Jumat, 21 Juli 2023

ALLAH DI PIHAK KITA

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:31-39

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kalau Allah sudah memberikan yang paling berharga, yaitu Tuhan Yesus, apakah mungkin Dia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita?
  2. Apakah ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah?
  3. Allah di pihak kita, adakah yang dapat melawan kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,  atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 8:38-39).

Saudara, ketika Paulus menyatakan dia yakin, ini bukanlah keyakinan yang alamiah, atau keyakinan karena hasil analisa logika yang dalam.

Yakin yang dimaksud Paulus adalah keyakinan yang ditumbuhkan karena Allah yang sudah mempengaruhinya. 

Bukan keyakinan kaleng-kaleng, atau keyakinan semu tetapi keyakinan karena Allah yang sudah menaruhkan dalam hatinya.

Keyakinan Rasul Paulus itu sudah tertanam dengan kepastian.

Oleh karena itu, kita perlu memiliki keyakinan seperti Rasul Paulus.

Keyakinan seperti itu lahir dari persekutuan yang intim dengan Allah disertai perubahan pola pikir yang sungguh-sungguh.

Rasul Paulus memiliki keyakinan yang kokoh, bahwa Allah ada di pihak dia, dan bahwa Allah yang sudah menyerahkan yang paling berharga kepada kita, bagaimana mungkin tidak mengaruniakan yang lain-lain.

Saudara,  kita tidak dapat dipisahkan oleh apapun juga dari kasih Allah.

Kasih Allah akan terus menerus tercurah bagi kita, apapun keadaan kita.

Seterpuruk apapun hidup saudara, tidak sedetikpun kasih-Nya berhenti mengalir.

Seperti sungai yang tidak pernah berhenti mengalir, demikian kasih Allah kepada kita.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).

Dalam Alkitab Bahasa Yunani, kasih Allah dinyatakan dalam bentuk kata kerja, bukan kata benda seperti dalam Alkitab bahasa Indonesia.

Jadi kasih Allah adalah tindakan aktif Allah yang sudah terjadi dan pasti dampaknya sampai saat ini dan masa depan.

Kasih Allah terus bekerja sampai hari ini, bukan hanya mendatangkan keselamatan bagi setiap orang percaya, tetapi juga mendatangkan permbaruan yang terus menerus.  

Saudara, apapun keadaanmu hari ini, ingatlah kasih Allah terus mengalir.

Teruslah berharap kepada kasih Allah, sekalipun sepertinya tidak ada jalan keluar.

Kalau Allah di pihak kita, siapakah yang dapat mengalahkan saudara? 

Kalau kasih-Nya terus tercurah, apakah ada permasalahan yang lebih besar dari kasih Allah? Teruslah berharap.

Renungkanlah, apakah kasih-Nya pernah berhenti mengalir ? kalau tidak berhenti, teruslah berharap.

Pembacaan Alkitab Setahun

Amsal 24-26

Kamis, 20 Juli 2023

PENGHARAPAN ANAK-ANAK ALLAH DALAM PENDERITAAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:18-30

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah maksudnya bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu?
  2. Apakah tujuan Allah bekerja dalam segala sesuatu?
  3. Kebaikan seperti apa yang Allah janjikan dalam penderitaan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28).

Rasul Paulus menyatakan dengan sebuah kepastian dari pengalamannya, bahwa Allah selalu dan terus menerus secara aktif bekerja dalam kehidupan orang Kristen.

Kitapun pasti sepakat dengan Rasul Paulus, berdasarkan firman Tuhan dan pengalaman pribadi kita, bahwa Allah selalu campur tangan dalam kehidupan kita, sekalipun terkadang baru menyadarinya setelah lama berlalu.

Oleh karena itu, seperti Rasul Paulus, frasa “kita tahu sekarang”  atau kita sudah mengetahuinya, seharusnya menjadi perkataan kita juga.

Kita memiliki pengetahuan firman yang dalam dan pengalaman menghidupi firman itu dalam kehidupan sehari-hari.

Saudara, dalam kalimat Allah turut bekerja, Paulus menggunakan kalimat present indikatif aktif.

Jadi, Allah pasti dan terus menerus bekerja.

Jadi bukan hanya pernah terjadi atau akan terjadi, tetapi sekarang dan yang akan datang Allah pasti turut bekerja dengan sangat perhatian dalam segala sesuatu yang terjadi pada kita.

Maksud segala sesuatu, ya segala yang terjadi pada kehidupan kita, baik yang mendatangkan sukacita ataupun dalam penderitaan, saat sehat ataupun sakit, saat dipuji ataupun saat direndahkan.

Pokoknya dalam segala keadaan Allah turut bekerja.

Tujuan Allah memberikan perhatian yang dalam kehidupan kita dan turut bekerja atau campur tangan mempunyai tujuan, yaitu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Apapun yang sedang kita alami, apakah penderitaan karena perbuatan baik, atau penderitaan karena kesalahan kita, Allah pasti campur tangan.

Dia mengubahkan segala sesuai menjadi baik. Yang sudah baik menjadi lebih baik, dan yang tidak baik Allah jadikan kebaikan untuk kita.

Inilah pengharapan kita yang pasti dalam penderitaan.

Ketika ada orang yang melempar kita dengan batu, Allah sanggup mengubahkan batu menjadi roti.

Ketika ada orang yang memfitnah kita, Allah sanggup mengubahkannya menjadi pujian bagi kita.

Ketika ada orang yang  merugikan kita, Allah sanggup mengubahkannya menjadi hikmat keuangan bagi kita. 

Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana supaya memiliki kepastian atau keyakinan penyertaan Allah.

Pembacaan Alkitab Setahun

Amsal 22-23

Rabu, 19 Juli 2023

MENDERITA SEBAGAI PRAJURIT KRISTUS

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 TIMOTIUS 2:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang dimaksud dengan prajurit Kristus?
  2. Mengapa seorang prajurit  harus mengalami penderitaan?
  3. Penderitaan apa yang harus dialami prajurit?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.(2 Timotius 2:3-4).

Rasul Paulus memberikan perintah kepada anak rohaninya untuk ikut Yesus dengan sungguh-sungguh, seperti dia sudah mengikuti Tuhan Yesus.

Pertama dia memberikan contoh seperti seorang prajurit, yang harus menderita.

Kedua seperti olahragawan dalam hal disiplin. Dan bekerja keras seperti seorang petani.

Mengapa seorang prajurit harus menderita? Seorang prajurit yang sedang berperang tidak boleh terganggu oleh hal-hal pribadi, termasuk kepentingan keluarga yang ditinggalkannya saat maju ke medan perang. 

Prajurit harus konsentrasi sepenuhnya pada perintah komandannya.

Kegagalan dia dalam konsentrasi kepada perintah komandan dapat membahayakan nyawanya sendiri dan nyawa prajurit lainnya.

Oleh karena itu, sekalipun ada anggota keluarga sedang mengalami sakit di rumah, prajurit di medang perang  harus melupakan sementara.

Hidupnya sepenuhnya harus diatur oleh sang komandan.

Bukan hanya itu, dia harus siap sedia berkorban saat diperintahkan maju menyerang musuh.

Saat tidak berperang pun seorang prajurit juga harus terus disiplin berlatih, supaya selalu fit untuk berperang.

Saudara,  menjadi pengikut Yesus  mirip menjadi seorang prajurit.

Kita harus mengikuti sepenuhnya arahan komandan kita, Tuhan Yesus.

Kita harus rela menanggalkan segala kepentingan atau agenda pribadi supaya Dia disenangkan. 

Kita harus rela mendisiplinkan kehidupan rohani kita, supaya senantiasa siap sedia saat dibutuhkan untuk melayani.  

Latihan ibadah adalah Latihan yang terus menerus harus dilakukan.

Sementara teman-teman kita bisa bersenang-senang dengan hidupnya, kita harus melatih hidup kita supaya menjadi prajurit Kristus yang selalu siap melayani perintah komandan kita.

Diskusikan dalam kelompok PA saudara, contoh-contoh prajurit Kristus mendisiplinkan diri.

Pembacaan Alkitab Setahun

Amsal 19-21

Selasa, 18 Juli 2023

MENDERITA KARENA BERBUAT BAIK

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 PETRUS 2:20-23

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dimaksud penderitaan karena  berbuat baik?
  2. Apakah penderitaan disebabkan oleh dosa?
  3. Mengapa penderitaan karena berbuat baik disebut kasih karunia?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.(1 Petrus 2:20).

Rasul Petrus menyebutkan bahwa menderita karena berbuat baik atau karena nama Tuhan adalah kasih karunia.

Tidak semua orang Kristen menderita aniaya karena nama Tuhan.  

Kalaupun harus menderita, itu adalah kasih karunia.

Seperti Tuhan Yesus yang telah memberikan teladan, Dia mengalami penderitaan untuk kita.

Bahkan Murid-murid Tuhan Yesus juga mengalami penderitaan, bahkan mereka mati sebagai martir, kecuali Yohanes.

Saudara, penderitaan menurut Rasul Petrus ada dua jenis: penderitaan yang disebabkan karena dosa dan penderitaan karena buat baik.

Penderitaan karena dosa, misalnya karena seseorang terlilit hutang karena gaya hidup yang boros.

Akibatnya harus berhadapan dengan penagih hutang.

Penderitaan karena berbuat baik, misalnya karena pemberitaan Injil.  

Menderita karena berbuat baik bukan hanya aniaya karena Injil.

Kalau saudara mengorbankan harta karena Tuhan untuk kepentingan pelayanan misi, dan karena itu harus hidup dengan segala kekurangan, itupun bagian dari penderitaan baik.

Penderitaan yang demikian menurut Rasul Petrus layak dipuji.

”Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.”(Filipi 1:29).

Diskusikan dengan pembimbingmu, sekiranya ada penderitaan karena kesalahan yang harus segera diperbaiki.

Pembacaan Alkitab Setahun

Amsal 16-18

Senin, 17 Juli 2023

ALLAH YANG MENGUATKAN KITA DALAM PENDERITAAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 PETRUS 5:6-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang menyebabkan penderitaan?
  2. Apakah yang harus dilakukan supaya dapat melawan tipu muslihat iblis?
  3. Apakah yang akan dilakukan Allah saat kita menderita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.” (1 Petrus 5:8-9).

Penderitaan adalah bagian dari kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Sejak gereja ada  di bumi, sudah akrab dengan penderitaan.

Pada masa itu, gereja di aniaya oleh orang-orang Yahudi dan kemudian para penguasa.

Oknum dibalik penderitaan jemaat itu adalah iblis, yang dengan segala tipu dayanya terus menerus mencoba menghancurkan iman orang percaya.

Ketika Rasul Petrus mengirim suratnya kepada jemaat tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, saat itu jemaat sedang mengalami aniaya. 

Petrus menyebut mengapa Allah mengizinkan penganiayaan: “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.” (1 Petrus 1:7).

Dalam penderitaan umat-Nya, Allah selalu hadir untuk memberi kekuatan.

Bagaimana dengan aniaya pada zaman modern.

Memang masih terjadi aniaya kepada orang Kristen di seluruh dunia.

Dari aniaya yang ringan dalam bentuk diskriminasi sampai pada aniaya fisik.

Dari pelarangan ibadah sampai dengan pembakaran gereja.

Tahukah saudara, penganiayaan yang paling berbahaya adalah penganiayaan yang tidak disadari oleh orang percaya! Orang dianiaya tetapi tidak merasa dianiaya.

Saat ini gereja sedang dianiaya oleh cara hidup dunia yang penuh dengan kedagingan yang disebarluaskan dan dipromosikan secara gencar melalui media sosial di handphone masing-masing pribadi jemaat.

“tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja”,(2 Petrus 2:7).

Saudara, berhati-hatilah dengan aniaya jenis ini. Kita harus berani menutup mata dan telinga dari godaan dunia melalui media sosial.

Media sosial dapat menjadi alat untuk menyampaikan kabar baik, juga dapat  menjadi alat iblis untuk menipu orang percaya.

Pilihlah dengan hati-hati apa yang akan kita lihat dan dengar dari media sosial.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya supaya dapat terhindar dari penganiayaan yang berasal dari media sosial, terutama internet.

Pembacaan Alkitab Setahun

Amsal 13-15

Minggu, 16 Juli 2023

MENDERITA BERSAMA DIA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:15-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Roh apa yang menyebabkan kita takut?
  2. Roh apa yang kita terima? Apa akibat kita menerima Roh itu?
  3. Apa yang kita katakan sejak kita menerima Roh yang dianugerahkan itu?
  4. Kalau kita jadi anak-anak Allah maka apa yang kita peroleh karena itu?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara yang kekasih, karena kasih karunia kamu diselamatkan, itu bukan hasil usahamu.

Itu adalah pemberian Allah.

Keselamatan adalah anugerah Allah kepada orang yang percaya kepada Yesus Kristus.

Kepada mereka yang percaya dan menerima Yesus dianugerahkan Roh Kudus:

Efesus 1:13-14 ”Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”

Roh Kudus dianugerahkan kepada orang percaya sebagai meterai bahwa kita adalah milik Allah dan kita adalah anak-anak Allah.

Ketika kita semakin bertumbuh maka Roh Kudus berfungsi dalam hidup kita:

Yohanes 14:26-28 ”tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.”

Saudara, Roh Kudus adalah Roh Allah di sebut juga Roh Kristus.

Oleh iman kita, Roh Kudus tinggal di dalam kita sebagai penolong, penghibur, penjaga (pelindung) yang membungkus kita, pengajar dan yang selalu mengingatkan kita tentang apa yang Yesus telah katakan.

Yohanes 10:27-30 ”Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.”

Saudara, seorang penafsir mengatakan bahwa tidak ada seorangpun dapat merebut mereka dari genggaman Bapa-Ku, jadi fungsi dari Roh Allah itu juga menggenggam sama dengan pelindung (menjaga).

Fungsi ketiga dari Roh Allah itu yaitu memberi pengurapan atau kuasa:

Kisah Para Rasul 1:8 ”Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Fungsi yang keempat adalah Dia berkeinginan untuk memimpin kita :

Galatia 5:25 ”Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh”

Saudara, ketika kita dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita sepenuhnya kita berjalan dalam kehendak-Nya, sehingga apapun yang Bapa rencanakan akan terwujud oleh pekerjaan Roh Kudus melalui orang-orang percaya yang dipimpin-Nya:

Filipi 1:29 ”Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia”

Roma 8:17 “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”

Saudara, itulah yang diinginkan oleh rasul Paulus:

Filipi 3:7-11 ”Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.”

Saudara, rasul Paulus menginginkan dibangkitkan dari antara orang mati, apa maksudnya? Apakah orang percaya yang lain tidak dibangkitkan pada akhir zaman?

Ketika saya terus belajar maka saya temukan ada wahyu Yesus yang di tulis oleh rasul Yohanes:

Wahyu 6:10-11 ”Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: “Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?” Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.”

Jadi saudara, Tuhan terus mencari pelayan-pelayan yang rela menderita bahkan yang rela di bunuh karena Injil Kristus, Firman Kristus, dan karena nama Yesus Kristus.

Dan memang kenyataannya bahwa ada kebangkitan yang pertama. Inilah kebangkitan yang dirindukan oleh Rasul Paulus:

Wahyu 20:4-6 ”Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya”

Dari wahyu Yesus yang di tuliskan oleh rasul Yohanes dalam kitab Wahyu, jelas ada kebangkitan orang mati yang pertama yang dirindukan oleh rasul Paulus yang juga dia tulis dalam Roma 8:17 dan juga dalam Filipi 3:10-11.

Semoga bermanfaat pengertian ini pagi ini.

Haleluya, Puji Tuhan, Amen!

Apakah ada anak-anak Tuhan yang tidak ikut memerintah dalam kerajaan seribu tahun, siapakah mereka itu?

Pembacaan Alkitab Setahun

Amsal 10-12