Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa bukti kita mengasihi Allah?
Mengapa perintah-perintah Allah tidak berat bagi mereka yang percaya?
Apa yang mengalahkan dunia?
Siapa yang mengalahkan dunia?
Saudara yang kekasih, ketika kita menyadari bahwa Allah Bapa mengasihi kita pada saat kita masih berdosa, maka kita akan sangat berterima kasih kepada Bapa dan apabila kita juga diberitahu bahwa bukan kita yang memilih Allah, tetapi Yesuslah yang memilih kita.
Roma 5:8”Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Yohanes 15:16”Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”
Tuhan yang memilih kita dan Dia berpihak kepada kita, maka Rasul Paulus mengatakan:
Roma 8:31”Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”
Roma 8:33-35”Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?”Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?”
Roma 8:37-39 ”Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
Dari penjelasan Firman Tuhan dan tulisan-tulisan Paulus maka kita tahu bahwa ketika kita menjadi percaya, maka kita di anugerahkan iman dan Roh Kudus.
Sejak saat itu, Tuhan Allah berkenan kepada kita dan kita juga menjadi anak-anak Allah juga kepada kita di beri kuasa supaya menjadi anak-anak Allah. Yohanes mengtakan itu dalam tulisannya:
Yohanes 1:12”Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;”
Jadi, ketika kita percaya dan beriman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka kita di beri kuasa untuk menjadi anak-anak Allah.
Dan kuasa anak-anak Allah itulah yang kita miliki untuk mengalahkan dunia yaitu iman yang memberi kuasa karena Tuhan Allah berkenan kepada kita.
Perkenanan Allah itulah yang menjadi sumber kuasa bagi kita untuk menjadi seorang pemenang.
Imanlah kuasa yang Tuhan Yesus katakan yaitu kuasa yang bisa memindahkah gunung.
Mengapa bisa? Karena Tuhan Allah yang melakukan ketika kita memerintahkan gunung itu untuk beranjak ke laut dengan tidak bimbang atau dengan beriman.
Haleluya, puji Tuhan, Amen!
Ada banyak doa-doa seruan kita yang tidak terjadi, mengapa itu bisa tidak sesuai dengan apa yang Yesus janjikan?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Kepada siapa Yesus menawarkan kesembuhan?
Apa jawab orang itu?
Biasanya apa yang menyembuhkan orang di kolam itu?
Apa yang Yesus katakan kepada orang yang sakit itu?
Saudara, penyembuhan ini terjadi pada hari Sabat di kolam Betesda.
Ada seorang yang sakit dan sudah puluhan tahun ada berbaring di tepian kolam betesda menantikan malaikat turun untuk menggoncangkan air kolam karena siapa yang terlebih dahulu masuk ke kolam ketika air kolam itu sedang bergoncang maka dia sembuh.
Begitulah selalu ketika air kolam itu di goncang oleh malaikat, ketika ada orang-orang sakit yang menceburkan diri ke kolam itu dan siapa yang lebih dahulu maka dia akan sembuh.
Orang ini selalu tidak kebagian paling dahulu karena sakitnya menyebabkan dia tidak bisa cepat menceburkan dirinya ke kolam itu.
Sehingga dia masih ada di kolam itu untuk menantikan kesembuhannya.
Suatu hari Sabat, Yesus datang ke kolam itu dan Yesus mendengar cerita bahwa orang sakit ini sudah puluhan tahun menunggu kesembuhannya.
Yesus berbelas kasihan maka Yesus mendatanginya dan bertanya kepadanya: ”Maukah engkau sembuh?”. ”Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”(Yohanes 5:7).
Bertahun-tahun dia menunggu kesempatan dan selalu di dahului oleh orang yang butuh kesembuhan.
Namun hari itu, dengan penuh belas kasihan dan kuasa ilahi-Nya, ”Kata Yesus kepadanya: ”Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu adalah hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu:”Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.” Akan tetapi ia menjawab mereka: ”Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Mereka bertanya kepadanya: ”Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?” Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang yang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah kerumunan orang banyak di tempat itu. Kemudian Yesus bertemu dengan dia di dalam bait Allah lalu berkata kepadanya: ”Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”(Yohanes 5:8-14).
Saudara, kepada orang sakit itu Yesus bertanya: ”Maukah engkau sembuh?”.
Ketika engkau sakit dan jika Yesus bertanya seperti itu, apakah jawabanmu? Apakah engkau akan menjawab seperti kondisi orang itu, namun pada zaman ini: ”Aku tidak punya uang untuk berobat.” Dan Yesus berkata: ”Sembuhlah karena Aku mau engkau sembuh.”
Benarkah begitu? Ya, karena Yesus sudah dianiaya sehingga Dia merasakan sakit yang luar biasa karena tubuh-Nya penuh dengan bilur-bilur yang disebabkan oleh cambukan pada tubuh-Nya yang meninggalkan luka-luka yang mengalirkan darah dari tubuh-Nya.
Yesaya berkata: ”dan oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh.”
Haleluya, puji Tuhan, Amen!
Mengapa banyak orang sakit yang didoakan oleh hamba-hamba Tuhan tetapi mereka tidak sembuh?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang disebut Petrus: ”Ia tidak berbuat dosa dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya“?
Kepada siapa Ia menyerahkan keadilan-Nya ketika Dia di caci maki, dan ketika Ia menderita di sakiti, Dia tidak mengancam, tetapi Dia menyerahkan kepada dia yang menghakimi dengan adil?
Dia memikul dosa kita di salib-Nya dan supaya kita yang telah mati terhadap dosa hidup untuk apa?
Apa yang menyebabkan kita telah disembuhkan?
Saudara, ketika Allah itu menjadi manusia, maka dia 100 % Allah dan 100% manusia.
Sebagai manusia, Dia hidup sebagai anak dari seorang wanita saleh yang bernama Maria yang sedang bertunangan dengan calon suaminya yaitu Yusuf, seorang tukang kayu atau seorang tukang mebel.
Ketika Yesus berada di dunia ini, Yesaya telah menubuatkannya dan bagaimana yang dialami oleh Mesias itu.
Yesaya 53:1-12”Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.”
Lewat nubuatan nabi Yesaya ini, kita bisa melihat bagaimana kehidupan Yesus kristus sebagai anak manusia 100%.
Nubuatan ini telah menceritakan kehidupan Yesus jauh hari sebelumnya.
Tujuh ratus tahun sebelum Yesus jadi manusia, Yesaya telah menubuatkan bagaimana Dia hidup dalam keseharian-Nya dan ketika dia mengalami akhir hidup-Nya.
Satu-satunya biografi yang ditulis sebelum orangnya dilahirkan dan ada banyak nubuatan tentang Yesus di nubuatkan oleh nabi Yesaya.
Namun sayangnya bangsa Israel masih menantikan Sang Mesias sampai hari ini karena ketika Yesus hadir di muka bumi ini, dia ditolak sebagai Mesias.
Yesus seperti banyak nabi yang dianiaya dan di bunuh di Israel.
Karena penganiayaan kepada Yesus maka tubuh Yesus penuh dengan bilur-bilur, dan oleh bilur-bilur itulah kita disembuhkan dari semua sakit kita.
Haleluya, puji Tuhan. Amen!
Mengapa bangsa Israel menolak Yesus Kristus sebagai Mesias yang dijanjikan?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Sudah berapa lama wanita itu sakit pendarahan?
Apa yang dilakukan perempuan itu kepada Yesus?
Apa yang Yesus katakan ketika perempuan itu menjamah Dia?
Apa yang dialami oleh perempuan itu sejak Yesus mengatakan sesuatu kepadanya?
Saudara, ketika Yairus meminta Yesus untuk datang menyembuhkan putrinya maka Yesus sedia mengikuti Yairus ke rumahnya.
Namun ketika di tengah perjalanan, seorang perempuan yang sakit pendarahan menjamah Dia.
Wanita ini sudah menderita sakit pendarahan selama dua belas tahun.
Ketika ia mendengar bahwa Yesus melintas di daerah mereka, maka wanita ini ikut dalam rombongan orang-orang yang berbondong-bondong mengikuti Yesus.
Wanita itu sangat bertekad dan sangat berusaha untuk bisa mendekat dan menjamah Yesus, karena dalam pikirannya dia mengatakan: ”Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
Dengan pikirannya yang seperti itu, ia turut berbondong-bondong dan mendekati Yesus agar dia bisa menjamah jumbai jubah Yesus.
Mengapa dia sembunyi-sembunyi dan tidak berterus terang memohon kesembuhannya?
Dia mengalami sakit pendarahan dan penyakit ini menyebabkan dia tidak boleh menyentuh apapun.
Menurut tradisi dan agama Yahudi, perempuan yang sedang mengalami pendarahan tidak boleh sembahyang dan tidak boleh datang ke bait Allah.
Dia sangat takut ada dalam kerumunan orang karena dia bisa menyebabkan apapun yang tersentuh dengan dia menjadi tidak tahir atau cemar.
Ia sangat segan untuk ada dalam kerumunan orang karena banyak orang akan marah kepada dia karena mereka bisa menjadi tidak suci atau tercemar karena tersentuh perempuan itu.
Itulah sebabnya dia mendekati Yesus diam-diam dari belakangnya dengan pikirannya: ”Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
Saudara, iman perempuan itu bekerja begitu hebat sehingga ketika dia menyentuh jubah Yesus, seketika itu Yesus sadar dan merasakan ada kuasa yang keluar dari tubuhnya.
Dan Yesus, berpaling kepada perempuan itu dan berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.”
Maka sejak saat perempuan itu menyentuh Yesus, berhentilah pendarahannya dan sembuhlah dia.
Ketika dia menyentuh Yesus, maka Lukas menyaksikan dalam kitabnya:
Lukas 8:44-46”Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya. Lalu kata Yesus: “Siapa yang menjamah Aku?” Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: “Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau.” Tetapi Yesus berkata: “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku.”
Iman perempuan itu menyebabkan kuasa kesembuhan itu bekerja menyembuhkan perempuan itu dan Yesus menyadari hal itu terjadi.
Lukas 8:47-48”Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh. Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”
Saudara, kesembuhan dari perempuan itu berasal dari imannya yang mengatakan bahwa ”Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
Saudara, tekad perempuan itu untuk datang mendekati Yesus dengan berdesak-desakan sampai dia juga ketakutan karena sakit yang dia alami adalah sakit yang bisa menyebabkan orang banyak marah kepadanya, karena jikalau mereka tersentuhnya, mereka menjadi tidak tahir dan tidak boleh sembahyang.
Imannya menimbulkan tekad untuk bisa menjamah Yesus.
Haleluya, puji Tuhan, Amen!
Sikap apa yang perlu kita miliki, supaya penyakit kita bisa sembuh, ketika kita didoakan waktu kita sakit?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang diteriakkan kedua orang buta yang mengikuti Yesus?
Apa yang Yesus katakan ketika mereka berada di sebuah rumah?
Apa jawab kedua orang buta itu atas pertanyaan Yesus?
Ketika Yesus menjamah mata ke dua orang buta itu, apakah yang Yesus katakan?
Saudara, ketika Yesus berjalan berkeliling, Yesus diikuti oleh dua orang buta yang berseru-seru agar Yesus memperhatikan mereka karena mereka sangat ingin agar bisa melihat.
Seruan mereka menyebabkan Yesus benar memperhatikan mereka.
Ketika Yesus masuk kerumah seseorang, maka kedua orang buta itu juga masuk mendapatkan Yesus.
Dan Yesus menghampiri dua orang buta itu, dan berkata kepada mereka: ”Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: ”Ya Tuhan, kami percaya.” Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” Maka meleklah mata mereka.
Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: ”Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini.” Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.
Saudara, ketika Yesus mendengar seruan kedua orang buta itu, sebenarnya Yesus sudah ingin bertindak untuk menyembuhkan mereka.
Yesus mau supaya kejadian itu tidak dilihat oleh orang banyak, itu sebabnya Yesus masuk ke rumah seseorang dan kedua orang buta itu mengikuti Yesus masuk kerumah orang itu.
Di dalam rumah itulah terjadi dialog antara kedua orang buta dengan Yesus.
Yesus menyembuhkan ke dua orang buta itu dan meminta supaya kedua orang buta itu tidak menceritakan Yesus menyembuhkan mereka.
Karena memang benar bahwa menurut Yesus, iman merekalah yang menyembuhkan kebutaan mereka.
Saudara, inilah prinsip yang benar bahwa seseorang yang ingin disembuhkan Yesus yaitu mereka harus memiliki iman untuk mereka sembuh.
Ada banyak orang yang sakit minta di doakan supaya mereka sembuh dari sakit penyakit mereka, tetapi setelah didoakan dia tidak sembuh juga.
Mengapa? Ada banyak orang berkomentar, hamba Tuhannya kurang bonafide dan mereka sering berkomentar bahwa ada seorang hamba Tuhan yang memiliki karunia kesembuhan.
Jadi kalau dia mendoakan orang sakit selalu sembuh, benarkah demikian?
Inilah sebab mengapa Yesus tidak menjamah orang itu di jalan raya ketika orang buta itu berseru-seru.
Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, di dalam rumah itulah Yesus mengajarkan suatu prinsip yang sangat penting yaitu ”Jadilah sesuai imanmu”.
Dalam banyak hal, sebenarnya prinsip ini berlaku bukan saja untuk kesembuhan, namun untuk berbagai hal prinsip ini berlaku yaitu ”Jadilah sesuai dengan imanmu”.
Begitulah prinsip ini juga berlaku dalam semua yang terjadi dalam kehidupan kita:
Matius 17:19-20”Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.”
Matius 21:21-22”Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi. Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.”
Dari ayat-ayat firman Tuhan ini, kita belajar bahwa oleh iman kita maka kita beroleh apa yang kita doakan dan oleh iman itu juga kita akan mengalami kemerdekaan dari berbagai persoalan kita.
Ibrani 11:1”Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Roma 10:17”Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Jadi iman itu sebagai bukti bahwa kita percaya kepada Firman Allah sebagai janji Allah.
Ketika kita percaya kepada Firman Tuhan serta janji Tuhan dengan kita berjalan sesuai dengan Firman Tuhan, maka kita akan menerima apa yang Tuhan janjikan dalam Firman-Nya itu.
Haleluya, puji Tuhan, Amen!
Mengapa ketika kita berdoa bagi orang sakit, ada yang bisa sembuh, tetapi ada juga yang tidak sembuh? Mengapa begitu ya?