Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Kepada siapa Yesus berdoa? Dan untuk siapa Yesus berdoa?
Pada saat murid-murid menerima Firman dari Yesus Kristus, apa yang dialami oleh murid-murid Yesus? (ayat 14)
Yesus berdoa, supaya Allah tidak mengambil mereka (murid-muridNya) dari dunia ini. Jadi apa yang Yesus minta kepada Bapa? (ayat 15b)
Apa yang Yesus katakan tentang status murid-muridNya? dan apa yang Yesus minta kepada Bapa? (ayat 16-17)
Secara umum, Yohanes 17:1-26 berisi doa yang Yesus panjatkan kepada Bapa untuk murid-muridNya, pada waktu-waktu terakhir sebelum Yesus ditangkap dan diserahkan kepada pemuka agama untuk dijatuhkan hukuman mati dengan cara disalibkan.
Bagaimana bisa murid-murid yang baru di pilih dan dikenalNya dalam periode waktu yang terbilang singkat mendapat keistimewaan luar biasa dari Yesus, sehingga Dia mau berdoa secara khusus kepada Bapa untuk murid-muridNya?
Salah satu jawabannya adalah karena mereka mengenal Bapa dan mengenal Yesus Kristus yang telah Bapa utus.
Seperti yang dinyatakan dalam Yohanes 17:3, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”
Keistimewaan berupa hidup yang kekal yang diterima oleh murid-muridNya di masa itu, bukan tidak ada resiko, justru karena “Iman kepercayaan” mereka kepada Yesus, status murid-murid bukan lagi warga dunia.
Murid-murid Yesus telah menjadi warga Kerajaan Sorga bukan lagi dari dunia ini yang menyebabkan mereka dibenci oleh dunia.
Yesus tahu resiko yang akan diterima oleh murid-muridNya, oleh sebab itu Yesus berdoa secara khusus kepada Bapa agar murid-muridNya dilindungi daripada yang jahat.
Janji hidup yang kekal yang diterima oleh murid-murid Yesus pada masa itu adalah keistimewaan yang sama yang akan kita terima atau yang akan terjadi kepada kita, ketika kita percaya bahwa Yesus adalah anak Allah, percaya bahwa Yesus mati untuk menebus dosa dan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat kita.
Selain hidup kekal, status kita pun ikut berubah menjadi warga Kerajaan Sorga, kita bukan dari dunia ini.
Namun dengan demikian, akibat pengakuan “Iman percaya” kita kepada Yesus, kita memiliki resiko untuk dibenci dan dijauhi oleh dunia ini.
Hal tersebut wajar terjadi kepada kita orang percaya, karena Yesus terlebih dahulu mengalami penderitaan dan status kita bukan lagi warga dunia ini.
Tetapi jangan pernah takut dan khawatir, percayalah Dia akan menolong kita menghadapi setiap tantangan yang akan terjadi dalam hidup kita.
Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan kita, tentang kepercayaan mereka kepada Tuhan Yesus. Jika ada diantara jemaat di persekutuan kita yang belum yakin betul tentang keselamatan, tantang atau teguhkan kembali mereka untuk percaya kepada Yesus. Karena pengakuan mereka kepada Yesus yang menyebabkan status mereka berubah menjadi warga kerajaan Allah.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apa yang ditanyakan oleh orang-orang yang berkumpul didekat Yesus?
Apa yang menjadi jawaban Yesus mengenai keinginan orang-orang untuk memulihkan Israel pada masa itu?
Kapan kita menerima kuasa?
Apa yang terjadi setelah kita menerima kuasa?
Kehadiran Yesus dengan murid-murid yang disertai mujizat dalam pelayanannya tentu memberikan harapan kepada orang Israel untuk janji pemulihan yang pernah mereka dengar.
Melihat kuasa yang didemonstrasikan Yesus mereka berharap banyak bahwa Mesias akan segera melakukan pemulihan sesuai dengan pemikiran mereka.
Namun kita membaca bahwa Yesus justru menjawab: ”Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”(Kisah Para Rasul 1:8).
Jawaban Yesus memberikan beberapa pemahaman yang perlu kita perhatikan agar kita mengerti apa yang menjadi rencana Tuhan bagi kerajaanNya.
Pertama, Yesus mengatakan bila roh Kudus turun ke atas kita maka kita akan menerima kuasa (dunamis).
Janji mengenai kuasa ini seharusnya membuka mata kita bahwa pemulihan terjadi melalui hidup orang-orang yang percaya yang diberikan kuasa oleh Yesus.
Kuasa inilah yang membuat pemulihan berlangsung hingga hari ini.
Melalui catatan kisah Para Rasul kita membaca bagaimana pertumbuhan jemaat mula-mula.
Mereka tidak hanya mendemonstrasikan kuasa dalam mengabarkan Injil Kerajaan Allah tetapi jumlah murid-murid bertambah dengan cepat.
Mereka menjadi orang-orang yang disukai oleh lingkungannya karena mendemonstrasikan gaya hidup yang berbeda.
Kedua, Yesus tidak hanya memberikan kuasa tetapi mempercayakan kita sebagai saksiNya, mulai dari area paling dekat hingga ke ujung bumi.
Seorang saksi tentu harus menjadi seorang yang melihat, mendengar atau mengalami peristiwa yang disaksikannya.
Bagaimana mungkin seorang saksi bersaksi dengan sesuatu yang dilihat dan didengar oleh orang lain bukan dirinya sendiri?
Kepercayaan sebagai saksi adalah anugerah, karena kita pasti akan melihat, mendengar dan mengalami janjiNya, apa yang kita dengar, lihat dan alami tentang kebenaranNya itulah yang kita beritakan.
Menjadi saksiNya berarti juga mengalami bagaimana hidup kita diubahkan oleh kuasaNya, karakter kita semakin serupa dengan Kristus dan itu dimanisfestasikan dalam seluruh aspek kehidupan kita.
Biarlah mereka tidak hanya mendengar Injil Kerajaan Allah yang menyelamatkan saja tetapi mereka melihat buktinya dari perubahan hidup kita.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan yang kita baca hari ini. Pelajaran apa yang kita dapatkan dan komitmen apa yang akan kita lakukan di waktu dekat ini? Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Ada berapa karunia Roh Kudus, dan apa saja kah?
Bagaimanakah seseorang dapat menerima karunia Roh Kudus?
1 Korintus 12:11 ”Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.”
Setelah hari Pentakosta, hari dimana para murid mengalami pencurahan Roh Kudus -Kisah Para Rasul 2:1-4, maka sejak saat itu Roh Kudus memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
Dan hal itu masih berlangsung hingga saat ini.
Paulus dalam Kitab 1 Korintus12: 8-10 dan 28 menuliskan ada berbagai karunia Roh, yaitu:
Karunia untuk berkata-kata dengan hikmat,
Karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
Karunia iman,
Karunia untuk menyembuhkan.
Karunia kuasa untuk mengadakan mukjizat,
Karunia untuk bernubuat,
Karunia untuk membedakan bermacam-macam roh.
Karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh,
Karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu
Karunia melayani,
Karunia untuk memimpin
Pada jaman gereja yang mula-mula, karunia Roh ini tampaknya sempat membingungkan para murid, sehingga di ayat 1, Paulus mengatakan “Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya.”(1 Korintus 12:1).
Kalau di masa yang lalu saja, banyak orang yang mempertanyakan tentang kebenaran karunia Roh, terlebih di masa sekarang.
Tanpa bermaksud menghakimi pribadi, hamba Tuhan, gereja atau sinode gereja.
Saat ini pun banyak orang yang masih menganggap bahwa karunia Roh itu sudah tidak ada lagi, atau sebagian masih ada, sebagian sudah tidak ada lagi.
Karunia untuk melayani dianggap masih ada, karena ini tentang bagaimana orang Kristen diharapkan dapat menjadi pelayan Tuhan di gereja atau di pelayanan non-gereja.
Tetapi banyak yang menganggap, misalnya karunia berbahasa Roh, sudah tidak ada lagi.
Terlepas dari silang pendapat semacam itu, Firman Tuhan menyatakan “Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama”. (1 Korintus 12:7).
Lebih dari pada karunia-karunia rohani, ada kasih yang mempersatukan, kita tidak saling menghakimi, tetapi kita berjalan sesuai dengan (tingkat) pengertian yang Tuhan nyatakan kepada kita masing-masing.
Karunia Roh itu digunakan untuk kepentingan bersama, bukan untuk memecah persatuan tubuh Kristus.
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan apakah Roh Kudus sudah memberikan karunia Roh yang spesifik kepadamu.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apa yang Petrus sedang lakukan di depan orang banyak?
Dan seperti apa respon mereka yang mendengarkan?
Mengalami karunia Roh Kudus hanya akan terjadi jika kita adalah pelaku dari peristiwa tersebut.
Kitab Kisah Para Rasul bukanlah berisi teori tentang bagaimana supaya orang mengalami pimpinan Tuhan, teori tentang bagaimana orang mengalami demonstrasi kuasa Roh.
Kitab Kisah Para Rasul adalah tentang cerita bagaimana para rasul dan para murid menjadi obyek atau pelaku secara langsung dari pertunjukkan kuasa Roh.
Jadi jika kita bermaksud untuk mengalami karunia Roh Kudus, maka kisah dalam Kitab Kisah Para Rasul itu adalah contoh-contoh yang dapat kita ikuti dan terapkan.
Tanda-tanda dan mukjizat yang terjadi di Kitab Kisah Para Rasul, bukan dalam peristiwa yang biasa-biasa saja.
Tanda-tanda dan mukjizat itu terjadi ketika para rasul sedang melayani Tuhan, lebih tepatnya, sedang memberitakan Injil!
Ada banyak contoh peristiwa yang menegaskan pernyataan ini.
Kisah Para Rasul 2:41 “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa”.
Kotbah pertama Petrus menghasilkan 3.000 orang bertobat.
Mukjizat orang lumpuh menghasilkan 2.000 orang bertobat seperti yang dikisahkan di Kisah Para Rasul 3:6 ”Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”.
Kisah Para Rasul 9:34–35 “Kata Petrus kepadanya: “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!” Seketika itu juga bangunlah orang itu. Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.”
Petrus menyembuhkan Eneas dan penduduk Lida dan Saron berbalik kepada Tuhan.
Kisah Para Rasul 9:40,42 ”Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk. Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.”
Disini Petrus membangkitkan Tabita dari kematian, dan peristiwa itu mengakibatkan seluruh Yope, dan banyak orang yang percaya kepada Tuhan.
Tanda dan mukjizat terjadi ketika para murid memberitakan Injil, menceritakan Yesus.
Hal yang sama saat ini sedang terjadi di berbagai penjuru dunia, bagaimana tanda-tanda dan mukjizat terjadi ketika orang-orang memberitakan Injil.
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan bagaimana penerapan dari perintah Tuhan untuk memberitakan Injil. Dan segera mengambil keputusan kapan akan menerapkan kebenaran Firman.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Siapakah mereka yang beroleh selamat?
Apakah tanda-tanda perbuatan mukjizat masih berlaku hingga di zaman modern ini?
Selama tiga setengah tahun Yesus melayani di bumi, banyak tanda dan mukjizat Tuhan Yesus lakukan.
Mukjizat pertama terjadi di Kana, ketika Yesus mengubah air menjadi anggur.
Tanda dan mukjizat diperlukan, khususnya bagi orang yang belum percaya.
Karena bagi orang yang belum percaya, tanda dan mukjizat itu akan menarik perhatian mereka, selanjutnya mereka diharapkan tidak berhenti pada ketertarikan kepada mukjizat yang terjadi, tetapi kepada Kristus, kepada Injil keselamatan.
Apakah tanda dan mukjizat masih terjadi hingga masa kini. Jawabannya: Ya.
Selama masih banyak orang yang belum percaya kepada karya keselamatan Kristus di kayu salib.
Tanda dan mukjizat masih diperlukan, manifestasi dan demonstrasi kuasa Roh masih diperlukan.
Pemberitaan Injil baik yang dilakukan orang ke orang atau dalam kelompok kecil, maupun dalam Kebaktian Kebangunan Rohani yang bisa menarik ribuan orang.
Maka demonstrasi kuasa Roh akan menjadi tanda yang membuat orang tertarik kepada Kristus.
Dan Allah bisa memakai siapa saja untuk memanifestasikan kuasa-Nya.
Tujuannya agar banyak orang yang akhirnya memperoleh keselamatan kekal.
Selain bagi orang yang belum percaya, tanda dan mukjizat, tentu dibutuhkan bagi umat Tuhan yang memerlukan.
Mukjizat kesembuhan bagi mereka yang sakit atau mukjizat dalam keuangan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan dalam keuangan.
Lalu bagaimana agar kita secara pribadi dapat mengalami demonstrasi kuasa Roh?
Kita dapat memulai dengan doa yang diajarkan dalam Kitab Kisah Para Rasul 4:29-30“Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.”
Belajar dari para murid pada gereja yang mula-mula.
Mereka memberitakan Injil dan akibat dari apa yang mereka lakukan, mereka diancam untuk berhenti memberitakan nama Yesus.
Tanpa bermaksud mengajarkan hal yang konyol dengan memberitakan Injil secara serampangan.
Tapi melakukan perintah Tuhan dengan memberitakan Injil akan membuka kesempatan kepada kita untuk memanifestasikan kuasa Roh kudus.
Kita dapat berdoa, “Tuhan berikan kepada kami keberanian untuk memberitakan Injil, Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.”
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan bagaimana penerapan dari perintah Tuhan untuk memberitakan Injil. Dan segera mengambil keputusan kapan akan menerapkan kebenaran Firman.