Pembacaan Alkitab Hari ini : KISAH PARA RASUL 2:44-47
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Bagaimana jemaat yang mula-mula memperlakukan harta yang mereka miliki?
Apa yang menjadi kebiasaan mereka di Bait Suci.
Gereja yang mula-mula memiliki ciri yang berbeda dibandingkan gereja yang kita lihat di masa kini.
Ada kebiasaan baik yang seharusnya bisa ditiru oleh gereja atau orang percaya di jaman ini.
Memiliki kebiasaan yang baik.
Pertama, Gereja yang lahir dalam kuasa Roh pada Hari Pentakosta memiliki kebiasaan untuk bertekun dalam pengajaran para rasul dan persekutuan, memecahkan roti dan berdoa.
Kekuatan persekutuan mereka ditunjukkan dengan saling tolong menolong, berbagi harta milik mereka.
Yang mendasari kegiatan ini adalah motif untuk saling mengasihi.
2. Gereja memperagakan kuasa Tuhan
Ada banyak tanda dan mujizat yang dilakukan oleh para murid.
Gereja mula-mula tidak hanya dilahirkan dalam kuasa Roh, tetapi kuasa Roh adalah bagian dari pengalamannya yang berkelanjutan.
Kekuatan inilah yang memungkinkan Gereja untuk mempengaruhi masyarakat di sekitarnya.
3. Gereja menjadi tempat yang membuat orang bergembira.
Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah.
Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah
Pertemuan-pertemuan di Gereja menjadi saat-saat yang menyenangkan.
Ada sukacita dan kegembiraan!
4. Memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang.
Akhirnya, Gereja mula-mula adalah Gereja yang memberitakan Injil.
“Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”
Gereja itu penginjilan!
Mereka bersemangat untuk memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang.
Saudara, diskusikan dalam kelompok pemuridan, dari empat hal di atas, apakah yang bisa dilakukan saat ini dengan segera?
Pembacaan Alkitab Hari ini : KISAH PARA RASUL 2:41-43
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Berapa orang kah yang memberi diri dibaptis?
Apa saja yang dilakukan oleh para petobat baru?
Kisah Para Rasul 2:43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
Tanda dan mujizat yang dalam Bahasa Inggris adalah : signs and wonders, adalah ungkapan khas yang berasal dari Alkitab.
Ada 47 ayat dalam Alkitab Perjanjian Lama maupun Alkitab Perjanjian Baru yang mencantumkan Frasa ini : tanda dan mujizat.
Di Kitab Keluaran misalnya tertulis:
Keluaran 7:3 Tetapi Aku akan mengeraskan hati Firaun, dan Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir.
Tanda dan mujizat adalah alat yang Tuhan gunakan untuk menyatakan kuasa-Nya.
Sama seperti Firaun yang tidak percaya kepada Allah Yehova, pada masa gereja yang mula-mula juga banyak orang termasuk para ahli Taurat yang juga tidak mempercayai Allah.
Sehingga Allah memberikan karunia kepada para murid untuk menyatakan kuasa-Nya, melalui tanda dan mujizat.
Jika kita membaca sejarah kebangunan rohani, baik yang terjadi di Eropa, Amerika, Tiongkok dan di Indonesia.
Maka kita akan melihat bahwa Allah melakukan banyak tanda dan mujizat.
Dan ketika hal ini terjadi, itu seperti sebuah dentuman yang menggelegar, yang mengejutkan banyak orang dan yang akhirnya membawa banyak orang untuk mempercayai Yesus sebagai Juru Selamat.
Di masa kini, banyak orang yang juga tidak mempercayai Allah.
Sehingga kita bisa memohon agar Allah kembali mengaruniakan mujizat kepada kita umat percaya, bukan agar kita atau gereja kita dimuliakan, tetapi semata-mata agar melalui tanda dan mujizat yang terjadi, banyak orang dimenangkan dan Tuhan dipermuliakan.
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan apakah engkau atau anggota di kelompok pemuridan pernah mengalami tanda dan mujizat, misalnya kesembuhan ilahi.
Pembacaan Alkitab Hari ini : KISAH PARA RASUL 2:1-4
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Kapan pertama kali Roh Kudus dicurahkan?
Apa yang terjadi ketika Roh Kudus dicurahkan?
Tuhan Yesus tidak mendirikan Gereja.
Tetapi Dia adalah penyebab awal dari gereja; artinya, bahwa tanpa hidup-Nya, pelayanan-Nya, pengajaran-Nya, dan kematian serta kebangkitan-Nya, tidak akan ada gereja.
Roh Kudus lah pendiri Gereja.
Sama seperti Yesus dikandung oleh Roh Kudus untuk dilahirkan dari Maria, demikian pula gereja diberi kehidupan bersama oleh Roh yang sama itu.
Sebagaimana Allah pernah hidup di bumi sebagai manusia dalam Pribadi Kedua dari Trinitas, demikian pula Allah sekarang berada dalam Pribadi Ketiga dari Trinitas di dalam gereja dan di dalam anggota-anggotanya.
Roh Kudus adalah Allah yang masih hidup di antara dan di dalam umat Allah.
Jadi, benar untuk mengatakan bahwa Gereja lahir dari Roh Kudus.
Kelahiran Gereja oleh Roh Kudus ini terjadi pada hari Pentakosta.
Hari di mana pertama kali Roh Kudus dicurahkan.
Dan jika kita membaca kitab Kisah para Rasul, maka kita akan mendapatkan kisah atau cerita tentang kehebatan Roh Kudus yang bekerja melalui para rasul dan para murid lainnya.
Petrus yang sempat menyangkal Yesus sebanyak tiga kali, berubah menjadi Petrus yang perkasa.
Yang mengkhotbahkan Injil dengan lantang, tegas dan ribuan orang yang mendengarkan khotbahnya, bertobat!
Pada hari Pentakosta, Roh Kudus datang dan mengubah kumpulan kecil murid-murid yang setia menunggu menjadi jemaat pertama Gereja.
Turunnya Roh Kudus dilambangkan dengan angin dan api, dua simbol yang melambangkan keleluasaan dan kekuatan.
Ya, Roh Kudus akan leluasa untuk menjangkau siapa saja yang lapar dan haus untuk menerima kehadiran-Nya.
Dan ketika seseorang telah dipenuhi Roh Kudus, maka Roh akan memampukan orang tersebut untuk menjadi alat yang luar biasa untuk menyatakan tanda dan mujizat.
Saudara, berbicara tentang gereja yang mula-mula, saat ini apakah engkau sudah terdaftar dalam gereja lokal?
Bagi yang di Bandung apakah engkau sudah terdaftar sebagai anggota gereja GKKD-BP, kalau belum, silakan segera mendaftar.
Pembacaan Alkitab Hari ini : KISAH PARA RASUL 6:3-6
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah kriteria dari orang-orang yang akan diajak oleh para rasul untuk melayani?
Setelah ditetapkan tujuh orang untuk diajak melayani, apakah yang dilakukan oleh para rasul terhadap mereka?
Stefanus, Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, adalah tujuh orang “awam” pertama yang diangkat menjadi pelayan meja untuk membantu para rasul.
Mereka bukan orang-orang hebat menurut ukuran dunia, artinya mereka bukan orang yang kaya, berkedudukan tinggi atau yang terpandang di tempat mereka tinggal.
Dan fenomena ini juga terjadi dari masa ke masa, di mana Allah telah memanggil orang-orang “biasa”: mereka bisa berasal dari kalangan mahasiswa, ibu rumah tangga, pegawai di kantor pemerintah, guru, perawat, teknisi, ahli hukum, dan sebagainya.
Kisah kebangunan rohani di New Hebrides, Skotlandia pada pertengahan abad ke 20, justru dimulai ketika dua orang nenek, kakak beradik berdoa agar melawat desa mereka.
Dan akhirnya kebangunan rohani yang terkenal itu pun terwujud.
Jadi Tuhan bisa memakai siapa saja untuk melakukan hal-hal yang hebat: Timotius yang masih muda yang kemudian dimuridkan oleh Paulus; Stefanus yang kemudian menjadi martir pertama dalam sejarah gereja Perjanjian Baru; dua nenek kakak beradik yang kemudian memulai kebangunan rohani di New Hebrides.
Mereka semua merespon dengan tepat ketika Allah memanggil mereka.
Dan mereka setia melakukan panggilan Tuhan dengan melayani sesuai karunia rohani mereka.
Saudara, saat ini pun Allah masih memanggil umat-Nya untuk melayani Dia sesuai karunia rohani kita.
Kita bisa melayani Tuhan dengan menjadi pelayan sepenuh waktu atau kita bisa melayani Tuhan di market place.
Temukan apa karunia rohanimu, bakat, talenta, pendidikan, pengalaman, dan membawa semuanya kepada Tuhan.
Mohon arahan-Nya untuk mengerti dimana harus bekerja—ini bagi yang belum bekerja—dan bagi yang sudah bekerja segera mencari tahu apa yang bisa dilakukan di tempat kerja, agar melalui profesi kita, nama Tuhan dipermuliakan.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, coba diskusikan apa yang sudah dan yang belum engkau kerjakan untuk melayani Tuhan di posisimu saat ini.
Yohanes 14:16Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.
Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai “Penolong” yakni “seseorang yang dipanggil untuk berjalan bersama, memberi dorongan dan nasihat.”
Menginsafkan dunia akan dosa (Revival) dan mengalami Pembaharuan yang ditegaskan dalam Yohanes 16:8“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman” dan Roma 8:13“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Roh Kudus memberikan kita rasa gelisah (tidak ada damai sejahtera) saat kita melakukan dosa dan cepat dibereskan maka hidup kita akan terus-menerus lewat Roh Kudus ada kualitas hidup rohani yang naik dan bertumbuh.
Caranya dibangun melalui saat teduh, doa, dan pujian penyembahan yang kita naikkan setiap hari.
Smith Wigglesworth mengingatkan bahwa “Ketika orang suci berhenti mengejar kekudusan, kemurnian, kebenaran, kehidupan berdoa, membaca Firman dan akan memberi jalan kepada nafsu duniawi, maka setan akan datang.”
2. Memimpin ke dalam seluruh kebenaran (Spirit of Truth) dan mengubah hidup orang percaya menjadi seperti Kristus (from Glory to Glory).
Kerinduan orang percaya yang dipimpin oleh Roh Kudus menjadi serupa dengan Kristus dan ketika kita hidup dipimpin Roh Kudus, akan memiliki gaya hidup yang benar dan mengagumkan memiliki sifat-sifat Kristus (buah Roh).
Yohanes 16:13“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang” dan 2 Korintus 3:18“Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar”
3. Memberi, Karunia yang tercatat dalam 1 Korintus 12:1-11.
Seperti yang dialami Gereja mula-mula yang mengalami pencurahan Roh Kudus di Kamar Loteng, Petrus berkotbah 3.000 orang menjadi bertobat serta memberi diri percaya dan dibaptis dampaknya mencolok Gereja mula-mula bertumbuh secara luar biasa.
Itu semuanya membuktikan kebenaran yang secara implisit ada di dalam pesan Tuhan Yesus bahwa setelah penantian 10 hari di Yerusalem, pencurahan Roh Kudus merupakan trigger, yang kemudian dipakai menjadi growing power bagi Gereja Mula-mula.
Roh Kudus diproklamasikan menjadi sumber kekuatan Gereja yaitu :
1. Untuk Menaruhkan Visi Allah dalam Hidup Kita masing-masing dan kitapun bersyukur ketika Allah mendownload visi-Nya ke dalam hati kita dan menyingkirkan segala kalkulasi yang tidak sesuai kehendakNya.
2. Mendorong Kita ke arah destinasi, hal Ini berbicara tentang kompas hidup kita. Kita hanya menyerahkan hidup kita kepada dorongan yang tidak tertahankan tersebut. Kita tidak bisa beralih ke rel yang lain.
3. Mendesain Proses yang kita jalani sehari-hari, ini bicara tentang jam dalam hidup kita, ada tahun, bulan, tanggal, jam, menit, dan ada detiknya sangat detail termasuk aktivitas study, pekerjaan dunia usaha dan Rumah rohani GKKD-BP
a. Desain Rumah Rohani Kita GKKD-BP
Seperti Tuhan menuntun Bezalel dalam setiap detail proyek Tabernakel, demikian pula Tuhan akan menuntun kita seluruh jemaat dari waktu ke waktu, dari situasi ke situasi berkemenangan dan jujur sesungguhnya kita semua tanpa disadari adalah bezalelbBezalel masa kini.
Saya ajak Departemen Youth beserta seluruh kekuatannya mulai bulan Juli, Agustus, September fokus melalukan penjangkauan sekolah-sekolah SMP, SMA serta kampus kampus dan komunitas-komunitas.
b. Route Perjalanan Hidup KitaSesungguhnya
Tuntunan Roh Kudus akan menjadi seperti tiang awan dan tiang api dalam perjalanan Bangsa Israel di padang gurun.
Satu medan yang tidak jelas alur-alur jalannya, yang tidak ada papan petunjuknya di setiap persimpangan, kalau belok akan mengarah ke mana.
Kalau belok kanan arah kita akan mengarah ke mana dan sebagainya agar dapat mencapai tujuan.
Kuncinya Kita harus terus senantiasa memasang indera rohani kita untuk dapat menangkap instruksi- instruksi Roh Kudus.
DIA-lah yang dapat melihat keseluruhan bumi dan sejarah, Dia maha mengetahui apa yang akan terjadi, apa yang sedang menghadang di depan kita.
Roh Kudus yang membuat kita terhubung kepada Kerajaan Allah sehingga hidup mereka tidak tidak tergoncangkan di tengah zaman yang sukar, KITA SEMUA JEMAAT GKKD-BP MENGALAMI UNLIMITED BLLESSING yang diteguhkan dalam Wahyu 5:10Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.”
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang dimaksud dengan berjuang secara duniawi?
Apakah artinya “mematahkan setiap siasat orang”?
Oleh anugerah Tuhan semata maka kita yang berdosa akan memperoleh pengampunan dosa, yaitu jika kita percaya Injil, yaitu kepada karya keselamatan Kristus di kayu salib.
Setelah kita menjadi orang percaya, ini adalah awal kehidupan kita sebagai manusia rohani.
Artinya, kita masih hidup di dunia sesuai dengan profesi kita, apakah kita masih belajar di sekolah atau di kampus, atau sebagai pegawai, pengusaha atau ibu rumah tangga.
Apa pun profesi kita, Tuhan ingin agar kita mempermuliakan Tuhan melalui profesi kita.
Status kita adalah manusia rohani, imamat Allah yang Rajani.
1 Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
Jadi entah kita sebagai mahasiswa atau pegawai atau pedagang di pasar.
Kita adalah imamat yang rajani, kita adalah imam-Nya Allah yang Tuhan utus untuk memuliakan Allah sesuai dengan panggilan Allah bagi kita.
Allah tidak memanggil semua orang untuk menjadi pelayan Allah sepenuh waktu, misalnya menjadi pendeta atau utusan Misi yang melayani di pedalaman.
Tetapi Allah menghendaki agar apa pun profesi kita, kita menjadikan hal tersebut untuk melayani Tuhan.
Di tempat kita bekerja, kita bisa melayani Tuhan dengan menjadi garam dan terang.
Rekan kita di kantor tertarik kepada Kristus oleh karena kesaksian kita yang baik, kerajinan kita, kejujuran dan integritas kita.
Kita bisa mulai dengan bersaksi kepada satu atau dua rekan satu kantor, mengikuti persekutuan di kantor, kalua sudah ada.
Atau mulai membukan persekutuan di kantor.
Dan jika hal ini kita mulai lakukan, maka kita bisa memohon agar kebenaran Firman Allah ini berlaku atau terjadi dalam kehidupan dan pelayanan kita.
2 Korintus 10:3,4 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
Saudara, ketika engkau mulai memperhatikan orang lain dan melayani mereka untuk mengenal Kristus.
Acapkali tanpa disadari Tuhan juga sedang memperhatikan pekerjaanmu, studimu, sehingga engkau diberikan keberhasilan dalam profesimu di dunia sekuler!
Pembacaan Alkitab Hari ini : KISAH PARA RASUL 11:22-25
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang dilakukan oleh Barnabas di Antiokhia?
Apa yang menyebabkan sejumlah orang dibawa kepada Tuhan?
Menurut saudara bagaimana Barnabas bisa memiliki kualitas seperti itu?
Setiap orang yang sudah lahir baru memiliki roh Allah di dalam hatinya.
Mereka disebut sebagai anak-anak Allah.
RohNya tinggal dan memampukan mereka untuk menaati setiap perintahNya.
Namun sayangnya, seringkali terjadi sekalipun Roh Kudus ada dalam hidup orang percaya, tidak selalu Ia diizinkan untuk aktif beroperasi.
Itu sebabnya masih ada anak-anak Tuhan yang jatuh bangun dalam dosa dan hidupnya tidak menjadi kesaksian yang baik.
Barnabas, adalah salah satu tokoh yang spesial dalam kitab Kisah Para Rasul.
Sekalipun dia tidak banyak disebut dan tidak menjadi tokoh utama, tapi perannya sangat besar.
Ia menerima Saulus dan membuka jalan bagi Saulus untuk diterima oleh rasul-rasul.
Dikatakan bahwa “Karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.”
Saudaraku, orang-orang tidaklah tertarik dengan perkataan kita kalu hidup kita tidak selaras dengan perkataan itu.
Orang seringkali tidak tertarik dengan pengetahuan kita, jika tidak ada kasih yang kita nyatakan.
Para orang tua yang saat ini aktif di gereja dan pelayanan, anak-anakmu melihat cara hidupmu di rumah lebih daripada nasihat dan khotbahmu!
Para pelajar dan mahasiswa, teman-teman sekolah dan teman kuliahmu melihat cara hidupmu lebih daripada hebatnya sosial media dan penampilanmu!
Para karyawan dan pengusaha, rekan-rekan kerja dan rekan-rekan bisnismu melihat cara hidupmu lebih daripada sekedar tingginya jabatan atau keuntungan yang kau dapatkan!
Jika kita mau menjadi saksi yang baik dan membawa banyak orang kepada Kristus, pastikanlah Roh Kudus diizinkan senantiasa memerintah dalam hati kita.
Mari renungkanlah, dalam bidang apakah seringkali kita membatasiNya mengatur hidup kita?
Temukan dan serahkan kepada Dia.
Apakah saudara sudah menjadi kesaksian bagi orang-orang di sekitar saudara?
Diskusikanlah dengan rekan persekutuan saudara, hal-hal apa yang bisa membuat saudara menjadi kesaksian dan yang tidak.
Pembacaan Alkitab Hari ini : KISAH PARA RASUL 13:50-52
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang dialami oleh Paulus dan Barnabas di Antiokhia?
Bagaimana respon Paulus dan Barnabas terhadap penganiayaan tersebut?
Bagaimana respon murid-murid di Antiokhia?
Pernahkah saudara merasa lelah dan kehilangan sukacita saat melayani dan berbuat baik kepada orang lain?
Atau mungkin saudara merasa kecil hati ketika melihat masalah yang dialami oleh orang-orang yang dekat dengan saudara?
Kita mungkin tahu kehendak Tuhan adalah agar kita melayani orang lain, tetapi untuk setia melakukannya dengan sikap hati yang benar adalah suatu tantangan tersendiri.
Kita juga seringkali terpengaruh ketika melihat orang-orang yang kita anggap sebagai senior ternyata mengalami juga masalah, dan tidak memenuhi harapan kita.
Paulus dan Barnabas melakukan pelayanan yang luar biasa, mereka dengan berani memberitakan Injil dan memenangkan banyak orang yang tidak percaya.
Namun pada saat yang sama, ada orang-orang Yahudi yang iri hati dan berhasil menimbulkan penganiayaan atas mereka bahkan sampai mereka diusir dari daerah tersebut.
Yang menarik adalah tercatat bagaimana sikap hati murid-murid di Antiokhia.
Dikatakan bahwa mereka penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.
Bagaimana bisa?
Pemimpin mereka, orang yang baru saja menginjili mereka diusir dari kota tersebut.
Ada ancaman dari orang-orang Yahudi untuk menganiaya mereka.
Saudaraku, perhatikan mereka nampaknya tidak menganggap semua kesulitan tersebut sebagai alasan untuk berhenti dalam iman percaya mereka.
Justru mereka diteguhkan bahwa jalan yang mereka pilih adalah benar dan mereka bersukacita karena itu.
Ya, kebenaran dan kuasa Roh Kudus membuat kita bisa bersukacita dalam keadaan apapun.
Sebuah nasihat bijak berkata “Jangan pernah menyesali setiap kebaikan dan kebenaran yang ditabur sekalipun orang lain mungkin tidak menghargainya. Respon orang lain menunjukkan siapa mereka dan respon kita menunjukkan siapa kita.”
Adakah hal yang membuat saudara tidak bisa bersukacita saat melakukan kebenaran?
Ceritakanlah dan berdoa bersama pembimbing saudara agar saudara kembali diteguhkan!
Pembacaan Alkitab Hari ini : KISAH PARA RASUL 10:37-41
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Dengan apa Allah mengurapi Yesus?
Apa yang dilakukan oleh Yesus saat Ia berjalan berkeliling?
Apa yang disaksikan oleh murid-murid Yesus?
Sebagai manusia, Yesus diurapi dengan Roh Kudus dan kuat kuasa.
Dia berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.
Kita, manusia, yang memerima urapan Roh Kudus juga dimampukan untuk melakukan yang sama dengan Yesus.
Ada tujuan yang besar dan mulia ketika kita dipenuhi dengan Roh Kudus.
Kita bukan hanya diberi kuasa untuk menghadapi masalah-masalah pribadi tapi juga diberi kuasa untuk menjadi pelaku Firman dalam hidup kita sehari-hari dan menyatakan perbuatanNya bagi orang lain.
Seringkali kita mencoba untuk berbuat baik, namun gagal karena mengandalkan kekuatan sendiri.
Bukankah banyak ibu-ibu yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga sambil merasa kesal dan mengomel.
Para karyawan yang bekerja keras menyelesaikan pekerjaan dari atasan sambil mengeluh.
Pelajar dan mahasiswa yang belajar dan menyelesaikan tugas sambil marah-marah.
Bapak-bapak yang bekerja keras menjalankan usaha demi pendapatan keluarga sambil menyalahkan.
Bukankah semua itu sering terjadi?
Hal itu terjadi karena kita mulai melupakan tujuan Allah dan mengandalkan kekuatan kita sendiri.
Kita perlu menyadari bahwa di luar Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa.
Kita butuh tinggal di dalam kasihNya, mengalami kasih karunia dan kekuatanNya untuk menjalani setiap hari dengan benar.
Yesus saja berjalan dengan disertai Allah sehingga Ia mampu menyelesaikan pekerjaanNya di bumi.
Betapa kita lebih lagi membutuhkan penyertaan Allah untuk menyelesaikan pekerjaan kita di bumi.
Maukah saudara terus bersekutu denganNya?
Maukah saudara mengenal Dia dan mengizinkan Roh Kudus untuk menolongmu setiap hari?
Bagaimana hubungan pribadi saudara dengan Tuhan?
Evaluasilah dan kembalilah kepada persekutuan pribadi yang erat denganNya sampai kuasaNya penuh dalam hidup saudara!
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang terjadi ketika seseorang hidup menurut daging dan apa akibatnya?
Apa yang terjadi ketika seseorang hidup menurut Roh dan apa akibatnya?
Apa yang terjadi ketika Kristus ada di dalam kita?
Dapatkah saudara bayangkan bagaimana perasaan seorang terdakwa yang telah terbukti melakukan pelanggaran hukum dinyatakan bebas dan tidak ada hukuman yang dijatuhkan oleh hakim?
Tentu saja dia akan sangat bersukacita dan berterima kasih kepada hakim.
Namun semua itu tidak ada artinya jika sang terdakwa yang telah dibebaskan tersebut kembali melanggar hukum dan ditangkap lagi.
Seperti terdakwa tersebut, demikian jugalah kita.
Kita telah sangat berdosa dihadapan Tuhan dan layak untuk dihukum.
Namun, bukannya penghukuman yang kita terima, melainkan pengampunan dan pembebasan dari Sang Hakim.
Ia mengharapkan kita untuk tidak mengulangi lagi segala dosa dan pelanggaran kita.
Roh Kudus yang berdiam dalam diri kita akan memenuhi dan menuntun hidup kita untuk mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.
Dalam proses itu kasihNya akan semakin nyata bagi kita sehingga Roh Kudus memampukan kita mengerjakan segala kebenaran Firman Allah dalam kehidupan kita sehari-hari.
Saat kita senantiasa ada dalam kasihNya, maka RohNya menolong kita untuk semakin serupa seperti Kristus.
Kita tidak hanya berubah tindakannya, tapi juga keinginannya.
Yang tadinya mencari keinginan daging, sekarang menginginkan semua yang berasal dari Roh Allah.
Proses transformasi hidup inilah yang akan menarik banyak orang di sekitar kita untuk datang kepadaNya.
Maka kita pun menjadi saksi Kristus yang efektif dan orang-orang sekitar kita menikmati keselamatan yang dari Tuhan.
Saudara, maukah saudara selalu mengingat kasihNya yang membebaskanmu dari penghukuman itu?
Saat kita senantiasa mengingatnya maka kita diubahkan dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama.
Biarlah kita terus menyadari, bahwa kita sebetulnya tidak layak untuk dibebaskan dari hukuman namun karena kasih Tuhan yang begitu besar kepada kita, kita dibebaskan bahkan diberi kuasa oleh Roh Tuhan untuk mengerjakan kebenaran dan menjadi semakin serupa denganNya.
Diskusikanlah dengan rekan persekutuan saudara bagaimana Roh Kudus mengubah keinginan hati saudara dari hal-hal yang tidak berkenan kepadaNya.