ALLAH DI PIHAK KITA

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:31-39

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kalau Allah sudah memberikan yang paling berharga, yaitu Tuhan Yesus, apakah mungkin Dia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita?
  2. Apakah ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah?
  3. Allah di pihak kita, adakah yang dapat melawan kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,  atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 8:38-39).

Saudara, ketika Paulus menyatakan dia yakin, ini bukanlah keyakinan yang alamiah, atau keyakinan karena hasil analisa logika yang dalam.

Yakin yang dimaksud Paulus adalah keyakinan yang ditumbuhkan karena Allah yang sudah mempengaruhinya. 

Bukan keyakinan kaleng-kaleng, atau keyakinan semu tetapi keyakinan karena Allah yang sudah menaruhkan dalam hatinya.

Keyakinan Rasul Paulus itu sudah tertanam dengan kepastian.

Oleh karena itu, kita perlu memiliki keyakinan seperti Rasul Paulus.

Keyakinan seperti itu lahir dari persekutuan yang intim dengan Allah disertai perubahan pola pikir yang sungguh-sungguh.

Rasul Paulus memiliki keyakinan yang kokoh, bahwa Allah ada di pihak dia, dan bahwa Allah yang sudah menyerahkan yang paling berharga kepada kita, bagaimana mungkin tidak mengaruniakan yang lain-lain.

Saudara,  kita tidak dapat dipisahkan oleh apapun juga dari kasih Allah.

Kasih Allah akan terus menerus tercurah bagi kita, apapun keadaan kita.

Seterpuruk apapun hidup saudara, tidak sedetikpun kasih-Nya berhenti mengalir.

Seperti sungai yang tidak pernah berhenti mengalir, demikian kasih Allah kepada kita.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).

Dalam Alkitab Bahasa Yunani, kasih Allah dinyatakan dalam bentuk kata kerja, bukan kata benda seperti dalam Alkitab bahasa Indonesia.

Jadi kasih Allah adalah tindakan aktif Allah yang sudah terjadi dan pasti dampaknya sampai saat ini dan masa depan.

Kasih Allah terus bekerja sampai hari ini, bukan hanya mendatangkan keselamatan bagi setiap orang percaya, tetapi juga mendatangkan permbaruan yang terus menerus.  

Saudara, apapun keadaanmu hari ini, ingatlah kasih Allah terus mengalir.

Teruslah berharap kepada kasih Allah, sekalipun sepertinya tidak ada jalan keluar.

Kalau Allah di pihak kita, siapakah yang dapat mengalahkan saudara? 

Kalau kasih-Nya terus tercurah, apakah ada permasalahan yang lebih besar dari kasih Allah? Teruslah berharap.

Renungkanlah, apakah kasih-Nya pernah berhenti mengalir ? kalau tidak berhenti, teruslah berharap.

Pembacaan Alkitab Setahun

Amsal 24-26