Renungan Harian Kita Penulis : Pnt. Robinson Saragih
Pembacaan Alkitab Hari ini : YESAYA 6:1-9
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Seperti apa penampakan Yesaya tentang TUHAN?
Apa yang mengelilingi Dia dan apa yang mereka katakan?
Kesadaran apa yang timbul dalam Yesaya?
Apa yang dilakukan oleh Serafim terhadap Yesaya, apa maknanya tindakan itu?
Apa yang Tuhan katakan dan apa yang dikatakan oleh Yesaya?
Saudara, ketika YESAYA melihat TUHAN ALLAH di dalam Surga di atas takhta-Nya DI SURGA, maka timbulah kesadaran paling dasar pada manusia jika berhadapan dengan TUHAN ALLAH YANG MAHA KUDUS.
YESAYA 6:5Lalu kataku : “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir,namun mataku melihat Sang Raja, yaitu TUHAN semesta alam.”
Saudara, jelaslah apa yang dialami oleh Yesaya, adalah pengalaman ANUGERAH KASIH KARUNIA, karena dengan jelas YESUS PERNAH BERKATA BAHWA :
MATIUS 5:8Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Apa yang keluar dari mulut, bibir, adalah suatu perbendaharaan di dalam hati orang itu, jadi kalau Yesaya Najis bibir, maka hatinya juga pastilah najis, namun mengapa Yesaya dapat melihat Allah?
Itulah suatu pengalaman oleh ANUGERAH KASIH KARUNIA YESAYA MEMPEROLEH PENGLIHATAN ITU KARENA TUHAN ALLAH MEMILIH DIA UNTUK SATU TUJUAN ILAHI ALLAH.
TUHAN ALLAH memilih YESAYA dan karena dia dipilih, maka ketika Dia melihat Allah, maka dia didatangi oleh satu Serafim yang membawa bara api yang diambilnya dengan sepit dari Mezbah, bara itu disentuhkan kepada bibir Yesaya untuk menyucikan mulutnya ataupun seluruh hidupnya.
YESAYA 6:7Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata :”Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.”
Setelah Yesaya beroleh pangampunan dan penyucian maka :
YESAYA 6:9–10 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata :”Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku : “Ini aku, utuslah aku!”
Kemudian TUHAN ALLAH berfirman : “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini.
Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti jangan!
Lihatlah sungguh-sungguh tetapi menanggap jangan.
Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh.
Saudara, inilah perjumpaan antara Yesaya dengan TUHAN ALLAH, ketika TUHAN ALLAH hendak mengutus Yesaya untuk menjadi NABINYA TUHAN yang diutus kepada bangsa ISRAEL.
Perjumpaan dengan TUHAN ALLAH merupakan suatu doa yang berlangsung dalam perjumpaan YESAYA dengan TUHAN ALLAH, yang memilih YESAYA untuk menjadi utusan ALLAH yang akan di utus-Nya kepada Israel.
Hal yang sama saat ini juga bisa terjadi ketika kita berdoa dengan puasa untuk mencari arahan Tuhan.
Dan saat ini ada banyak anak-anak Tuhan yang melakukan doa puasa dalam gereja-gereja atau persekutuan-persekutuan untuk mendapatkan arahan Tuhan untuk mendengarkan TUGAS yang diperintahkan oleh TUHAN seperti AMANAT AGUNG yang ditugaskan kepada para murid YESUS yang saat ini sedang berjalan di muka bumi ini.
HALELUYA, PUJI TUHAN AMEN.
Apa yang menyebabkan banyak anak TUHAN yang rela untuk menjadi utusan TUHAN ALLAH pada saat ini?
Renungan Harian Kita Penulis : Pnt. Robinson Saragih
Pembacaan Alkitab Hari ini : II KORINTUS 3:16-18
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang menyebabkan seseorang tidak mengenal YESUS KRISTUS sebagai Allah?
Apa yang menyebabkan pengenalan akan Allah itu dapat terjadi dan kita bisa semakin mengenal-Nya?
Apa yang menyebabkan kita mengalami kemerdekaan?
Apa yang bisa menyebabkan kita mampu mencerminkan atau menggambarkan KEMULIAAN ALLAH?
Saudara, ketika kita dengan kerelaan hati kita bersaat teduh pagi hari atau kapan saja seperti kebiasaan kita membaca firman Tuhan, cobalah renungkan firman itu dan mencatatnya serta terus merenungkannya dan mencoba berimajinasi dengan renungan itu, sering kita semakin mudah untuk mengerti firman itu.
Nah ketika kita mengerti firman itu, kita menjadikannya sebagai PEDOMAN, KITA MENCOBA MELAKUKANNYA, maka kita akan merasakan sukacita ketika kita mengerti firman Tuhan, apa lagi ketika kita melakukan firman itu.
sebagai contoh.
YOHANES 16:24Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.
Setelah kita baca firman ini, maka kita mencoba merenungkan, “ SAMPAI SEKARANG KAMU BELUM MEMINTA, artinya belum meminta, belum berdoa, belum berdoa tentang apapun untuk memintakan hal itu kepada Bapa dalam nama Yesus.
MINTALAH!
Supaya kamu menerima dan supaya penuh suka citamu.
Setelah berdoa dengan iman dan percaya bahwa kita akan menerimanya maka banyak orang percaya mendapatkan apa yang dimintanya.
Ada banyak lagi firman Tuhan yang bisa kita renungkan dan ketika kita mengerti maka kita lakukan, percayalah ketika kita lakukan apa yang kita mengerti maka kita akan semakin percaya kepada Tuhan, dan hidup kita akan diubahkan oleh firman itu, oleh karena kita mencoba merenungkan dan mengimajinasikan firman itu, menyebabkan pikiran dan perasaan kita, akan semakin gampang untuk percaya, semakin mudah untuk mengerti firman Tuhan, dan semakin gampang untuk menjadi PELAKU FIRMAN.
PELAKU FIRMAN AKAN SEMAKIN MUDAH UNTUK MENGERTI FIRMAN TUHAN.
DAN SEMAKIN MUDAH HIDUP KITA MENGALAMI PERUBAHAN.
Perubahaan dalam pola pikir dan perubahan dalam emosi atau perasaan kita menyebabkan kita akan semakin mengerti banyak firman Tuhan, semakin banyak mengerti firman Tuhan, semakin mudah untuk melakukannya dan hal itulah yang menjadikan kita menjadi serupa dengan pikiran Tuhan, dan hal itu Yang akan membawa kita semakin menjadi serupa dengan Yesus yang berfirman.
Renungan Harian Kita Penulis : Pnt. Robinson Saragih
Pembacaan Alkitab Hari ini : KISAH PARA RASUL 4:27-31
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Siapa yang berkumpul di Yerusalem untuk menentang Yesus Kristus?
Apa tujuan Allah mengurapi Yesus Kristus?
Apa yang didoakan oleh para rasul itu?
Apa yang terjadi sebagai jawaban doa mereka?
Saudara, setelah kematian Yesus Kristus, maka para rasul tertekan dan mereka berusaha untuk sembunyi, namun setelah mereka mengalami Pencurahan Roh Kudus dan di baptis Roh Kudus, mereka mengalami perubahan yaitu menjadi BERANI bersaksi setiap hari dengan memberitakan dan menceritakan bahwa YESUS KRISTUS adalah MESIAS ANAK ALLAH yang hidup.
Sehingga banyak orang di Yerusalem yang percaya kepada kesaksian mereka, dan itu menyebabkan para ahli Taurat dan orang-orang Yahudi dan imam-imam menjadi resah dan marah sehingga mereka menangkap Yohanes dan Petrus.
Kedua rasul dibawa kedalam sidang Mahkamah Agama Yahudi. Mereka di periksa dan mereka di ancam.
KISAH PARA RASUL 4:16–17Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua orang penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya. Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita MENGANCAM dan MELARANG mereka supaya mereka JANGAN BERBICARALAGI dengan siapapun dalam NAMA ITU.
Ketika mendengar ANCAMAN dan LARANGAN untuk MENGAJAR DALAM NAMA YESUS, maka para rasul menjawab dalam
KISAH PARA RASUL 4:19–20Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka : “Silahkan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: TAAT KEPADA KAMU ATAU KEPADA ALLAH?” Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.
Para ahli Taurat dan imam-imam dalam sidang itu, semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.
Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka.
Ketika teman-teman mereka mendengar ANCAMAN dan LARANGAN PARA IMAM itu maka BERSERULAH MEREKA BERSAMA-SAMA kepada Allah :
KISAH PARA RASUL 4:19-20Dan sekarang, ya TUHAN, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami, dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu, keberanian untuk memberitakan Firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang Kudus.” Dan ketika mereka sedang berdoa goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan Firman Allah DENGAN BERANI.
Saudara permintaan yang sama mestinya kita naikkan lagi agar setiap kita memiliki KEBERANIAN UNTUK MEMBERITAKAN INJIL.
HALELUYA, PUJI TUHAN.
AMEN.
Kapan terakhir kali saudara pergi keluar atau melalui media sosial untuk memberitakan injil atau Firman Allah, mengapa?
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang terjadi bila kita mengikat dan melepaskan sesuatu di dunia?
Menurut Yesus berapa orang diperlukan untuk bisa sepakat meminta permohonan kepada Bapa?
Permintaan seperti apa yang akan dikabulkan Bapa di surga?
Apa yang terjadi bila dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Yesus?
Selain persekutuan pribadi dengan doa untuk membangun hubungan erat kita dengan Bapa, Tuhan ingin kita berkumpul bersama dalam suatu doa korporat di mana nama Tuhan disebutkan.
Dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Tuhan untuk mengikat dan melepas sesuatu adalah bentuk pelayanan bersama kita menggenapi apa yang Tuhan rencanakan agar injil kerajaanNya diperluas.
Kegiatan berkumpul untuk bersekutu dalam doa dan pengajaran merupakan hal rutin yang tercatat dalam gereja mula-mula.
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan.
“Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.”(Kisah Para Rasul 2:42-43).
Banyak orang melihat mukjizat dan tanda ajaib sebagai hasil dari pertemuan-pertemuan doa di mana nama Tuhan diserukan, murid-murid Kristus juga bertambah banyak karena banyak orang menggabungkan diri dalam pertemuan-pertemuan yang mereka lakukan.
Selain itu doa-doa bersama yang dilakukan murid-murid pada waktu itu memberikan keberanian bersama untuk mereka memberitakan Injil Kerajaan Allah.
Para murid tentu tidak hanya sekedar mendoakan agar banyak orang datang mempercayai Yesus sebagai Juru Selamat, tetapi mereka sendiri menjadi bagian dari jawaban doa-doa yang dinaikkan.
Mereka disukai banyak orang karena perubahan gaya hidup mereka, orang-orang baru ditambahkan bergabung kepada kumpulan mereka, tidak hanya karena melihat kuasa dan tanda-tanda ajaib saja tetapi mereka melihat kehidupan murid-murid yang berubah dan berbeda dari masyarakat pada saat itu.
Komunitas doa merupakan sarana yang dipakai Tuhan untuk dapat bersekutu bersama umatNya dalam memberkati suatu komunitas lainnya seperti suku bangsa, desa-desa, kota-kota bahkan bangsa-bangsa.
Kita bisa memberkati mereka di manapun mereka berada dengan cara mendoakan dalam komunitas doa di mana nama Tuhan disebutkan.
Firman Tuhan yang kita baca hari ini mengingatkan kita bersama betapa penting dan hebatnya perkumpulan orang-orang percaya yang bersehati berdoa untuk memberkati bangsa-bangsa agar mata dan hati mereka terbuka untuk injil.
Mari kita sediakan waktu untuk secara rutin berkumpul bersama berdoa dalam persekutuan atau dalam kelompok yang lebih besar di gereja, karena kegiatan doa bersama ini adalah bagian pelayanan kita kepada Tuhan dan kepada sesama yang belum mengenal injil keselamatan.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan?
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Seperti apakah berdoanya orang munafik menurut perkataan Yesus dalam perikop ini?
Mengapa mereka sudah mendapat upahnya
Menurut Yesus bagaimanakah berdoa yang benar?
Seperti apa doanya orang yang tidak mengenal Allah?
Berdoa bagi pandangan banyak orang adalah salah satu kegiatan keagamaan, hal ini seperti terjadi pada jaman Yesus, orang-orang yang menyandang gelar keagamaan pada waktu itu senang memperlihatkan aktivitas keagamaannya di depan banyak orang.
Mereka berdoa di tempat-tempat yang banyak dilihat orang dengan harapan mendapat pujian sebagai orang yang lebih religius.
Yesus justru menganggap mereka sebagai orang munafik karena mereka hanya melakukan ketika dilihat banyak orang atau ketika berada dalam pertemuan-pertemuan di ibadah, sementara mereka tidak mengenal Allah karena terlihat dari banyak kata-kata dan doanya yang bertele-tele.
Bagi Yesus doa merupakan kegiatan tersembunyi yang tidak perlu diketahui atau diperlihatkan kepada banyak orang, “tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”Matius 6:6.
Berdoa pada dasarnya adalah suatu bentuk komunikasi pribadi kita dengan Bapa, seperti Yesus katakan bahwa tidak perlu suatu komunikasi pribadi dipamerkan atau diperagakan di muka umum, doa-doa pribadi kita jauh lebih penting dari doa-doa bersama dalam kumpulan banyak orang.
Bila kita lebih senang berdoa bersama-sama daripada berdoa secara pribadi dengan Tuhan maka tentu ada yang harus kita perbaiki hubungan kita dengan Bapa.
Hubungan pribadi kita dengan Tuhan jauh lebih penting dari aktivitas pelayanan apapun termasuk doa bersama secara korporat.
Bapa menghendaki persekutuan pribadi dengan kita melalui doa menjadi kegiatan yang perlu diprioritaskan, di mana kita dapat mendengar suaraNya yang membimbing kita, menolong kita dalam seluruh pergumulan yang kita hadapi, mengevaluasi hidup kita agar sesuai dengan kebenaranNya sehingga kita semakin mengenal Dia.
Marilah kita mengikuti seluruh kegiatan persekutuan doa bersama-sama baik dalam persekutuan maupun dalam skala yang lebih besar, namun kita harus selalu ingat bahwa doa pribadi kita dengan Bapa adalah yang utama yang tidak boleh kita tinggalkan karena telah kehabisan waktu untuk berdoa bersama-sama atau kesibukan berbagai pelayanan.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan?
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Kepada siapa kita berkata-kata ketika berbahasa roh?
Kepada siapa kita bernubuat untuk membangun, menasihati dan menghibur?
Dengan apa kita membangun diri sendiri dan dengan apa kita membangun jemaat?
Bagaimana bahasa roh agar dapat menjadi berkat dan membangun jemaat?
Bahasa roh merupakan karunia yang Tuhan berikan kepada orang percaya untuk dapat berkomunikasi dengan Tuhan.
Sekalipun dalam perikop yang kita baca hari ini Paulus menuliskan kepada jemaat Korintus agar menggunakan bahasa yang dimengerti dalam bentuk bernubuat untuk membangun jemaat namun kita menyadari bahwa perlu membangun diri sendiri terlebih dulu sebelum dapat membangun jemaat.
Prinsipnya adalah bahasa roh kita gunakan secara pribadi ketika kita berkata-kata kepada Allah untuk suatu permohonan yang digerakkan oleh Roh Kudus sehingga menolong kita untuk berdoa dengan benar.
Ketika kita berdoa seturut dengan pimpinan Roh tanpa menggunakan bahasa manusia maka diri kita akan dibangun karena terhubung dengan Bapa, kita mengalami bagaimana seluruh kerinduan Tuhan dicurahkan lewat mulut kita sehingga menghasilkan doa-doa yang berkenan kepada Dia.
Sesuai dengan surat Paulus ini tentu tulisan ini tidak terlepas dari kesaksian hidup Paulus sendiri bagaimana dia senantiasa membangun dirinya dengan bahasa roh dalam kondisi apapun.
Paulus tetap kuat sehingga di manapun dia berada bahkan dipenjara dan dalam penderitaan yang dia alami karena injil yang diberitakan kita bisa membaca bahwa dia tetap teguh dan tak tergoyahkan.
Kesaksian Paulus membuktikan bahwa bahasa roh yang dia gunakan setiap saat sangat membangun hidupnya sehingga pada akhirnya jemaat-jemaat yang dikunjungi diberkati oleh pelayanannya.
Tahun ini sesuai yang didapatkan penatua dari Tuhan untuk kita membangun mezbah doa maka kita bisa mulai dari diri sendiri secara pribadi untuk menggunakan bahasa roh dalam doa-doa pribadi kita.
Kita membebaskan Roh Kudus mengarahkan kita dalam kata-kata yang hanya dimengerti oleh Tuhan dan kita dibangun secara pribadi dalam persekutuan yang semakin erat dengan Bapa.
Doa-doa kita pasti memberikan dampak dalam pelayanan yang Tuhan percayakan kepada jemaat lokal di mana kita bertumbuh.
Visi sebagai gereja yang antusias untuk bangsa-bangsa penuh kemuliaanNya dapat terjadi karena setiap jemaat rutin membangun diri melalui doa-doa pribadi dengan menggunakan bahasa roh.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan?