Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apa yang terjadi dengan orang yang mengambil laba tidak halal untuk keperluan rumahnya?
Apa yang terjadi dengan orang yang mendirikan kota di atas darah dan ketidakadilan?
Apakah sesuatu yang sia-sia datang dari Tuhan semesta alam?
Apa yang terjadi dengan bumi sesuai pernyataan Tuhan melalui Habakuk pada perikop yang kita baca hari ini?
Kejahatan dengan berbagai bentuknya semakin nyata termanifestasikan pada hari-hari terakhir, kondisi ini terjadi tentu bukan karena kehendak Tuhan.
Manusia yang jatuh dalam dosa membawa bibit-bibit budaya kejahatan yang semakin hari semakin rusak dan berakhir kepada kesia-siaan.
Sama seperti berbagai penyakit baru yang timbul pada hari-hari ini sebagai akibat kebiasaan yang salah dari manusia ditambah kemajuan teknologi, demikian juga efek dosa terhadap intensitas kejahatan akan semakin besar namun tidak disadari karena tipu daya iblis juga ikut bekerja.
Kejahatan ini tentu dirasakan dampaknya tidak hanya kepada orang-orang yang belum percaya tetapi kita sebagai jemaatNya juga mengalami karena kita masih hidup di dunia ini.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bersama bahwa Tuhan memahami hal tersebut dan Tuhan berjanji bahwa suatu waktu nanti bumi ini akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan.
Pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan ini tentu tidak datang dari dunia tetapi datang dari gerejaNya yang merupakan kumpulan orang-orang percaya yang telah dikuduskan dan diberikan Roh Kudus.
Kita adalah orang-orang percaya yang bertumbuh dalam gereja lokal dan memliki visi untuk bangsa-bangsa penuh kemuliaanNya.
Bagaimana kita dapat membawa bangsa-bangsa agar menggenapi janji Tuhan sehingga bumi penuh dengan pengetahuan akan kemuliaan Tuhan?
Dimulai dari perubahan pola pikir kita yang semakin serupa dengan Kristus dan tidak menjadi sama dengan dunia ini.
“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:1-2).
Mari kita setia menggenapi visi yang Tuhan berikan dengan mulai dari kehidupan kita yang berubah, pikiran kita dibaharui dengan Firman Tuhan agar memahami kemulian yang Tuhan sediakan bagi kita orang percaya.
Keluarga kita diubahkan karena melihat pola pikir dan kehidupan kita yang semakin berubah.
Perubahan selalu bisa dimulai dari hal yang sederhana dan kecil tetapi konsisten kita lakukan.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Petunjuk tentang apa yang telah diilhamkan Tuhan Allah kepada Raja Daud?
Apa yang dikatakan Daud kepada anaknya Salomo?
Ide dan niat membangun bait suci untuk menyimpan tabut Allah di latar belakangi ketika Raja Daud telah mengalami kemenangan demi kemenangan dari musuh-musuhnya, juga Tuhan telah mengaruniakan keamanan kepada Raja Daud.
Ide dan niat itu “di restui” oleh Tuhan dengan syarat, bukan dibangun pada masa pemerintahan Raja Daud, namun bait suci itu dapat dibangun kelak pada masa pemerintahan Raja Salomo anaknya -2 Samuel 7:1-17 & 1 Tawarikh 17:1-15.
Dalam pemikiran Daud dimasa itu, mungkin membangun bait suci yang kelak akan di bangun oleh anaknya Salamo adalah pekerjaan yang sulit dikerjakan.
Pada saat itu Salomo belum menjadi Raja, masih terlalu muda dan tentunya belum memiliki pengalaman banyak. Daud yang mendapat dan memiliki visi pembangunan bait suci tersebut, pasti berdoa dan memohon petunjuk Allah terlebih dahulu tentang bagaimana cara membangunnya, peralatan dan perlengkapan apa saja yang diperlukan untuk pembangunan bait suci tersebut.
Tidak hanya cukup ilham dan rencana pembangunan bait suci yang dibagikan oleh Daud kepda Salomo, tetapi juga semangat bahwa Salomo harus kuat dan teguh hatinya, tidak takut dan tawar hati sebab Tuhan menyertai dan tidak meninggalkan Salomo sampai segala pekerjaan untuk rumah ibadah selesai.
Kita tahu bersama, bahwa para penatua dan pendiri Gereja GKKD BP telah mendapat dan menetapkan visi dari Tuhan untuk GKKD BP yaitu “Menjadi gereja yang senantiasa antusias untuk Indonesia dan bangsa-bangsa penuh kemulian-Nya.”
Tentulah visi yang didapatkan oleh pemimpin-pemimpin kita tidak hanya dibagikan atau disampaikan begitu saja kepada kita jemaatnya, namun para pemimpin kita juga telah memberikan arahan serta perlengkapan demi perlengkapan yang jelas dan tepat, agar kita semua mampu mengerjakan dan mengenapi visi gereja Tuhan tersebut.
Tahun 2024 ini gereja kita menetapkan tema “Menjadi Rumah Tuhan yang kuat dan berkarakter Kristus.”
Mari kita semua jemaat GKKD BP submit kepada para penatua dan pemimpin, meminta kepada Tuhan agar kita kuat, teguh dan terus bergerak mengerjakan dan menyelesaikan tema ini.
Pertanyaannya adalah apakah kita sebagai gereja Tuhan mudah mengerjakan dan menyelesaikan visi itu? Jawabannya tentu tidak mudah.
Namun sama seperti pembacaan ayat kita diatas, ketika Daud mendapatkan visi dari Tuhan tentang membangun bait suci, dia membagikan visi tersebut kepada anaknya Salomo.
Dan kita tahu bersama akhirnya Salomo dapat menyelesaikan apa yang menjadi visi Daud sehingga bait suci dapat dibangun hingga selesai.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan yang kita baca hari ini. Sadarkah kita akan dampaknya pada kehidupan pribadi dan keluarga jika kita mengerjakan visi dari Allah? Jika kita sadar dan mengetahuinya, maka apa yang akan kita lakukan ke depan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Kepada apa Paulus tidak pernah tidak taat sesuai perikop ini?
Apakah yang dikerjakan Paulus setelah mendapat penglihatan dari Tuhan?
Siapakah yang telah menolong Paulus dari awal hingga saat dia dihadapan Raja Agripa?
Kesaksian apa yang diberitakan oleh Paulus?
“Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat.”(Kisah Para Rasul 26:19), perkataan ini memberikan gambaran bagaimana kuatnya komitmen Paulus untuk mengerjakan visi yang diberikan Tuhan kepadanya.
Paulus waktu masih bernama Saulus tidak pernah membayangkan bahwa pada akhirnya dia dipanggil Tuhan melalui suatu peristiwa yang membuat hdiupnya berubah dari seorang penganiaya jemaat menjadi pengikut Tuhan.
Visi Tuhan yang datang melalui penglihatan tidak hanya berhenti pada saat itu, namun kita membaca bagaimana perjalanan Paulus sejak menerima penglihatan itu.
Paulus sangat aktif memberitakan Mesias yang menderita disalibkan dan menjadi terang bagi bangsa-bangsa dalam seluruh perjalanannya.
Ada banyak alasan dan tantangan yang bisa membuat Paulus berhenti mengerjakan visi Tuhan, namun Paulus tidak pernah gentar menghadapi berbagai penganiayaan serta kehidupan di penjara yang sangat tidak nyaman.
Mendapat visi dari Tuhan bukan berarti kehidupan Paulus menjadi lebih nyaman, namun justru dia mengalami banyak penderitaan oleh karena visi itu.
Beberapa kali berhadapan dengan penguasa-penguasa pemerintahan untuk diadili hingga sampai kepada Raja Agripa sepeti yang kita baca hari ini, namun komitmennya kepada visi Tuhan tidak luntur.
Gereja lokal dimana kita berada punya visi dari Tuhan, begitu juga kita sebagai jemaatNya memiliki visi dari Tuhan yang tentunya selaras dengan gereja lokal dimana kita dipanggil Tuhan untuk bertumbuh dan menjadi berkat.
Visi yang Tuhan berikan adalah suatu tugas khusus bukan sekedar tulisan yang bisa dipajang atau hanya untuk dihafalkan, kita sepakat bahwa visi ini harus dikerjakan.
Mungkin Saudara merasa tidak mampu atau tidak siap untuk mengerjakan visi ini, jangan kuatir, ketika Tuhan memberikan tugas Dia juga memberi kekuatan kepada kita untuk dapat melaksanakannya.
Roh Kudus sudah diberikan kepada kita sebagai penolong, yang diperlukan dari kita adalah kesediaan hati untuk mengikuti arahanNya dan mengerjakannya dengan konsisten.
Mengerjakan dengan setia visi Tuhan sudah tentu banyak tantangan yang harus kita hadapi dan pengorbanan yang kita berikan, namun penyertaan Tuhan lebih dari cukup untuk membawa kita kepada damai sejahtera dan berkatNya dalam kehidupan kita.
Jalan yang kita lalui memang tidak mudah, tetapi jalan itu membentuk kehidupan kita dari manusia yang mementingkan diri sendiri menjadi anak-anakNya yang memberkati dunia ini.
Visi yang Tuhan berikan juga mengubahkan hidup kita.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apakah perintah Tuhan kepada Yosua?
Apakah janji Tuhan kepada Yosua, dalam rangka Yosua memenuhi perintah Allah?
Di Kitab Bilangan pasal 13 terdapat cerita bagaimana Musa mengutus dua belas orang untuk mengintai tanah Kanaan.
Dan setelah mereka mengintai, maka sepuluh orang melaporkan hal-hal yang negatif sehingga menyebabkan mereka yang mendengar menjadi takut.
Tetapi ada dua orang yang melaporkan dengan sangat positif dan optimis, yaitu Yosua dan Kaleb.
Akhirnya hanya mereka sajalah orang Israel yang berangkat dari Mesir dan pada akhirnya menyeberang sungai Yordan dan tiba di Kanaan atau Tanah Perjanjian.
Sisanya yang lain adalah mereka yang lahir selama kurun waktu empat puluh tahun, orang Israel mengembara di padang gurun.
Itulah sebabnya Allah memberikan perintah kepada Yosua untuk menaklukkan tanah Kanaan.
Dengan demikian, Yosua memperoleh visi untuk melihat umat Israel menduduki tanah Kanaan, dari ujung Utara di Lebanon hingga Selatan di perbatasan Mesir dan dari ujung Barat yang berbatasan dengan laut Mediterania, hingga sungai Yordan di sisi Timur.
Apa itu visi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesiaa (KBBI) visi, yaitu kemampuan untuk melihat inti persoalan, pandangan atau wawasan kedepan dan kemampuan untuk merasakan sesuatu yang tidak tampak melalui kehalusan jiwa dan ketajaman penglihatan.
Sehingga dari pengertian ini kita bisa menyimpulkan bahwa visi adalah sebuah gambaran pada masa depan.
Visi merupakan sebuah cita-cita yang ingin dicapai di masa mendatang.
Dan tepat seperti itu pula visi yang Allah berikan kepada Yosua: Tanah Kanaan untuk bangsa Israel.
Sementara pada saat itu tanah Kanaan sedang didiami oleh berbagai suku bangsa, antara lain: orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
Apakah mudah merebut tanah Kanaan dari orang atau suku bangsa tersebut, tentu tidak.
Tetapi Allah tidak berdiam diri, bahkan sesungguhnya Allah menjanjikan kepastian hasil atas apa yang akan Yosua lakukan.
Yosua 1:3 ”Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.”
Yosua 1:5 Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.
Di masa kini, Allah masih berbicara, masih memberikan perintah, masih memberikan janji, khususnya kepada Gereja-Nya.
Dan ketika Allah memberikan Visi, Dia juga akan memberikan arahan dan pimpinan kepada siapa pun yang mau mendengar suara-Nya dan bersedia membayar harganya.
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang visi dari gereja kita dan apa yang dapat engkau kontribusikan untuk menggenapi visi tersebut.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apa yang dilakukan Paulus sebelum dia menjadi orang percaya?
Apa yang menyebabkan Paulus akhirnya menjadi orang percaya?
“Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” (Kisah Para Rasul 9:4).
Itu adalah suara yang didengar Paulus yang sebelumnya bernama Saulus. Suara itu terdengar sewaktu dia dengan beberapa orang rekannya sedang menuju ke Damsyik dalam rangka menganiaya pengikut Tuhan.
Paulus bukan orang yang bodoh, bahkan sebaliknya dia sangat pintar.
Tetapi dia sama sekali belum pernah memiliki pengalaman ini, mendengar suara orang, dan tidak tahu siapa yang mengucapkannya.
Paulus mencoba bertanya, “Siapakah engkau, tuan?” Dan kemudian, dijawab, “Akulah Yesus yang engkau aniaya.”
Paulus yang merasa belum pernah bertemu Yesus, tentu bertanya-tanya, kapan dia menganiaya Yesus?
Kejadian yang dialami Paulus itu dapat dikategorikan sebagai sebuah penglihatan atau vision.
Paulus tidak hanya mendengar, tetapi juga melihat sosok orang yang berbicara kepadanya, seperti yang ditulis dalam ayat 17: ”Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” (Kisah Para Rasul 9:17).
Mendapatkan vision yang tidak biasa itu, akhirnya membuat Paulus berubah total, dari seorang penganiaya jemaat atau orang percaya.
Menjadi seorang yang melayani Tuhan dengan sangat fokus dan penuh totalitas.
Selama hidupnya, Paulus beberapa kali memperoleh vision baik sebagai petunjuk atau arahan Tuhan untuk pelayanannya, seperti ketika Tuhan menginginkan Paulus pergi ke Makedonia (Kisah Para Rasul 16:9).
Maupun vision tentang pengalaman pribadi mengalami kemuliaan Allah (2 Korintus 12:1-5).
Tetapi jika mengenai visi hidupnya, tujuan hidup yang Tuhan ingin untuk Paulus lakukan, maka kita bisa menemukan ada banyak ayat Firman yang mendukung hal tersebut.
Misalnya kita bisa membaca dalam Filipi 3:10-11 ”Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.”
Paulus melayani Tuhan sedemikian rupa sehingga dia tidak memedulikan keselamatannya asal apa yang Tuhan inginkan untuk Injil diberitakan kepada banyak orang, dan hal itu bisa terwujud.
Dan secara pribadi, dia berubah menjadi semakin serupa dengan Kristus.
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang makna visi pribadi, visi gereja dan bagaimana mencapainya dalam kehidupan.