Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang perlu dilakukan oleh orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan?
Bagaimana seharusnya kita memandang kehidupan ini dalam konteks pertandingan?
Apa yang perlu kita lakukan agar sesudah memberitakan Injil kita tidak ditolak?
Apakah saudara punya hobby olahraga atau senang melihat pertandingan olahraga?
Walaupun kebanyakan kita bukan atlet, tapi rata-rata kita tahu bahwa untuk menjadi atlet dibutuhkan kerja keras dan disiplin.
Dalam skala kecil, kita yang bukan atlet tapi menginginkan tubuh sehat dan bagus pun harus menguasai diri dan berdisiplin.
Kita tidak bisa mengharapkan tubuh tetap langsing kalau tidak mengontrol makanan berlebih dan aktivitas yang seimbang.
Kita juga tidak bisa mengharapkan memiliki stamina yang kuat, kalau tidak pernah berolahraga dan kurang tidur.
Paulus berkata, “Mereka yang bertanding, dapat menguasai dirinya dalam segala hal, demi memperoleh mahkota yang fana.”
Untuk kita memperoleh mahkota yang abadi maka kita semua pun harus ada dalam pertandingan kehidupan.
Kita yang sudah Lahir Baru telah memiliki keselamatan, bukan berarti hidup seenaknya.
Justru ketika kita memiliki keselamatan, tapi tidak bertumbuh dan melatih diri mengerjakan keselamatan itu, kita akhirnya menjadi orang-orang yang sangat malang karena tidak menikmati keselamatan yang sudah diberikanNya.
Lebih daripada itu, bukan hanya hidup kita malang, tapi kita juga menjadi batu sandungan bagi orang lain yang mau percaya kepada Injil.
Paulus berkata, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”
Ditolak disini bukan dalam arti penganiayaan karena Salib Kristus, tapi ditolak karena kesaksian hidup kita yang tidak sesuai dengan Injil.
Ditolak karena kita bermasalah dalam melatih tubuh kita dan tidak menguasai seluruhnya.
Kita mengajak orang ke gereja, tapi selalu terlambat datang.
Kita sering mengucapkan “Haleluya” tapi juga sering mengeluh dan memaki dengan mulut yang sama.
Saudara, Yesus sudah menebus setiap kelemahan dan kekurangan kita.
Dengan pertolonganNya, kita dimampukan untuk menguasai diri dalam segala hal.
Mari melatih diri kita dan menguasainya sehingga sungguh nama Yesus dimuliakan lewat hidup kita.
Apakah yang masih menjadi pergumulan saudara dalam hal melatih tubuh dan menguasainya?
Buatlah sebuah rencana yang bisa dilakukan dan ajaklah seorang sahabat untuk bersama mengerjakannya atau mengingatkan saudara.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang menjadi doa Paulus bagi Gayus?
Bagaimana kesaksian para saudara mengenai Gayus?
Apa yang menjadi sukacita Paulus?
“Apakah itu kebenaran?”
Pertanyaan ini diajukan oleh banyak orang sejak zaman dahulu.
Bahkan Pilatus menanyakan kepada Yesus pertanyaan ini sebelum akhirnya menyerah kepada keinginan orang banyak untuk menyalibkan Yesus.
Adalah mustahil untuk kita bisa hidup dalam kebenaran, kalau kita sendiri tidak tahu apa itu kebenaran, apalagi di tengah dunia yang membuat segala sesuatu menjadi relatif.
Namun demikian, bahkan setelah kita tahu kebenaran, kita masih memiliki tantangan untuk benar-benar hidup di dalamnya.
Pilatus tahu bahwa Yesus tidak bersalah, ia memiliki kuasa untuk membebaskan Yesus.
Namun pengetahuannya tidak cukup untuk membuat ia memilih apa yang benar.
Suatu hari seorang ayah bertanya kepada anaknya, ”Bagaimana kalau papa memberikan barang-barang yang sangat kamu inginkan, mengajak kamu liburan ke tempat yang sangat keren tapi kemudian kamu tahu bahwa uang yang dipakai untuk itu semua adalah uang curian?”
Wajah anaknya seketika berubah.
Dari yang tadinya gembira membayangkan hadiah dan liburan, menjadi kesal dan tidak terima.
Setiap orang tua pasti memahami arti kalimat Paulus ketika mengatakan, ”Tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.”
Namun bukan hanya orang tua yang gembira, anak-anak sampai remaja dan dewasa muda pun begitu.
Kita merasa marah dan tidak terima ketika mendengar orang hanya bicara tentang kebenaran tanpa menghidupinya.
Namun demikian, bagaimana dengan hidup kita?
Adakah hal-hal yang kita sudah pahami sebagai kebenaran namun belum juga kita lakukan?
Saudara, marilah kita meminta anugerah Tuhan untuk mengerti apa artinya kebenaran dan sekaligus anugerah untuk bisa hidup di dalamnya, agar hidup kita bisa menjadi kesaksian dan mendatangkan sukacita bagi banyak orang.
Diskusikanlah dengan pembimbing atau rekan persekutuan saudara bagaimana bisa hidup dalam kebenaran.
Tetapkanlah satu saja kebenaran yang hendak difokuskan untuk dikerjakan selama satu minggu ini agar kebenaran tersebut menjadi kehidupan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah II Korintus 3:2.
Menurut Rasul Paulus bagaimanakah keberadaan jemaat di Korintus?
Dengan kekuatan siapakah maka Rasul Paulus dapat membuat jemaat Korintus sebagai surat Kristus?
Di manakah pribadi Yesus dituliskan dalam jemaat Korintus sehingga mereka menjadi surat Kristus?
Menurut Rasul Paulus bahwa jemaat di Korintus merupakan surat Kristus yang dapat dibaca oleh semua orang.
Hal tersebut dapat dilakukannya karena Firman yang diajar oleh Rasul Paulus ditulis dalam hati jemaat oleh karena pekerjaan dari Roh Kudus.
Tuhan juga ingin agar Firman yang kita dengar dan renungkan tertulis dalam roh kita oleh pekerjaan Roh Kudus sehingga hidup kita dicetak ulang seperti yang Firman Tuhan maksudkan dan Kristus dapat dibaca oleh setiap orang yang melihat hidup kita.
Sehingga kita pun akan menjadi Kabar Baik buat dunia ini.
Agar kita mengalaminya, pertama-tama kita harus ada hati yang lapar dan haus akan Firman Tuhan sehingga kita memiliki hati yang terbuka terhadap Firman Tuhan.
”Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus.” (I Tesalonika 1:6).
”Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” (Matius 5:6).
”Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.” (Yakobus 1:21).
”Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir.” (Mazmur 119:112).
Kita harus membangun kehidupan yang benar terhadap Firman Tuhan sehingga akhirnya oleh pekerjaan kuasa Roh Kudus Firman Tuhan ditulis dalam batin kita sehingga kita menjadi surat Kristus yang dapat dibaca oleh setiap orang dan menjadikan kita sebagai Kabar Baik bagi dunia ini.
Diskusikan dalam komunitas saudara bagaimana saudara membangun kehidupan dengan Firman Tuhan sampai menjadi surat Kristus yang dapat dibaca semua orang!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Markus 13:10.
Hal-hal apakah yang akan terjadi bagi dunia ini dan bagi orang yang percaya kepada Tuhan sebagai tanda kesukaran akhir zaman?
Siapakah yang dapat mengubah kondisi dunia yang sukar ini?
Oleh sebab itu apakah yang harus kita beritakan untuk mengubah kondisi dunia ini?
Yesus telah menyatakan bahwa akhir zaman ditandai dengan terjadinya peperangan, dimana bangsa bangkit melawan bangsa, kerajaan melawan kerajaan.
Kemudian terjadinya gempa bumi di berbagai tempat.
Hal-hal ini akan mengakibatkan terjadinya kelaparan dan krisis pangan dimana-mana, juga krisis energi.
Disamping itu dunia juga mengalami penyesatan dimana kabar-kabar yang menentang Yesus juga terjadi dimana-mana.
Selain itu juga sebagai orang yang mengikut Yesus, kita juga banyak menderita karena iman kita kepada Yesus ditentang oleh penyesat-penyesat dunia ini.
Namun di tengah-tengah kesukaran akhir zaman masih ada Kabar Baik yaitu Kabar dari surga yang dapat menanggulangi kesukaran dunia ini.
Dan Kabar Baik itu adalah Yesus dimana Dia yang mengendalikan seluruh situasi dunia ini.
”Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku?Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!”(Yesaya 44:8).
”Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.” (Amsal 18:10).
”Tetapi Penebus mereka adalah kuat; TUHAN semesta alam nama-Nya. Tentulah Ia akan memperjuangkan perkara mereka, supaya Ia memberi ketentraman kepada bumi, tetapi kegemparan kepada penduduk Babel.” (Yeremia 50:34).
Tuhan mengendalikan kesukaran akhir zaman namun kita punya tugas yaitu menyampaikan Kabar Baik agar banyak orang diselamatkan dan ditolong oleh Tuhan serta ditebus oleh Tuhan dari kebinasaan kekal, karena Kabar Baik itu harus diberitakan ke seluruh dunia.
Diskusikan dalam komunitas saudara bagaimana saudara terus menyampaikan Kabar Baik ditengah kesukaran dunia ini!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Matius 24:14.
Coba sebutkan hal-hal yang terjadi dan dialami oleh dunia ini pada hari-hari terakhir?
Apakah yang harus disampaikan kepada dunia ini agar mereka dapat diselamatkan dan dunia ini dapat diubahkan?
Siapakah yang dapat diselamatkan pada masa kekacauan di akhir zaman ini? Mengapa?
Firman Tuhan telah menuliskan bahwa pada akhir zaman, kasih kebanyakan orang menjadi berkurang karena kedurhakaan terjadi di mana-mana sehingga banyak orang menjadi murtad, saling menyerahkan dan saling membenci, munculnya nabi-nabi palsu yang menyesatkan banyak orang, dan bagi kita yang percaya kepada Tuhan akan mengalami penyiksaan, akan dibenci dan akan dibunuh karena iman kita kepada-Nya.
Keadaan dunia ini semakin kacau karena iblis mencoba untuk menguasai dunia ini dan mencoba untuk memanifestasikan dirinya lewat manusia sehingga manusia mencintai diri sendiri, menjadi hamba uang, membual dan menyombongkan diri, suka memfitnah, memberontak terhadap orangtua, tidak tahu berterimakasih dan tidak mempedulikan agama, bahkan tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang dan tidak dapat mengekang diri, garang dan tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menurut Allah.
Namun Tuhan telah berjanji bahwa bumi ini akan penuh dengan kemuliaan-Nya.
”Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.” (Habakuk 2:14).
“Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”(Yesaya 6:3).
”Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.” (Yesaya 11:9).
Dan jawaban agar bumi penuh kemuliaan-Nya adalah Injil Kerajaan Allah, itulah sebabnya Injil Kerajaan Allah harus diberitakan ke seluruh dunia agar bangsa-bangsa penuh dengan pengenalan akan Tuhan.
Dan hal inilah yang menjadi pekerjaan dan tugas kita dari Bapa surgawi.
Diskusikan dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengupayakan Injil Kerajaan Allah diberitakan ke seluruh dunia!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah I Korintus 15:3.
Apakah yang dialami oleh setiap orang yang percaya dan menerima Injil yang adalah Kabar Baik?
Menurut saudara mengapa Injil disebutkan sebagai Kabar Baik?
Tentang siapakah Kabar Baik di dalam Injil tersebut?
Sikap apakah yang harus dibangun terhadap Injil yang kita dengar agar tidak menjadi sia-sia kepercayaan setiap orang kepada-Nya?
Injil adalah Kabar Baik dari Allah untuk dunia ini supaya manusia yang berdosa tidak mengalami maut.
Dosa telah membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah dan akibatnya menjadikan manusia menuju maut.
”Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” (Roma 6:23).
Dan Kabar Baiknya adalah bahwa Allah sangat mengasihi kita melalui Anak-Nya Yesus Kristus yang telah ditetapkan oleh Allah untuk menanggung semua dosa dan kelemahan manusia sehingga manusia dapat diselamatkan.
”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).
”Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” (Roma 3:24).
”Tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23b).
Kabar baik itu adalah tentang Yesus dan karya-Nya bagi seluruh umat manusia.
”Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.” (Roma 3:25-26).
Yesus telah menebus kita dari maut dengan cara mengampuni dosa-dosa kita, juga membebaskan manusia dari kuasa si jahat, dari kelemahan dan sakit penyakit serta kutuk-kutuk, sehingga manusia dapat diselamatkan.
Itulah sebabnya dikatakan bahwa Kabar Baik adalah berita tentang Yesus.
”Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.” (Matius 4:24).
Diskusikanlah di dalam komunitas saudara apa yang saudara alami setelah menerima Kabar Baik yaitu tentang Yesus dan komitmen saudara unutk menceritakan nama itu!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Roma 1:16.
Menurut saudara mengapa Paulus merasa berhutang terhadap orang Yunani maupun orang bukan Yunani juga orang terpelajar maupun bukan orang terpelajar?
Apakah upaya Rasul Paulus untuk membayar hutang tersebut?
Keyakinan apakah yang dimiliki oleh Rasul Paulus terhadap Injil yang dapat membayar hutangnya?
Rasul Paulus merasa berhutang terhadap orang Yunani maupun orang bukan Yunani juga orang terpelajar dan bukan orang terpelajar.
Hal tersebut terjadi karena semua suku dan golongan manusia harus mendengarkan Injil karena Injil-lah yang dapat menyelamatkan setiap orang.
”Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.”(Roma 10:1-3).
Dasar keyakinan yang benar yang dimiliki oleh Rasul Paulus bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya dan kebenaran Allah itu akan dapat memimpin setiap orang yang percaya untuk diselamatkan, siapapun dan apapun latar belakang mereka.
Dan karena dasar keyakinan itulah maka Injil harus diberitakan.
Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan karena Injil adalah merupakan karya Yesus melalui kematian-Nya dan kebangkitan-Nya untuk menebus manusia dari kuasa dosa dan kuasa si jahat serta kuasa maut.
Sehingga setiap orang yang percaya dan menerima karya Yesus, maka mereka dapat diselamatkan.
Tuhan ingin upaya Rasul Paulus agar Injil dapat diberitakan bagi setiap orang adalah merupakan upaya kita juga yaitu dengan cara berdoa bagi setiap orang supaya hati mereka terbuka terhadap Injil dan kemudian kita memberitakan Injil agar mereka dapat mendengar, percaya dan menerima Injil dan diselamatkan, sehingga kita pun tidak berhutang kepada setiap orang yang belum mendengarkan Kabar Baik melalui Injil.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara tentang keyakinan di dalam Injil sehingga membuat saudara digerakkan untuk memberitakan Injil tersebut!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah maksud seperti untuk Tuhan?
Apakah bedanya bekerja seperti untuk Tuhan dengan bekerja untuk mencari uang?
Mengapa kita harus mengerjakan segala sesuatu seperti untuk Tuhan?
Pada masa gereja mula-mula sekitar abad pertama perbudakan adalah hal yang lumrah.
Kekayaan seseorang ditunjukkan dari budak-budak yang dimilikinya.
Budak atau hamba dapat dipastikan tidak memiliki hak untuk upah atas pekerjaan yang dilakukan untuk tuannya.
Bahkan budak dapat saja dibunuh oleh tuannya.
Jadi, budak adalah kasta terendah pada masa itu yang tidak memiliki masa depan.
Dalam jemaat di Kolose ada juga yang statusnya budak.
Bisa jadi budak tersebut bekerja pada tuan yang adalah sesama anak Tuhan.
Rupanya para budak ini merasa setara dengan tuannya sehingga kurang sungguh-sungguh bekerja dan kurang menghormati tuannya.
Secara rohani mereka setara, tetapi secara hukum yang berlaku saat itu, budak sekalipun sudah lahir baru, tetaplah budak.
Sehingga Paulus perlu menasihati mereka.
Dalam KOLOSE 3:22-23 BIS “Saudara-saudara yang menjadi hamba! Dalam segala hal, hendaklah kalian taat kepada tuanmu yang di dunia ini. Janganlah taat kepada mereka hanya pada waktu mereka sedang mengawasi kalian, karena kalian ingin dipuji. Taatilah mereka dengan hati yang ikhlas, karena kalian menghormati Tuhan. Pekerjaan apa saja yang diberikan kepadamu, hendaklah kalian mengerjakannya dengan sepenuh hati, seolah-olah Tuhanlah yang kalian layani, dan bukan hanya manusia.”
Saudara, kita semua ada dalam sistem sosial, di mana kita kadang berperan sebagai bawahan, kadang kala kita berperan sebagai atasan.
Sebagai seorang bawahan, Alkitab mengajarkan kita untuk bersungguh-sungguh bekerja bukan karena ada atasan yang mengawasi dan ingin dipuji atau dipromosikan segera.
Kita sungguh-sungguh bekerja karena Tuhan.
Kita bersungguh-sungguh karena dari Tuhanlah otoritas itu berasal.
Tuhan yang menempatkan pimpinan di atas kita, Dialah yang kita hormati.
Jadi, ada atau tidak ada pengawasan dari atasan, kita patut sungguh-sungguh bekerja.
Lebih tegas lagi Paulus meminta kita bekerja seperti untuk Tuhan.
Jadi, tidak ada alasan bermalas-malasan lagi.
Renungkanlah, apakah kita sudah sungguh-sungguh bekerja/berbisnis/belajar seperti untuk Tuhan?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Bagaimana caranya perkataan Tuhan Yesus diam di antara kita?
Apakah akibat perkataan Tuhan Yesus diam di antara kita?
Mungkinkah kita mengucap syukur senantiasa?
Surat Paulus kepada jemaat di Kolose dilatarbelakangi laporan dari salah satu pemimpin jemaat bernama Epafras.
Saat bertemu Paulus, Epafras melaporkan bahwa di Kolose telah berkembang sebuah ajaran bidat, yang mencampurkan ajaran Kristen, tradisi-tradisi Yahudi dan filsafat kafir.
Oleh karena itu tujuan surat Kolose adalah untuk memberantas ajaran palsu dan mengajarkan sifat sebenarnya dari hidup baru dalam Kristus serta tuntunan hidup orang percaya.
Rasul Paulus memerintahkan supaya perkataan Tuhan Yesus dengan segala kekayaannya diam diantara jemaat Kolose.
Paulus menggunakan kata kerja perintah kini aktif, artinya ini adalah perintah yang harus segera dilaksanakan dan tidak boleh ditunda-tunda.
Ini hal yang sangat penting untuk jemaat di Kolose supaya kuat menghadapi berbagai macam penyesatan.
Firman Tuhan yang berdiam di antara jemaat pada akhirnya memampukan jemaat untuk saling mengajar dan menegur.
Selain itu, jemaat memiliki kemampuan untuk menaikan ucapan syukur sambil menyanyikan mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani Paulus juga menasihatkan jemaat untuk melakukan segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus dan ucapan syukur.
Ucapan syukur adalah bentuk penyerahan diri kepada otoritas atau kehendak Tuhan.
Ketika kita melakukan sesuatu dalam nama Tuhan Yesus, apapun hasilnya tidak menjadi penghalang untuk mengucap syukur, karena kita tahu bahwa Tuhan pasti melakukan yang terbaik untuk anak-anak-Nya.
Mengucap syukur juga adalah bentuk iman bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala hal dalam kehidupan kita.
Ucapan syukur juga adalah bagian dari penyembahan kita dan bukti pengenalan akan Tuhan.
Semakin kita mengenal Allah, semakin limpah ucapan syukur kita.
Marilah kita terus belajar mengenal Allah, niscaya ucapan syukur mengalir dari lidah kita.
Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana supaya dapat bersyukur senantiasa.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang dimaksud dengan hidup / manusia baru?
Apakah yang dilakukan Allah supaya kita semakin memanifestasikan Kristus?
Apakah tujuan pembaruan yang dilakukan Allah?
Kalian sekarang sudah diberi hidup yang baru.
Kalian adalah manusia baru, yang sedang diperbarui terus-menerus oleh Penciptanya, yaitu Allah, menurut rupa-Nya sendiri.
Maksudnya ialah supaya kalian mengenal Allah dengan sempurna.
Kolose 3:10 BIS.
Setiap orang yang percaya kepada karya Salib Kristus, dilahirbarukan oleh Allah.
Kita diberikan hidup yang baru, benar-benar baru. Kata baru memiliki arti sebelumnya tidak ada, baru ditemukan.
Bukan hasil renovasi yang lama atau modifikasi manusia lama. Hidup kita benar-benar baru.
Oleh karena itu, sebagai orang yang sudah dilahirbarukan, kita juga disebut ciptaan baru (2 Korintus 5:17).
Saudara, sebagai ciptaan baru, manusia yang benar-benar baru tidak berarti sudah sempurna dalam karakter.
Secara roh kita manusia yang sempurna, tetapi Allah menghendaki hidup kita sempurna secara utuh, termasuk karakter atau gaya hidup.
Oleh karena itu, Allah terus berkarya dengan memperbarui hidup kita setiap hari.
Kita mengalami proses setiap hari supaya karakter Kristus semakin terlihat jelas, baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan.
Ada dua jenis kekudusan.
Pertama kudus sekali selamanya, terjadi pada roh kita.
Tetapi juga ada kekudusan progresif, di mana hidup kita (perbuatan) semakin hari semakin kudus.
Semakin hari semakin memancarkan karakter Kristus.
Proses pengudusan secara progresif, atau proses perubahan karakter menjadi semakin seperti Kristus berkaitan langsung dengan pengenal akan Allah.
Semakin kita mengenal Allah, semakin hidup kita berubah.
Mengenal Allah bukan hanya pengetahuan tentang Allah saja, tetapi juga mengalami perjumpaan dengan Allah.
Kita mengalami perjalanan hidup bersama dengan Allah setiap hari.
Henokh adalah contoh.
Dia setiap hari berjalan bersama Allah.
Dia mendedikasikan hari-hari hidupnya hanya untuk Allah.
Henokh pada akhirnya dimuliakan Allah.
Dia diangkat ke surga tanpa mengalami proses kematian seperti manusia umumnya.
Sebagai manusia baru, ijinkan Tuhan membarui hidup kita setiap hari.
Taati tuntunannya.
Hidup kita semakin memancarkan karakter Kristus.
Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana mengikuti proses pembaruan yang dilakukan Tuhan.