Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apakah yang sudah dilakukan Timotius?
Apakah yang akan dialami orang yang beribadah kepada Tuhan Yesus?
Apakah yang dimaksud berpegang kepada kebenaran?
“Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.” (2 Timotius 3:14).
Alkitab memiliki sifat innerancy dan infalibility.
Innerancy artinya Alkitab bebas dari kesalahan, sedangkan infalibility artinya alkitab tidak dapat gagal dalam penerapannya.
Innerancy adalah doktrin yang mengajarkan bahwa Alkitab di dalam autographa (tulisan aslinya) adalah benar dalam segala hal yang diajarkannya sehingga dengan demikian tidak ada kesalahan.
Infalibility adalah doktrin yang terkadang digunakan secara sinonim dengan istilah innerancy, yang mengajarkan bahwa Alkitab tidak dapat gagal/salah dalam hal iman dan praktek kehidupan.
Jika Alkitab adalah diilhamkan (dinafasi) Allah mewakili suara Allah dan Allah tidak mungkin memiliki kesalahan, maka Alkitab dengan demikian tidak mungkin salah.
Innerancy tidak dapat dipisahkan dan terkait kepada otoritas absolut.
Setiap penolakan terhadap innerancy akan membuka peluang terhadap penolakan otoritas Alkitab dalam segala hal.
Iblis berupaya untuk menggoyahkan keyakinan orang Kristen bahwa Alkitab adalah firman Allah yang tidak mungkin salah.
Sebab tanpa keyakinan bahwa Alkitab adalah sepenuhnya firman Allah yang tidak mungkin salah, maka iman orang Kristen akan melenceng.
Seperti kasus “kristen progresif”. Pada dasarnya “kristen progresif” tidak mengakui Alkitab adalah sepenuhnya firman Allah.
Mereka tidak percaya ayat-ayat Alkitab yang menyatakan bahwa ada hukuman kekal bagi mereka yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus.
Saudara, langkah pertama untuk berpegang kepada kebenaran adalah keyakinan kepada Alkitab sepenuhnya firman Allah yang tidak mungkin salah.
Langkah kedua adalah hidup bergantung dan berlandaskan kepada firman Tuhan.
Kita harus kembali kepada Alkitab. Segala sesuatu dalam kehidupan kita harus dinilai berdasarkan kebenaran di dalam Alkitab.
Cara kita menghadapi masalah, cara mengelola keuangan, cara hidup rumah tangga, cara belajar, cara bekerja, cara melayani dan berbagai cara lain harusnya didasarkan kepada firman Tuhan.
Saudara, pohon anggur hanya akan berbuah apabila dirambatkan pada penyangga (tali/batang) di atas tanah.
Saat ranting pohon anggur merambat di tanah, maka akan rusak dan tidak berbuah.
Oleh karena itu ranting tersebut harus dinaikkan dari tanah dan diikat ke batang/tali di atas.
Demikian juga hidup orang Kristen, kita harus menjauhi cara hidup duniawi (tanah) dan berpegang dan diikat kepada Firman Tuhan, yang disebut pula perkara yang di atas.
Renungkanlah, apakah saudara sungguh-sungguh sudah bergantung kepada firman Tuhan dalam semua cara hidup.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apakah kegunaan garam itu?
Apakah kegunaan terang itu?
Apakah saudara sudah menjadi garam dan terang?
“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi”. (Matius 5:13-14).
Garam adalah mineral yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
Manusia modern saat ini tidak akan terlepas dari kebutuhan akan garam.
Selain untuk memberikan rasa pada makanan, garam juga banyak digunakan untuk berbagai keperluan.
Garam pada zaman dahulu dan sekarang digunakan untuk kesehatan.
Air garam sering dipakai untuk membersihkan mulut.
Garam juga digunakan untuk mengawetkan makanan.
Dalam skala industri, garam juga digunakan dalam industri logam.
Banyak lagi kegunaan garam.
Garam digunakan dalam jumlah yang sedikit, tapi banyak pengaruhnya.
Saudara adalah garam dunia. Artinya saudara ada di dalam dunia untuk menjadi pengaruh baik bagi dunia.
Kehadiran saudara dalam dunia sekalipun sedikit (minoritas) tetapi dapat mempengaruhi dunia ini.
Pertama, kehadiran saudara seharusnya membawa damai sejahtera bagi lingkungan sekitar.
Kehadiran saudara membuat suasana menjadi nyaman. Suasana jadi enak.
Kedua, kehadiran saudara mencegah pembusukan. Lingkungan yang tadinya semakin rusak dihambat dan diperbaiki.
Ketiga, kehadiran saudara mendatangkan kesembuhan bagi orang-orang disekitar. Baik kesembuhan batin maupun kesembuhan fisik.
Selain garam dunia, saudara adalah terang dunia. Terang itu membuat kegelapan sirna.
Kehadiran saudara menyingkapkan kegelapan di sekitar. Dunia yang gelap akan melihat kehadiran saudara.
Kita tidak mungkin menyembunyikan terang Kristus dalam hidup kita.
Kita harus menggunakan terang Kristen bagi dunia yang gelap, dengan cara hidup yang baik dan beritakan injil.
Terang dan garam kalau disingkat menjadi TEGAR.
Kita adalah jemaat yang TEGAR bagi Indonesia dan bangsa-bangsa penuh kemuliaannya.
Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana menjadi jemaat yang TEGAR.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apakah yang dimaksud dengan hari-hari terakhir?
Apakah tanda-tanda hari-hari terakhir?
Apakah yang harus dilakukan pada masa hari-hari akhir?
“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah”. (2 Timotius 3:1-4).
Masa yang sukar menurut rasul Paulus memiliki tanda-tanda yang dapat kita amati.
Dari tanda-tanda tersebut, sebagian besar mungkin cocok dengan kondisi sekarang. Artinya kita hidup dalam masa yang sukar.
Kita sedang mengalami penderitaan.
“Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.”(2 Timotius 3:12).
Salah satu bentuk penderitaan yang sedang kita hadapi adalah hadirnya informasi-informasi yang jahat seperti tsunami menghantam pikiran kita.
Secara tidak sadar cara hidup yang duniawi terus menerus mempengaruhi kita melalui media internet dari handphone atau gadget kita.
Saudara, peperangan kita sesungguhnya ada di dalam pikiran.
Oleh karena itulah Rasul Paulus meminta orang Kristen untuk terus menerus membaharui pikirannya dengan firman Tuhan.
Kalau kita tidak mengisi pikiran kita dengan firman Tuhan, maka dunia ini akan mengisi pikiran kita.
Pikiran dari dunia ini mengandung keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup.
Pikiran dari dunia ini berisi hal-hal yang menentang pengenalan akan Tuhan.
Kita saat sedang dalam peperangan yang besar.
Peperangan ini sangat sulit, karena melawan tipu muslihat iblis yang menggunakan berbagai macam cara dan tokoh.
Iblis yang adalah bapa segala pendusta sedang menyerang orang Kristen dengan berbagai kebohongan yang sulit dibedakan dengan kebenaran.
Saudara, dalam masa yang sukar kita harus kembali kepada kebenaran firman Tuhan.
Kita harus membangun pola pikir yang alkitabiah, dengan tekun dan disiplin membaca dan mempelajari Alkitab.
Itulah yang dinasehatkan Paulus kepada Timotius, Itu juga menjadi nasehat untuk kita hari-hari ini.
Dengan membaca dan mempelajari firman Tuhan, maka kita akan memiliki senjata untuk melawan serangan di jahat.
Kita tidak mudah disesatkan oleh berbagai ragam pengajaran sesat.
Ajaran sesat seringkali sangat masuk akal dan menarik, tetapi mengabaikan kebenaran Firman Tuhan.
Seperti ajaran kristen progresif yang sedang ramai diperbincangkan.
Ajaran ini menyimpang karena tidak mengakui Alkitab sebagai Firman Tuhan yang tidak mungkin salah.
Mereka menafsirkan kasih Allah tanpa menyadari keadilan Allah.
Kristen progresif menyimpulkan orang masuk surga tidak harus percaya kepada Tuhan Yesus.
Saudara, dalam masa yang sukar ini, kita harus kuat di dalam persekutuan pribadi dengan Tuhan dan dalam pembelajaran Alkitab yang serius.
Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana cara belajar Alkitab yang baik.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apakah janji Tuhan kepada Abraham saat Sara sudah usia lanjut dan tidak mungkin hamil?
Apakah reaksi Sara?
Apakah reaksi Abraham?
“Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: “Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua? Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.” (Kejadian 18:13-14).
Ketika Tuhan menggenapkan janjiNya kepada Abraham, usia Abraham saat itu 100 tahun dan usia Sara 90 tahun.
Keduanya sudah sangat tua untuk ukuran saat ini.
Bahkan Alkitab mencatat Sara sudah mati haid, yang artinya tidak mungkin lagi untuk hamil.
“Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid. Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?”(Kejadian 8:11-12).
Dari kisah di atas kita dapat belajar dua hal. Pertama, terkadang janji Allah melampaui akal budi manusia.
Kedua, butuh kesabaran menunggu Janji Allah digenapi.
Ketiga, Allah adalah Allah perjanjian yang pasti menggenapi janjinya.
Ketika Allah berjanji kepada Abraham, bahwa dia akan memiliki anak dari Sara, secara alamiah tidak mungkin lagi Sara hamil.
Usia Sarah sudah menjelang 90 tahun.
Ketika kita menerima janji Allah, jangan pandang secara alamiah, karena Dia adalah Allah Sang Pencipta.
Pandanglah sesuai dengan cara pandang Allah.
Ketika Allah berjanji kepada kita, dibutuhkan kesabaran untuk janji tersebut terjadi.
Ketika Abraham dan Sara melihat kondisi alamiah mereka yang tidak mungkin lagi punya keturunan, mereka mencoba membantu Allah.
Sara memberikan budaknya, Hagar kepada Abraham, dan lahirlah Ismail.
Itu terjadi karena mereka tidak sabar menunggu waktunya Allah.
Saudara, Allah kita adalah Allah perjanjian, Dia bertindak dengan membuat sebuah perjanjian dan Dia pasti melakukan apa yang Dia janjikan.
Ketika kita menerima janji Allah secara pribadi, itu artinya saudara sudah menerimanya sekalipun secara fisik belum menerima.
Kita terima dengan iman, sebab Dia adalah Allah Perjanjian.
Allah berjanji keturunan Abraham jumlahnya seperti bintang-bintang di langit, namun saat Abraham mati, keturunannya baru 2 generasi.
Namun dengan iman Abraham sudah menerima janji Allah tersebut.
Diskusikan dengan pembimbingmu, apakah yang dimaksud dengan Allah perjanjian.
ALLAH YANG MEMBAWA KITA KELUAR DARI PERBUDAKAN DOSA
Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson
Pembacaan Alkitab Hari ini :
KELUARAN 20:1-5
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Mengapa Tuhan harus mengeluarkan Bangsa Israel dari Mesir?
Bagaimana cara Tuhan mengeluarkan Bangsa Israel dari tanah Mesir?
Dalam perjanjian Baru, apakah yang dimaksud dengan perbudakan?
“Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan”. (Keluaran 20:1-2).
Menurut catatan dalam Alkitab, bangsa Israel diperbudak di Mesir selama sekitar 400 tahun sebelum dibebaskan Tuhan melalui Musa.
Selama masa perbudakan di Mesir, bangsa Israel dipaksa untuk bekerja sebagai budak oleh para penguasa Mesir.
Mereka dijadikan pekerja paksa untuk membangun infrastruktur, seperti bangunan-bangunan besar dan proyek-proyek konstruksi lainnya.
Mereka juga menderita di bawah penindasan dan perlakuan kasar dari penguasa Mesir.
Meskipun diperlakukan dengan kejam, bangsa Israel tetap mempertahankan identitas dan keyakinan mereka sebagai bangsa yang dipilih oleh Allah.
Mereka menjaga tradisi agama dan budaya mereka, meskipun dalam kondisi yang sangat sulit.
Selama masa perbudakan ini, keyakinan mereka bahwa suatu hari mereka akan dibebaskan dan dikembalikan ke tanah yang dijanjikan tetap kuat, dan keyakinan ini kemudian terbukti benar ketika Tuhan melalui Musa memimpin mereka keluar dari perbudakan Mesir.
Kisah perbudakan bangsa Israel di Mesir adalah gambaran masa lalu kita sebelum menerima kasih karunia, berupa keselamatan dalam Kristus.
Kita diperbudak dosa. Kita ingin lepas dari dosa dan akibatnya yaitu maut, tetapi tidak bisa.
“Tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.” (Roma 8:21).
Seumur hidup kita ada dalam ketakutan kepada maut.
Saudara, sekarang kita adalah orang-orang yang merdeka dari perbudakan dosa dan maut.
Tetapi tidak sepatutnya menggunakan kemerdekaan itu untuk hidup dalam dosa, tetapi kita pergunakan untuk melayani Tuhan.
Kita diberikan kuasa untuk menaklukkan dosa dan hidup dalam kebenaran.
Kita sekarang bukan lagi orang berdosa, tetapi orang yang benar.
Status kita sudah berubah, dari orang berdosa menjadi orang benar yaitu orang yang telah dikuduskan Allah melalui darah Tuhan Yesus.
Dahulu sebagai orang berdosa, kita menghasilkan buah-buah dosa, sekarang sebagai orang benar, sepatutnya kita menghasilkan buah-buah kebenaran.
“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.”(Kolose 3:12).
Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya menghasilkan buah-buah kebenaran.