HIDUP DALAM KEBENARAN

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

III YOHANES 1:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang menjadi doa Paulus bagi Gayus?
  2. Bagaimana kesaksian para saudara mengenai Gayus?
  3. Apa yang menjadi sukacita Paulus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Apakah itu kebenaran?”

Pertanyaan ini diajukan oleh banyak orang sejak zaman dahulu.

Bahkan Pilatus menanyakan kepada Yesus pertanyaan ini sebelum akhirnya menyerah kepada keinginan orang banyak untuk menyalibkan Yesus.

Adalah mustahil untuk kita bisa hidup dalam kebenaran, kalau kita sendiri tidak tahu apa itu kebenaran, apalagi di tengah dunia yang membuat segala sesuatu menjadi relatif.

Namun demikian, bahkan setelah kita tahu kebenaran, kita masih memiliki tantangan untuk benar-benar hidup di dalamnya.

Pilatus tahu bahwa Yesus tidak bersalah, ia memiliki kuasa untuk membebaskan Yesus.

Namun pengetahuannya tidak cukup untuk membuat ia memilih apa yang benar.

Suatu hari seorang ayah bertanya kepada anaknya, ”Bagaimana kalau papa memberikan barang-barang yang sangat kamu inginkan, mengajak kamu liburan ke tempat yang sangat keren tapi kemudian kamu tahu bahwa uang yang dipakai untuk itu semua adalah uang curian?”

Wajah anaknya seketika berubah.

Dari yang tadinya gembira membayangkan hadiah dan liburan, menjadi kesal dan tidak terima.

Setiap orang tua pasti memahami arti kalimat Paulus ketika mengatakan, ”Tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.”

Namun bukan hanya orang tua yang gembira, anak-anak sampai remaja dan dewasa muda pun begitu.

Kita merasa marah dan tidak terima ketika mendengar orang hanya bicara tentang kebenaran tanpa menghidupinya.

Namun demikian, bagaimana dengan hidup kita?

Adakah hal-hal yang kita sudah pahami sebagai kebenaran namun belum juga kita lakukan?

Saudara, marilah kita meminta anugerah Tuhan untuk mengerti apa artinya kebenaran dan sekaligus anugerah untuk bisa hidup di dalamnya, agar hidup kita bisa menjadi kesaksian dan mendatangkan sukacita bagi banyak orang.

Diskusikanlah dengan pembimbing atau rekan persekutuan saudara bagaimana bisa hidup dalam kebenaran.

Tetapkanlah satu saja kebenaran yang hendak difokuskan untuk dikerjakan selama satu minggu ini agar kebenaran tersebut menjadi kehidupan.

PEMBACAAN ALKITAB HARIAN

Keluaran 28 – 29