Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang melakukan tanda-tanda dan Mukkjizat?
Apakah tujuan dari tanda-tanda dan Mukjizat?
Orang-orang sakit yang dibawa kepada rasul-rasul apakah ada yang tidak sembuh?
“Bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.”Kisah Para Rasul 5:15-16.
Rasul-rasul memberitakan Injil dengan didukung tanda-tanda dan Mujizat, sehingga kota-kota diguncangkan.
Orang-orang sakit dan dikuasai roh jahat semuanya disembuhkan.
Tidak ada yang tidak sembuh.
Saudara, ada 3 yang diperlukan dalam pemberitaan Injil: perkataan, perbuatan dan Mukjizat.
Perkataan, berisi Injil/ kabar baik yang harus disampaikan kepada mereka yang belum percaya.
Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan.
Perbuatan, kita juga harus memiliki kesaksian yang baik dan disaksikan orang-orang dunia.
Cara hidup kita sebagai pribadi dan sebagai jemaat harus mencerminkan Injil.
Ketiga, dalam pemberitaan Injil juga diperlukan tanda-tanda dan Mukjizat untuk meneguhkan pemberitaan Injil.
Saudara, Roh Kudus yang bekerja dalam diri para Rasul juga bekerja dalam diri setiap orang percaya.
Kuasa yang bekerja dalam pemberitaan Injil para Rasul juga akan bekerja saat kita mau memberitakan Injil.
Mulailah berdoa meminta tuntunan Tuhan supaya dapat melihat tuaian yang sudah menguning, kemudian lakukanlah pemberitaan Injil.
Tuhan pasti meneguhkan pemberitaan Injil dengan tanda-tanda dan Mukjizat.
Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana supaya merencanakan pemberitaan injil yang baik.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang terjadi saat kemah suci selesai dibangun?
Apakah yang dialami Musa saat itu?
Apakah yang dilakukan bangsa Israel Ketika Awan kemuliaan Tuhan naik?
“Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah”Keluaran 40:38.
Sebagian dari kita mungkin menginginkan mengalami peristiwa yang dialami bangsa Israel saat itu.
Mereka melihat awan Tuhan di atas kemah pertemuan pada siang hari dan api pada malam hari.
Tentu saja itu peristiwa yang sangat luar biasa.
Pemandangan yang luar biasa itu tentu saja disaksikan juga oleh bangsa-bangsa lain, dan pastinya mereka gemetar menyaksikan penyertaan Allah Israel yang luar biasa itu.
Banyak orang Kristen yang juga merasa ingin mengalami peristiwa dalam kitab Keluaran tersebut.
Perjalanan orang Israel menuju tanah perjanjian dipimpin oleh awan Tuhan.
Apabila awan itu naik, maka segera segenap bangsa Israel bergerak mengikuti awan itu.
Saat awan itu turun ke atas kemah pertemuan, maka bangsa Israel akan berhenti dan membangun perkemahan sampai awan itu naik lagi menuntun mereka.
Saudara, awan yang menggambarkan penyertaan Tuhan (hadirat Tuhan) sebenarnya hadir juga dalam kehidupan orang percaya perjanjian Baru.
Seperti tertulis dalam 1 Korintus 6:1“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri“.
Dalam era perjanjian baru, kemah suci tempat hadirnya Allah adalah tubuh orang-orang percaya.
Saudara, seperti bangsa Israel berjalan menuju tanah perjanjian dengan dituntun awan Tuhan, kita pun harus berjalan dalam pimpinan Tuhan.
Setiap tindakan kita, sepatutnya dilakukan berdasarkan tuntunan Roh Kudus yang diam dalam kita.
Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana Cara Tuhan Yesus memimpin perjalanan hidup kita.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang dilihat dan dirasakan oleh Petrus, Yakobus dan Yohanes?
Apakah yang dilakukan oleh Petrus, Yakobus dan Yohanes saat melihat terang dan suara Tuhan?
Apakah yang dikatakan Tuhan pada Petrus, Yakobus dan Yohanes?
Tiga orang murid, Petrus, Yakobus dan Yohanes dibawa Tuhan Yesus naik ke gunung yang tinggi.
Di Gunung itu, mereka melihat peristiwa yang luar biasa, Yesus mengalami transfigurasi (perubahan), wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
Selain Yesus mengalami perubahan wujud, mereka juga melihat Musa dan Elia.
Ketiganya bercakap-cakap.
Pemandangan yang luar biasa itu membuat murid-murid sangat senang, mereka pasti merasakan indahnya hadirat Tuhan bahkan murid-murid itu ingin membuatkan kemah untuk Tuhan Yesus, Musa dan Elia.
Saudara, saat Tuhan Yesus mengalami perubahan, Allah berbicara tentang Tuhan Yesus : “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
Perkataan Allah saat itu mirip dengan perkataan saat Tuhan Yesus selesai dibaptis.
Namun kali ini ada penekanan tambahan “dengarkanlah Dia” Ketika murid-murid mendengar suara Allah dan merasakan hadirat Allah yang luar biasa, mereka tersungkur dan sangat ketakutan.
Saudara, Tuhan Yesus hadir dalam hidup kita masing-masing.
Kita hidup dalam perjanjian baru, dimana hadirat Allah hadir dalam hidup kita.
Bukankah kita disebut bait Allah, tempat kehadiran Roh kudus?
Saudara, milikilah sikap seperti murid-murid, yang tersungkur saat mendengar dan merasakan kehadiran Allah.
Setiap hari hati kita harus “tersungkur” merendahkan diri di hadapan Allah.
Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana sikap kita di hadapan hadirat Allah
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang terjadi dengan Paulus saat ingin bergabung dengan murid-murid?
Apakah yang dilakukan Paulus saat itu di Yerusalem?
Apakah yang terjadi dengan jemaat di Yudea, Samaria dan Galilea?
Perjumpaan Saulus dengan Tuhan Yesus dalam perjalanannya ke Damsyik mengubah sejarah dunia ini.
Saulus yang hendak menganiaya jemaat Tuhan dipanggil untuk melayani pemberitaan injil kepada bangsa-bangsa.
Tuhan juga memakai Paulus untuk menuliskan lebih dari 50 persen isi kitab Perjanjian Baru.
Pertobatan Saulus juga menghentikan sementara penganiayaan kepada Jemaat.
Pemimpin penganiaya jemaat menjadi pengikut Kristus, tentu saja mengguncangkan kaum pembenci Jemaat Kristen mula-mula.
Pemimpin mereka yang begitu keras memburang orang Kristen telah menjadi Kristen.
Saudara, kondisi tenang tanpa aniaya tidak menjadikan jemaat santai.
Mereka dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan.
Kata dibangun memiliki arti pembangunan karakter.
Dalam Bahasa Yunani memiliki gramatikal kata kerja present participle middle, yang berarti mereka melibatkan diri saat itu dan terus menerus untuk dibangun dalam takut akan Tuhan.
Jemaat secara aktif memberikan diri dibangun setiap hari untuk memiliki karakter Kristus.
Sedangkan, kata hidup dalam Bahasa Yunani memiliki arti berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan juga memiliki gramatikal yang sama dengan kata dibangun.
Dapat disimpulkan, jemaat secara sukarela memberikan diri untuk terus menerus dibangun karakternya sehingga mereka bertumbuh dari kemuliaan kepada kemuliaan lain.
Takut akan Tuhan dalam Alkitab umumnya bersifat negatif, yaitu terpisah dari Allah, menarik diri dari Allah karena ketakutan.
Namun dalam ayat ini bersifat positif, yaitu dalam hubungan dengan Tuhan.
Takut akan Tuhan berarti sikap yang merasa sangat membutuhkan Tuhan dalam segala hal.
Merasa tidak memiliki apa-apa, oleh karena itu sangat membutuhkan Tuhan.
Saudara, berilah diri secara aktif dibangun (diajar) oleh Tuhan melalui para pembimbing rohani.
Lakukan itu secara konsisten.
Kejarlah pertumbuhan rohani sebagai target memberi diri dibangun.
Kemudian belajar bergantunglah sepenuhnya kepada Tuhan.
Diskusikan dalam kelompok PA, apakah kita sudah sungguh-sungguh memberikan diri secara aktif dan konsisten untuk dibangun?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang Musa perintahkan kepada orang Israel ketika hari raya Pondok Daun?
Apa tujuan membacakan HUKUM TAURAT?
Apa yang mereka pelajari dari takut akan TUHAN itu?
Mengapa anak-anak orang Israel juga musti mendengar HUKUM TAURAT itu dibacakan?
Saudara, pada PERJANJIAN LAMA, HUKUM TAURAT itu dengan jelas mengatakan :
ULANGAN 28:1-2“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:”
ULANGAN 28:15-16 ”Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau: Terkutuklah engkau di kota dan terkutuklah engkau di ladang.”
Jadi mengapa orang Israel TAKUT AKAN TUHAN?
Karena rajin dan tekun belajar hukum Taurat, sangat berbeda dengan PERJANJIAN BARU, RASUL Paulus dengan jelas dan tegas menuliskan dalam surat-suratnya kepada jemaat-jemaat mula-mula :
GALATIA 3:13-14”Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ”Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.”
ROMA 8:15-16”Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. OlehRoh itu kita berseru :”ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersma-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.”
Jadi jelaslah bahwa kita tidak lagi dikuasai oleh KETAKUTAN.
NAMUN sebagai anak-anak TUHAN ALLAH, kita di beri RASA HORMAT, SEGAN dan KAGUM kepada BAPA yang sangat BAIK dan yang sangat SETIA PADA JANJINYA.
Kalau dalam Perjanjian Lama, orang-orang Israel TAKUT kepada Tuhan KARENA KUTUK HUKUM TAURAT.
Dalam PERJANJIAN BARU, kutuk itu sudah ditiadakan dan TUHAN menjanjikan :
YOHANES 10:10 ”Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
YESUS datang untuk menebus kita dari hukum Taurat karena Hukum Taurat merupakan usaha manusia dan perbuatan-perbuatan manusia tidak MENYELAMATKAN, KARENA MANUSIA hanya dapat diselamatkan oleh IMAN.
EFESUS 2:8-9”Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”
Oleh karena itu, mari bertekun MEMBACA dan MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN, ataupun mendengarkan firman TUHAN yang diajarkan seseorang yang diurapi TUHAN supaya Iman kita bisa bertumbuh, sehingga kita banyak mengalami KEBENARAN FIRMAN TUHAN, dan kita bisa melihat JANJI-JANJI TUHAN terlaksana dalam hidup kita, sehingga HIDUP KITA, dipulihkan, disucikan, dibenarkan bahkan disempurnakan oleh ROH KUDUS.
HALELUYA, PUJI TUHAN.
AMEN!
Mengapa ada banyak orang mengaku anak TUHAN, tapi tidak memperlihatkan WATAK KRISTUS?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang dimaksudkan oleh penulis kitab Ibrani, jangan sampai kita menolak Dia?
Apa yang pernah dijanjikan mengenai keriuhan ketika Allah menyampaikan Hukum Taurat di gunung Sinai pada masa lalu, bagaimana dengan yang akan datang?
Apa yang kita terima sebagai anak-anak TUHAN dalam Perjanjian Baru?
Bagaimana seharusnya kita beribadah kepada Tuhan dalam masa anugerah ini atau pada masa kasih karunia ini?
Saudara, suasana dan iklim rohani sangat berbeda ketika Israel di bawah Hukum Taurat dengan masa kini, gereja TUHAN pada masa zaman anugerah atau zaman Kasih Karunia.
Pada masa lalu, suasana yang benar-benar mencengkeram karena ketika bangsa itu tidak taat, maka kutuk akan ditimpakan kepada mereka.
Suasana yang sangat berbeda dengan sekarang, dimana kutuk hukum Taurat itu sudah tidak diberlakukan lagi bagi kita, karena YESUS KRISTUS TELAH MATI TERKUTUK UNTUK MENANGGUNG KUTUK BAGI GEREJANYA.
Kalau dahulu, selalu harus menaati dan dalam ketakutan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban.
Saat ini segala sesuatu berjalan bukan lagi sebagai suatu keharusan atau kewajiban, namun karena KASIH kepada BAPA YANG SUDAH TERLEBIH DAHULU MENGASIHI KITA DENGAN kasih yang tidak berbatas.
EFESUS 3:18-19”Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.”
Karena KASIH ANUGERAH ALLAH menyebabkan rasul Paulus dapat melakukan dan mencoba mengasihi TUHAN dengan BEKERJA LEBIH KERAS DARI PARA RASUL lainnya :
I KORINTUS 15:10-11”Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.”
Jadi hubungan relasi antara anak-anak Tuhan saat ini dengan TUHAN ALLAH adalah relasi atau hubungan SALING MENGASIHI.
KITA MENGASIHI ALLAH karena DIA sudah lebih dahulu mengasihi kita. Dalam KASIH TIDAK ada KETAKUTAN, jadi marilah kita beribadah kepada TUHAN ALLAH dalam KASIH, rasa HORMAT, rasa segan serta dengan rasa KAGUM YANG SANGAT LUAR BIASA.
SAYA sering berpikir, mengapa TUHAN MEMILIH saya jadi anak-Nya, saya saja tidak merasa KAGUM HORMAT ATAU PERCAYA pada diri saya, karena saya sangat MENGENAL DIRI SAYA.
NAMUN mengapa YESUS MAU MATI BUAT SAYA dan TUHAN ALLAH BAPA itu rela memilih saya, karena itu saya MENGASIHI TUHAN ALLAH, kagum dan HORMAT kepada DIA, sang PENEBUS dan JURU SELAMAT KITA ITU.
HALELUYA, PUJI TUHAN, AMEN!
Mengapa ada banyak anak-anak TUHAN, tidak mau terlibat dalam pelayanan?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang rasul Paulus terima langsung dari YESUS KRISTUS?
Apa yang YESUS katakan mengenai roti dan anggur pada waktu YESUS memimpin perjamuan malam dengan ke dua belas murid-Nya sebelum Dia ditangkap?
Ketika kita melakukan PERJAMUAN KUDUS, sebenarnya apa yang sedang kita lakukan?
Apa yang harus dilakukan agar PERJAMUAN KUDUS dilakukan dengan TIDAK SALAH?
Saudara, di dalam ALKITAB tidak ada PESAN atau PERINTAH TUHAN untuk memperingati HARI NATAL, benarkah?
Tetapi untuk mengingat PENGORBANANNYA diperintahkan dengan MELAKUKAN PERJAMUAN KUDUS!
PERJAMUAN KUDUS dilakukan untuk mengingat PENGORBANAN YESUS DI KAYU SALIB.
I KORINTUS 11:26 ”Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.”
Jadi sangat dianjurkan untuk melakukan SESERING MUNGKIN PERJAMUAN KUDUS agar kita selalu mengingat KASIH BAPA YANG RELA MENGORBANKAN PUTRA tunggal-Nya mati oleh karena dosa-dosa kita, supaya kita BEROLEH PENGAMPUNAN dan KESELAMATAN.
Mari kita pelajari bagaimana perjamuan itu dilakukan, sehingga semua BAPAK dalam keluarga mengerti memimpin PERJAMUAN KUDUS di rumahnya masing-masing supaya keluarganya mengikuti dan melakukan apa yang YESUS anjurkan dan PERINTAHKAN!
Tidak seharusnya PERJAMUAN KUDUS di pimpin oleh Pendeta, karena sebenarnya semua Bapak sebagai kepala keluarga dan orang percaya seharusnya bisa memimpin keluarganya untuk BERSEKUTU, melakukan PERJAMUAN KUDUS dan BERKHOTBAH di depan keluarganya untuk mengajarkan FIRMAN ALLAH, mengapa?
I PETRUS 2:9 ”Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:”
Yang sangat penting dalam PERJAMUAN KUDUS adalah arti yang dikandungnya yaitu PEMBERITAAN AKAN KEMATIAN YESUS KRISTUS untuk menyatakan KASIH BAPA yang RELA BERDAMAI DENGAN ORANG BERDOSA.
Juga sangat penting adalah bahwa ROTI adalah TUBUH KRISTUS yang telah dipecahkan karena dosa dan kesalahan kita, dan anggur adalah DARAH YESUS yang ditumpahkan untuk PENGAMPUNAN DOSA.
Dan PERJAMUAN KUDUS SEBENARNYA, sangat diperlukan oleh ORANG BERDOSA yang telah menyadari arti roti dan anggur itu sehingga orang berdosa sangat MEMERLUKAN PERJAMUAN KUDUS, supaya mereka bertobat dan dan diselamatkan oleh tubuh dan darah Kristus.
HALELUYA, PUJI TUHAN, AMEN!
Mengapa perlu menyadari bahwa roti yang kita makan adalah TUBUH KRISTUS dan anggur yang kita minum adalah DARAH YESUS?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Mengapa orang ini duduk saja dan ia belum pernah dapat berjalan?
Orang lumpuh ini tekun mendengarkan rasul Paulus berkhotbah, apa yang timbul dalam orang lumpuh ini?
Apa yang rasul Paulus lakukan terhadap orang lumpuh itu?
Apa reaksi orang lumpuh itu dan bagaimana cerita selanjutnya?
Saudara, seorang lumpuh itu diam dan MENDENGARKAN PAULUS berbicara.
Rasul PAULUS melihat bahwa orang lumpuh ini MENDENGARKAN dan dia BERIMAN untuk disembuhkan, maka rasul Paulus memerintahkan dia untuk : BERDIRI TEGAK DI ATAS KAKIMU!
Dan orang lumpuh itu MELONJAK BERDIRI dan berjalan kian kemari dan dia sembuh dari lumpuhnya.
Saudara, ketekunan orang lumpuh itu MENDENGARKAN FIRMAN ALLAH yang diajarkan Paulus membangkitkan IMAN dalam dirinya.
ROMA 10:17 ”Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Oleh karena itu saudara, marilah kita tekun untuk MEMBACA dan MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN melalui pembacaan ALKITAB, supaya ketika FIRMAN LOGOS, berupa pengetahuan dapat diubah oleh ROH KUDUS menjadi RHEMA yaitu FIRMAN KRISTUS YANG HIDUP DAN ROH, MAKA FIRMAN ITU akan menyembuhkan atau terjadi MUKJIZAT dalam hidup kita, jika dalam batin kita timbul IMAN atau KEYAKINAN.
YESUS pernah berkata :
YOHANES 6:63”Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.”
Jadi FIRMAN YESUS KRISTUS adalah roh yang menghidupkan dan sebab itu YESUS juga berkata :
MATIUS 4:4”Tetapi Yesus menjawab :” ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
Jadi ketika kita membaca dan merenungkan FIRMAN ALLAH, maka akan muncul FIRMAN ROH yang menghidupkan yang disebut RHEMA, dan inilah yang menimbulkan IMAN dan ketika IMAN MUNCUL karena mendengar atau merenungkan firman Tuhan maka akan terjadi MUKJIZAT.
Saudara, mari kita tekun mendengarkan PENGAJARAN FIRMAN ALLAH.
Mari MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN, supaya timbul IMAN dan terjadi MUKJIZAT dalam hidup kita.
HALELUYA, PUJI TUHAN, AMEN!
Mengapa saat ini sudah jarang terjadi mujizat dalam kebaktian kita?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Ada berapa orang jumlah mereka semua yang suka berkumpul itu?
Mereka sangat tekun untuk apa?
Apa yang selalu mereka lakukan?
Siapakah yang merasa takut? Mengapa?
Saudara, ketika empat puluh hari setelah kebangkitan Yesus, Dia membuktikan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia benar-benar telah bangkit dari kematian dengan cara menemui mereka satu per satu dan secara berkelompok.
Dia sendiri membuktikan bahwa Dia bangkit dan sekaligus bahwa Dia adalah MESIAS yang dijanjikan.
KRISTUS datang ke rumah-Nya dimana keluarga-Nya yang selama ini KURANG PERCAYA, kalau YESUS KRISTUS, kakak mereka adalah MESIAS.
Adik-adik kandung YESUS, sebelumnya ragu bahwa kakak mereka, YESUS adalah MESIAS, walaupun IBU mereka bercerita bagaimana MALAIKAT memberitahu MARIA, bahwa YESUS ANAK-NYA adalah YESUS KRISTUS, MESIAS yang dinantikan oleh bangsa ISRAEL.
I KORINTUS 15:3-7 “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.”
YESUS KRISTUS yang bangkit dari kubur itu memperlihatkan diri-Nya kepada murid-muridNya, kepada MARIA MAGDALENA, KEFAS atau PETRUS, kepada DUA MURID yang sedang pulang ke EMAUS, dan lain-lain.
Pada hari yang ke empat puluh YESUS KRISTUS membawa murid-murid-Nya ke bukit ZAITUN dan murid-murid mendengarkan AMANAT AGUNG KRISTUS :
KISAH PARA RASUL 1:6-9 ”Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ :”Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel? Jawab-Nya :”Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang di tetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.”
Sepuluh hari setelah YESUS terangkat ke surga, pada hari PENTAKOSTA, turunlah ROH KUDUS ke atas seratus dua puluh murid yang sedang berkumpul di LOTENG ATAS tempat mereka berkumpul, dan Yesus melarang mereka untuk meninggalkan YERUSALEM sampai BAPA MENGIRIMKAN UTUSANNYA UNTUK MENYERTAI para murid sebagai SAKSI KRISTUS, untuk menjadikan SEMUA BANGSA murid YESUS.
Ketika hari turun-Nya ROH KUDUS, maka jumlah para murid bertambah sebanyak TIGA RIBU ORANG.
MEREKA inilah murid-murid Yesus yang dihasilkan oleh KESAKSIAN PARA RASUL.
KISAH PARA RASUL 2:42-47”Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan Bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan”.
Saudara, ketekunan mereka belajar dan KESAKSIAN mereka menyebabkan terjadi PERTUMBUHAN JUMLAH mereka.
Oleh karena itu, marilah kita TEKUN BELAJAR dan TEKUN BERSEKUTU serta menjadi SAKSI yang MEMPRAKTIKKAN APA YANG KITA PELAJARI, maka TUHAN akan MENAMBAH JUMLAH kita dengan orang-orang yang di selamatkan!
HALELUYA, PUJI TUHAN.
AMEN!
Mengapa ada gereja yang jumlah jemaatnya semakin lama semakin sedikit?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapa saja yang melawan Yesus dan murid-muridNYa pada masa itu?
Apakah yang mereka inginkan dari murid-murid Kristus pada waktu itu?
Apa yang menjadi doa murid-murid sesuai dengan yang kita baca hari ini?
Apa yang terjadi dengan murid-murid setelah mereka berdoa?
Jemaat mula-mula tertulis sebagai jemaat yang senang berdoa, kehidupan doa mereka jelas tercatat dalam beberapa peristiwa yang dikisahkan dalam kitab suci.
Pelajaran tentang doa sudah banyak kita dapatkan, namun mungkin ada hal yang perlu kita teliti bersama mengapa murid-murid mengalami kuasa doa yang dahsyat dalam kehidupan mereka.
Hal pertama yang dapat kita pelajari bahwa mereka sehati berdoa.
Tekanan dan penderitaan dari penguasa dan pemimpin agama pada masa itu membuat mereka tidak memperhatikan lagi kekurangan satu sama lain.
Mereka tidak punya waktu untuk persoalan sakit hati dan kekecewaan di antara mereka karena hati mereka hanya memikirkan bagaimana mereka dapat melewati tekanan bersama-sama.
Mereka saling membantu dalam menghadapi penderitaan karena memberitakan Injil Kerajaan Allah.
Hal ini sama seperti ketika bangsa Indonesia dijajah, rakyat mudah bersatu karena merasa satu nasib yaitu menderita dibawah penjajahan.
Rakyat Indonesia pada saat itu berperang bersama dengan melupakan berbagai perbedaan suku, agama atau ras karena kebutuhan untuk merdeka.
Hal kedua yang dapat kita pelajari dan ini yang penting adalah mereka bertindak dengan iman sesuai dengan apa yang mereka doakan dan yakini.
Dalam perikop yang kita baca hari ini tertulis setelah berdoa murid-murid bertindak dengan memberitakan firman Allah dengan berani.
Mereka melakukan apa yang mereka doakan, mereka menjadi jawaban doa dari apa yang mereka doakan.
Mereka tidak hanya sekedar berteriak dalam doa tetapi juga mendengarkan apa yang Tuhan sampaikan dan kemudian mereka bertindak seperti yang Tuhan inginkan.
Saudara, doa bukanlah suatu perkataan untuk “memerintah/meminta” Tuhan melakukan seperti apa yang kita doakan, doa berarti berdiskusi dengan Tuhan dua arah dan menghasilkan pemahaman apa yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan.
Seringkali Tuhan ingin mengubahkan hidup kita lebih dulu daripada menjawab permintaan kita, Tuhan ingin memakai kita menjadi jawaban doa-doa yang kita naikkan dengan lebih dahulu mengubah hati kita.
Mari kita renungkan bersama, bagi Tuhan mudah untuk membuat Indonesia penuh kemuliaanNya dan sudah banyak orang yang mendoakan untuk Indonesia penuh kemuliaanNya, tetapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita mendengar perintah Tuhan dalam doa-doa kita dan kemudian melakukannya?
Hanya kita dan Tuhanlah yang tahu.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.