Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah orang yang diselamatkan?
Apa yang dirasakan orang yang membawa kabar baik? (ayat 15)
Seorang penulis Kristen latar belakang muslim yang bernama Nabeel Qureshi (Alm) pernah berkata kalau kita orang Kristen tetapi tidak memberitakan Injil, ada 2 kemungkinan.
Pertama, kita tidak pernah benar-benar percaya bahwa keselamatan ada di dalam Yesus.
Kedua, kalian tidak peduli bila saya “Nabeel” binasa karena tidak pernah mendengar Injil.
Pada umum memang lebih mudah memberitakan Injil kepada orang-orang Kristen “yang belum lahir baru” karena mereka sudah tidak asing dengan nama Yesus.
Hal ini tentunya berbeda, jika memberitakan Injil kepada tetangga kita, teman-teman kantor kita, pimpinan kita, rekan bisnis kita atau orang-orang di luar sana, ada risiko dianggap “pelanggaran hukum” yang dapat kita terima karena label “kristenisasi”.
Peristiwa-peristiwa persekusi dan ketidakadilan karena sebagai minoritas membuat kita enggan, bahkan tidak berani memberitakan Nama Yesus itu kepada mereka.
Tetapi apakah kendala, resiko dan konsekuensi yang mungkin kita akan hadapi, membuat kita tidak berani memberitakan kabar baik untuk mereka?
Perlu sekali kita meminta pertolongan Roh Kudus, agar kita memiliki belas kasihan dan hikmat dari Dia untuk memberitakan kabar baik itu, jangan sampai resiko dan penolakan pemberitaan injil terjadi karena cara dan waktu kita yang salah dalam menyampaikannya.
Dan apabila kita sudah memberitakannya dengan cara yang benar, waktu yang tepat dengan meminta tuntunan Roh Kudus, namun kita masih saja mengalami penolakan, persekusi bahkan aniaya karena pemberitaan itu, maka kita mengetahui bahwa, kitab Yohanes 15:18-19 sudah menuliskan kepada kita “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.”
Bahkan kita di sebut orang yang berbahagia, jika kita mengalami penolakan, persekusi, ketidakadilan, aniaya, penderitaan, seperti yang di catat dalam injil Matius 5:9-12.
Sesuai dengan pembacaan alkitab kita diatas, dalam kitab Roma 10:14b“Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?”
Mereka, orang yang belum percaya membutuhkan kabar baik dari perbuatan dan mulut kita orang percaya. Mereka butuh Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup mereka.
Sudah berapa banyak orang yang kita beritakan kabar baik selama tahun 2023 ini? Diskusikan dengan kelompok PA atau teman persekutuanmu, adakah hal yang membuat kita takut untuk memberitakan kabar baik itu? Jika ada bagaimana cara menghadapinya?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Dari mana kita mewarisi cara hidup kita yang sia-sia?
Dengan apa kita ditebus dari cara hidup kita yang sia-sia?
Siapa yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati?
Bagaimana kita dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus dan ikhlas?
Apakah cara hidup yang sia-sia seperti disebutkan dalam perikop yang kita baca hari ini?
Cara hidup yang sia-sia dapat berupa filsafat-filsafat dunia yang tidak sesuai dengan kebenaran Tuhan, dapat juga berupa adat atau budaya dengan berbagai tradisi yang membawa kita menjauh dari kehidupan yang benar atau segala keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup yang berasal dari kedagingan kita dan membawa kita kepada gaya hidup yang gelap jauh dari terang Firman Tuhan.
Materialisme membawa kepada kita begitu fokus memperhatikan benda atau materi sehingga menahan kita dari kehidupan yang memprioritaskan pertumbuhan manusia rohani.
Materialisme membuat kita bekerja demi segala hal yang berupa materi sehingga kita melupakan manusia rohani yang memerlukan makanan rohani yang sehat, komunitas rohani yang sehat dan juga pelayanan sebagai bagian dari pertumbuhan manusia rohani.
Narsisisme membuat orang hanya fokus kepada diri sendiri secara berlebihan, memberikan penghargaan “tak terbatas” kepada diri sendiri sehingga semuanya hanya demi kepentingan diri sendiri saja, membuat kita mengabaikan kehidupan orang lain yang seharusnya kita perhatikan.
Adat istiadat dan budaya yang tidak sesuai dengan kebenaran Tuhan juga bisa merupakan bagian dari cara hidup yang sia-sia yang kita warisi dari nenek moyang kita.
Kita memang perlu melestarikan hal-hal baik dari orang tua hingga nenek moyang kita, mereka memiliki pengalaman hidup yang dapat diajarkan agar kita generasi saat ini tidak perlu terjebak dalam kesalahan yang pernah dilakukan oleh mereka.
Namun kita harus memilah juga budaya atau adat istiadat yang dapat membuat kita kompromi dengan hal-hal yang salah atau bahkan hal-hal gelap yang diwarisi dari budaya nenek moyang kita.
Saudara, Kristus telah mati demi menebus kita dari cara hidup sia-sia yang telah berlangsung turun temurun dari generasi ke generasi bahkan juga gaya hidup mengikuti filsafat modern yang salah pada masa kini maupun mungkin pada masa yang akan datang.
Ingatlah bahwa ketika kita mengaku Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat dalam hidup kita, itu berarti kita memutuskan untuk hidup dalam gaya hidup Kerajaan Allah. Kita tidak bisa hidup dengan gaya hidup dunia sementara hari minggu kita beribadah, diajarkan dan mengerti bagaimana gaya hidup Kerajaan Allah itu.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang Paulus ingatkan kepada jemaat Korintus dalam perikop yang kita baca?
Apa yang membuat kita diselamatkan?
Apa yang menjadi alasan kematian Kristus?
Apakah Kristus telah dibangkitkan?
Kristus telah mati karena dosa kita, kalimat ini mungkin telah sering kita dengar, namun seringkali kita melupakan bahwa ada banyak orang yang belum tentu pernah mendengar berita ini dengan benar.
Informasi apapun saat ini memang mudah kita dapatkan, internet membuat kita gampang mencari informasi yang kita butuhkan, namun kita harus mengakui bahwa apa yang kita cari seringkali hanya informasi yang kita inginkan atau yang kita minati saja.
Sekalipun orang belum percaya melihat tulisan tentang Yesus bisa jadi mereka akan lewati begitu saja, karena bagi orang dunia nama Yesus mungkin tidak penting bagi mereka.
Sekalipun dunia informasi telah sedemikian maju namun Tuhan tetap mempercayakan berita Injil kepada kita orang-orang percaya.
Kita mungkin pernah mendengar kesaksian bagaimana orang dunia mengalami perjumpaan rohani secara supranatural sehingga mereka menjadi orang percaya, namun jumlah ini tidak banyak.
Tuhan rindu menggunakan kita sebagai murid-muridNya menjadi saksiNya yang memberitakan bahwa bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa manusia.
Orang-orang dunia mulai tertarik dengan berita di internet yang mereka lihat tentang Yesus karena pernah mendengar atau melihat kehidupan kita sebagai rekan kerja, sebagai teman, sebagai atasan pernah menyampaikan kabar baik tentang Injil yang menyelamatkan.
Saudara, mari kita memliki suatu kesadaran bahwa sewaktu-waktu kita harus siap memberitakan injil kepada orang-orang disekitar kita karena berita bahwa Kristus telah mati bagi dosa-dosa manusia adalah bukti keseriusan dan kasih Tuhan untuk menebus manusia dari kehidupan mereka yang sia-sia.
Pengorbanan Yesus diatas kayu salib bukanlah suatu peristiwa sejarah biasa tentang penyiksaan dan kematian manusia, tapi suatu berita yang penuh kuasa untuk mengembalikan manusia kepada kemuliaan yang telah Bapa sediakan sejak semula.
Mari kita mengingat selalu bahwa ketika berita ini disampaikan dengan otoritas ilahi maka tidak hanya akan memulihkan kehidupan orang tersebut tetapi juga menyelamatkannya dari kematian kekal.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Hal apa yang menyebabkan rasul Paulus ingin sekali berkunjung ke Roma?
Orang benar akan hidup oleh apa?
Rasul Paulus adalah penulis kitab Roma, Paulus menulis tiga belas surat kiriman.
Empat belas jika Kitab Ibrani juga dihitung.
Kitab Ibrani oleh banyak teolog diyakini juga ditulis oleh rasul Paulus.
Dalam penyusunan kitab di Alkitab, kitab Roma diletakkan di posisi pertama di antara surat-surat kiriman Paulus.
Hal ini bukan karena kitab Roma adalah yang ditulis paling awal, tetapi karena kitab Roma ditulis lebih sistematis dibandingkan kitab yang lain.
Konten atau isinya lebih seperti esai teologis yang rumit daripada sebuah surat kiriman.
Penekanannya pada doktrin Kristen.
Jumlah dan pentingnya tema teologis yang disinggung sangat lengkap.
Kitab Roma membahas berbagai doktrin, antara lain: dosa dan kematian, keselamatan, anugerah, iman, kebenaran, pembenaran, pengudusan, penebusan dan kebangkitan.
Tentang Injil, rasul Paulus menuliskan dengan jelas, di antaranya seperti yang telah kita baca: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”(Roma1:16).
Injil disebut sebagai kekuatan Allah, sarana Allah yang sangat kuat untuk menyelamatkan baik orang Yahudi maupun orang-orang non-Yahudi, termasuk kita.
Ya, untuk itulah Allah mengutus Yesus untuk lahir di bumi hingga mati dan bangkit.
Tentang Injil Keselamatan, Paulus dengan sangat jelas menuliskan di kitab Roma10:9“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”
Pengertian ini sangatlah jelas, tanpa perlu interpretasi yang rumit, maka setiap orang yang mau percaya, mereka akan diselamatkan.
Firman Tuhan pendukung doktrin tentang keselamatan jiwa dalam kitab Roma:
Semua orang telah berdosa yaitu Roma 3:23”Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,”
Upah dosa adalah maut atau kematian kekal yaitu Roma 6:23”Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
Jadi yang dibutuhkan adalah iman untuk mempercayai apa yang Tuhan janjikan.
Dan itu semua dengan jelas tertulis di Alkitab. Kita hanya perlu percaya dan beriman.
Tentu bukan malah berdebat tentang apa yang kita percaya. Karena tanpa intervensi Roh Kudus, orang tidak mungkin bisa percaya, jadi kita tidak perlu berdebat untuk meyakinkan orang tentang kebenaran Injil.
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang pengalamanmu memberitakan Injil Keselamatan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa sajakah yang harus dibuang?
Siapakah yang dimaksud dengan batu penjuru?
1 Petrus 2:9”Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:”
Ini adalah pernyataan yang menakjubkan yang ditulis oleh rasul Petrus.
Ayat ini menyatakan bahwa kita sebagai umat yang telah ditebus, disebut sebagai imamat yang Rajani.
Kita dikategorikan sebagai imam sekaligus sebagai “raja”.
Kita juga dikatakan sebagai bangsa yang kudus.
Dan tentang hidup kudus, rasul Petrus menulis di ayat 1: “Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.”
Tuhan ingin agar umatNya ikut serta dalam “memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia”, artinya kita bersaksi untuk memberitakan Kabar Baik.
Namun pelayanan atau kesaksian kita itu tidak akan efektif kalau kita mengabaikan ayat satu tentang perintah untuk hidup kudus, yaitu:
Buanglah segala kejahatan: apa pun bentuk kejahatan, baik kejahatan berupa pelanggaran hukum yang ditetapkan pemerintah maupun kejahatan yang adalah pelanggaran hukum Allah.
Segala tipu muslihat: buang dan jangan melakukan tipu muslihat apa pun dan kepada siapa pun.
Segala macam kemunafikan: buanglah perilaku orang munafik. Orang munafik adalah orang yang bermuka dua, berbeda antara ucapan dan tindakan. Termasuk berpura-pura menjadi orang yang baik, tetapi perilakunya akan berbeda jika tidak ada yang melihat.
Kedengkian: jangan berlaku dengki. Dengki adalah perilaku yang didasari iri hati, orang yang dengki, mereka tidak senang melihat orang lain berbahagia.
Fitnah: jangan memfitnah. Fitnah adalah perkataan bohong yang bertujuan untuk memberikan stigma negatif kepada orang lain.
Tuhan ingin agar kita memiliki hati yang mengasihi Tuhan dan mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang. Dan itu bisa dimulai dengan menjaga hidup kita kudus dan menjauhi segala bentuk kejahatan.
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang makna kekudusan dan bagaimana menerapkannya di masa kini.