

Keserakahan terhadap makanan yang kita sukai sering mengakibatkan timbulnya penyakit.

Oleh karena itu, marilah kita merenungkan firman Tuhan, supaya pikiran kita tidak dikuasai oleh renungan-renungan yang bisa membawa kita kepada keinginan daging, yang bisa merangsang nafsu daging, nafsu makan berlebihan, atau nafsu jahat seperti nafsu seks.

Jika kita tidak merenungkan firman, maka pikiran kita akan memikirkan sesuatu.

Selama mata, telinga, dan hidung kita sehat, maka panca indera kita akan terus aktif menangkap keadaan di sekitar kita.

Panca indera kita akan menangkap sesuatu yang seketika bisa menggerakkan pikiran kita untuk memikirkan rangsangan yang masuk.

Jika kita tidak waspada, pikiran kita akan mulai memikirkan rangsangan itu.

Itulah sebabnya Tuhan mewahyukan firman-Nya supaya kita senantiasa merenungkan firman Tuhan, sehingga kita terawasi oleh renungan itu dan tidak mudah dirangsang oleh panca indera kita.

Saudara, marilah kita hidup dalam Roh Kudus dengan merenungkan firman Tuhan, supaya kedagingan kita benar-benar mati sehingga ketika panca indera kita menangkap sesuatu, pikiran kita terkontrol dan terawasi oleh renungan firman Allah.

Dengan demikian, daging kita tidak mudah dirangsang oleh berbagai keinginan yang ditawarkan oleh panca indera kita.

Jika pikiran kita sempat terpengaruh, marilah dengan aktif mematikan keinginan daging itu, supaya kita tidak jatuh ke dalam pengaruh daging dan tidak jatuh ke dalam dosa.

Marilah kita dengan aktif memikirkan perkara-perkara ilahi, perkara-perkara kebenaran, dan perkara-perkara Kerajaan Allah, bukan hanya perkara makanan, keuangan, atau keduniawian.

Marilah kita merenungkan perkara-perkara ilahi, perkara-perkara Kristus, dan perkara-perkara kehidupan kita secara benar sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus inginkan.

Ketika pikiran kita terkontrol dan terawasi oleh kebenaran maka kita hidup dalam kemerdekaan oleh Roh Kudus.

Kita akan memiliki damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Haleluya, puji Tuhan. Amin!

Apa yang menyebabkan kita bisa dan sering sekali masuk ke dalam pencobaan?

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 35-37

Senin, 10 Juni 2024

KITA ADALAH CIPTAAN BARU

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 KORINTUS 5:14-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dipahami oleh orang yang dikuasai oleh kasih Kristus?
  2. Karena Kristus telah mati untuk semua orang, maka sepatutnya semua orang hidup bagi siapa?
  3. Dengan ukuran apa orang mengukur Kristus hari ini?
  4. Ketika seseorang menjadi ciptaan baru, apa yang sebenarnya terjadi pada orang itu selanjutnya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika seseorang mendengar berita kasih karunia, yaitu Injil keselamatan dikabarkan, dan kabar baik tersebut memasuki pikiran dan menimbulkan keyakinan atau dapat dipercaya, maka keyakinan itu menyebabkan timbulnya iman dalam diri orang tersebut.

Iman itu kemudian mendorong seseorang untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan.

Alkitab mengatakan bahwa seketika itu juga, Tuhan Allah bereaksi dengan memberikan meterai Roh Kudus ke dalam hidup orang tersebut sebagai tanda kepemilikan Tuhan Allah.

Efesus 1:13-14 ”Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”

Saudara, kelahiran kembali membuat seseorang memiliki kemampuan untuk dapat melihat dan memasuki kerajaan Allah.

Yohanes 3:3 ”Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

Yohanes 3:5 ”Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Kelahiran kembali menyebabkan seseorang mengalami perubahan status menjadi anak Allah.

Dia memiliki hidup baru, di mana saat ini dia hidup oleh Roh Kudus.

Di dalam hatinya tinggal Roh Kudus, yang berdiam di dalam dirinya. Rasul Paulus menuliskan wahyu Tuhan mengenai orang yang mengalami kelahiran baru itu:

Efesus 3:17 ”sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”

Orang itu memulai hidup barunya dengan hidup oleh Roh Kudus.

Kehadiran Roh Kudus menyebabkan orang tersebut mengalami berbagai perubahan, sehingga dia menjalani kehidupan baru dan menjadi ciptaan baru, yang lama telah berlalu dan sifat yang baru telah datang.

Rasul Paulus menuliskan pengalamannya:

Efesus 2:2-3 ”Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.”

Dan dia juga berkata dalam tulisannya yang lain:

Roma 7:19-25 ”Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku. Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.”

Saudara, oleh iman, kita memperoleh Roh Kudus sebagai meterai kepemilikan Allah atas kita.

Iman itu juga membuat kita mengalami kelahiran baru, yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam diri kita: manusia daging kita yang lama telah berlalu dan manusia baru serta kehidupan baru telah datang karena Kristus hidup di dalam kita.

Oleh iman itu, kita memiliki kemampuan untuk melakukan kehendak Allah dan menaati Allah.

Ketaatan kita bergantung pada freewill atau kehendak bebas kita.

Saudara, setelah kita lahir baru dan hidup dalam Roh, Rasul Paulus menasihatkan kita agar tidak mengikuti keinginan daging, melainkan hidup oleh Roh:

Galatia 5:16-17 ”Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.”

Saudara, ketika kita mengalami kelahiran baru, terkadang kita masih bisa hidup oleh kedagingan.

Hal ini terjadi karena hidup kita kembali dikuasai oleh kedagingan.

Oleh karena itu, serahkanlah dirimu untuk dikendalikan oleh Roh Kudus.

Rasul Paulus menasihatkan agar kita yang sudah hidup oleh Roh supaya hidup kita dikendalikan atau dipimpin oleh Roh Kudus.

Galatia 5:25 ”Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh”

Oleh iman, Kristus tinggal di dalam hati kita, dan Kristus tidak akan memaksa kita untuk selalu mengikuti Dia Namun, Dia ingin kita hidup oleh firman-Nya, dan firman itu akan mengarahkan kita untuk hidup sesuai dengan kehendak Roh Kudus dan kehendak Allah Bapa kita.

Haleluya, puji Tuhan. Amin!

Apa yang menyebabkan kita kembali hidup oleh daging?

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 32-34

Minggu, 9 Juni 2024

KITA ADALAH ANAK DAN AHLI WARISNYA

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

GALATIA 4:1-7

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah perbedaan seorang ahli waris dengan hamba sebelum akil baliq?
  2. Apa tujuan Allah mengutus AnakNya?
  3. Karena kita adalah anak, apa yang disuruh Allah kepada Roh AnakNya  ke dalam hati kita?
  4. Jadi jika kita bukan lagi hamba tetapi anak, apa yang kita dapatkan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Setelah kita percaya akan karya penebusanNya di kayu salib terhadap kehidupan kita yang berdosa maka kita bukan lagi budak atau hamba dosa, tetapi kita dipercayakan menjadi hambaNya.

Kehidupan kita tidak dikuasai oleh perbudakan kuasa iblis atau kedagingan kita lagi tetapi seharusnya dikuasai dan dipimpin oleh Tuhan yang telah menjadi Tuan kita.

Sebagai seorang hamba kita memiliki kewajiban untuk melakukan segala perintahNya tanpa mengharapkan balasan apapun, semua yang kita lakukan adalah bentuk pengabdian karena memang kita telah dibeli dan harganya lunas dibayar oleh darahNya.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa kita bukan hanya ditetapkan sebagai hambaNya namun Tuhan ingin kita menjadi anakNya.

Sebagai anakNya karena Bapa menginginkan agar kita menjadi serupa dengan Yesus, AnakNya yang sulung.

Hanya sebagai anak kita dapat menjadi serupa dengan Dia, sebagai anak kita memiliki relasi yang khusus dengan Bapa, relasi semacam ini tidak bisa didapatkan bila kita hanya sebagai hambaNya saja.

Tidak hanya itu saja seorang anak pasti juga sebagai ahli waris, menjadikan kita ahli waris untuk menikmati keselamatan yang selayaknya direspons secara bertanggung jawab, bukan dengan keserakahan maupun sikap ogah-ogahan.

Dengan memahami jati diri kita sebagai anak-anakNya seharusnya kita menjadi bangga sekaligus berkewajiban  untuk menjunjung kemuliaan Bapa dalam segala keputusan dan perilaku yang kita perbuat.

Kita bukan anak-anak sembarangan yang hidup dengan pikiran lama kita sebagai budak dosa, pikiran kita harus diperbaharui hari demi hari agar kita dapat semakin memanifestasikan kemuliaan Bapa di dalam segala aspek kehidupan kita.

Ketika pikiran kita diperbaharui hari demi hari kita juga semakin memahami apa yang menjadi kerinduan Bapa.

Jadi ketika Bapa meminta kita untuk berubah sejatinya untuk kepentingan kita sebagai anakNya.

Saudara, biarlah dengan memahami jati diri kita sebagai anakNya membuat kita mengalami pemulihan yang dapat mentransformasi kehidupan kita.

Jangan biarkan iblis dan pengaruh dunia ini menilai jati diri kita sesuai dengan standar atau pikiran dunia.

Jangan biarkan iblis menyesatkan kita dengan memberikan pikiran yang meragukan kita sebagai anakNya dengan berbagai intimidasi dan kekuatiran hidup.

Pada akhirnya tetap dibutuhkan bagian kita mengikuti apa yang diperintahkan Bapa agar kita belajar mengenal Dia dengan mengerti FirmanNya dan melakukannya dalam kehidupan kita, jadi pertanyaannya adalah sudahkah kita melakukan apa yang menjadi bagian kita?

Renungkan kebenaran Firman Tuhan yang kita baca hari ini. Pelajaran apa yang kita dapatkan dan komitmen apa yang akan kita lakukan di waktu dekat ini? Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 29-31

Sabtu, 8 Juni 2024

MANUSIA HIDUP BUKAN DARI ROTI SAJA

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 4:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kemana Roh membawa Yesus setelah melakukan puasa selama 40 hari?
  2. Apa yang dikatakan Iblis tentang jati diri Yesus?
  3. Apakah Yesus bisa mengubah batu menjadi roti?
  4. Mengapa Dia tidak melakukannya? Apa jawabNya kepada Iblis?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebagian besar pergumulan manusia adalah soal bagaimana mereka dapat hidup dengan kebutuhan primer dan sekunder yang memadai.

Namun perlu diketahui bahwa tidak hanya orang-orang yang belum percaya, kita sebagai orang percaya juga seringkali masih mengalami pergumulan akan kebutuhan primer dan sekunder.

Pergumulan ini bisa terkait bagaimana kita memenuhinya atau sebaliknya bagaimana kita mengendalikannya agar tidak berlebihan karena mengikuti keinginan daging.

Salah satu tipuan iblis yang digunakan untuk mencobai Yesus dan sampai saat ini masih digunakan juga untuk menyesatkan orang-orang percaya adalah bagaimana fokus memenuhi kebutuhan primer dengan meragukan keberadaan kita.

Bila Yesus diingatkan mengenai keberadaannya sebagai sebagai Anak Allah, maka kita juga dicobai dengan hal yang sama.

Iblis mencoba memfokuskan kita kepada kebutuhan primer yang harus dipenuhi, bahkan bila perlu menggunakan kuasa yang Tuhan berikan kepada kita.

Tidak ada yang salah dengan memenuhi kebutuhan makanan, apalagi pada waktu itu Yesus sudah selesai melakukan doa dan puasa, namun Yesus tahu bahwa manusia tidak hidup dari roti saja melainkan juga dari Firman Tuhan.

Setidaknya ada 2 hal yang perlu kita perhatikan bersama agar kita tetap kuat menghadapi pencobaan dari iblis.

Pertama, kita harus ingat bahwa manusia tidak hanya hidup dari makanan jasmani saja tetapi kita juga perlu makanan rohani yaitu Firman Tuhan.

Iblis mencoba memfokuskan kita kepada kebutuhan jasmani sehingga manusia terus bergumul selama hidupnya dengan persoalan makanan.

Ada yang kekurangan memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga sibuk bekerja dan lupa untuk melayani Tuhan melalui pekerjaan atau studi.

Sebagai manusia rohani kita juga harus hidup dari perkataan-perkataanNya yang kita renungkan dan lakukan dalam seluruh kehidupan kita.

Kedua, seperti Yesus yang menyadari tipu daya iblis, kita harus ingat bahwa tidak ada masalah dengan mengubah batu menjadi roti, persoalannya adalah siapa yang memerintahkan atau mengingatkan kita.

Pada waktu Yesus dicobai, iblis yang menyodorkan “tantangan” kepada Yesus, “Jika Engkau Anak Allah, perintahkan supaya batu ini menjadi roti”.

Yesus tentu saja dengan mudah dapat mengubah batu menjadi roti, namun dia tidak melakukannya karena Bapa tidak berfirman kepadaNya agar mengubah batu menjadi roti.

Kita perlu hidup dengan mendengarkan dan melakukan apa yang diperintahkan Bapa kepada kita, bukan sekedar memenuhi kebutuhan makanan, meskipun kita bisa melakukannya.

Renungkan kebenaran Firman Tuhan yang kita baca hari ini. Pelajaran apa yang kita dapatkan dan komitmen apa yang akan kita lakukan di waktu dekat ini? Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 24-28