KEBAIKAN TUHAN YANG MELIMPAH ATAS KITA

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MAZMUR 31:19-21

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang dapat merasakan kelimpahan kebaikan-Nya?
  2. Disembunyikan dimana orang-orang percaya terhadap persekongkolan orang-orang?
  3. Apa itu perbantahan lidah? Bagaimana Allah melindungi orang percaya terhadap hal ini?
  4. Apa yang dilakukan Allah pada waktu kesesakan orang percaya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Mazmur Daud ini adalah ungkapan syukur Daud, sekalipun Daud ada dalam kondisi-kondisi yang tidak mengenakkan di dalam kehidupannya.

Pergumulan, masa-masa yang sulit, dan keadaan yang tidak nyaman membuat Daud mengambil keputusan untuk senantiasa mengucap syukur.

Pengucapan syukur Daud ini keluar dari kepercayaan Daud akan kelimpahan kebaikan Allah baginya.

Kebaikan yang sejati datangnya dari Allah melalui karya Yesus di kayu salib membuat kita dapat merasakan secara nyata kasih Kristus dan lewat kasih itu kita menyadari dosa-dosa dalam diri kita.

Karena begitu besar kasih Allah, Kristus yang telah mati bangkit, dan kita yang mati bagi diri sendiri karena dosa, dibangkitkan dalam Kristus dan menjadi manusia yang baru.

Seperti bayi yang baru saja lahir merindukan air susu yang murni, demikian kita merindukan kebaikan-kebaikan Allah yang membawa kita dapat mengasihi Allah dan sesama.

Maka hanya kehidupan yang ada di dalam Kristus sajalah yang membuat memiliki pengertian akan kelimpahan kasih Allah. Hal inilah yang membuat kita kuat di dalam Allah.

Semua musuh kita, semuanya dimatikan ketika kita hidup dalam kelimpahan kasih Allah.

Dosa tidak lagi berkuasa dalam kita, karena kita memiliki kekuatan untuk melawan dosa.

Kita diselamatkan dari diri sendiri yang hidup dalam dosa, dan sekarang berjalan hidup dalam kebaikan-kebaikan Allah.

Bersyukur untuk kebaikan Allah yang kita terima, kita akan berikan juga kepada semua orang yang membutuhkan kasih Allah, sehingga orang lain juga mengalami dan merasakan kelimpahan kasih Allah melalui kehidupan kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Adakah hal-hal yang dapat membuat kita tidak mengalami kelimpahan kasih Allah? Dan bagaimana caranya hidup kita dapat memancarkan kebaikan Allah yang dapat dirasakan oleh banyak orang?

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Tawarikh 1-2