Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang dilakukan oleh Diotrefes sehingga dia dipandang sebagai orang yang jahat?
Apa tanda orang yang dikenal Allah?
Tuntutan menjadi orang yang baik tidak begitu sering dilontarkan oleh pemimpin Kristen.
Karena menjadi orang yang “baik” juga merupakan anjuran umum dari banyak orang, yang berlaku juga secara umum, untuk semua orang, tanpa memandang agama dan latar belakang.
Lalu kebaikan apa yang membedakan umat Tuhan dengan kebaikan universal yang biasa dipahami oleh masyarakat luas?
Umat Tuhan selayaknya memiliki kebaikan universal yang dipahami oleh masyarakat umum dan yang berpadanan dengan nilai-nilai Alkitab.
Misalnya: rajin, sopan, jujur, disiplin, ulet dalam bekerja, tidak mudah menyerah, ringan tangan dalam menolong sesama yang membutuhkan, berintegritas (apa yang diucapkan sama dengan apa yang dikerjakan).
Lalu sifat-sifat baik apakah yang dapat ditemukan dalam Firman Tuhan, antara lain:
Kisah Para Rasul 11:24: “karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.” Orang baik adalah orang yang penuh dengan Roh Kudus, artinya yang hidupnya dipimpin oleh Roh dan yang bertindak dengan iman. Bukan orang sembrono yang bertindak sembarangan.
Efesus 5:8-9: “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.” Orang yang baik adalah orang yang hidup di dalam terang, tidak suka menyembunyikan perbuatan dosa, tidak bersikap munafik atau memakai topeng untuk menyembunyikan kesalahannya.
Titus 2:12: “Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini.” Orang baik adalah orang yang tidak hidup dengan nilai-nilai duniawi, misalnya mengejar kekayaan dan kesenangan duniawi. Orang baik dalam pandangan Tuhan, akan memprioritaskan untuk mencari apa yang Tuhan suka, bukan apa yang dia suka. Mereka juga akan hidup bijaksana, bersikap adil, senang beribadah atau bersekutu dengan saudara seiman.
Galatia 6:10: “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” Tuhan juga menginginkan agar kita menaruh perhatian khusus kepada saudara seiman, memperhatikan kebutuhan mereka, berdoa bagi mereka.
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang pengalamanmu dalam melakukan berbagai kebaikan. Baik di rumah, di gereja, di sekolah/kampus dan di tempat kerja
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Selama kita hidup bermasyarakat, kepada siapakah kita harus tunduk dan hormat?
Apa tujuan Allah sehingga kita perlu berbuat baik?
Allah adalah Allah yang Baik, Allah yang berlimpah kebaikan-Nya.
Dan Dia menginginkan agar umat tebusan-Nya pun menjadi umat yang baik.
Dan kita tentu tidak bisa mengatakan bahwa kita adalah orang yang baik, tanpa ada konfirmasi dari lingkungan dimana kita tinggal, bekerja dan beraktivitas.
1 Petrus 2:13-14 “Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.”
Tuhan menghendaki agar kita menjadi warga negara yang baik: tunduk kepada pemerintah, yang memegang kekuasaan eksekutif.
Tunduk kepada aparat penegak hukum: kepolisian, kejaksaan dan semua lembaga yudikatif.
Sekali pun tidak ada lembaga yang ideal, tetapi Tuhan lah yang menetapkan pemerintahan di sebuah negara.
Roma 13:1 “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.”
Jadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Kita jangan ragu untuk menghormati pemerintah, aparat penegak hukum.
Misalnya, jika sudah bekerja maka kita taat dalam membayar pajak.
Di jalan raya kita taat pada peraturan lalu lintas.
Misalnya tidak menjalankan kendaraan ketika lampu lalu lintas pada posisi Merah, sekali pun lalu lintas sepi di malam hari.
Di sekolah atau di kampus kita menghormati guru dan dosen yang mengajar kita.
Di tempat kerja kita menghormati atasan kita atau pemilik perusahaan dimana kita bekerja.
Efesus 6:5-6 “Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah.”
Dan kita tidak boleh lupa untuk menghormati dan mentaati orang tua kita, berbuat baik bagi mereka.
Efesus 6:1-3 “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.”
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang pengalamanmu dalam ketaatan terhadap pemerintah dan semua lembaga sekuler: sekolah, kampus, dan sebagainya.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Situasi apakah yang dialami oleh petani?
Apakah yang dimaksud dengan jejak yang mengeluarkan lemak?
Membaca ayat-ayat di atas maka kita melihat bahwa Allah adalah yang Baik, Allah yang Pemurah.
Ketika petani membajak sawah, Allah mengairi alur tanah yang dibajak, sehingga tanah menjadi lunak dan lebih mudah dibajak.
Kemudian tanah disiram oleh air hujan, sehingga tunas pun bertumbuh subur.
Sehingga akhirnya petani pun dapat memperoleh panen melimpah, dikatakan “lembah-lembah berselimutkan gandum, semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi”.
Ini adalah gambaran bahwa Allah adalah Bapa kita yang sungguh baik, Bapa yang murah hati, Bapa yang melimpahkan berkat bagi anak-anak-Nya.
Siapakah anak-anak-Nya, ya kita, umat yang telah ditebus dengan darah Anak-Nya yang pada bulan yang lalu kita memperingati kematian dan kebangkitan-Nya.
Allah itu baik karena Dia mengasihi kita dan menginginkan yang terbaik untuk kita.
Kebaikannya ditunjukkan melalui tindakannya terhadap kita.
Bahkan, kita melihat bukti kebaikan Tuhan setiap hari. Kita melihatnya pada matahari yang terbit setiap pagi, pada hujan yang turun dari langit, dan pada bunga-bunga yang bermekaran.
Kita sangat patut berterima kasih kepada Tuhan untuk setiap pemberian baik yang kita terima dari-Nya.
Tuhan adalah Bapa yang murah hati, memberikan pemberian yang baik kepada anak-anak-Nya.
Anugerah pemberian ini meliputi kesembuhan, perlindungan, damai sejahtera, sukacita, kekuatan, kebijaksanaan, dan banyak berkat lainnya.
Tuhan telah memberi kita lebih dari yang pantas kita terima.
Dia mengutus Putera-Nya untuk mati di kayu salib untuk dosa-dosa kita, dan membangkitkan Dia dari kematian.
Ini berarti bahwa kita tidak perlu lagi takut akan hukuman kekal dan kematian.
Sebaliknya, kita dapat hidup dengan keyakinan karena mengetahui bahwa Tuhan akan menjaga kita.
Ada begitu banyak ayat-ayat Alkitab tentang kebaikan Tuhan, selain dari yang sudah kita baca.
Dan oleh karenanya, layaklah bagi kita untuk melayani Bapa yang baik dan penuh kasih, yang setia menyediakan kebutuhan bagi umat-Nya di saat mereka membutuhkan.
Mazmur 103:8: “TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.”
Ratapan 3:25: “TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.”
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang pengalamanmu menerima kebaikan Tuhan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang dapat merasakan kelimpahan kebaikan-Nya?
Disembunyikan dimana orang-orang percaya terhadap persekongkolan orang-orang?
Apa itu perbantahan lidah? Bagaimana Allah melindungi orang percaya terhadap hal ini?
Apa yang dilakukan Allah pada waktu kesesakan orang percaya?
Saudara, Mazmur Daud ini adalah ungkapan syukur Daud, sekalipun Daud ada dalam kondisi-kondisi yang tidak mengenakkan di dalam kehidupannya.
Pergumulan, masa-masa yang sulit, dan keadaan yang tidak nyaman membuat Daud mengambil keputusan untuk senantiasa mengucap syukur.
Pengucapan syukur Daud ini keluar dari kepercayaan Daud akan kelimpahan kebaikan Allah baginya.
Kebaikan yang sejati datangnya dari Allah melalui karya Yesus di kayu salib membuat kita dapat merasakan secara nyata kasih Kristus dan lewat kasih itu kita menyadari dosa-dosa dalam diri kita.
Karena begitu besar kasih Allah, Kristus yang telah mati bangkit, dan kita yang mati bagi diri sendiri karena dosa, dibangkitkan dalam Kristus dan menjadi manusia yang baru.
Seperti bayi yang baru saja lahir merindukan air susu yang murni, demikian kita merindukan kebaikan-kebaikan Allah yang membawa kita dapat mengasihi Allah dan sesama.
Maka hanya kehidupan yang ada di dalam Kristus sajalah yang membuat memiliki pengertian akan kelimpahan kasih Allah. Hal inilah yang membuat kita kuat di dalam Allah.
Semua musuh kita, semuanya dimatikan ketika kita hidup dalam kelimpahan kasih Allah.
Dosa tidak lagi berkuasa dalam kita, karena kita memiliki kekuatan untuk melawan dosa.
Kita diselamatkan dari diri sendiri yang hidup dalam dosa, dan sekarang berjalan hidup dalam kebaikan-kebaikan Allah.
Bersyukur untuk kebaikan Allah yang kita terima, kita akan berikan juga kepada semua orang yang membutuhkan kasih Allah, sehingga orang lain juga mengalami dan merasakan kelimpahan kasih Allah melalui kehidupan kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Adakah hal-hal yang dapat membuat kita tidak mengalami kelimpahan kasih Allah? Dan bagaimana caranya hidup kita dapat memancarkan kebaikan Allah yang dapat dirasakan oleh banyak orang?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Dengan apa seorang muda menjaga kelakuannya bersih?
Mengapa perlu dengan segenap hati kita, kita mencari Tuhan?
Bagaimana cara supaya kita jangan berdosa terhadap Tuhan?
Apa yang harus dilakukan untuk kita berpegang kepada ketetapan-ketetapan Tuhan?
Saudara, Mazmur 119 adalah pasal terpanjang dalam Alkitab yang isinya mengungkapkan kasih yang sungguh luar biasa kepada Firman Allah yang tertulis.
Firman Allah yang isinya adalah janji-janji, ajaran, hikmat, dan kebenaran.
Bagaimana cara orang percaya mempertahankan kelakukan yang bersih?
Yaitu dengan menjaga sesuai dengan Firman Tuhan.
Bagaimana caranya?
Membuat keputusan yang tidak bisa diubah untuk tetap setia kepada Firman, menghafal Firman Tuhan, mengharapkan bimbingan dari Tuhan, terbuka kepada kebenaran Tuhan, senang dengan perkataan Tuhan, dan bersukacita untuk membaca, merenungkan dan melakukan Firman.
Dengan mempertahankan kelakuan yang bersih, kita dapat menjadi teladan dan memancarkan kehidupan ilahi bagi orang-orang di sekeliling kita.
Bagaimana hidup kita saat ini?
Dunia melalui sosial media menawarkan banyak cara supaya tubuh kita bisa terlihat bersih, dan cara-cara yang digunakan adalah cara-cara yang instan.
Firman Allah mengajarkan untuk hidup kita tetap bersih, tidak jatuh bangun dalam dosa, ada usaha-usaha untuk mencapainya yaitu dengan mencari Tuhan melalui Firman-Nya.
Hari ini, biarlah Firman Tuhan saja yang mengisi hati kita.
Firman Tuhan yang memberikan semangat dan pengharapan yang teguh di hati kita, serta Firman Tuhan memberi semangat dan motivasi kepada kita untuk memberitakan Firman kepada sesama kita.
Jadi, Firman Tuhan dan janji-janji Tuhan yang disimpan dalam hati, direnungkan setiap hari, dan diperkatakan dengan mulut, akan membawa perubahan yang radikal dalam hidup kita, sehingga kita mampu menjaga dan mempertahankan kelakuan hidup kita di hadapan Allah dan sesama.
Tuhan Yesus memberkati.
Mengapa bagi sebagian besar orang percaya masa kini, sulit sekali untuk menjaga kelakuan yang bersih sesuai Firman Tuhan, dan terjebak jatuh bangun dalam dosa?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Ada berapa jenis perabot di dalam rumah?
Perabot mana yang dipakai untuk maksud yang mulia, dan perabot mana yang dipakai untuk maksud yang kurang mulia?
Apa yang harus dilakukan oleh orang yang percaya supaya dapat dipakai untuk maksud yang mulia?
Apa tujuan perabot disucikan dan dikuduskan?
Saudara, di dalam gereja ada banyak “perabot”.
Ada perabot “untuk maksud yang mulia” yaitu orang percaya yang memisahkan diri dari kejahatan dan dengan teguh mempertahankan kebenaran yang sejati dan perabot untuk maksud “yang kurang mulia”, yaitu orang percaya yang berpaling dari kebenaran.
Orang percaya yang setia yang ingin berguna bagi Tuhan harus memisahkan diri dari semua hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan.
Kita yang dahulu adalah kita yang hidup di dalam dosa, melakukan segala sesuatu yang jahat di hadapan Allah.
Ini memberikan gambaran dari kehidupan lama kita, kehidupan kita yang di luar Tuhan, kehidupan yang memberontak pada Tuhan dan melakukan segala sesuatu yang bertentangan dengan Firman Tuhan.
Ketika kita percaya pada Kristus, kita dipanggil untuk meninggalkan kejahatan dan mengikuti jejak Tuhan Yesus.
Yesus telah menunjukkan pada kita bagaimana Ia menjadi perabot yang kudus yang dipakai untuk pekerjaan mulia, pekerjaan yang berasal dari Alah yang kudus, pekerjaan yang bernilai kekal dan sangat berharga bagi Allah.
Saudara dan saya ada di dalam Dia untuk maksud yang mulia yaitu untuk menggenapi firman-Nya di dalam kehidupan kita.
Hati kita yang dipenuhi dengan kasih Allah membuat kita menjadi perabot yang mulia untuk pekerjaan mulia bagi kemuliaan Allah.
Pekerjaan mulia itu adalah untuk membawa orang-orang kepada Kristus, menunjukkan kasih kebaikan Tuhan dan keselamatan yang pusatnya adalah Kristus.
Biarlah melalui hidup kita terpancar kehidupan ilahi Allah dimanapun kita berada. Tuhan Yesus memberkati.
Hanya ada 2 pilihan, maksud yang mulia dan maksud yang kurang mulia.
Apa keputusan dan komitmen yang harus dibuat ketika kita sudah mengambil sikap atas pilihan di atas?