Minggu, 11 Desember 2022

MEMAHAMI KASIHNYA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MAZMUR 23:1-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang menyebabkan Pemazmur tidak akan mengalami kekurangan?
  2. Apa pula yang menyebabkan dia tidak merasa takut?
  3. Apa yang menyebabkan Pemazmur dituntun dijalan yang benar oleh Sang Gembala?
  4. Apa yang disediakan oleh gembala itu bagi Pemazmur dihadapan lawan-lawannya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Daud seorang gembala kambing bagi domba-domba keluarganya.

Dia menggembalakan domba keluarganya dengan segenap hatinya.

Daud rela menyambung nyawanya untuk membela dan menggembalakan domba keluarganya.

Domba mereka tidaklah sangat banyak, namun Daud setia memelihara dan merawat bahkan untuk menjaga domba-domba itu.

I Samuel 17:28 Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah marah Eliab kepada Daud sambil berkata : “Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu, engkau datang kemari dengan maksud melihat pertempuran. Tetapi Jawab Daud : “Apa yang telah kuperbuat? Hanya bertanya saja!”

Daud seorang yang pemberani, karena Daud mengenal Tuhan, dan menganggap dirinya adalah domba Allah, dan TUHAN ALLAH YAHWE adalah GEMBALA yang memelihara dan menjaga dirinya.

Bahkan Daud bersaksi kepada raja Saul, bagaimana dia bertempur dengan singa atau beruang yang mengganggu domba-domba peliharaannya.

I Samuel 17:31-37 “Terdengarlah kepada orang perkataan yang diucapkan oleh Daud, lalu diberitahukan kepada Saul. Dan Saul menyuruh memanggil dia. Berkatalah Daud kepada Saul:”Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu Ini akan pergi melawan orang Filistin itu. Tetapi Saul berkata kepada Daud : ”Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit. Tetapi Daud berkata kepada Saul : ”Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku akan menangkap janggutnya lalu menghajar dia dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.” Pula kata Daud : Tuhan yang melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang. Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud : “Pergilah! Tuhan menyertai engkau.”

Pengenalan Daud dan kepercayaannya kepada TUHAN ALLAH YEHOVA, menyebabkan dia berani melawan GOLIAT tentara FILISTIN yang menantang orang Israel untuk duel, satu lawan satu.

Saul dan tentara Israel sebenarnya sudah ketakutan, dan mereka tidak berani memulai perang karena Goliat menantang satu lawan satu setiap prajurit Israel, cemoohannya terhadap Saul dan setiap tentara Israel, sangatlah menakutkan bagi tentara-tentara Israel.

PUJI TUHAN, DAUD ada di antara mereka, karena disuruh oleh ayahnya untuk menjenguk kakak-kakaknya yang turut pergi bertempur, Ayah mereka ingin tahu bagaimana kabar kakak-kakak Daud di medan laga pertempuran Israel melawan Filistin.

Ketika Daud mendengar cemoohan Goliat terhadap Saul dan seluruh tentara Israel, maka PENGURAPAN YANG TELAH menguasai Daud bekerja dan membangkitkan murka Daud terhadap orang yang melecehkan BARISAN TUHAN ALLAH, YEHOVA.

Daud bertindak dan mengandalkan Tuhan yang menjadi GEMBALA baginya, DAUD TIDAK TAKUT MENGHADAPI GOLIAT.

Ketika DAUD berlari menghadapi GOLIAT, DAUD membawa tongkat dan ali-ali untuk melawan GOLIAT :

I Samuel 17:40-47 “Lalu Daud mengambil tongkat di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu. Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya. Ketika orang Filistin itu menujukan pandangannya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. Orang Filistin itu berkata kepada Daud : ”Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.” Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu : “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga, Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan akan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah. Dan supaya Jemaah itu tahu bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”   

DAUD mengalahkan orang Filistin itu dengan umban batu, demikian Daud membunuhnya tanpa pedang di tangannya.

Daud mendatangi mayat GOLIAT, dan mengambil pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia.

Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu.

Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka semua.

Saudara, pengalaman Daud ini menambah keyakinan dia, bahwa YEHOVA ADALAH GEMBALA YANG BAIK, dimana telah terbukti bagi dia, gembala itu memelihara dia dalam segala hal, bahkan keamanan nyawanya juga telah terbukti aman di tangan GEMBALA YANG BAIK itu.

Oleh karena itu maka marilah kita juga mengikuti Langkah Daud, RELA MENJADI DOMBA BAGI TUHAN ALLAH, yang dipelihara oleh GEMBALA YANG BAIK, YESUS KRISTUS.

HALELUYA, PUJI TUHAN, AMEN!

Mengapa banyak orang yang stress karena KETAKUTAN?

Sabtu, 10 Desember 2022

MEMAHAMI KASIHNYA

Penulis : Anang Kristianto
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

EFESUS 3:14-20

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang menjadi doa Paulus untuk jemaat Efesus?
  2. Siapa yang dapat menguatkan dan meneguhkan kita?
  3. Apa yang menjadi kerinduan Paulus untuk dapat dipahami oleh orang-orang kudus?
  4. Siapa yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang bisa kita doakan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Memahami kasih orang mungkin masih dapat kita pikirkan dengan logika atau perasaan hati kita, tapi memahami kasih Kristus rupanya tidaklah mudah.

Paulus mendoakan agar jemaat Efesus bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.

Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 

Banyak orang yang menyebut dirinya mengalami kasih Kristus ketika sedang mendapatkan berkat Tuhan, ketika doanya dijawab seperti yang dipanjatkan, ketika segala sesuatunya berjalan dengan baik seperti yang dirindukannya.

Namun, apakah kita tetap dapat merasakan kasihnya dan memahami jalan-jalanNya ketika segala sesuatu tidak berjalan seperti yang kita doakan?

Ketika berbagai persoalan datang dalam kehidupan kita, entah itu sakit penyakit, persoalan ekonomi atau persoalan keluarga, apakah kita dapat memahami besarnya kasih Allah kepada kita?

Firman Tuhan yang kita baca hari ini mengingatkan kita bersama bahwa Paulus menjadi saksi betapa lebar, panjang, tinggi dan dalamnya kasih Tuhan itu, bahkan dikatakan melampaui segala pengetahuan.

Paulus bukan hanya sekedar berbicara namun kita membaca bagaimana Paulus telah mengalami berbagai kejadian dalam perjalanannya untuk menggenapi panggilan Tuhan dalam hidupnya.

Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.”

Tidak ada diantara kita yang mengalahkan penderitaan Paulus dalam melayani Tuhan, sekalipun begitu Paulus tetap menyaksikan betapa besar kasih Allah dalam hidupnya. Luar biasa.

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Jumat, 9 Desember 2022

TIDAK ADA KETAKUTAN DALAM KASIHNYA

Penulis : Anang Kristianto
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 4:18-21

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah dalam kasih ada ketakutan? Mengapa?
  2. Apa artinya bila kita takut?
  3. Siapa yang disebut pendusta sesuai perikop yang dibaca hari ini?
  4. Apa perintah yang kita terima dari Tuhan pada bacaan hari ini?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih”.

Ketakutan adalah bentuk ketidaksempurnaan kasih, ketakutan juga merupakan bentuk ketidakpercayaan kepada Allah.

Tuhan tidak ingin kita melakukan segala sesuatu karena ketakutan, motivasi ketakutan bukanlah hal yang benar bagi kita orang percaya.

Memberi, karena kalau tidak memberi takut kena hukuman atau kutuk adalah salah satu contoh, begitu juga ketika kita bekerja karena takut akan kekurangan, takut untuk tidak punya uang, takut masa depan adalah bentuk lain dari ketakutan yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Kasih kita yang sempurna kepada Tuhan membuat kita percaya akan penyertaanNya, kita dapat bersandar sepenuhNya pada Tuhan dalam segala aktivitas kita dan tetap mengalami damai sejahtera sekalipun banyak persoalan yang harus kita selesaikan.

Kasih para misionaris lintas budaya dan negara kepada Tuhan menjadikan mereka tidak takut menghadapi berbagai ancaman ketika memberitakan Injil di daerah-daerah pedalaman, mereka tidak takut akan ancaman bahkan tidak takut kehilangan nyawanya, hal itu dapat terjadi karena hati mereka dipenuhi kasih Allah kepada orang-orang yang belum percaya.

Bagaimana dengan kehidupan saudara saat ini?

Adakah rasa takut yang memotivasi dalam seluruh aktivitas kita baik di pekerjaan, keluarga atau dalam pelayanan?

Baiklah kita bersama melayani dan beraktivitas dalam kasihNya yang sempurna dan bebas dari motivasi ketakutan yang dapat merusak hidup kita secara fisik maupun rohani.

Orang-orang dunia mungkin berkata “takut adalah normal karena dapat membuat kita waspada dan bekerja keras untuk masa depan” namun bagi kita orang percaya jelas tidak seharusnya ada motivasi ketakutan, kita tetap waspada dan rajin bekerja bukan karena takut masa depan tetapi karena kita mengasihi Tuhan dan menyandarkan harapan kita kepadaNya.

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Kamis, 8 Desember 2022

KASIH KARUNIA DARI TUHAN YESUS YANG MENYERTAI KITA

Penulis : Anang Kristianto
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

EFESUS 1:1-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kepada siapa Paulus menuliskan FirmanNya menurut bacaan hari ini?
  2. Apa yang menyertai kita yang diberikan oleh Tuhan Yesus?
  3. Sejak kapan Allah telah memilih kita?
  4. Siapa yang menetapkan kita menjadi anak-anakNya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Perikop yang kita baca hari ini berbicara mengenai kekayaan orang-orang yang terpilih.

Paulus yang mendapat pewahyuan mengenai kasih karunia Kritus Yesus membagikan kepada jemaat Efesus mengenai kekayaan yang melebihi kekayaan materi.

Menurut beberapa referensi pada masa Pemerintahan Romawi, selama bertahun-tahun kota ini menjadi kota kedua terbesar di Romawi setelah kota Roma yang ketika itu menjadikannya sebagai kota terbesar kedua di dunia.

Kota ini dulunya terkenal karena adanya “Kuil (dewi) Artemis, yang menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno.

Kondisi kota besar pada umumnya menjadikan mayoritas penduduknya memiliki kecenderungan gaya hidup materialistis dan menyembah berhala kekayaan.

Injil Kerajaan Allah yang diberitakan Paulus tentu menghadapi tantangan dari banyak penduduk kota Efesus pada masa itu, namun kita membaca bagaimana jemaat Efesus ini didoakan oleh Paulus agar terbuka mata hatinya sehingga mereka dapat mengerti pengharapan apa yang terkandung dari panggilan Tuhan atas hidup mereka.

Jemaat Efesus yang percaya tentunya adalah murid-murid Kristus yang menyadari kasih karunia Yesus dalam panggilanNya kepada mereka di tengah-tengah kehidupan kota yang gemerlap dengan gaya hidup materialistis dan kesibukan bisnis yang tidak henti-hentinya.

Bagaimana dengan kehidupan saudara saat ini, tantangan yang kurang lebih sama seperti yang terjadi pada masa Efesus pasti juga kita alami sebagai penduduk kota sebagai pekerja, wiraswasta, pelajar, mahasiswa, apakah panggilanNya sebagai bagian kasih karunia dari Tuhan Yesus masih sangat bernilai bagi kita dibandingkan dengan segala persoalan dan kesibukan kita?

Tentu kita harus bekerja dan belajar dengan baik sesuai tanggung jawab yang Tuhan percayakan, namun biarlah hal itu  semua tidak membuat kita lupa akan panggilanNya, tidak membuat kita lupa akan kasih karuniaNya yang diberikan kepada kita yang senantiasa setia menyertai kita.

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Rabu, 7 Desember 2022

KASIHILAH SEORANG AKAN YANG LAIN

Penulis : Anang Kristianto
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 15:15-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa Yesus menyebut murid-muridNya sebagai  sahabat?
  2. Apa yang dibertahukan Yesus kepada sahabat-sahabatNya?
  3. Apakah ketetapan Yesus untuk murid-muridNya?
  4. Apa yang menjadi perintahNya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, mengasihi seorang akan yang lain memang tidak dapat dipaksakan namun Yesus memerintahkan muridNya untuk mengasihi.

Kita tahu bahwa yang disebut perintah artinya sesuatu permintaan yang tidak dapat ditawar dan harus dilaksanakan.

Perintah ini tentu membuat kita kembali memikirkan ulang bahwa mengasihi seoarang akan yang lain bukanlah suatu anjuran atau kebebasan yang dapat dipilih namun berdasarkan ayat yang kita baca hari mengasihi adalah suatu perintah.

Yesus tidak pernah salah dalam memberi perintah kepada muridNya, artinya bila kita mengaku sebagai murid-muridNya maka kita pasti dapat mengasihi seorang akan yang lain.

Kita seringkali lebih mudah mengasihi kepada orang yang telah mengasihi atau berbuat baik kepada kita, namun tidak mudah bagi kita untuk bisa mengasihi orang-orang yang tidak kita kenal dan bahkan lebih susah mengasihi orang-orang yang bersalah kepada kita.

Sesungguhnya perintahNyalah yang memberi kuasa kepada kita untuk mampu mengasihi bahkan yang kita sebut musuh-musuh kita.

Kuasa FirmanNya tidak hanya dapat menyembuhkan yang sakit, membebaskan yang terbelenggu dan memberikan kelepasan bagi yang terikat tetapi firmanNya juga memampukan kita untuk mengasihi seorang akan yang lain.

Kasih manusia memang terbatas, namun kasih Yesus yang ada dalam hidup kita tidak terbatas, kasih itulah yang Yesus perintahkan untuk diberikan seperti yang dikehendakiNya.

Bagaimana kondisi saudara saat ini?

Apakah kasih Yesus senantiasa terus menyala dan tersedia untuk dibagikan kepada banyak orang di sekitar kita?

Ataukah kita punya berbagai masalah sehingga kasih itu menjadi padam?

Berdoalah untuk suatu hal yang berharga yang Tuhan percayakan kepada kita yaitu kasih Yesus itu tetap ada didalam hidup saudara.

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Selasa, 6 Desember 2022

TIDAK ADA KASIH YANG LEBIH BESAR DARI KASIH YESUS

Penulis : Anang Kristianto
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 15:10-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana kita bisa tinggal dalam kasih Yesus?
  2. Mengapa Yesus mengatakan supaya kita menuruti perintahNya?
  3. Seperti siapa kita harus saling mengasihi?
  4. Apakah ada kasih yang lebih besar dari kasih Yesus kepada saudara?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, pada masa Yesus hadir di dunia sebagai manusia, bangsa Yahudi khususnya tidak pernah membayangkan bahwa Mesias yang begitu mereka nantikan akan mati di atas kayu salib.

Para ahli Taurat dan pemimpin agama pada masa itu pun yang tentunya menyelidiki dan membaca kitab Taurat setiap hari bahkan tidak pernah menyangka bahwa mereka justru yang menganiaya dan menyalibkan Mesias yang dinantikan kedatangannya.

Di tengah-tengah perbuatan agamawi yang dilakukan orang-orang Yahudi pada masa itu untuk mempraktikkan kasih, maka Yesus yang pertama mengajarkan kasih yang sejati sebagai kasih yang memberikan nyawa bagi sahabat-sahabatnya.

Sebelum Yesus hadir di dunia manusia yang jatuh ke dalam dosa tidak akan pernah memahami kasih yang sejati, mereka berada di bawah penghukuman dan kutuk karena dosa-dosa yang diperbuat.

Sekalipun mereka sudah membaca ribuan kali sepuluh perintah namun seperti apa praktiknya mengasihi Tuhan dan sesama yang sesungguhnya tidak pernah dipahami oleh manusia.

Kematian Yesus di atas kayu salib karena mengasihi manusia berdosa membuat mata kita terbuka mengenai kasih Allah yang sejati yang lebih dulu diberikan Allah kepada kita, bahkan ketika kita manusia masih berdosa.

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar–tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati–. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa”. 

Manusia harus mengalami kasih Allah terlebih dahulu sebelum mereka dapat mengasihi, kasih yang tak terhingga dari Allah menyebabkan manusia mampu untuk mengasihi sesamanya.

Bagaimana dengan saudara?

Sudahkah mengalami kasih Allah yang tak terhingga itu?

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.