Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Yohanes 4:39!
Oleh perkataan siapakah sehingga orang-orang di Samaria menjadi percaya kepada Yesus?
Apakah yang dilakukan oleh perempuan Samaria sehingga orang-orang di Samaria menjadi percaya kepada Yesus?
Apakah yang diyakini oleh orang-orang Samaria setelah mendengar kesaksian perempuan Samaria dan kesaksian perkataan Yesus?
Rasul Yohanes menyatakan, melihat dan mengalami hidup yang kekal, itulah sebabnya dia bersaksi: ”Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.” (1 Yohanes 1:2), karena sebelumnya dalam Yohanes 1:14 menyatakan bahwa: “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”
Apa yang dialami oleh Rasul Yohanes itulah yang ia saksikan kepada orang banyak.
Hal yang sama ketika perempuan Samaria berjumpa dengan Tuhan Yesus, bagaimana dosa-dosanya diampuni, demikian pula kehidupan masa lalunya sehingga dia percaya kepada Yesus adalah Mesias dan Juruselamat, maka ia mulai menyaksikan tentang Yesus kepada orang-orang di Samaria sehingga banyak orang-orang Samaria yang menjadi percaya.
Rasul Paulus bersaksi tentang Yesus yang menjadi satu-satunya Juruselamat karena dia telah berjumpa dengan Yesus dan dia taat untuk memberitakannya dan senantiasa bersaksi kepada setiap orang.
”Aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.” (Kisah Para Rasul 20:21).
”Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat.” (Kisah Para Rasul 26:19).
Kita juga harus bersaksi kepada setiap orang, lewat perkataan dan perbuatan kita dari apa yang telah kita alami dari karya Yesus di kayu salib dimana Dia telah mengampuni dan menebus kita dari dosa dan maut sehingga kita beroleh hidup yang kekal.
Melalui kesaksian kita banyak orang yang menjadi percaya kepada Yesus Kristus dan diselamatkan.
Kita harus menggumuli, mengupayakan serta pergi untuk bersaksi kepada setiap orang dimanapun kita berada dan Roh Kudus juga akan menolong kita dalam bersaksi.
”Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”(Yohanes 15:26-27).
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana pengalaman saudara dalam bersaksi kepada jiwa-jiwa yang terhilang.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Wahyu 22:1!
Apakah yang mengalir dari tahta Alah dan tahta Anak Domba?
Apakah yang dialami oleh bangsa-bangsa yang dialiri oleh sungai air kehidupan dari tahta Anak Domba?
Apa yang kita alami ketika dialiri oleh sungai kehidupan yang mengalir dari tahta Allah dan tahta Anak Domba?
Rasul Yohanes melihat sungai air kehidupan yang jernih bagaikan kristal yang mengalir dari tahta Allah dan tahta Anak Domba.
Aliran tersebut memberikan kehidupan bagi pohon-pohon di sekitar aliran sungai itu dan pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa.
Hal ini juga pernah dilihat oleh Yehezkiel dalam Yehezkiel 47:1 “Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.”
Aliran air itu terus mengalir semakin meninggi dari pergelangan kaki, selutut, sampai di pinggang dan semakin tinggi sehingga orang-orang harus berenang.
Hal yang sama juga ketika kita masuk kepada tahta Allah dan tahta Yesus Kristus dalam persekutuan yang dalam dengan Dia maka kita akan mengalami hadirat Tuhan dan kita dapat memandang wajah-Nya.
Dan aliran kehidupan yang kita alami itu dapat memulihkan dan menyembuhkan serta memberikan kehidupan dan damai sejahtera bagi kita, seperti lirik lagu ini:
”Mengalir kuasa dari tempat mahatinggi, Bapa Kekal Mulia Kau hadir di sini. Memulihkan hati menyembuhkan yang terluka, ku kan tenang bersamaMu Bapa.”
Di tengah-tengah masa sukar seperti saat ini, Tuhan mengajak kita untuk masuk lebih dalam kepada tahta Bapa melalui Yesus Kristus, dengan demikian kita dapat memandang wajah-Nya dan mengalami aliran sungai kehidupan dari surga memenuhi hati kita dan mengalir menjamah seluruh aspek kehidupan kita dan aliran air sungai yang juga akan menjamah setiap orang yang berada di sekitar kita dan memulihkan kehidupan mereka.
Oleh karena itu marilah kita lebih sungguh-sungguh lagi untuk berdoa, merenungkan Firman Tuhan dan bersekutu dengan Roh Kudus sampai aliran air kehidupan dari tahta Allah memenuhi roh, jiwa dan tubuh kita secara melimpah.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara dapat senantiasa mengalami aliran sungai dari tahta Allah dan tahta Yesus untuk memberikan kehidupan kepada orang lain.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah 1 Korintus 6:19!
Siapakah yang telah memiliki hidup kita karena telah membelinya dari kuasa si jahat?
Dijadikan apakah tubuh kita setelah dimiliki oleh Allah?
Apakah tujuan Allah menjadikan tubuh kita sebagai Bait Roh Kudus?
Rasul Petrus mengatakan Allah telah menebus hidup kita dari kehidupan yang sia-sia dan menjadikan kita adalah milik Allah.
”Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” (1 Petrus 1:18-19).
Penebusan itu yang menyebabkan hidup kita menjadi milik Allah dan tubuh kita dijadikan Bait Roh Kudus atau Bait Allah.
Dan tujuannya adalah agar kita menceritakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Allah.
”Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang Ajaib.”(1 Petrus 2:9).
Sebagai Bait Allah atau Bait Roh Kudus maka kita harus mengalirkan kehidupan Kristus dalam memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Allah, karena Roh Kudus tinggal di dalam kita.
Dan Yesus telah berjanji bahwa jika kita menerima Roh Kudus maka dari dalam hati kita akan mengalir aliran-aliran air hidup.
”Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.” (Yohanes 7:38-39).
Kita harus senantiasa membangun keintiman dengan Roh Kudus serta hidup dalam kekudusan agar aliran-aliran kehidupan dari Roh Kudus tidak terhambat oleh ketidakkudusan sehingga selalu ada aliran kehidupan Kristus yang mengalir keluar dari hidup kita yaitu kasih yang sangat mendalam kepada semua orang termasuk musuh kita sehingga setiap orang diberkati dan dibangun melalui kehidupan kita karena mereka mendengarkan Kabar Baik.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara membangun kehidupan yang senantiasa mengalirkan kehidupan Kristus kepada orang lain.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Yohanes 15:5!
Bapa sorgawi adalah pengusaha kebun anggur. Dan siapakah pokok anggurnya dan sebagai apakah kita?
Apakah yang dilakukan oleh Yesus agar ranting-ranting pokok anggur senantiasa berbuah?
Apakah yang menjadi bagian kita sebagai ranting pokok anggur agar senantiasa berbuah?
Bapa sorgawi adalah pengusaha kebun anggur dan Yesus adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-ranting-Nya. Bapa ingin agar kita berbuah lebat.
Untuk kita berbuah lebat maka kita harus mau dibersihkan oleh Tuhan dari setiap hal yang menghalangi kita untuk berbuah lebat, diantaranya: kehidupan duniawi, kedagingan, pola pikir yang salah, tujuan hidup yang salah, dimana hal tersebut dapat membuat kita tidak selaras dengan Tuhan.
”Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.”(Mazmur 1:1).
Itulah sebabnya kita tidak boleh berjalan, tidak boleh berdiri, tidak boleh duduk dengan pola-pola orang dunia sehingga kita tidak menampakkan kehidupan Kristus.
Tuhan Yesus akan membersihkan kita dari dasar-dasar kehidupan yang salah, dan kita harus memiliki hati yang mau dibersihkan.
Kita juga harus membangun kehidupan yang melekat kepada Yesus agar selalu berbuah lebat yaitu tinggal dan hidup di dalam Firman Tuhan.
”Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”(Mazmur 1:2-3).
Untuk senantiasa melekat dengan Tuhan maka kita harus hidup bersekutu dengan Firman Tuhan, selalu mau menerima Firman Tuhan dengan cara membaca dan merenungkan Firman Tuhan, kemudian melakukan dan mendeklarasikan Firman Tuhan sampai hati dan pikiran kita selalu dipenuhi oleh Firman Tuhan sehingga kita selalu berjalan dalam kebenaran Firman Tuhan dan Firman Tuhan yang senantiasa memerdekakan hidup kita sehingga kita memiliki iman yang berkemenangan untuk berbuah lebat.
Firman Tuhan yang kita miliki itu akan membuat kita senantiasa berbuah lebat dan dapat mengalirkan kehidupan Yesus dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara pengalaman saudara untuk membangun kehidupan yang melekat kepada Yesus.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Galatia 5:25!
Bagi barangsiapa yang menjadi milik Kristus Yesus, hal-hal apakah yang telah disalibkan?
Ketika kita telah menyalibkan keinginan daging maka siapakah sebenarnya yang memimpin kehidupan kita?
Sebutkan buah Roh sebagai representasi dari kehidupan kita yang dipimpin oleh Roh Kudus?
Bagi setiap orang yang percaya maka dari dalam batin mereka selalu mengalir kehidupan Kristus sebagai buah Roh diantaranya kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.
Hal ini meneguhkan Firman Tuhan dari Roma 14:17”Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”
Dimana karena kita memiliki Kerajaan Allah yaitu Kristus Yesus, kerajaan yang tidak tergoncangkan maka dari dalam diri kita selalu mengalir damai sejahtera, sukacita dan kebenaran demi kebenaran yang selalu memerdekakan kita.
Aliran tersebut akan menjamah banyak orang disekitar kita lewat perkataan dan perbuatan baik yang kita lakukan.
Agar kehidupan Kristus senantiasa mengalir keluar dari dalam kehidupan kita, maka kita tidak hanya hidup oleh Roh, tetapi juga harus dipimpin oleh Roh dengan cara senantiasa hidup menyalibkan keinginan daging dan memikirkan perkara-perkara dari Roh.
”Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.” (Roma 8:5-6).
Dan untuk kita senantiasa memikirkan hal-hal yang dari Roh maka kita harus hidup merenungkan, melakukan dan mendeklarasikan Firman Tuhan sehingga hidup kita dikuasai oleh Firman Tuhan dan dengan demikian kita senantiasa dipimpin oleh Roh.
”Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti.” (Yesaya 48:18).
Dengan senantiasa hidup dipimpin oleh Roh maka kita senantiasa mengalirkan kehidupan Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusikanlah di dalam komunitas saudara bagaimana kehidupan Kristus senantiasa mengalir melalui hidup saudara karena senantiasa membangun kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang diminta Yesus dari perempuan Samaria?
Apakah yang ditawarkan oleh Tuhan Yesus kepada perempuan Samaria?
Apakah yang dimaksud dengan air hidup itu?
“Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal “. (Yohanes 4:13-14).
Orang-orang Yahudi pada saat itu umumnya menganggap orang-orang Samaria adalah orang-orang yang kotor, oleh karena itu orang Yahudi tidak mau bergaul dengan orang Samaria.
Orang Samaria dahulunya adalah suku-suku bukan Yahudi yang dikirim Raja Asiria untuk menggantikan kesepuluh suku yang dibawa ke pembuangan dan campur baur dengan sisa orang yahudi yang ditinggalkan.
Namun orang Samaria belajar menyembah Allah seperti orang Yahudi dengan motivasi saat itu supaya selamat dari serangan binatang buas.
Mereka percaya kitab Musa, namun tidak percaya kitab para nabi seperti orang Yahudi.
Sekalipun orang Samaria dibenci orang Yahudi, tetapi Tuhan Yesus sekalipun orang Yahudi, dengan sengaja datang bertemu perempuan Samaria dan memberitakan injil kepada orang-orang Samaria.
Saudara, Tuhan Yesus menawarkan air hidup kepada perempuan Samaria, saat perempuan itu sedang mengambil air untuk kehidupannya.
Tanpa air semua manusia akan mati, oleh karena itu setiap hari orang memerlukan air.
Manusia selalu membutuhkan air. Tuhan Yesus adalah air hidup, semua orang tanpa Tuhan Yesus akan mati, oleh karena itu semua orang harus percaya Tuhan Yesus supaya tidak binasa.
Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus akan menerima Roh Kudus, sebagai mata air kehidupan yang terus menerus memancar.
Orang Kristen sejati adalah orang Kristen yang dari dalam hidupnya mengalir aliran-aliran air hidup.
Orang Kristen tidak akan kekurangan sukacita dan damai sejahtera, sebaliknya mereka akan mengalirkannya kepada orang-orang di sekitarnya.
Dunia membutuhkan sukacita dan damai sejahtera, kitalah yang diberikan anugerah untuk menjawab kebutuhan dunia.
Renungkanlah, apakah kita sudah mengalirkan sukacita dan damai sejahtera bagi lingkungan dekat kita.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang di tawarkan Yesus kepada orang banyak saat itu?
Apakah yang akan terjadi saat mereka percaya Tuhan Yesus?
Apakah yang dimaksud dengan aliran air hidup?
“Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” (Yohanes 7:38).
Ketika Tuhan Yesus mengatakan bahwa dari hati orang percaya akan mengalir aliran air hidup, Tuhan Yesus kemungkinan sedang mengutip Yehezkiel 47:1-12.
Bagi para pendengar berlatar belakang orang Farisi tentu mereka pernah mendengar nubuatan ini.
Yehezkiel 47:8 “Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah”.
Air yang mengalir dari bait suci ini pada akhirnya menjadi sungai yang besar dan memberikan kehidupan.
Yehezkiel 47:9 “sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup”.
Jadi Tuhan Yesus sedang menjelaskan nubuatan dalam kitab Yehezekiel itu akan terjadi saat orang percaya kepada-Nya.
Saudara, kita adalah bait Allah.
Setelah percaya kepada Tuhan Yesus, kita menerima Roh Kudus di dalam hati kita, yang menjadi mata air kehidupan yang terus menerus memancar.
Seperti yang dicatat dalam Yehezekiel 47:9, dari bait Allah mengalir air dan menjadi sungai besar, kemana saja sungai itu mengalir disana ada kehidupan.
Kita semua seharusnya mengubah sekeliling kita menjadi daerah yang subur.
Kehadiran kita membawa kabar baik, dan Roh Kudus menggunakan kabar baik itu untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.
Roh Kudus melahir-barukan orang-orang berdosa.
Saudara, setiap orang dalam bidupnya akan mempengaruhi hidup orang lain, entah itu baik atau buruk.
Sebagai orang-orang yang sudah menerima Roh Kudus, kita diberikan potensi untuk mengubahkan keadaan sekeliling kita.
Melalui kesaksian gaya hidup kita dan kesaksian dari mulut, kita sedang mengalirkan kehidupan Kristus kepada orang-orang berdosa.
Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana tetap mengalirkan air hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang berbahagia menurut ayat 25?
Mengapa ibadah dapat menjadi sia-sia dihadapan Tuhan?
Apakah ibadah yang murni itu?
“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” (2 Timotius 2:1-4).
Salah satu analogi yang dibuat oleh Rasul Paulus untuk menggambarkan perjuangan seorang Murid Kristus adalah menjadi seorang Prajurit.
Pada masa itu orang Yahudi sedang ada dalam penguasaan bangsa Romawi, sehingga terbiasa melihat kehidupan prajurit.
Menurut Paulus, Seorang Prajurit Kristus akan mengalami penderitaan karena harus mengabaikan kehidupan pribadinya.
Saudara, seorang prajurit atau tentara suatu waktu akan ditugaskan ke medan perang atau medan tugas lainnya.
Saat itu, mereka harus meninggalkan keluarga, dan bidang kehidupan lainnya.
Contoh saat Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian ke Timur Tengah, tentara ini akan meninggalkan keluarga sangat lama.
Bukankah itu penderitaan sebagai prajurit?
Sebagai prajurit Kristus, kita juga akan mengalami penderitaan dan pasti akan mengalaminya.
Ada banyak bagian hidup kita yang harus kita tinggalkan.
Ini bukan dosa atau kebiasaan buruk.
Tetapi hal-hal baik yang kita harus tinggalkan untuk menghidupi panggilan Tuhan.
Misalnya seorang pengusaha yang dipanggil Tuhan untuk melayani suku-suku di daerah terpencil, dia harus rela meninggalkan usahanya.
Saudara, supaya berkenan kepada panggilan Tuhan Yesus, bukan hanya kita harus meninggalkan dosa, tetapi juga segala sesuatu yang baik namun bertentangan dengan panggilan kita.
Ingatlah, Tuhan juga mengaruniakan kepada kita penderitaan karena nama-Nya.
Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana menjadi prajurit Kristus yang baik.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Mengapa Gideon mengirik gandum di tempat pemerasan anggur?
Mengapa malaikat memanggil Gideon sebagai pahlawan yang gagah berani?
Apakah arti nama Gideon?
“Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian. Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” (Hakim-hakim 6:11-12).
Saudara, setiap kali bangsa Israel berpaling dari Allah dan menyembah allah lain, mereka mengalami penderitaan dan diserahkan kepada bangsa-bangsa lain.
Namun saat mereka menderita dan berseru kepada Allah, Allah akan mengirimkan hamba-hambaNya untuk membebaskan bangsa Israel.
Dalam masa Gideon, Israel sedang dijajah Midian karena mereka meninggalkan Tuhan dan beribadah kepada baal.
Gideon berasal dari kaum yang paling kecil di antara suku Manasye dan dia adalah seorang yang paling muda di antara kaum keluarganya.
Gideon sedang mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur karena takut kepada bangsa Midian yang menjajah orang Israel.
Nama Gideon sendiri memiliki arti menebang.
Kemudian Gideon diberikan nama Yerubaal oleh orang-orang Israel karena dialah merobohkan mezbah Baal dan karena ia telah menebang tiang berhala.
Gideon melakukan perintah Tuhan: “Ambillah seekor lembu jantan kepunyaan ayahmu, yakni lembu jantan yang kedua, berumur tujuh tahun, runtuhkanlah mezbah Baal kepunyaan ayahmu dan tebanglah tiang berhala yang di dekatnya” (Hakim-hakim 6:25).
Saudara, saat Allah memanggil Gideon untuk menjadi Hakim bangsa Israel, Allah mengubahkan Gideon dari seorang muda yang merasa kecil (lemah dan takut) menjadi seorang pahlawan gagah berani.
Sebelum Tuhan memakai kita, Tuhan akan mengubah cara pandang kita tentang siapa kita bersama dengan Allah.
Tanpa Allah kita lemah, tetapi bersama dengan Allah kita adalah pahlawan yang gagah berani.
Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana membangun cara pandang sebagai pahlawan yang gagah berani.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah Kerajaan Allah berkasa atas segala sesuatu dalam hidupmu?
Siapakah yang disebut sebagai pahlawan-pahlawan perkasa?
Apakah yang dilakukan para pahlawan perkasa tersebut?
“Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya”. (Mazmur 103:20).
Alkitab menggunakan kata pahlawan untuk malaikat-malaikat-Nya.
Mereka disebut pahlawan karena mereka melaksanakan firman-Nya.
Malaikat diciptakan Allah untuk melaksanakan kehendak-Nya.
Malaikat berarti utusan Allah atau pembawa pesan Allah.
Malaikat disebut pahlawan yang perkasa atau dalam Bahasa aslinya gibbor.
Salah satu gelar Allah adalah Allah yang perkasa (El Gibbor).
Allah perkasa yang mengutus malaikat yang perkasa untuk melaksanakan kehendak-Nya.
Perbedaan antara malaikat dan manusia.
Walaupun malaikat adalah makhluk mulia, Alkitab menjelaskan bahwa mereka berbeda dengan manusia dalam beberapa hal.
Allah tidak disebut “Bapa” oleh malaikat-malaikat kudus, karena mereka tidak pernah berdosa dan tidak perlu ditebus.
Tentu pula dengan malaikat-malaikat yang jatuh tidak dapat memanggil Allah “Bapa” karena mereka pun tidak dapat ditebus.
Inilah salah satu hal yang paling rahasia di dalam Alkitab perbedaan malaikat dan manusia.
Untuk manusia, Bapa di sorga menyediakan keselamatan untuk manusia yang jatuh, tetapi Ia tidak menyediakan keselamatan untuk malaikat-malaikat yang jatuh.
Saudara, Karena Allah kita adalah Allah perkasa, kita sebagai anak-anak-Nya juga memiliki keperkasaan Allah di dalam kita.
Ketika kita taat kepada firman Allah, mendengar dan melakukannya, kita juga disebut pahlawan oleh Allah.
Allah yang memberikan kesanggupan untuk kita melakukan firman-Nya.
Allah yang memberikan kesanggupan kita menjadi pahlawan yang gagah berani.
Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya keperkasaan Allah nyata melalui hidup kita.