ALLAH YANG MENGUATKAN KITA DALAM PENDERITAAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 PETRUS 5:6-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang menyebabkan penderitaan?
  2. Apakah yang harus dilakukan supaya dapat melawan tipu muslihat iblis?
  3. Apakah yang akan dilakukan Allah saat kita menderita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.” (1 Petrus 5:8-9).

Penderitaan adalah bagian dari kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Sejak gereja ada  di bumi, sudah akrab dengan penderitaan.

Pada masa itu, gereja di aniaya oleh orang-orang Yahudi dan kemudian para penguasa.

Oknum dibalik penderitaan jemaat itu adalah iblis, yang dengan segala tipu dayanya terus menerus mencoba menghancurkan iman orang percaya.

Ketika Rasul Petrus mengirim suratnya kepada jemaat tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, saat itu jemaat sedang mengalami aniaya. 

Petrus menyebut mengapa Allah mengizinkan penganiayaan: “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.” (1 Petrus 1:7).

Dalam penderitaan umat-Nya, Allah selalu hadir untuk memberi kekuatan.

Bagaimana dengan aniaya pada zaman modern.

Memang masih terjadi aniaya kepada orang Kristen di seluruh dunia.

Dari aniaya yang ringan dalam bentuk diskriminasi sampai pada aniaya fisik.

Dari pelarangan ibadah sampai dengan pembakaran gereja.

Tahukah saudara, penganiayaan yang paling berbahaya adalah penganiayaan yang tidak disadari oleh orang percaya! Orang dianiaya tetapi tidak merasa dianiaya.

Saat ini gereja sedang dianiaya oleh cara hidup dunia yang penuh dengan kedagingan yang disebarluaskan dan dipromosikan secara gencar melalui media sosial di handphone masing-masing pribadi jemaat.

“tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja”,(2 Petrus 2:7).

Saudara, berhati-hatilah dengan aniaya jenis ini. Kita harus berani menutup mata dan telinga dari godaan dunia melalui media sosial.

Media sosial dapat menjadi alat untuk menyampaikan kabar baik, juga dapat  menjadi alat iblis untuk menipu orang percaya.

Pilihlah dengan hati-hati apa yang akan kita lihat dan dengar dari media sosial.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya supaya dapat terhindar dari penganiayaan yang berasal dari media sosial, terutama internet.

Pembacaan Alkitab Setahun

Amsal 13-15