MEMBERITAKAN PERBUATAN BESAR TUHAN

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 PETRUS 2:1-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa sajakah yang harus dibuang?
  2. Siapakah yang dimaksud dengan batu penjuru?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

1 Petrus 2:9  ”Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:”

Ini adalah pernyataan yang menakjubkan yang ditulis oleh rasul Petrus.

Ayat ini menyatakan bahwa kita sebagai umat yang telah ditebus, disebut sebagai imamat yang Rajani.

Kita dikategorikan sebagai imam sekaligus sebagai “raja”.

Kita juga dikatakan sebagai bangsa yang kudus.

Dan tentang hidup kudus, rasul Petrus menulis di ayat 1: “Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.”

Tuhan ingin agar umatNya ikut serta dalam “memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia”, artinya kita bersaksi untuk memberitakan Kabar Baik.

Namun pelayanan atau kesaksian kita itu tidak akan efektif kalau kita mengabaikan ayat satu tentang perintah untuk hidup kudus, yaitu:

  1. Buanglah segala kejahatan: apa pun bentuk kejahatan, baik kejahatan berupa pelanggaran hukum yang ditetapkan pemerintah maupun kejahatan yang adalah pelanggaran hukum Allah.
  2. Segala tipu muslihat: buang dan jangan melakukan tipu muslihat apa pun dan kepada siapa pun.
  3. Segala macam kemunafikan: buanglah perilaku orang munafik. Orang munafik adalah orang yang bermuka dua, berbeda antara ucapan dan tindakan. Termasuk berpura-pura menjadi orang yang baik, tetapi perilakunya akan berbeda jika tidak ada yang melihat.
  4. Kedengkian: jangan berlaku dengki. Dengki adalah perilaku yang didasari iri hati, orang yang dengki, mereka tidak senang melihat orang lain berbahagia.
  5. Fitnah: jangan memfitnah. Fitnah adalah perkataan bohong yang bertujuan untuk memberikan stigma negatif kepada orang lain.

Tuhan ingin agar kita memiliki hati yang mengasihi Tuhan dan mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang. Dan itu bisa dimulai dengan menjaga hidup kita kudus dan menjauhi segala bentuk kejahatan.

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang makna kekudusan dan bagaimana menerapkannya di masa kini.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 18-20