Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Dimanakah saat ini Kristus berada?
Jika Yesus adalah Kepala, apa maknanya bagi umat percaya yang adalah bagian dari Tubuh Kristus?
Efesus 1:23 ”Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.”
Kristus saat ini ada di sebelah kanan Allah Bapa.
Dia adalah Kepala dan dikatakan bahwa Jemaat adalah tubuh-Nya.
Siapa itu Jemaat? Jemaat adalah Gereja Tuhan, kumpulan orang yang sudah percaya, yang sudah ditebus oleh darah Kristus.
Kata Gereja berasal dari kata Yunani “Ekklesia”, yang terdiri dari kata “kaleo” yang artinya memanggil, dengan awalan “ek” yang artinya: keluar. Jadi, kata itu berarti “orang-orang yang dipanggil”.
Kita, umat percaya adalah orang-orang yang telah dipanggil, diselamatkan, dipindahkan dari maut ke dalam hidup, hidup yang kekal di dalam Kristus.
Efesus 1:22 ”Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.”
Efesus 1:22 ”Allah menaklukkan semuanya ke bawah kekuasaan Kristus, dan memberi Kristus kepada jemaat sebagai kepala dari segala sesuatu.” (versi BIS)
Jika Kristus adalah Kepala, Jemaat adalah Tubuh Kristus, dan jika Firman Allah menyatakan bahwa segala sesuatu telah diletakkan di bawah kaki Kristus.
Itu berarti bahwa segala sesuatu telah diletakkan di bawah Gereja.
Dan kita umat percaya telah diberikan anugerah untuk ikut menaklukkan segala sesuatu tersebut.
Siapa yang kita taklukkan? Musuh kita. Siapakah musuh kita? Tentu bukan teman atau orang yang tidak disukai.
Efesus 6:12 ”Sebab kita berjuang bukannya melawan manusia, melainkan melawan kekuatan segala setan-setan yang menguasai zaman yang jahat ini. Kita melawan kekuatan roh-roh jahat yang menguasai ruang angkasa.” (BIS)
Ya, mereka itulah musuh kita: setan, roh-roh jahat.
Mereka itu lah yang telah ditaklukkan di bawah kaki Kristus.
Dengan demikian pula, kita memiliki dasar iman untuk percaya bahwa sebagai anggota Tubuh Kristus, kita juga adalah bagian dari pemenang pertempuran melawan roh-roh jahat.
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan bagaimana sepatutnya hubungan kita dengan berbagai saudara seiman dari gereja-gereja lain.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Tentang hal apa dunia tidak mengenal kita umat percaya?
Kapan kah seseorang bisa menjadi seperti Kristus?
Bertambah umur secara biologis akan dialami oleh semua orang.
Tetapi bertambah umur dan menjadi dewasa secara rohani hanya akan dialami oleh umat Tuhan yang memang mengusahakan kepada tujuan tersebut.
Menjadi dewasa hingga menyerupai Kristus dalam karakter harus diupayakan dengan segenap hati.
Filipi 2:12 ”Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,”
Kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar. Ini adalah salah satu kunci menuju kedewasaan rohani.
Ini adalah makna dari hidup takut akan Tuhan.
Karena kita mengasihi Tuhan, maka kita menghormati Tuhan, taat kepada-Nya, mengasihi perintah-perintah-Nya.
1 Yohanes 3:2 ”…kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.”
1 Yohanes 3:3 ”Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.”
Tuhan menginginkan agar umat Tuhan bertumbuh menjadi seperti Kristus, dan bagi kita yang menaruh pengharapan itu, kita harus menyucikan diri, karena Allah adalah suci atau kudus.
Dengan begitu, setiap kita dituntut untuk mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar, menyucikan diri secara konsisten.
Apakah hal itu mudah? Kenyataannya tidak, betapa kita membutuhkan anugerah Tuhan agar kita dapat secara terus menerus hidup dalam kekudusan.
Bagaimana kita dapat menyucikan diri. Hal-hal praktis yang bisa kita lakukan:
Kita harus menyerahkan hidup kita kepada Tuhan.
Menyerahkan tubuh dan jiwa kita.
Memakai segenap anggota tubuh termasuk panca indera kita kepada Tuhan.
Menyerahkan pikiran, perasaan dan kehendak kita kepada Tuhan.
Pikiran kita hanya digunakan untuk memikirkan hal-hal yang mulia, yang adil, yang manis, yang sedap didengar… -Filipi 4:8.
Perasaan dan kehendak kita dan terutama ego kita, kita persembahkan kepada Tuhan.
Bukan kehendak ku, tetapi kehendak Tuhan yang terjadi.
Saudara, bagi yang tertarik untuk mendalami kematian ego, silahkan membaca sebuah buku yang baik, ditulis oleh Watchman Nee dengan judul “Remuknya Insan, Keluarnya Roh”.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apakah makna dari selubung yang menutupi hati?
Di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Kemerdekaan apakah yang dimaksud?
Orang Israel pada Perjanjian Lama tidak bisa memahami isi Kitab Perjanjian Lama, pikiran mereka tumpul karena ada selubung yang menutupi hati mereka.
Itu pula sebabnya Allah mengirimkan para nabi untuk menolong mereka memahami Firman Allah.
Karena hanya Kristus yang dapat menyingkapkan selubung tersebut.
2 Korintus 3:16 ”Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.”
Ketika seseorang menerima Kristus sebagai Juru Srelamat, maka selubung itu diambil dari padanya.
Sehingga saat ini, kita yang hidup dalam Perjanjian Baru, kita yang telah menerima Kristus sebagai Juru Selamat.
Kita dimampukan untuk memahami Firman Tuhan bukan hanya secara tekstual atau Logos, tetapi memahaminya sebagai Firman Allah Yang Hidup atau Rhema.
Roh Kudus akan menolong kita untuk memahami hingga Firman Tuhan itu bisa kita pegang sebagai janji yang Tuhan berikan kepada kita pribadi.
Atau yang memberikan arahan yang sangat jelas kepada kita.
Arahan yang jelas misalnya tentang pekerjaan, tentang menemukan pasangan hidup, dan sebagainya.
Roh Kudus akan memimpin kita untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan, jika kita memiliki sikap hati yang senantiasa haus dan lapar akan Firman Tuhan.
Kita membaca Firman, bukan karena kebiasaan semata, tetapi karena kehausan kita untuk semakin mengenal Tuhan dan kebenaran-Nya.
Dan ketika nilai kebenaran dalam Firman disingkapkan oleh Roh Kudus, segera kita dengan antusias melakukannya.
Dengan demikian kita pun akan bertumbuh di dalam kebenaran Firman, kita akan semakin diubah “dari kemuliaan kepada kemuliaan”.
Misalnya kebenaran tentang kekudusan, tentang pergaulan, tentang bagaimana kita harus menggunakan mata, telinga kita bagi kemuliaan Tuhan.
Dengan bersikap antusias dan sepenuh hati melakukan apa yang Roh Kudus nyatakan, maka akan semakin cepat pula kita bertumbuh semakin dewasa di dalam Tuhan.
2 Korintus 3:18 ”Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”
Oleh anugerah Tuhan dan ketaatan kita untuk mematuhi kehendak-Nya, maka kita akan diubah dalam kemuliaan yang semakin besar. Bertumbuh semakin menyerupai Kristus.
Saudara, dalam kelompok pemuridan ceritakan pengalamanmu dalam mentaati atau tidak mentaati Firman. Kalau tidak taat, mengapa dan bagaimana agar engkau semakin taat.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Dengan cara bagaimana kita dijadikan?
Siapakah yang melihat selagi kita bakal anak dan mengetahui masa depan kita?
Bagaimanakah respon Daud menyadari bagaimana dia diciptakan?
Proses terbentuknya kehidupan, selalu menjadi sesuatu yang mengagumkan.
Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi secanggih hari ini, manusia belum bisa memahami bagaimana bagian demi bagian tubuh bisa terbentuk sejak pembuahan, menjadi janin, dan lahir sebagai bayi.
Walaupun begitu, dengan keajaiban sedemikian rupa, ternyata tidak banyak orang yang mau berhenti sejenak untuk merenung dan menyadarinya.
Kita terlalu sibuk dengan masalah-masalah kehidupan dan keinginan-keinginan yang tiada berujung sehingga seringkali kita mengharapkan mujizat yang belum terlihat, sambil mengabaikan mujizat yang sudah terjadi dan sedang terus terjadi.
Bukankah kalau hari ini kita bisa bernafas dan seluruh organ tubuh kita bekerja, itu adalah keajaiban?
Bukankah kalau hari ini matahari terus bersinar dan planet-planet tidak bertabrakan, itu juga adalah keajaiban?
Dari perikop hari ini kita belajar dari Daud, bagaimana Daud benar-benar menyadari keajaiban yang Tuhan kerjakan dalam hidupnya.
“Ajaib apa yang kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”(Mazmur 139:14b).
Mengapa menyadari keajaiban ini penting?
Karena bagaimana kita bisa bicara tentang tujuan hidup, jika kita tidak percaya bahwa Tuhan sungguh-sungguh punya maksud dalam menciptakan setiap kehidupan?
Jika Tuhan asal menciptakan kehidupan, maka tidak ada gunanya bicara tentang tujuan.
Tetapi saat kita bisa menyadari kasih dan keajaibanNya, kita jadi punya dasar yang teguh untuk terus bertumbuh dan berjuang dalam pencarian kita akan tujuan yang Tuhan inginkan.
Saudara, mari sadarilah keajaibanNya dan izinkan Tuhan membentuk hidup Saudara untuk menggenapi rencanaNya dalam hidup Saudara.
Hal apakah yang membuatmu sulit menyadari keajaiban Tuhan?
Adakah kesibukan, kekuatiran, ketakutan, atau bahkan kesenangan?
Maukah saudara berhenti sejenak, menjadi tenang, dan merenung?
Berhentilah sejenak untuk merenungkan keajaiban apa saja yang Tuhan kerjakan dalam hidup Saudara. Catatlah secara detail dan bagikanlah dengan orang terdekat Saudara.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Bagaimana kondisi murid-murid, saat Yesus memberikan amanat agungNya?
Apa dasar yang membuat Yesus mengutus murid-muridNya?
Apakah perintah dan janji yang menyertai dalam Amanat Agung?
Kita semua tentu sering mendengar tentang Amanat Agung, karena bicara mengenai pemuridan, itu adalah nafas penting dari Gereja Kristen Kemah Daud.
Hari ini, mari kita membahas sesuatu yang barangkali jarang dibahas.
Tahukah Saudara bagaimana kondisi murid-murid ketika diberikan Amanat Agung?
Matius 28:17 mencatat bahwa “beberapa orang ragu-ragu”.
Bahkan setelah penampakan Yesus bangkit dan melihat mujizat yang dilakukanNya, masih ada yang ragu-ragu.
Jadi apakah mereka dalam kondisi sempurna saat menerima amanat agung?
Apakah mereka tanpa cacat?
Apakah mereka penuh dengan kemampuan untuk menjalankannya? Ya, kebanyakan dari mereka kondisinya sama dengan kita.
Kita yang bertanya-tanya, apakah saya bisa memuridkan? Apakah saya layak untuk memuridkan? Bagaimana caranya?
Sekalipun memuridkan adalah amanat Tuhan bagi semua orang, tetapi banyak orang merasa tidak siap untuk memuridkan.
Banyak yang merasa ragu-ragu.
Saudaraku, Yesus mengetahui keraguan murid-muridNya.
Namun Dia tetap memberikan perintahNya.
Dengan kasih Ia mendekat, dan membangkitkan iman mereka dengan berkata, “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi”.
Betul, Amanat Agung adalah suatu perintah yang mustahil dikerjakan dengan kekuatan manusia.
Namun, setidaknya ada dua kenyataan yang menolong kita untuk bisa mengerjakannya, yaitu :
Segala kuasa ada di tanganNya. Dan dengan kuasa itu Ia memperlengkapi kita untuk mengerjakan Amanat Agung. Tidak ada yang mustahil jika kita melakukannya bersama Tuhan.
Yesus berjanji untuk menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman. Jika Allah menyertai, adakah yang mustahil?
Adakah yang membuat Saudara ragu untuk memuridkan? Diskusikanlah dengan pembimbing Saudara dan ambilah langkah iman untuk mengerjakannya.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apa yang perlu kita lakukan terhadap mereka yang menimbulkan perpecahan dan godaan?
Apa nasihat Paulus bagi jemaat yang sudah taat?
Siapakah yang menghancurkan pekerjaan iblis?
Sedari awal dunia diciptakan, iblis tidak pernah tinggal diam untuk merusak semua yang Allah jadikan.
Hal itu terekam dengan jelas saat Allah baru saja menyelesaikan penciptaan dengan begitu sempurna.
Iblis langsung menargetkan kita, manusia, yang segambar dan serupa dengan Allah, untuk jatuh ke dalam dosa.
Syukur kepada Allah, Tuhan juga tidak tinggal diam dengan semua kerusakan yang iblis buat di dunia.
Kedatangan Kristus ke dunia serta karya salibNya membalikkan keadaan dan menghancurkan pekerjaan iblis.
Kematian digantikan dengan kehidupan kekal.
Kesesatan dan dusta iblis digantikan dengan kekudusan dan kebenaran Kristus.
Kita yang seharusnya mati karena dosa menjadi hidup karena keselamatan yang Tuhan bawa ke dunia melalui pengorbananNya di kayu salib.
Tuhan membuat pemulihan total, sesuatu yang sebelumnya mustahil bagi manusia untuk terjadi.
Oleh sebab itu, Saudara, Tuhan menginginkan kita anak-anakNya, yang telah Dia tebus dengan nyawaNya sendiri, melanjutkan dan terus menyelesaikan pekerjaanNya, yaitu dengan hidup dalam ketaatan, bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat.
Hanya dengan karya Kristus itulah semua pekerjaan iblis di dunia ini dapat dihancurkan.
Dan ketika kita dengan tekun mengerjakan pekerjaan Tuhan, Roh Kudus akan bekerja dengan leluasa atas semua orang yang kita layani.
Mereka bertobat, hidupnya dipulihkan, pekerjaan iblis atas mereka dihancurkan dan nama Tuhan semakin dimuliakan di atas bumi.
Haleluya, Amin.
Pekerjaan iblis apakah yang perlu dihancurkan hari ini oleh Saudara? Ambilah langkah iman untuk taat dan mengizinkan Roh Kudus berkarya dalam hidup Saudara.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apa yang hendak ditunjukkan Allah kepada kita di masa yang akan datang?
Karena apakah kita diselamatkan?
Untuk apa kita diciptakan dalam Kristus Yesus?
Saudara, jika kita melihat kembali ke awal mula penciptaan dunia dan segala isinya, Tuhan membuat segala sesuatunya baik adanya.
Semua memiliki fungsinya masing-masing dan berjalan dengan sempurna.
Pada puncaknya, Tuhan menjadikan manusia yang segambar dan serupa denganNya, untuk menguasai bumi dan segala isinya yang sudah Tuhan ciptakan.
Segala ciptaan, bahkan terlebih lagi manusia, Tuhan ciptakan dan jadikan begitu sempurna, sampai akhirnya dosa datang dan merusak semuanya.
Dosa masuk pertama kali lewat ketidaktaatan Adam dan Hawa kepada Tuhan tentang perkara yang sederhana, yaitu buah yang tidak boleh dimakan.
Meskipun itu adalah perkara yang sederhana, pelanggaran yang dilakukan menjadi sangat fatal karena itu adalah pemberontakan terhadap Allah.
Ketidaktaatan berarti pemberontakan terhadap Allah.
Bagaimanapun bentuknya, dosa membawa kerusakan pada segala hal yang telah Tuhan bangun.
Mulai dari hubungan Allah dengan manusia yang terputus, roh manusia mati, hingga hati dan pikiran yang dikuasai oleh kejahatan semata.
Namun, syukur kepada Allah, semuanya Tuhan pulihkan lewat kematian dan kebangkitanNya, lewat tubuh dan darahNya yang tercurah di kayu salib, suatu harga yang begitu mahal demi menebus kita semua dari dosa.
Kita semua dikembalikan lagi kepada tujuan semula kita diciptakan, yaitu untuk melakukan pekerjaan baik, yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya.
Tuhan mau, supaya pekerjaan baik itu kembali menjadi gaya hidup kita.
Dan ketika itu terjadi, semakin banyak orang yang akan diberkati melalui hidup kita.
Mereka pun akhirnya bertobat dan dipulihkan, pekerjaan iblis dihancurkan, pekerjaan Tuhan dinyatakan dan nama Kristus semakin dipermuliakan di manapun kita berada. Amin.
Diskusikanlah dengan rekan persekutuan Saudara pekerjaan baik apa yang nyata dan bisa dikerjakan oleh Saudara saat ini untuk memuliakan nama Tuhan?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Yeremia 29:11!
Siapakah yang mengetahui rancangan Ilahi seluruh kehidupan kita?
Seperti apakah rancangan Ilahi yang Tuhann sudah rancangkan dalam kehidupan kita?
Bagaimanakah caranya agar kita dapat mengetahui rancangan Ilahi tersebut serta dapat kita wujudkan?
Allah memiliki rancangan Ilahi untuk kehidupan setiap umat Tuhan dan rancangan tersebut adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan.
Rancangan itu dimulai di dalam dan melalui Yesus Kristus.
Itulah sebabnya kita harus memulainya serta membangunnya di dalam Yesus.
”Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya; sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya.”(Efesus 1:4-5,7).
”Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan — kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya.” (Efesus 1:11).
Bukan hanya sebelum dunia ada Tuhan sudah menetapkan rancangan Ilahi buat kehidupan kita tetapi juga ketika kita di dalam kandungan ibu kita.
”Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat,
dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”(Mazmur 139:13-14).
”Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.”(Mazmur 139:16).
Oleh sebab itu, untuk memahami rancangan Ilahi tersebut serta mewujudkannya maka kita perlu berdoa dan bertanya kepada Tuhan agar kita berjalan dalam tuntunan Tuhan dan tidak salah melangkah untuk mewujudkan rancangan Ilahi yang Tuhan berikan sehingga hari-hari yang telah ditetapkan Tuhan dapat kita jalani dengan cara-cara Tuhan.
Melalui perenungan Firman Tuhan dan doa dalam keintiman dengan Bapa maka kita dapat memahami dan mewujudkan rancangan Ilahi dari Bapa.
”Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.”(Yeremia 29:12-13).
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara dapat memahami rancangan Ilahi yang Tuhan berikan dan mewujudkannya.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Matius 6:10!
Dalam Doa Bapa Kami apakah yang ingin Bapa datangkan ke bumi ini?
Jika Kerajaan Allah datang ke bumi maka kehendak siapakah yang harus jadi di muka bumi?
Coba sebutkan hal-hal yang akan kita alami untuk kehendak Allah dimanifestasikan melalui hidup kita?
Tuhan ingin agar bumi ini penuh dengan kemuliaan-Nya dimana orang-orang penuh dengan pengenalan akan Tuhan.
”Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam,
seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” (Yesaya 6:1-3).
”Sesungguhnya, bukankah dari TUHAN semesta alam asalnya, bahwa bangsa-bangsa bersusah-susah untuk api dan suku-suku bangsa berlelah untuk yang sia-sia? Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.” (Habakuk 2:13-14).
”Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus,
sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.”(Yesaya 11:9).
Namun Tuhan membutuhkan kita untuk membuat kehendak-Nya dinyatakan di bumi sama seperti Yesus datang untuk menyatakan kehendak Bapa.
”Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.”(Kisah Para Rasul 4:27-28).
Untuk memanifestasikan kehendak Tuhan di bumi maka kita harus memahami kehendak Tuhan bagi kita selama di bumi yaitu kita harus menjadikan seluruh bangsa menjadi murid Tuhan, orang-orang yang memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan sehingga bumi ini dipenuhi dengan orang-orang yang mengalami keserupaan dengan Kristus.
Dan kita juga harus membuat musuh-musuh Yesus diletakkan di bawah kaki Yesus.
Hal itu dapat diwujudkan melalui keberadaan umat Tuhan di bumi lewat pekerjaan, rumah tangga, serta sekolah dan kuliah kita serta pelayanan yang kita kerjakan.
”Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”(Matius 28:19).
”Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!” (Roma 16:20).
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara memanifestasikan kehendak Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Roma 8:37!
Oleh karena Yesus telah mengasihi kita maka hal apakah yang Dia berikan kepada kita dalam menghadapi segala situasi yang kita alami?
Coba sebutkan kekuatan serta kekuasaan apakah yang akan menghambat kehidupan kita di dalam Tuhan?
Adakah kekuatan dan kuasa yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah?
Tuhan menjadikan kita Rumah-Nya yang kuat dan berkarakter Kristus yang tidak dapat dihentikan.
Hal ini direalisasikan melalui setiap janji-janji Tuhan bagi kita.
Ada banyak hal yang kita alami yang dapat menghentikan kita baik pergumulan-pergumulan hidup, dosa, bahkan kuasa si jahat.
Tetapi Tuhan memberi jaminan bahwa kita lebih dari pemenang.
”Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”(1 Korintus 10:13).
”TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.”(Mazmur 37:23-24).
”Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” (Roma 8:37)
Kunci kemenangan kita terhadap setiap hal yang ingin menghentikan kita adalah kasih Allah yang melimpah kepada kita.
Kita harus memahami bahwa Allah sangat mengasihi kita dengan kasih yang tidak terbatas sehingga tidak ada ketakutan, kekuatiran terhadap apapun yang kita alami baik pencobaan, kuasa si jahat termasuk dosa sekalipun.
Kasih Allah yang memenuhi kita memampukan kita untuk menang terhadap persoalan yang kita hadapi.
”Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”(2 Timotius 1:7).
”Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.” (1 Yohanes 4:18).
Selain kita memahami bahwa kasih Allah melimpah kepada kita, kita juga harus hidup yang senantiasa memiliki Firman Tuhan dalam setiap persekutuan kita dengan-Nya karena Firman Tuhan yang kita terima dan deklarasikan akan menghasilkan iman dan iman yang Tuhan berikan membuat kita dapat mengalahkan dunia ini sehingga hidup kita tidak terhentikan.
”Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?”(1 Yohanes 5:4-5).
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara senantiasa hidup dalam nilai kehidupan yang tidak dapat dihentikan.