Selasa, 6 Juni 2023

ZAKHEUS YANG MENGALAMI PEMULIHAN

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 19:1-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dilakukan Zakheus ketika Yesus lewat di kota Yerikho?
  2. Apa yang Yesus katakan kepada Zakheus ketika melihatnya berada di atas pohon?
  3. Apa yang Zakheus katakan sebagai respon atas perkataan Yesus yang ingin menumpang di rumahnya?
  4. Apa yang menjadi respon semua orang ketika Yesus mengatakan akan menumpang di rumah Zakheus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Pernyataan Yesus untuk menumpang di rumah Zakheus membuat banyak orang pada waktu itu bersungut-sungut, mengapa Yesus perlu menumpang di rumah orang berdosa, bukankah banyak orang lain yang bisa dikunjungi?

Pada masa itu, bagi banyak orang, pemungut cukai dikatakan sebagai orang berdosa, mereka bekerja bagi pemerintah Romawi untuk memungut cukai dan sebagian besar perilaku mereka kejam dan tidak adil.

Yesus memang datang untuk orang berdosa, pemungut cukai yang tidak adil dan kejam jelas orang yang berdosa namun mereka yang bersungut-sungut tidak menyadari bahwa mereka  adalah orang berdosa juga.

Zakheus menyadari bahwa banyak orang membenci pekerjaan pemungut cukai bahkan mungkin juga membenci dirinya sebagai pribadi.

Dia tidak pernah menyangka bahwa Yesus akan memberikan respon yang berbeda dari orang-orang, pemuka agama dan ahli Taurat pada masa itu.  

Pernyataan Yesus untuk menumpang di rumahnya bagi Zakheus adalah bentuk kasih karunia dari Tuhan.

Yesus tidak seperti orang-orang yang banyak membenci dan menolaknya.

Penerimaan dari Tuhan melalui keinginan Yesus untuk datang ke rumahnya membuat Zakheus bersukacita. 

Zakheus merespon kehadiran Yesus sebagai sesuatu hal yang lebih penting dari harta yang dia miliki, hingga dia memanifestasikan tindakan pertobatan dalam hidupnya.

Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” (Lukas 19:8).

Penerimaan dan pengampunan Yesus dalam hidup kita seharusnya memberikan respon yang sama seperti pada kisah Zakheus, selalu ada pertobatan dan perubahan hidup ketika Yesus hadir dalam hidup kita sebagai orang berdosa.

Pola pikir kita tentang pekerjaan dan uang akan berubah karena pengampunan dan kasih karuniaNya jauh melampaui segala materi yang bisa kita dapatkan.

Bagaimana dengan manifestasi pertobatan kita? Bila Zakheus memanifestasikan pertobatannya dengan memberi setengah hartanya kepada orang miskin dan mengganti empat kali lipat sekiranya ada yang salah dia lakukan pada masa lalunya, bagaimana dengan kita?

Tentu tidak harus seperti Zakheus, namun sudah pasti manifestasi dari pertobatan setidaknya adalah perubahan pola pikir dan perilaku dalam hidup kita yang bisa dilihat oleh orang-orang disekitar kita.

Selain itu tentu kita rindu untuk melayani Yesus melalui kehidupan kita.

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 17-20

Senin, 5 Juni 2023

MEMPUNYAI HIDUP DAN HIDUP DALAM KELIMPAHAN

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 10:7-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang dimaksud dengan pencuri, perampok, pembunuh?
  2. Mengapa Tuhan mengibaratkan bahwa Dia adalah pintu?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yohanes 10:10  ”Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

Yesus datang agar kita umat percaya mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Ungkapan “mempunyainya dalam segala kelimpahan” ini sering dijadikan rujukan bahwa Tuhan ingin agar kita hidup makmur, sejahtera bahkan kaya raya.

Tetapi apakah seperti itu yang Tuhan maksud? Ada banyak ayat Firman Tuhan yang justru tidak mendukung konsep seperti itu.

Kehidupan yang “berkelimpahan” yang Tuhan maksudkan itu sesuatu yang lebih bermakna daripada sekedar kekayaan materi dan kemakmuran.

Misalnya seperti yang tertulis dalam Kolose 3:2–3 “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.”

Ya, Tuhan ingin agar kita lebih banyak memikirkan hal-hal yang mulia yang Tuhan sediakan “di atas”.

1 Tesalonika 5:23 ”Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.”

Kebanyakan orang memikirkan tiga komponen itu dengan urutan: tubuh, jiwa, dan roh, tetapi Paulus membalikkan urutan ini.

Firman Tuhan memberikan prioritas tertinggi pada roh dan prioritas terendah pada tubuh.

Roh menghubungkan kita dengan Allah dan memampukan kita untuk menyembah Allah dan bersekutu dengan-Nya.

Jiwa adalah pusat emosi, pikiran dan kehendak, yaitu hal-hal yang membuat kita sadar akan keberadaan kita.

Tubuh menghubungkan kita dengan lingkungan kita.

Tubuh berhubungan dengan hal-hal yang material, termasuk kekayaan dan jelas itu pada prioritas yang terendah.

Jadi jika Tuhan menghendaki umat-Nya agar mempunyai hidup dalam segala kelimpahan.

Maka yang utama adalah berlimpah secara rohani, bertumbuh menjadi murid Kristus yang dewasa, yang berlimpah buah-buah Roh Kudus.

Selanjutnya berlimpah secara jiwa: memiliki mental yang sehat, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental yang baik adalah ketika seseorang dapat: a). mengatasi tekanan hidup yang normal; b). bekerja secara produktif; c). menyadari potensi diri; d). berkontribusi kepada masyarakat.

Baru prioritas terakhir adalah kelimpahan tubuh.

Dan ini dimulai dengan memiliki tubuh yang sehat dan oleh anugerah Tuhan semata: memiliki harta yang cukup.

Dan tentang harta, peringatan ini harus kita mengerti. 1 Timotius 6:10  “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”

Saudara, dalam kelompok pemuridan ceritakan apakah prioritas dalam hidupmu saat ini?

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 14-16

Minggu, 4 Juni 2023

HIDUP KEKAL ADALAH KERINDUAN TUHAN BAGI ORANG PERCAYA

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 3:16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dengan siapakah Yesus sedang berbincang dan menjelaskan kabar baik, yaitu Injil Keselamatan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ketika Allah menciptakan Adam, tentu Dia tidak berharap Adam jatuh dalam dosa sehingga akhirnya diusir dari Firdaus. Tetapi kenyataannya Adam berbuat dosa, sehingga dosa masuk ke dalam dunia.

Roma 5:12  ”Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.”

Akibat dosa Adam, maka maut atau kematian kekal itu menjalar ke semua orang.

Dan akibatnya semua orang berdosa dan upah dosa itu maut atau kematian kekal.

Itulah sebab Allah kemudian mengutus Putera Tunggal-Nya, yaitu Yesus untuk turun ke bumi, lahir dari Maria, beranjak dewasa, memberitakan Injil Keselamatan.

Tetapi ditolak, hingga harus mati di kayu salib. Dikuburkan dan kemudian bangkit pada hari ketiga.

Itu adalah kisah Injil, Kabar baik tentang karya keselamatan yang Kristus sediakan bagi orang yang percaya.

Dan bagi kita yang saat ini sudah percaya dengan mati terhadap usaha kita sendiri -Efesus 2:8-9 dan menerima Kristus Yesus ke dalam hati kita sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, maka kita menerima kehidupan kekal. Kita langsung dilahirkan kembali dan dihidupkan di dalam Kristus. Kita mungkin tidak merasakan perubahan langsung, tetapi sebenarnya telah terjadi kelahiran kembali di dalam roh kita.

Yohanes 3:6-7  ”Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.”

Kita yang percaya, kita telah dilahirkan kembali dari Roh. Kita telah dipindahkan dari kematian kekal kepada hidup yang kekal.

Yohanes 5:24  ”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”

Ayat di atas mengungkapkan tiga hal yang sangat penting, yaitu:

  • ia (yaitu kita yang telah dilahirkan kembali) mempunyai hidup yang kekal dan
  • (kita) tidak turut dihukum,
  • sebab ia (atau kita) sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

Saudara, dalam kelompok pemuridan ceritakan bagaimana engkau menerima Kristus sebagai Juru Selamatmu.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 11-13

Sabtu, 3 Juni 2023

MENERIMA ROH KUDUS YANG DIJANJIKAN

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 2:24-33

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Selain sebagai raja, apakah Daud juga seorang nabi?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Roh Kudus telah tercurah pada saat Pentakosta, ketika para murid di Yerusalem menerima Roh Kudus.

Lalu bagaimana dengan masa-masa setelah peristiwa di Gereja yang mula-mula itu? Bagaimana orang percaya menerima Roh Kudus.

Rasul Paulus dengan jelas mengajarkan bahwa kita menerima Roh Kudus pada saat kita menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita.

1 Korintus 12:13 “Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.”

Paulus tidak dapat mengatakan bahwa kita semua dibaptis oleh satu Roh dan semua diberi minum oleh satu Roh jika tidak semua orang percaya di Korintus memiliki Roh Kudus.

Kita yang telah ditebus oleh kematian Kristus, kita memiliki Roh Kristus.

Roma 8:9 ”Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.”

Ketika kita percaya, maka kita dimeteraikan dengan Roh Kudus.

Efesus 1:13-14 ”Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”

Menerima atau berdiamnya Roh terjadi pada saat keselamatan.

Sedangkan hidup di dalam dan dipimpin Roh adalah proses yang berkelanjutan dalam kehidupan kita sebegai umat percaya.

Kesimpulannya, bagaimana kita menerima Roh Kudus? Kita menerima Roh Kudus hanya dengan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita.

Kapan kita menerima Roh Kudus? Roh Kudus menjadi milik kita secara permanen pada saat kita percaya.

1 Korintus 3:16 ” Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”

Kita adalah bait Allah, karena Roh Allah sudah ada di dalam kita.

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang bagaimana seseorang menerima karunia Roh Kudus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 8-10

Jumat, 2 Juni 2023

ROH YANG DICURAHKAN DARI BAPA

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 2:15-21

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kapankah nubuat nabi Yoel tergenapi, sudah tergenapi atau belum atau sudah dan akan kembali terulang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Peristiwa pencurahan Roh Kudus, seperti yang dinubuatkan oleh Nabi Yoel dan kemudian digenapi pada peristiwa “Pentakosta” yang diuraikan dalam Kisah Para Rasul pasal 2, hal ini menandai momen penting dalam sejarah Kekristenan.  

Kenapa penting? Karena peristiwa ini juga telah dinubutkan oleh Tuhan Yesus sebelum Dia naik ke sorga.

Kisah Para Rasul 1:4-5  ”Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang–demikian kata-Nya—”telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

Yesus meminta para murid untuk menunggu di Yerusalem hingga Roh Kudus dicurahkan dan mereka dibaptis dengan Roh Kudus.

Jadi pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta itu juga dapat dipahami sebagai penanda terpenuhinya janji Yesus untuk mengutus Roh Kudus sebagai penuntun, penghibur, dan pemberi kuasa bagi kita umat tebusan-Nya.

Hal itu juga diyakini sebagai peristiwa yang menandai kelahiran Gereja Kristen dan permulaan zaman Roh Kudus.

Sejak saat itu, Roh Kudus hadir secara aktif dalam kehidupan orang percaya, memberikan bimbingan, kekuatan, dan karunia rohani.

Pencurahan Roh Kudus dianggap sebagai peristiwa mendasar dalam sejarah Kristen dan memiliki dampak yang besar bagi orang percaya.

Lalu apakah nubuat Nabi Yoel itu akan kembali terulang.

Ya, hal ini sesuai dengan Firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 2:17 “Akan terjadi pada hari-hari terakhir–demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.”

Jadi jelas bahwa peristiwa itu akan kembali terulang baik di masa-masa kini maupun masa yang akan datang, hingga Tuhan Yesus datang kembali untuk yang kedua kali.

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang pengalamanmu memperoleh lawatan Roh Kudus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 5-7

Kamis, 1 Juni 2023

MEMBERI KESAKSIAN TENTANG KERAJAAN ALLAH

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 28:23-27

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Diskusi tentang apakah antara Paulus dengan orang-orang Yahudi di kediamannya?
  2. Apakah ada kesepakatan tentang hal yang mereka diskusikan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Roma 14:17 ”Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”

Kerajaan Allah bukanlah kerajaan fisik atau duniawi tetapi realita rohani yang ada pada orang percaya, termasuk interaksi mereka kepada Tuhan dan sesama. Kerajaan Allah adalah dunia rohani di mana Kristus memerintah sebagai Raja dan kehendak-Nya dilakukan. Kristus sebagai kepala dan jemaat adalah tubuh-Nya.

Dengan demikian, Kerajaan Allah adalah pemerintahan Kristus di muka bumi yang dilaksanakan oleh tubuh-Nya, yaitu kita sebagai bagian dari Ttbuh Kristus atau kumpulan orang percaya.

Memberi kesaksian tentang Kerajaan Allah, bisa dilakukan baik secara pasif maupun aktif.

Secara pasif dimana kita hidup dan bekerja dengan benar sesuai nilai-nilai Firman Tuhan, sehingga orang tertarik dan bertanya-tanya mengapa kita bisa memiliki kehidupan yang berbeda dengan orang kebanyakan.

Selain itu, kita juga bisa secara aktif menyampaikan dengan mulut kita dibarengi dengan tindakan yang menegaskan apa yang kita sampaikan.

Dimana pun kita bekerja, apa pun profesi kita, kita bisa memberitakan Kerajaan Allah dengan melakukan:

  1. Bekerja dengan jujur, dengan integritas dengan menerapkan nilai-nilai kebenaran dalam Firman Tuhan.
  2. Jika diijinkan oleh perusahaan atau lembaga dimana kita bekerja, kita bisa memulai membentuk persekutuan, atau kalau sudah ada, kita bisa terlibat di dalamnya.
  3. Mulai dengan mendoakan satu atau dua orang rekan sekerja, dan jika sudah tepat waktunya, beritakan Injil atau menceritakan kabar baik, sharing atau berbagi kebenaran Firman.

Dan hal tersebut bisa dilakukan selain di tempat kerja, juga di sekolah, di kampus atau di lingkungan tempat tinggal.

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang pengalamanmu dalam bersaksi, baik secara pasif maupun aktif.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 1-4

Rabu, 31 Mei 2023

TIDAK LALAI MEMBERITAKAN MAKSUD ALLAH

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 20:25-28

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Menurut Saudara apa yang ingin Paulus tekankan dalam perpisahannya?
  2. Apa keyakinan Paulus dalam pekerjaannya memberitakan maksud Allah?
  3. Apa nasihat Paulus bagi para penatua di Efesus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, mari sejenak kita membayangkan diri kita berada di posisi akan berpisah selamanya dengan orang yang kita kasihi.

Kira-kira apakah yang akan kita sampaikan kepada mereka?


Rasul Paulus berada pada posisi ini. Dia mengucapkan perpisahan kepada para penatua jemaat di Efesus, perpisahan terakhir.

Ia memiliki firasat bahwa kepergiannya ke Yerusalem akan mengalami banyak sengsara dan mungkin tidak akan bertemu lagi dengan mereka.

Satu hal yang Paulus tegaskan adalah bahwa ia tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepada jemaat di Efesus.

Selama tiga tahun, siang malam, dengan tiada hentinya ia menasihati mereka dengan mencucurkan air mata.

Dalam memberitakan maksud Allah Paulus bukan hanya berkata-kata tapi ia sungguh-sungguh memberikan seluruh hati dan hidupnya, serta berusaha memberikan teladan dan menjaga kesaksiannya. Itulah sebabnya ia sangat dikasihi oleh para penatua dan jemaat di Efesus.

Saudara, bagaimanakah kita dapat meneladani Paulus yang tidak lalai dalam memberitakan seluruh maksud Allah kepada orang-orang yang kita layani?

Ingatlah bahwa orang yang kita layani bukan terbatas hanya anak PA, tapi juga semua orang yang terhubung dengan kita: keluarga, teman, rekan kerja, dan rekan pelayanan.

Pertama-tama, kita perlu memastikan bahwa kita terus bertumbuh untuk mengenal maksud Allah itu sendiri karena bagaimanakah kita dapat memberitakan sesuatu yang tidak kita mengerti atau bahkan tidak kita minati?

Apakah maksud Allah menjadi sesuatu yang benar-benar penting dalam hidup kita, atau kita lebih sibuk mencari maksud pribadi kita sendiri?

Kedua, saat kita sudah mengerti maksud Allah dalam suatu perkara, maka kita perlu belajar untuk konsisten dan menerapkannya pertama-tama dalam hidup kita sendiri, lalu memberitakannya kepada orang-orang yang kita kasihi sebagai suatu kesaksian dan pernyataan kasih.

Mari Saudara, kita praktekan kedua hal ini dalam hidup kita dan biarlah Allah memakai kita untuk menjadi alat kasihNya bagi banyak orang.

Dalam hal apakah Saudara perlu belajar untuk menerapkan maksud Allah secara konsisten? Renungkanlah dan diskusikanlah dengan rekan persekutuan Saudara agar Saudara bisa mempraktekannya.

Pembacaan Alkitab Setahun

Esther 6-10

Selasa, 30 Mei 2023

HAL KERAJAAN SORGA SEUMPAMA PUKAT

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 13:47-51

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Seumpama apakah kerajaan Sorga digambarkan dalam perikop ini?
  2. Apa yang malaikat lakukan di akhir zaman?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Perumpamaan tentang pukat hanya terdapat di kitab Matius.

Yesus menggunakan perumpamaan ini bagi murid-muridNya yang sebagian besar adalah nelayan.

Para pendengar memahami maksud cerita tersebut karena berhubungan dengan mata pencaharian mereka.

Ia berbicara dengan bahasa mereka sehingga bisa mengkomunikasikan sebuah kebenaran rohani secara efektif.

Pukat adalah alat jala yang digunakan untuk menangkap ikan.

Umumnya tinggi jala kira-kira dua meter dan panjangnya lebih dari seratus meter.

Bagian atas jala ditahan oleh beberapa pelampung, dan bagian bawahnya diberi beban.

Dengan menggunakan pukat, maka para nelayan akan mendapat berbagai jenis ikan dengan berbagai ukuran.

Bukan semua hasil tangkapan adalah ikan yang baik.

Itu sebabnya perlu melakukan sortir atau pemisahan setelah tangkapan tersebut.

Penyortiran ini menggambarkan apa yang akan terjadi di hari penghakiman, dimana malaikat Allah akan memisahkan orang jahat dari orang benar.

Ya, orang-orang jahat dan benar sebelumnya berada di tempat yang sama, di dunia ini.

Mereka mengalami perlakuan yang sama, tertangkap oleh jala, tetapi hasil akhirnya berbeda.

Apakah yang diajarkan perumpamaan ini? Kita sebagai pengikut Yesus, perlu pergi dan melakukan tugas kita sehari-hari.

Bersaksilah kepada teman-teman dan siapapun orang yang terhubung dengan kita.

Pemberitaan Injil ditujukan kepada semua orang, tetapi kita tidak bisa menentukan pertobatan seseorang, karena ada kehendak bebas setiap orang untuk mau menerima Injil.

Tebarkan saja jalanya, biarkan Roh Kudus bekerja, dan pada akhirnya biarlah penghakiman Tuhan yang melakukan sortir.

Perumpamaan ini juga menjadi suatu peringatan bagi kita, agar jangan sampai pada masa akhir jaman ternyata tidak memiliki kualitas yang baik.

Bahkan bisa jadi menjadi bagian dari ikan-ikan yang tersortir atau jahat oleh karena benih Firman yang tidak bertumbuh dalam hati kita.

Kepada siapakah Saudara perlu menebarkan jala Injil hari ini? Selidikilah juga hati Saudara sendiri, apakah Firman Tuhan bertumbuh dalam hati Saudara?

Pembacaan Alkitab Setahun

Esther 1-5

Senin, 29 Mei 2023

KETAHANAN DAN KESAKSIAN

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 24:9-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana keadaan di akhir zaman?
  2. Apa yang menyebabkan kasih kebanyakan orang menjadi dingin?
  3. Apa yang harus terjadi dahulu sebelum tiba kesudahan zaman?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, kita hidup pada masa dimana tanda-tanda zaman semakin nyata.

Perang terus terjadi, bencana alam, penyesatan semakin banyak, dan kasih kebanyakan orang menjadi semakin dingin.

Hari ini atas nama hak asasi manusia dan kebebasan berbicara, banyak orang membenarkan perkataan dan gaya hidupnya sendiri.

Gerakan LGBTQ semakin meluas, kejahatan online semakin tidak terbatas, perzinahan dan perceraian menjadi sesuatu yang marak terjadi.

Bagaimana kita sebagai umat Tuhan, harus hidup menghadapi tantangan ini?

“Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (Matius 24:13).

Setiap manusia sama-sama mengalami proses hidup dan pilihan untuk meresponinya.

Tahukah saudara, kalau kita sebenarnya tidak menjadi kuat atau lemah secara tiba-tiba?

Kasih kita juga tidak tiba-tiba dingin atau panas begitu saja.

Semua ada prosesnya. Respon demi respon yang kita berikan memperkuat hasilnya.

Ketika kita merasa tersakiti, kita sebenarnya punya pilihan, apakah mau mengampuni dan menyerahkan kepada Tuhan perkaranya, atau terus mengingat kesalahan dan mencari keadilannya sendiri.

Ketika kita mengalami kesulitan finansial, kita punya pilihan untuk tetap hidup jujur dan berhemat, atau berkompromi dalam korupsi dan tetap mempertahankan gaya hidup mewah.

Proses meresponi inilah yang membutuhkan “ketahanan”.

Ini seperti seorang atlet yang sedang bertanding dan sudah lelah, perlu ketahanan untuk terus berjuang menyelesaikan pertandingannya.

Namun perbedaan dalam hidup, kita tidak bisa memperkirakan dan kita tidak tahu waktu hidup kita.

Kabar baiknya, dalam Tuhan kita tidak sekedar bertahan dengan kekuatan sendiri.

Bahkan saat kita bertahan maka kemenangan dalam Tuhan adalah pasti kita terima.

Inilah yang menjadi kesaksian.

Injil Kerajaan akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa.

Apa yang menjadi kesaksian? Ketika Injil itu menjadi nyata: ketika umatNya bisa berdiri di atas imannya sekalipun dunia menawarkan hal yang berbeda.

Saudaraku, bagaimana keadaanmu hari ini?

Apakah dapat dikatakan hidupmu sedang bertahan dan menjadi kesaksian bagi orang lain?

Maukah Saudara mengarahkan fokus untuk tetap memandang kepada Tuhan Yesus dan mendapatkan kekuatan untuk bertahan?

Saudara, mari kita menjadi orang-orang yang bertahan dan menyatakan Injil Kerajaan menjadi suatu kesaksian bagi orang-orang di sekitar kita.

Bukan dengan kuat dan gagah kita sendiri, tapi dengan kekuatan dan kasih karunia Allah, kita dimampukan.

Adakah hal dalam hidup Saudara yang hari ini membutuhkan ketahanan? Diskusikanlah dengan rekan persekutuan Saudara bagaimana Saudara bisa bertahan dan menjadi kesaksian?

Pembacaan Alkitab Setahun

Nehemia 12-13

Minggu, 28 Mei 2023

PERGI DAN BERITAKAN KERAJAAN SORGA

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 10:7-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa perintah Yesus kepada murid-muridNya saat mengutus mereka?
  2. Mengapa para murid perlu memberikan dengan cuma-cuma?
  3. Apa yang perlu murid-murid lakukan saat pertama kali masuk ke suatu kota atau desa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Perintah Yesus kepada murid-murid untuk pergi dan menjadikan semua bangsa sebagai muridNya dikenal juga sebagai AMANAT AGUNG.

Banyak sekali kisah-kisah para misionaris yang rela pergi ke pedalaman, mengorbankan segalanya demi visi amanat agung tersebut.

Ada Jim Elliot yang pergi ke suku Waodani, Indian.

Ada Adoniram Judson, seorang misionaris yang pergi ke Burma.

Ada Jim Yost, misionaris Amerika yang menjangkau suka Sawi, Papua, dan masih banyak lagi.

Selain daftar para misionaris yang tercatat, ada banyak misionaris lain yang tidak tercatat.

Orang-orang Indonesia yang pergi ke suku-suku di Indonesia demi memberitakan kabar baik.

Orang-orang yang bahkan ditolak dan diusir oleh keluarganya karena Injil.

Ini menimbulkan pertanyaan, mengapa ada orang-orang Kristen yang mengenal Injil dan hidup biasa-biasa saja, bahkan tetap dikuasai oleh dosa dan ego sehingga tidak menjadi kesaksian, sementara ada orang-orang Kristen lain yang rela memberikan segala-galanya demi Injil?

Saudaraku, marilah kita merenungkan kembali hidup kita.

Bagaimana kita memandang Injil? Bagaimana kita menghargai amanat Agung?

Apakah betul amanat yang Yesus berikan sungguh-sungguh kita pandang sebagai sesuatu yang Agung?

Kata “Agung” tidak pernah disematkan untuk sesuatu yang biasa-biasa saja.

Kata Agung selalu disandingkan dengan suatu kebesaran, keistimewaan, sesuatu yang dinanti-nantikan dan dipersiapkan sebaik mungkin.

Amanat agung adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang mengalami keagunganNya.

Jadi jika Injil hanyalah sebuah informasi dan bukan betul-betul kabar baik bagi kita, bagaimana kita bisa punya hati untuk membagikannya kepada orang lain?

Hari ini kita semua bisa melakukan visi amanat agung.

Di tempat kita masing-masing maupun seperti para misionaris yang pergi memberitakan Injil ke daerah lain.

Karena dimana kita berpijak, disitu ada orang yang butuh Injil.

Ada orang yang butuh melihat bahwa kerajaan Sorga itu sungguh ada dan nyata.

Apakah kita menjadi orangnya yang memberitakan kerajaan Sorga bagi mereka?

Mulailah berdoa bagi mereka yang Saudara kenal, agar mereka mengenal Injil melalui hidup Saudara.

Berdoalah agar Saudara beroleh visi Amanat Agung dan pikirkanlah siapa orang-orang di sekitar Saudara yang butuh mendengarkan Injil? Doakan dan beritakanlah kepada mereka.

Pembacaan Alkitab Setahun

Nehemia 10-11