Selasa, 2 Juli 2024

BERDOA DAN BERSEKUTU SECARA PRIBADI DENGAN BAPA

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 6:5-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dilakukan oleh orang munafik ketika mereka berdoa?
  2. Seperti apakah sikap dalam berdoa yang Yesus ajarkan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Markus 1:35 ”Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.”

Tuhan Yesus memberikan contoh yang baik bagaimana Dia berdoa kepada Bapa, Yesus dengan sengaja pergi ke tempat sunyi, menghindar dari keramaian, di pagi hari yang masih gelap untuk bersekutu dengan Bapa dan berdoa.

Setelah kita dilahirkan kembali, kita mengenakan manusia yang baru, menjadi manusia rohani.

Berbeda dengan tubuh jasmani kita yang tetap sama sebelum dan sesudah kita dilahirkan baru, setelah kita diciptakan baru, maka karena roh kita betul-betul diperbarui, kita mendapat roh yang baru.

Roh kita yang baru ini membutuhkan makanan rohani, lalu darimana makanan rohani itu diperoleh.

Melalui Firman dan persekutuan pribadi dengan Bapa.

Matius 4:4  ”Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Makanan jasmani untuk tubuh jasmani kita, makanan rohani untuk roh kita. Firman Tuhan yang kita baca, ditambah persekutuan pribadi kita dengan Allah Bapa, itu adalah makanan rohani kita sebagai manusia rohani.

Ketika membaca dan merenungkan Firman, sebenarnya kita sedang berdialog dengan Bapa di sorga.

Demikian juga ketika kita berdoa, menyembah Tuhan, roh kita juga sedang bersekutu dan berdialog atau bercakap-cakap dengan Tuhan.

Kita berkata-kata kepada Tuhan dan kita mencoba untuk mendengar apa yang Roh katakana kepada kita.

Orang yang terbiasa untuk melakukan hal ini secara teratur, maka dia akan semakin peka untuk mengerti dan membedakan, mana suara Roh dan mana suara yang berasal dari diri sendiri.

Itulah sebabnya meluangkan waktu secara khusus di pagi hari untuk bersekutu dengan Bapa, berdoa dan juga membaca Firman adalah hal yang sangat penting.

Manusia rohani membutuhkan makanan rohani.

Tentang tubuh jasmani, kelak kita akan memiliki tubuh jasmani yang juga sama sekali baru pada saat kebangkitan tubuh -1 Korintus 15:35-44.

1 Korintus 15:40  ”Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi.”

Tetapi yang kita butuhkan saat ini adalah bagaimana manusia rohani kita, jiwa kita yang terus diperbarui melalui persekutuan pribadi kita dengan Roh Allah.

Saudara, dalam kelompok pemuridan ceritakan pengalamanmu ketika berdoa secara teratur di pagi hari.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 96-102

Senin, 1 Juli 2024

MURID YANG DISERTAI KUASA DALAM NAMA YESUS

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 4:7-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimanakah pandangan Imam Besar terhadap Petrus dan Yohanes?
  2. Apakah Petrus dan Yohanes menjadi takut karena sikap Imam Besar dan para pejabat di Bait Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Petrus dan Yohanes adalah orang dengan latar belakang sederhana, seorang nelayan, bukan seperti Paulus yang cerdas dan belajar teologi pada Gamaliei, seorang Ahli Taurat yang sangat dihormati oleh orang banyak.

Bagi Imam Besar dan Ahli Taurat apa yang dilakukan oleh Petrus dan Yohanes, termasuk berbagai mukjizat yang mereka lakukan dalam nama Yesus, sungguh mereka tidak pahami.

Mereka bahkan tidak tertarik dengan mukjizat-mukjizat tersebut.

Memenangkan jiwa orang-orang dengan pendidikan tinggi memang tidak mudah, dulu tidak mudah, sekarang pun tidak mudah. 

Diperlukan lebih dari sekedar mukjizat, yaitu lawatan Roh Kudus.

Perjumpaan dengan Roh Kudus akan membuat seseorang mulai melupakan sejenak otak kirinya, yang dipenuhi analisis, telaah dan perhitungan.

Itu yang terjadi misalnya pada seorang Charles Finney, seorang pengacara yang sangat cerdas, dan akhirnya menjadi percaya kepada Tuhan, setelah dia mengalami pergumulan pribadi tentang siapa Allah, hingga akhirnya dalam perjalanan ke kantor, Finney berbelok pergi ke hutan.

Dan disitu Finney menyerahkan hidupnya bagi Kristus.

Petrus dan Yohanes dalam kesederhanaan mereka, Allah memakai mereka untuk menyatakan kuasa supra natural, seperti ketika mereka berjumpa dengan seorang yang lumpuh di dekat Bait Suci, dan menyembuhkan orang lumpuh tersebut.

Paulus yang sangat cerdas, setelah bertobat juga dipakai oleh Tuhan untuk menyatakan berbagai kuasa supra natural.

Kisah Para Rasul 19:11-12 ”Oleh Paulus Allah mengadakan mukjizat-mukjizat yang luar biasa, bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.”

Demikian juga Charles Finney banyak dipakai Roh Kudus untuk menyatakan kuasa supra natural Allah.

Bahkan hampir tanpa campur tangan Finney sama sekali, seperti yang terjadi pada pertengahan abad ke 18 di sebuah gedung pertemuan di kota New York.

Banyak orang yang hadir rebah di depan Finney, fenomena yang disebut sebagai “slain in the Spirit” atau rebah dalam kuasa Roh.

Allah bisa memakai orang dari latar belakang apa saja untuk memanifestasikan kuasa-Nya.

Dulu bisa, sekarang bisa juga.

Karena Allah yang tidak berubah, jadi kalau mukjizat kurang banyak terjadi pada saat ini, mungkin manusianya yang harus berubah agar dapat dipakai Allah untuk melakukan berbagai tanda dan mukjizat.

Saudara, dalam kelompok pemuridan ceritakan apakah engkau pernah mengalami mukjizat atau menjadi pelaku yang dipakai oleh Roh untuk melakukan mukjizat.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 90-95

Minggu, 30 Juni 2024

HIDUP DIPIMPIN OLEH ROH

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

GALATIA 5:16-25

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang terjadi ketika kita hidup oleh Roh?
  2. Seperti apa saja perbuatan daging itu?
  3. Apa saja buah Roh yang seharusnya menjadi milik orang-orang percaya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging”

Pernyataan diatas tentu diketahui oleh banyak orang Kristen.

Kita bukan tidak tahu bahwa keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh.

Kita juga tahu bahwa apa yang berasal dari daging tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Namun, masalahnya hari ini kita masih hidup dalam daging dan ada begitu banyak keinginan daging yang ingin kita puaskan.

Apakah Saudara pernah merasa frustasi karena merasa tidak bisa mengikuti keinginan Roh Allah yang begitu sempurna?

Apakah Saudara pernah merasa terintimidasi terus menerus karena tidak mampu mematikan keinginan daging yang terus muncul?

Dalam Roma 7:13-26, Paulus dengan jujur menceritakan pergumulannya. Ia ingin berbuat baik, tapi malah yang jahat yang muncul.

Dari perikop ini kita pun bisa merasakan pergumulannya, karena kebanyakan orang juga mengalami pergumulan yang sama.

Hanya saja ada yang mengakui dan ada yang tidak.

Tapi puji Tuhan di akhir perikop tersebut dan di bacaan kita hari ini, Paulus bisa mengucap syukur.

Dia tahu bahwa pengharapannya ada dalam Tuhan Yesus.

Kita bisa hidup dalam Roh bukan oleh pekerjaan dan kekuatan kita sendiri, tapi karena kasih karunia Allah.

Karena pekerjaan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita.

Ia mengubah hati dan pikiran kita, dan kemudian mempengaruhi tindakan kita.

Mereka yang berusaha berbuat baik dan menghasilkan buah Roh dengan kekuatan sendiri pasti akan frustasi dan terintimidasi, tapi ketika hati kita diubahkan oleh kasihNya, perbuatan baik menjadi sesuatu yang natural.

Diskusikanlah dengan pembimbing Saudara bagaimana mempraktekkan hidup dipimpin Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari!

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 86-89

Sabtu, 29 Juni 2024

TANDA-TANDA YANG MENYERTAI ORANG PERCAYA

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MARKUS 16:14-18

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang Yesus tegur ketika Ia menampakkan diri kepada kesebelas muridNya?
  2. Perintah apa yang Yesus sampaikan setelah Ia menegur murid-muridNya?
  3. Tanda-tanda apa saja yang menyertai orang-orang yang percaya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebelum Tuhan Yesus terangkat ke sorga, Ia menyatakan dengan jelas kepada murid-muridNya bahwa tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya.

Yang dimaksud dengan orang-orang percaya bukan hanya murid-murid di zaman Tuhan Yesus, tapi juga kita yang hidup hari ini dan percaya kepada pemberitaan Injil.

Mari kita rangkum, tanda-tanda yang disebutkan oleh Tuhan Yesus:

  • Kita akan mengusir setan-setan demi namaNya
  • Kita akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru
  • Kita akan memegang ular
  • Sekalipun kita minum racun maut, kita tidak akan mendapat celaka
  • Kita akan meletakkan tangan atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh

Wow, bukankah sangat luar biasa tanda-tanda tersebut?

Lalu, apakah hari ini kita mengalami tanda-tanda itu dalam hidup kita?

Jika Ya, puji Tuhan! Mari kita terus mengandalkan Tuhan sehingga tanda-tanda itu senantiasa menyertai kita untuk membawa kemuliaan Tuhan bagi dunia yang gelap ini.

Jika Tidak, mari kita intropeksi diri. Mengapa tidak terjadi dalam hidup kita?

Apakah  ada hal-hal yang menghalangi kita untuk mengalami janji Tuhan digenapi?

Sebelum Yesus menyatakan tanda-tanda ini, Ia terlebih dulu mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati murid-muridNya oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitanNya.

Hari ini, adakah ketidakpercayaan dan kedegilan hati yang masih ada?

Adakah kekuatiran, ketakutan, keraguan yang menjadi ciri ketidakpercayaan?

Adakah kedegilan yang terlihat pada hal atau kebiasaan yang kita tau harus ditinggalkan namun masih dijalani?

Adakah pengalaman pahit di masa lalu yang membuat kita sulit percaya kepada PribadiNya?

Adakah kenyataan atau fakta yang dihadapi, begitu kuat menguasai pikiran kita, sehingga sulit untuk lebih mempercayai firmanNya?

Saudaraku, panggilanNya tetap sama dari zaman ke zaman….”Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk.”

Sekalipun Yesus tahu kelemahan dan kekurangan murid-muridNya, Ia tetap mengutus mereka.

Ia tetap memberikan janji akan tanda-tanda yang menyertai mereka yang percaya.

Kita melayani bukan karena kehebatan kita, tapi karena kita mengalami kasih Kristus yang begitu ajaib.

Kasih itu membuatNya merendahkan diriNya dan Dia mau melayani kita.

Mari Saudara, arahkan pandanganmu kepada Yesus.

Alami kuasa Injil, bangun iman Saudara, dan alami janjiNya digenapi dalam hidup Saudara.

Berdoalah Saudara secara pribadi untuk mengalami janji Tuhan digenapi dalam hidup Saudara dan mulailah melangkah dengan iman untuk mempraktekkannya!

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 80-85

Jumat, 28 Juni 2024

MEMPERSIAPKAN JALAN UNTUK TUHAN

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 40:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Perkataan apa yang diserukan oleh suara di padang gurun menurut nubuat nabi Yesaya?
  2. Menurut Saudara siapakah yang dimaksud dengan suara itu?
  3. Apa yang terjadi ketika seruan tersebut digenapi?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Mempersiapkan jalan untuk Tuhan adalah seruan nabi Yesaya, yang merupakan nubuat dan digenapi oleh Yohanes Pembaptis.

Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan untuk Tuhan dengan menyerukan “Bertobatlah, sebab kerajaan Sorga sudah dekat!”

Apa artinya mempersiapkan jalan bagi Tuhan untuk kita hari ini?

Apakah hanya Yohanes Pembaptis yang mendapatkan tugas tersebut, atau seluruh umat Tuhan patut melakukannya?

Tuhan Yesus menjadi penggenapan Kerajaan Sorga dinyatakan di dunia ini. Karena karyaNya di kayu Salib-lah, maka kerajaanNya bisa dinyatakan di segala zaman.

Namun, karena dunia belum mengalami kesudahannya, maka kita semua yang percaya kepadaNya menjadi alat untuk menyatakan kerajaanNya.

Ini artinya kita ikut menghadirkan pemerintahanNya di muka bumi dengan menegakkan kebenaranNya, hidup dalam kasih dan kuasaNya.

Setiap hal yang kita lakukan untuk menyatakan kerajaan Allah di sekitar kita adalah manifestasi dari menyiapkan jalan bagiNya.

Melalui kasih yang kita tunjukkan kepada sesama kita, maka kasih itu akan membuat mereka tergerak dan menjadi lembut hati untuk akhirnya menerima kasih Kristus.

Kemurahan hati yang kita lakukan dengan tulus menjadi jalan bagi orang lain untuk melihat bahwa masih ada orang yang tidak mementingkan diri di tengah orang-orang yang cenderung egois, sehingga akhirnya mereka mau menerima Roh Allah.

Mempersiapkan jalan bagi Tuhan sesungguhnya sederhana.

Renungkan, lalu praktekkan FirmanNya. Biarkan RohNya bekerja melalui kita dan mengubahkan pribadi kita, dan kemudian juga akan mengubah setiap orang yang terhubung dengan kita.

Apakah Saudara sedang mempersiapkan jalan bagi Tuhan?

Bagaimana Saudara dapat mempersiapkan jalan bagi Tuhan hari ini? Cobalah untuk mempraktekannya khususnya bagi orang-orang yang belum mengenal Tuhan di sekitar Saudara.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 78-79

Kamis, 27 Juni 2024

BUMI PENUH DENGAN KEMULIAAN TUHAN

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 6:1-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang diserukan oleh para Serafim dalam penglihatan nabi Yesaya?
  2. Bagaimana respon nabi Yesaya ketika mendapat penglihatan tersebut?
  3. Bagaimana respon Tuhan terhadap nabi Yesaya dan jawaban Yesaya terhadap respon tersebut?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yesaya 6:3 berkata “Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaanNya.”

Perkataan ini diucapkan oleh para Serafim dalam suatu penglihatan yang diperoleh oleh Yesaya.

Yesaya adalah nabi yang mengiringi empat raja Yehuda.

Pada saat itu Israel sudah terpecah menjadi dua kerajaan, dikalahkan oleh musuh berkali-kali, dan mereka hidup jauh dari perintahNya.

Saat Tuhan memberikan nyanyian kepada para Serafim tentang bumi penuh kemuliaanNya, Tuhan tahu bahwa nantinya bangsa Israel dan Yehuda akan semakin berubah setia, terbuang, dan diserakkan.

Sejauh mata memandang, bumi tidak penuh dengan kemuliaanNya saat itu.

Sekarang pun, bumi penuh dengan kejahatan manusia, bahkan lebih parah lagi, kejahatan semakin meningkat.

Lalu mengapa Tuhan tetap menyatakan kuduslah Tuhan semesta Alam dan bumi penuh kemuliaanNya?

Karena Ia mau menyatakan bahwa itulah ketetapan dan rencanaNya sejak semula yang digenapi dalam Yesus ketika Ia mati di kayu salib.

Bahkan dengan keadaan bumi yang bagaimanapun, Dia tidak beralih! Dia tetap bekerja….Dia mau menyatakan kekudusan dan kemuliaanNya.

Area manakah dalam hidup Saudara yang sedang mengalami kekelaman?

Sesungguhnya kita semua sama dengan nabi Yesaya.

Ketika berhadapan dengan kekudusan Allah, tidak seorangpun di antara kita yang akan tahan.

Kita najis bibir, hati kita penuh dengan kejahatan. Kita dilayakkan semata-mata karena darah Yesus.

Panggilan Allah bagi Yesaya juga berlaku bagi kita…”Siapakah yang akan Aku utus?”

Maukah kita menanggapi panggilan Tuhan seperti nabi Yesaya “Ini aku, utuslah aku”?

Karena tanggapan kita akan menentukan sekali, dimana kita akan berada dari kemuliaan Tuhan yang dinyatakan pada zaman ini.

Apakah Saudara sudah menjawab panggilanNya? Dapatkah Saudara melihat kemuliaan Tuhan sekalipun di tengah dunia yang rusak?

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 74-77

Rabu, 26 Juni 2024

MENJADI GARAM DAN TERANG DUNIA

Penulis : Aris Handoko & Team

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 5:13-16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dengan apakah kita diumpamakan?
  2. Apa yang terjadi jika garam itu menjadi tawar?
  3. Apa gunanya terang kita bercahaya di depan orang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, melalui Firman Tuhan hari ini, Tuhan Yesus ingin menekankan agar kita anak–anak Tuhan tidak kehilangan hakikat kita: menjadi dampak bagi dunia ini.

Garam, selain diperlukan untuk melezatkan makanan, juga berfungsi sebagai pengawet untuk memperlambat pembusukan.

Begitu pula peran kita sebagai anak – anak Tuhan di dunia ini.

Dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya, banyak area kompromi (abu-abu) dan bahkan tidak ada standar moral dan kebenaran yang jelas.

Tuhan ingin agar kehadiran kita di dunia ini berfungsi layaknya GARAM, yaitu memperlambat pembusukan moral yang menghancurkan dunia.

Kita tidak seharusnya sama dengan dunia.

Karena jika kita tidak ada bedanya lagi dengan dunia yang semakin bobrok ini, kita sama seperti garam yang menjadi tawar: kehilangan jati diri dan menjadi tidak berguna.

Tuhan juga ingin agar kita menjadi TERANG.

Tujuannya jelas, untuk menyingkapkan kegelapan sehingga dapat menuntun orang berada pada jalan yang benar.

Allah menempatkan kita di tengah-tengah dunia yang gelap ini untuk menjadi terang bagi banyak orang, sehingga mereka melihat kebenaran Kristus dan diselamatkan.

Di mana ada terang, kegelapan pasti sirna. Teranglah yang mengatasi kegelapan, bukan sebaliknya.

Di mana ada orang Kristen, di sana harus ada kebenaran dan keadilan.

Harus nyata batas yang jelas antara benar dan salah, dosa dan kekudusan, tidak ada area blur (abu-abu, remang-remang, kompromi terhadap dosa).

Jadi, itulah sebabnya kita anak-anak Tuhan harus menjadi terang yang terlihat bagi banyak orang.

Seperti terang yang mengatasi kegelapan, kehadiran anak-anak Tuhan harus melenyapkan dosa dan kejahatan.

Dengan demikian, kekudusan dan kebaikan Tuhan nyata bagi semua orang dan nama Tuhan semakin dipermuliakan.

Saudara, kita adalah garam dan terang yang Tuhan tempatkan bagi dunia ini untuk membawa semakin banyak orang kepada Tuhan dan diselamatkan.

Tuhan ingin agar semua orang mendengar Injil dan menerima keselamatan yang sudah Dia sediakan melalui karya salib-Nya yang luar biasa hebat.

Oleh karena itu, mari kita menjadi garam yang mengasinkan dan terang yang mengatasi kegelapan, agar semakin banyak orang diselamatkan dan nama Tuhan Yesus Kristus pun semakin dipermuliakan di tengah-tengah dunia ini.

Amin.

Diskusikanlah dengan rekan persekutuan atau pemuridan Saudara bagaimana Saudara bisa mempraktekkan menjadi garam dan terang di lingkungan di mana Saudara berada.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 70-73

Selasa, 25 Juni 2024

GEREJA YANG BANGKIT DAN MENJADI TERANG

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 60:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Yesaya 60:1!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal apakah yang harus kita alami agar dapat bangkit dan menjadi terang?
  2. Hal-hal apakah yang sedang menutupi bumi dan bangsa-bangsa?
  3. Kepada siapakah bangsa-bangsa dan raja-raja akan datang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Di dalam Kristus oleh karena pekerjaan Roh Kudus, Tuhan menetapkan  kita yang percaya kepada-Nya menjadi terang dunia.

“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12).

”Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.” (Yohanes 9:5).

”Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.” (Matius 5:14-15).

Sama seperti Yesus Kristus adalah terang dunia maka kita pun yang mengikuti Dia menjadi terang dunia juga.

Namun terang tersebut harus bercahaya supaya dunia dan bangsa-bangsa melihat terang itu dan memuliakan Bapa.

”Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16).

Agar terang yang ada di dalam kita bercahaya maka setiap kegelapan yang masih menutupi kita harus disingkirkan.

Oleh sebab itu kita harus bangkit. Kita harus bangkit dari setiap penghalang bagi kita untuk memiliki kehidupan yang bercahaya diantaranya kekuatiran, rasa tidak berdaya, merasa gagal, kekecewaan, pementingan diri sendiri, sombong, kecemaran, keragu-raguan, perbuatan-perbuatan dosa dalam perkataan, pikiran dan perbuatan yang merupakan sebuah kejahatan.

”Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Efesus 4:31-32).

Ketika kita bangkit menjadi terang yang bercahaya maka kemuliaan Tuhan yang memenuhi hidup kita dapat menyingkirkan setiap kegelapan dan kekelaman yang sedang menutupi bangsa-bangsa, sehingga bangsa-bangsa akan melihat terang Tuhan yang ada pada gereja-Nya dan mereka akan berduyun-duyun datang kepada terang Tuhan yang ada pada kita.

Segala suku, kaum, bahasa dan bangsa akan datang ke rumah Tuhan, raja-raja, anak laki-laki dan anak-anak perempuan bahkan kekayaan bangsa-bangsa akan datang ke rumah Tuhan dan juga kambing domba Kedar akan datang berhimpun ke dalam rumah Tuhan.

Oleh sebab itu marilah kita bangkit sehingga terang itu semakin bercahaya, bangkit dari keterpurukan apapun yang menyebabkan kemuliaan Tuhan tidak nampak.

Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.” (Yesaya 60:7).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara dari hal-hal apa sajakah saudara harus bangkit sehingga terang dalam diri saudara semakin bercahaya!

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 66-69

Senin, 24 Juni 2024

GEREJA YANG MENJADI AGEN PEMULIHAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 61:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Yesaya 61:4!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang telah mengurapi kehidupan kita?
  2. Apakah tujuan Tuhan mengurapi dan mengutus kita untuk pergi?
  3. Siapakah yang akan membangun reruntuhan yang berabad-abad dan yang akan mendirikan kembali tempat-tempat sunyi dan membaharui kota-kota yang runtuh?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ketika kita mengalami kelahiran kembali maka Roh Kudus tinggal di dalam hati kita. Roh Kudus membuat transformasi dalam hidup kita baik, sehingga hidup kita diubahkan.

”Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.  Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” (2 Korintus 3:16-18).

Tujuan dari pemulihan ke arah Kristus adalah supaya kita menjadi agen pemulihan dan dapat mengubahkan dunia ini.

”Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” (1 Petrus 2:9).

Namun untuk menjadi agen pemulihan untuk memulihkan dunia ini Tuhan memberikan Roh Kudus-Nya untuk mengurapi kita agar kita memiliki kekuatan dan otoritas serta kuasa untuk melakukannya.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8).

Itulah sebabnya pemulihan bagi dunia ini oleh kehidupan kita selalu disertai oleh tanda-tanda  dan mukjizat.

”Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Markus 16:15-18).

Tujuan kita menjadi agen pemulihan tersebut bukan hanya untuk memberitakan Injil Keselamatan tetapi Injil Kerajaan Allah yang membuat semua bangsa menjadi murid Kristus, kota, pulau, desa dan seluruh dunia.

”Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20).

Kita dipulihkan untuk menjadi agen pemulihan bagi bangsa-bangsa dan dunia ini.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara menjadi agen pemulihan bagi komunitas saudara setelah saudara dipulihkan oleh Roh Kudus!

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 58-65

Minggu, 23 Juni 2024

DUNIA YANG SEDANG LENYAP DENGAN SEGALA KEINGINANNYA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 2:15-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah 1 Yohanes 2:17!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa kita tidak boleh mengasihi dunia ini?
  2. Coba sebutkan hal-hal yang ada di dalam dunia ini dan berasal dari dunia ini?
  3. Apakah yang akan dialami oleh orang-orang yang melakukan kehendak Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan ingin agar kita memahami bahwa hanya Dialah yang kita kasihi.

Tuhan tidak ingin ada ilah-ilah lain di dalam hidup kita.

Dan ketika kita memahami hal ini, maka kita harus mengajarkannya kepada anak-anak kita, karena perintah ini sangat penting.

”Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.” (Ulangan 6:4-9).

”Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.” (Keluaran 20:3-6).

Oleh sebab itu setiap kita tidak boleh mengasihi dunia ini; sebab ketika kita mengasihi dunia ini tentulah kasih kepada Bapa tidak ada pada kita, yang kita peroleh dari keinginan daging, keinginan mata serta keangkuhan hidup.

Selain itu dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya, sebab apa yang di dalam dunia ini pasti akan tergoncangkan.

Tuhan tidak ingin kita bersama dunia menjadi lenyap.

Namun Tuhan Allah pencipta langit dan bumi tidak akan tergoncangkan dan kekal adanya, sehingga setiap kita yang mengasihi dan menyembah kepada-Nya yaitu orang-orang yang melakukan kehendak dan perintah-Nya dengan cara mengasihi-Nya akan tetap hidup untuk selama-lamanya.

Untuk membangunnya kita harus memiliki sikap hati yang takut dan hormat kepada Tuhan serta selalu menyerahkan hidup kita kepada-Nya.

”Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.” (Ibrani 12:26-28).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana keyakinan saudara tentang dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya sehingga kasih saudara kepada Tuhan semakin mendalam!

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 51-57