Rabu, 26 Juli 2023

JANGAN MENINGGALKAN HIKMAT

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

Amsal 4:5-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Amsal 4:6.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimanakah caranya agar kita hidup dan senantiasa memperoleh hikmat?
  2. Menurut saudara apakah hikmat itu? Darimanakah kita dapat memperolehnya? Apakah yang kita peroleh melalui hikmat?
  3. Bagaimanakah sikap hati kita terhadap hikmat yang Tuhan berikan kepada kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhanlah yang memiliki hikmat dan orang-orang yang memiliki Allah pastilah mereka menjadi orang-orang yang memiliki hikmat dan hidup dalam pertimbangan dan pengertian.

”Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian.” (Ayub 12:13).

Hikmat itu adalah Allah sendiri yang kita kenal melalui anak-Nya Yesus Kristus dan setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah, itulah sebabnya pemazmur mengatakan: “Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.” (Mazmur 19:7).

Itulah sebabnya dari mulut kita dapat keluar perkataan-perkataan hikmat: ”Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum; Taurat Allahnya ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya tidak goyah.” (Mazmur 37:30-31).

Bahkan kita memiliki terang Tuhan dan mata yang bercahaya dimana selalu berjalan dalam jalan-jalan Tuhan. ”Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.” (Mazmur 19:8). ”Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mazmur 119:105).

Kita harus membangun sikap hati yang haus dan lapar akan Firman Tuhan dengan cara mencondongkan hati kita kepada Firman Tuhan.

”Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu, dan jangan kepada laba.” (Mazmur 119:36).

”Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir.” (Mazmur 119:112).

Tujuannya adalah agar kita tidak meninggalkan hikmat, karena Salomo memiliki hikmat Allah yang luar biasa namun pada akhirnya dia melihat kesia-siaan dari apa yang dia peroleh karena dia telah meninggalkan hikmat.

”Dan Allah memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut, sehingga hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala hikmat orang Mesir.” (1 Raja-raja 4:29-30).

”Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia-sia.” (Pengkhotbah 12:8).

Tuhan ingin agar hikmat yang Dia berikan kepada kita bertumbuh semakin mengenal Tuhan dan senantiasa hidup dalam takut akan Tuhan, sehingga kita tidak sedikitpun menjadi sombong dan meninggalkan hikmat seperti yang tertulis dalam Pengkhotbah 12:13 ”Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.”

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara membangun sikap hati yang benar terhadap Firman tuhan sehingga tidak meninggalkan hikmat dari Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Pengkotbah 9-12

Selasa, 25 Juli 2023

YESUS YANG MENJADI HIKMAT BAGI KITA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 Korintus 1:26-31

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah 1 Korintus 1:30.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Menurut ukuran manusia bagaimanakah keberadaan orang-orang Korintus ketika mereka dipanggil oleh Tuhan?
  2. Siapakah yang membuat jemaat di Korintus mengalami perubahan sehingga mereka memiliki hikmat Allah?
  3. Apakah tujuan Allah melakukan transformasi bagi jemaat di Korintus melalui Kristus Yesus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Jemaat di Korintus ketika dipanggil oleh Tuhan menurut ukuran manusia keadaan mereka tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh dan tidak banyak orang yang terpandang.

Namun ketika mereka percaya kepada Yesus Kristus maka mereka memiliki hikmat Allah karena keberadaan Yesus itu menjadi hikmat bagi mereka.

Akibatnya hidup mereka mengalami perubahan yang melampaui perubahan yang dialami orang-orang dunia yang mengandalkan hikmat dunia ini untuk mengalami perubahan.

Tujuannya adalah supaya dunia tahu bahwa hikmat dunia ini tidak ada yang bisa diandalkan tetapi hikmat Allahlah yaitu Yesus Kristus yang harus diandalkan yang membuat orang-orang bodoh menjadi berhikmat dan hikmat itu akan membawa mereka kepada pengenalan akan Tuhan dan pengenalan akan Tuhan itulah yang membuat mereka berubah.

Ketika kita berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita sehingga kita dibenarkan oleh Dia, dikuduskan dan ditebus oleh Dia.

Karena itu agar mengalami perubahan hidup maka kita perlu memiliki pemahaman yang sangat mendasar tentang Yesus Kristus bagi hidup kita dimana:

  1. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus maka kita pindah dari mati kepada hidup yang kekal, dosa diampuni dan kita menjadi milik-Nya karena kita telah ditebus oleh Yesus (1 Petrus 1:18-19).
  2. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus maka kutuk kemiskinan, kutuk kebodohan dan kutuk kegagalan telah dihancurkan sehingga kita memiliki hidup yang diberkati (Galatia 3:14, 2 Korintus 8:9);
  3. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus maka kita beroleh kesembuhan dari sakit penyakit dan kelemahan tubuh sehingga memiliki tubuh yang sehat (1 Petrus 2:23-24).

Dengan pemahaman yang benar terhadap Yesus Kristus inilah yang dapat membuat hidup kita berubah dan kita betul-betul menjadi ciptaan baru dan yang lama sudah menjadi baru, mengalami transformasi bahkan pengenalan kita terhadap Allah semakin bertumbuh sehingga hidup kita menjadi sama seperti Yesus, bertumbuh dari satu kemuliaan kepada kemuliaan.

”Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana Yesus telah menjadi hikmat bagi hidup saudara sehingga saudara mengalami perubahan hidup dalam segala hal.

Pembacaan Alkitab Setahun

Pengkotbah 5-8

Senin, 24 Juli 2023

ALLAH YANG MENYINGKAPKAN HAL-HAL TERSEMBUNYI

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

Daniel 2:19-22

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Daniel 2:22.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang menyingkapkan kepada Daniel tentang mimpi dari Nebukadnezar?
  2. Hal-hal apa sajakah yang Allah singkapkan bagi Daniel tentang mimpi Raja Nebukadnezar?
  3. Dalam bentuk apakah rahasia tersebut disingkapkan Allah bagi Daniel?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan memiliki hikmat dan kekuatan yang tidak terbatas dan hikmat-Nya itu diberikan kepada setiap orang yang percaya.

Hikmat tersebut untuk menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi karena di dalam Allah tidak ada kegelapan tetapi terang ada pada-Nya.

Hikmat Tuhan itu dapat dinyatakan-Nya lewat penglihatan dan mimpi.

Dan memang Tuhan telah berjanji bahwa hikmat-Nya itu akan dinyatakan kepada umat-Nya.

“Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.” (Yoel 2:28).

Dan Tuhan menggenapinya ketika Dia mencurahkan Roh Kudus-Nya kepada murid-murid-Nya.

Dan saat ini hal itu dapat kita alami ketika kita mengalami baptisan Roh Kudus.

Dan pengalaman baptisan Roh Kudus tersebut membuat kita dapat mengerti apa yang Tuhan karuniakan kepada kita.

”Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita” (1 Korintus 2:12), bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah yang Maha mengetahui itu dapat kita pahami.

”Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.” (1 Korintus 2:10), sehingga hal-hal yang supranatural akan Tuhan singkapkan bagi kita melalui Roh Kudus-Nya.

”Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Korintus 2:9).

Jadi tidak ada hal-hal yang tersembunyi yang tidak disingkapkan Allah bagi kepentingan kita dan gereja-Nya, tentang hidup kita, gereja dan bangsa kita dan dunia ini.

Tuhan ingin agar kita semakin mengasihi Dia karena hanya kepada orang-orang yang mengasihi Dialah Allah akan menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan rahasia seperti yang dialami oleh Daniel dan kerajaan Babel sehingga di tengah kegoncangan dunia ini kita dapat memahami maksud-maksud Allah lewat tanda-tanda zaman dan tentang kesudahan dunia ini sehingga kita tidak menjadi orang yang bodoh tetapi penuh hikmat Tuhan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami penyingkapan hal-hal tersembunyi dari Allah melalui pekerjaan Roh Kudus-Nya yang ada dalam diri saudara.

Pembacaan Alkitab Setahun

Pengkotbah 1-4

Minggu, 23 Juli 2023

TIDAK BERGANTUNG PADA HIKMAT MANUSIA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 Korintus 2:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah 1 Korintus 2:5.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dengan hikmat siapakah yang dibawa oleh Rasul Paulus ketika ia menghadapi dan menasehati jemaat di Korintus?
  2. Menurut saudara apakah isi dari hikmat Allah tersebut?
  3. Mengapa kita melayani, menasehati orang lain serta membangun rumah Kabar Baik harus dengan hikmat Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Dalam membangun dan menghadapi jemaat di Korintus seringkali Rasul Paulus mengalami ketakutan dan kegentaran.

Hal ini disebabkan karena jemaat di Korintus merasa mereka memiliki pengetahuan dan hikmat yang luar biasa.

Namun Allah menolong Rasul Paulus untuk menghadapi jemaat Korintus sehingga fokus daripada Rasul Paulus bukan kepada jemaat di Korintus tetapi fokus kepada Yesus Kristus yang sudah disalibkan.

Akibatnya dia memiliki hikmat Allah dalam membangun jemaat Tuhan di Korintus dan dalam menyampaikan kesaksian kepada orang-orang yang dilayaninya.

”Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!” (Kisah Para Rasul 18:9).

Jadi Rasul Paulus tidak bergantung dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan dari kemanusiaannya tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Allah dan Roh Kudus sehingga iman dari jemaat di Korintus tidak bergantung kepada hikmat manusia tetapi kepada kekuatan Allah.

Hal ini yang membuat jemaat Tuhan di Korintus semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.

Cara yang terbaik agar kita dapat berjalan dengan hikmat Allah dan bukan dengan hikmat manusia adalah senantiasa bergantung dengan Bapa serta dengar-dengaran akan instruksi Bapa seperti yang dialami oleh Tuhan Yesus.

”Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.” (Yohanes 12:49-50).

Itulah sebabnya kita harus lebih dalam lagi bersekutu dengan Firman Tuhan dan juga dengan Roh Kudus dengan cara menyediakan waktu bagi Tuhan serta membawa hati yang lemah lembut untuk dipenuhi oleh Firman Tuhan dan hati yang lapar dan haus akan Firman Tuhan.

Akibatnya kita menjadi pribadi yang mudah untuk dipimpin dan dipakai oleh Tuhan untuk berkata dan berjalan dengan hikmat Allah sehingga orang-orang yang berjumpa dengan kita dapat bertemu dan mengalami kasih Tuhan lewat perkataan, kesaksian serta pelayanan kita.

”Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.”  (I Yohanes 1:3).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara dapat berkata-kata dengan hikmat Allah dalam melayani orang dan dalam memberitakan Injil.

Pembacaan Alkitab Setahun

Amsal 30-31

Sabtu, 22 Juli 2023

SENANTIASA MENGINGAT AKAN PANGGILAN TUHAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 Petrus 1:10-15

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah 2 Petrus 1:10.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimanakah sikap kita terhadap panggilan dan pilihan Tuhan bagi kita?
  2. Apakah yang akan kita peroleh jika bersungguh-sungguh dalam panggilan Tuhan?
  3. Apakah yang harus dilakukan oleh Rasul Paulus bagi jemaat Tuhan agar panggilan Tuhan dapat diselesaikan dengan baik?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ketika kita masih hidup dalam dosa, Yesus telah mati untuk kita agar kita masuk dalam panggilan Tuhan.

Pada saat kita mengalami kelahiran kembali maka kita sepenuhnya menjadi milik Allah dan masuk serta hidup dalam panggilan Tuhan.

”Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” (1 Petrus 1:18-19).

”Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.” (1 Petrus 1:23).

Hal yang menjadi panggilan Tuhan bagi kita sehingga Dia memilih kita adalah:

  1. Hidup kita menjadi sama seperti Yesus Kristus dalam segala hal. Pikiran dan perasaan kita, tujuan hidup, perkataan dan perbuatan kita menjadi sama seperti Yesus. ”Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.” (Roma 8:29);
  2. Hidup kita untuk menceritakan perbuatan yang besar dan menjadikan bangsa-bangsa murid Yesus. ”Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” (1 Petrus 2:9). ”Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” (Matius 28:19).

Dalam perjalanan untuk mengerjakan dan menyelesaikan panggilan Allah ada banyak hal yang dapat mengalihkan perhatian kita, baik persoalan dan pergumulan pribadi, penderitaan, dan lain-lain, namun kita harus mengingat dan saling mengingatkan agar panggilan Allah bagi kita dapat kita selesaikan selama kita masih di dunia ini seperti nasehat Rasul Petrus kepada jemaat pendatang yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, dan Bitinia.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana caranya saudara senantiasa mengingat akan panggilan Tuhan sehingga rencana Allah semakin digenapi dalam hidup saudara.

Pembacaan Alkitab Setahun

Amsal 27-29

Jumat, 21 Juli 2023

ALLAH DI PIHAK KITA

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:31-39

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kalau Allah sudah memberikan yang paling berharga, yaitu Tuhan Yesus, apakah mungkin Dia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita?
  2. Apakah ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah?
  3. Allah di pihak kita, adakah yang dapat melawan kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,  atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 8:38-39).

Saudara, ketika Paulus menyatakan dia yakin, ini bukanlah keyakinan yang alamiah, atau keyakinan karena hasil analisa logika yang dalam.

Yakin yang dimaksud Paulus adalah keyakinan yang ditumbuhkan karena Allah yang sudah mempengaruhinya. 

Bukan keyakinan kaleng-kaleng, atau keyakinan semu tetapi keyakinan karena Allah yang sudah menaruhkan dalam hatinya.

Keyakinan Rasul Paulus itu sudah tertanam dengan kepastian.

Oleh karena itu, kita perlu memiliki keyakinan seperti Rasul Paulus.

Keyakinan seperti itu lahir dari persekutuan yang intim dengan Allah disertai perubahan pola pikir yang sungguh-sungguh.

Rasul Paulus memiliki keyakinan yang kokoh, bahwa Allah ada di pihak dia, dan bahwa Allah yang sudah menyerahkan yang paling berharga kepada kita, bagaimana mungkin tidak mengaruniakan yang lain-lain.

Saudara,  kita tidak dapat dipisahkan oleh apapun juga dari kasih Allah.

Kasih Allah akan terus menerus tercurah bagi kita, apapun keadaan kita.

Seterpuruk apapun hidup saudara, tidak sedetikpun kasih-Nya berhenti mengalir.

Seperti sungai yang tidak pernah berhenti mengalir, demikian kasih Allah kepada kita.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).

Dalam Alkitab Bahasa Yunani, kasih Allah dinyatakan dalam bentuk kata kerja, bukan kata benda seperti dalam Alkitab bahasa Indonesia.

Jadi kasih Allah adalah tindakan aktif Allah yang sudah terjadi dan pasti dampaknya sampai saat ini dan masa depan.

Kasih Allah terus bekerja sampai hari ini, bukan hanya mendatangkan keselamatan bagi setiap orang percaya, tetapi juga mendatangkan permbaruan yang terus menerus.  

Saudara, apapun keadaanmu hari ini, ingatlah kasih Allah terus mengalir.

Teruslah berharap kepada kasih Allah, sekalipun sepertinya tidak ada jalan keluar.

Kalau Allah di pihak kita, siapakah yang dapat mengalahkan saudara? 

Kalau kasih-Nya terus tercurah, apakah ada permasalahan yang lebih besar dari kasih Allah? Teruslah berharap.

Renungkanlah, apakah kasih-Nya pernah berhenti mengalir ? kalau tidak berhenti, teruslah berharap.

Pembacaan Alkitab Setahun

Amsal 24-26