Sabtu, 22 Oktober 2022

KEBAJIKAN DAN KEMURAHAN TUHAN YANG MENGIKUTI KITA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MAZMUR 23:1-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Mazmur 23:6.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Sebagai apakah Tuhan bagi Daud?
  2. Hal apakah yang akan mengikuti Daud seumur hidupnya karena dia menjadikan Tuhan sebagai gembala yang baik?
  3. Coba sebutkan  kebajikan dan kemurahan Tuhan yang senantiasa mengikuti Daud?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Pemazmur Daud telah menjadikan Tuhan adalah gembala yang baik baginya, itulah sebabnya kebajikan dan kemurahan Tuhan senantiasa mengikuti Daud di dalam seluruh hari-hari hidupnya.

Daud mengalami realita kehadiran Tuhan dalam setiap aspek kehidupannya, sehingga dia dibedakan Tuhan dengan orang-orang lain di sekitarnya.

Kebajikan dan kebaikan itu diantaranya adalah bahwa Daud tidak akan kekurangan: tidak kekurangan hikmat, tidak kekurangan kesehatan juga tidak kekurangan secara ekonomi.

Realita Tuhan juga dialami oleh Daud dimana Tuhan membaringkan dia di padang yang berumput hijau dan membimbing dia ke air yang tenang serta menuntun Daud di jalan yang benar sehingga Daud memiliki jiwa yang tenang dan senantiasa disegarkan oleh Tuhan.

Bahkan ketika Daud berjalan dalam lembah kekelaman, pergumulan hidup serta pencobaan, maka dia tidak takut bahaya karena penyertaan Tuhan melalui kehadiran-Nya serta tuntunan Firman Tuhan itulah yang menghibur dan memberikan kekuatan bagi Daud.

Dan ketika musuh-musuh Daud mengepung dia dan berada dihadapannya, Daud tetap menikmati kehadiran Tuhan yang memberikan kekuatan dan ketenangan yang luar biasa karena dia tidak fokus kepada musuhnya tetapi realita Tuhan sebagai gembala yang baik, juga urapan Tuhan yang membuat dia berjalan dengan penuh kuasa yang melimpah-limpah sehingga dia hidup dalam kemenangan yang gilang-gemilang.

Bagi kita pun umat-Nya yang menjadikan Tuhan sebagai gembala yang baik akan senantiasa diikuti oleh kebajikan dan kemurahan Tuhan sehingga selalu mengalami dan menikmati realita kehadiran Tuhan dalam segala hal.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara kebajikan dan kemurahan Tuhan apakah yang saudara alami karena menjadikan Tuhan sebagai gembala yang baik.

Jumat, 21 Oktober 2022

MATIKAN KESERAKAHAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 3:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dimaksud carilah perkara-perkara yang di atas?
  2. Apakah yang dimaksud pikirkan perkara-perkara di atas?
  3. Bagaimanakan cara mematikan keserakahan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Ketika Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Kolose, saat itu dalam jemaat sedang berkembang ajaran-ajaran palsu; campuran ajaran Kristen, ajaran Yahudi yang diluar alkitab dan filsafat kafir.

Tentu saja ajaran-ajaran ini mengalihkan jemaat dari Kristus dan menarik mereka ke dalam cara hidup lama.

Oleh karena itu Paulus mendorong mereka untuk mencari perkara-perkara yang di atas, memikirkan perkara-perkara yang surgawi.

Salah satu kehidupan lama yang harus di buang kembali oleh jemaat di Kolose adalah keserakahan.

Rupanya ajaran-ajaran palsu ini mendorong jemaat menjadi serakah dan lebih mementingkan diri sendiri sehingga tidak lagi memikirkan kepentingan jemaat yang lain yang sedang membutuhkan.

Keserakahan ternyata oleh Paulus disamakan levelnya dengan penyembahan berhala.

Orang yang Serakah memiliki keinginan untuk memiliki segala sesuatu lebih dan lebih lagi, tidak puas dengan apa yang sudah dimiliki, bahkan rela mengambil yang bukan haknya.

Serakah berarti men-tuhankan keinginan diri sendiri.

Serakah lebih mementingkan kepuasan diri daripada kepuasan dari Tuhan.

Saudara, dunia yang berdosa ini menarik kita untuk mementingkan diri sendiri.

Dunia mendorong kita untuk memuaskan diri sendiri dengan segala kenikmatan dunia, terutama kekayaan.

Supaya kita luput dari godaan dunia; carilah perkara-perkara di atas.

Pikirkanlah perkara-perkara di atas.

Cari dan pikirkanlah Kritus setiap hari. 

Puaskan diri kita dengan kasih setianya, maka kita akan mengenakan manusia baru yang tidak mementingkan diri sendiri, tetapi rela berkorban seperti Tuhan Yesus.

Renungkanlah, apakah kita sedang memikirkan perkara-perkara di atas atau sedang disibukkan dengan dunia ini.

Kamis, 20 Oktober 2022

TIDAK ADA SEORANGPUN JEMAAT BERKEKURANGAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 4:32-37

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa jemaat mula-mula tidak ada yang kekurangan?
  2. Apakah yang dilakukan jemaat yang kaya?
  3. Apakah yang dilakukan para Rasul dengan uang yang diserahkan jemaat?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, salah satu ciri jemaat mula-mula yang dicatat dalam Kisah Para Rasul adalah tidak ada yang kekurangan di antara mereka.

Luar biasa.

Yang kaya rela menjual sebagian kekayaannya dan menyerahkan uang hasil penjualannya kepada para Rasul, dan dibagikan sesuai kebutuhan jemaat. 

Rasul-Rasul memiliki peran untuk memastikan pemberian jemaat tepat sasaran, yaitu hanya untuk mereka yang kekurangan.

Mungkin kita bertanya, bagaimana mungkin jemaat mula-mula memiliki kesehatian dan kerelaan untuk berbagi diantara mereka?

Pertama, Ketika mereka bertobat, mereka menyadari bahwa hidup mereka sepenuhnya milik Allah (termasuk kekayaan mereka). 

Sehingga mereka memiliki prinsip apa yang mereka miliki adalah untuk kepentingan (milik) bersama.

Kedua, Mereka sudah puas dengan Tuhan Yesus, sehingga tidak lagi terikat dengan kekayaan dan dengan mudah mereka akan menjual Sebagian kekayaan untuk membantu yang membutuhkan.

Ketiga, mereka percaya dengan pengajaran para Rasul, termasuk pola pembagian bagi mereka yang membutuhkan.

Saudara, Yesus Kristus adalah kekayaan kita yang sejati.

Ketika kita puas dengan Tuhan Yesus, maka kita tidak lagi membutuhkan kepuasan dari kekayaan dunia ini.

Oleh karena itu, kekayaan bukan lagi untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk menjadi berkat bagi mereka yang membutuhkan.

Biarlah kita dipuaskan setiap hari dengan kasih setianya, dan mulailah berdoa dan meminta arahan Roh Kudus, bagaimana menggunakan berkat yang sudah kita terima untuk membantu yang sedang kekurangan.

Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana cara supaya tidak ada jemaat yang kekurangan.

Rabu, 19 Oktober 2022

MEMBERI SESUAI KEBUTUHAN YANG ADA

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 2:41-45

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dilakukan 3000 orang yang baru diselamatkan?
  2. Mengapa mereka memiliki prinsip milik bersama?
  3. Apakah yang dilakukan jemaat yang memiliki kekayaan lebih?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, setelah peristiwa pencurahan Roh Kudus pada hari raya pentakosta, Petrus berkotbah dan menghasilkan tuaian 3000 jiwa.

Sepertinya mereka adalah orang-orang yang tinggal di Yerusalem dan dari berbagai daerah yang sedang datang beribadah ke Yerusalem.

Petobat-petobat baru ini kemudian dididik oleh Para Rasul, bersekutu dan memecah roti dan berdoa.

Inilah pilar awal pembangunan jemaat mula-mula.

Dalam pelayanan Para Rasul, terdapat banyak tanda dan mujizat sehingga mereka sangat takut (kagum/hormat) kepada Para Rasul.

Salah satu prinsip rohani yang diajarkan para Rasul adalah orang-orang percaya adalah bagian keluarga Allah, mereka menjadi satu keluarga.  

Mereka menyadari bahwa kekayaan yang mereka miliki adalah untuk keperluan bersama.

Mereka yang kaya memiliki hati untuk membantu saudara mereka yang kekurangan.

Mereka memberi sesuai kebutuhan, bukan sekedar memberi.

Cara hidup jemaat yang baru ini tentu saja menjadi teladan yang luar biasa pada zaman itu, Mereka disukai semua orang.

Saudara, kita diberkati Tuhan berlimpah tentu dengan tujuan supaya kita dapat menjadi berkat untuk orang lain yang membutuhkan.

Oleh karena itu, kalau kita diberikan kelebihan atau kekayaan, kita harus berdoa apakah ada orang lain yang memerlukan bantuan. 

Yang lebih mencukupkan mereka yang kurang.

Cara hidup yang demikian akan menjadi kesaksian bagi dunia yang cenderung mementingkan diri sendiri.

Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana caranya dapat memberi dengan tepat sasaran.

Selasa, 18 Oktober 2022

KAYA DALAM KEMURAHAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 KORINTUS 8:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang diberikan Allah kepada jemaat-jemaat di Makedonia?
  2. Bagaimana kondisi ekonomi jemaat-jemaat di Makedonia?
  3. Mengapa mereka kaya dalam kemurahan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Rasul Paulus sedang meminta supaya jemaat di Korintus yang tergolong kaya untuk juga kaya dalam kemurahan, terutama untuk terlibat dalam pelayanan kasih, yaitu membantu jemaat di Yerusalem yang sedang mengalami penderitaan dan kemelaratan.

Sekalipun Paulus menjadi rasul untuk orang-orang non-Yahudi, namun dia sangat memperhatikan keadaan bangsanya.

Untuk memotivasi jemaat di Korintus, Paulus memberikan contoh keteladanan jemaat-jemaat di Makedonia (Filipi, Tesalonika dan Berea).

Jemaat-jemaat di wilayah Makedonia memiliki keteladanan; 

Pertama, mereka memiliki sukacita yang meluap, padahal mereka sedang ada dalam pelbagai penderitaan karena aniaya dari orang Yahudi dan penguasa Romawi.

Kedua, mereka sangat miskin karena tidak dapat melakukan pekerjaan akibat mereka mengikut Yesus.

Namun, dalam kemiskinan itu mereka kaya dalam kemurahan.

Ketiga, mereka memberi lebih dari kemampuan mereka.

Kemungkinan mereka menjual harta yang tersisa.

Keempat, mereka berinisiatif membantu jemaat di Yerusalem, tanpa diminta Rasul Paulus, sebab Rasul Paulus tahu keadaan mereka.

Kelima, sekalipun jemaat di Yerusalem kurang menyukai jemaat-jemaat di Makedonia, tetapi mereka membalasnya dengan mengusahakan bantuan.

Saudara, salah satu kasih karunia yang dianugerahkan Allah adalah kemampuan untuk berkorban seperti jemaat-jemaat di Makedonia.

Kemampuan untuk menjadi lebih miskin supaya saudara-saudaranya ditolong.

Kemampuan ini sama dengan Tuhan Yesus yang rela menjadi miskin supaya kita diperkaya.

Saudara, berdoalah meminta kasih karunia jenis ini, yaitu kerelaan untuk berbagai, menjadi kaya dalam kemurahan.

Kaya dalam kemurahan tidak harus menunggu menjadi orang kaya. 

Siapapun dalam menjadi kaya dalam kemurahan apabila memahami dan mengalami kasih karunia Tuhan Yesus.

Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana menjadi kaya dalam kemurahan.

Senin, 17 Oktober 2022

BERILAH MAKA KAMU AKAN DIBERI

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 6:37-42

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang diajarkan Tuhan Yesus tentang menghakimi sesama?
  2. Apakah yang terjadi dengan orang yang suka memberi?
  3. Bagaimanakah cara Tuhan menolong saudara?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, semua tindakan kita akan memberikan dampak bagi diri kita sendiri.

Orang yang suka menghakimi akan diperlakukan sama, dihakimi orang lain.

Apalagi bila berhadapan dengan orang-orang yang belum mengenal Tuhan.

Orang yang suka memberi, akan mendapatkan juga balasannya, yaitu diberi.

Secara alamiah, orang akan membalas kebaikan kita dengan kebaikan mereka.

Orang-orang yang melihat kebaikan kita, mereka juga akan punya dasar untuk berbuat baik untuk kita. Namun bagi anak-anak Tuhan, kebaikan kita dalam hal memberi tentu saja tidak melihat apakah orang itu baik atau tidak baik kepada kita.

Sama seperti Tuhan Yesus baik kepada semua orang, kita juga patut berbuat baik kepada semua orang tanpa melihat jasa mereka kepada kita.

Perintah Tuhan Yesus kepada murid-murid untuk memberi disertai janji bahwa murid-murid akan menerima balasan yang berlimpah.

Tentu saja ini dilakukan Tuhan melalui orang-orang yang mungkin dulu pernah kita berikan bantuan.

Tuhan memakai orang lain untuk memberkati kita. 

Berkat yang diterima akibat pemberian kita dibalas oleh Tuhan. Tuhan Yesus menggunakan kiasan kebiasaan jual beli gandum pada zaman tersebut, di mana penjual gandum akan memenuhi keranjang dengan gandum, secara berlimpah, menekan bagian atasnya untuk memastikan tidak ada ruang kosong dan kemudian menabur lagi berlimpah sampai tumpah.

Seperti itulah berkat yang kita terima, suatu kepastian tidak akan kurang dari pengorbanan kita, malahan lebih berlimpah.

Saudara, ribaan adalah lipatan jubah di bagian dada untuk menyimpan bekal atau barang berharga.

Zaman sekarang mungkin saku kita, atau dompet kita.

Tuhan memastikan bahwa dompet kita selalu berlimpah apabila kita memiliki kemurahan hati untuk memberi kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Marilah kita memberi, sebab Tuhan sudah memberikan yang terbesar untuk kita.

Diskusikan dalam kelompok PA, apa yang harus dilakukan untuk menjadi pribadi yang suka memberi.