Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang dikatakan Firman Tuhan hari ini kepada yang tidur ? Siapa yang bercahaya atas kita?
Apa yang harus kita perhatikan dengan seksama?
Mengapa kita harus mempergunakan waktu-waktu yang ada?
Apa yang harus kita usahakan?
Waktu dan kesempatan adalah anugerah dan kepercayaan dari Tuhan kepada kita anak-anakNya.
Tuhan memberikan kita waktu dan kesempatan agar kita dapat dibentuk Tuhan menjadi semakin arif dan mengerti kehendak Tuhan.
Waktu yang hilang tidak dapat kita kembalikan, sehingga melalui surat Efesus ini Tuhan berpesan supaya kita memperhatikan dengan seksama seperti apa kita menjalani kehidupan menggunakan waktu yang Tuhan berikan.
Ada orang yang menyia-nyiakan waktu dengan melakukan hal-hal yang jahat atau sia-sia, kita semua tentu sudah bukan orang seperti ini.
Namun ada juga umatNya yang menyia-nyiakan waktu dengan melakukan kegiatan keagamaan yang rutin tanpa menyadari bahwa yang dikerjakannya tidak menghasilkan pertumbuhan secara pribadi maupun berdampak bagi banyak orang.
“Perhatikan dengan seksama bagaimana kamu hidup” memberikan penekanan bahwa kita harus memastikan dan mengevaluasi dihadapan Tuhan apakah seluruh aktivitas kita benar-benar menjadikan kita semakin serupa dengan Kristus, memuliakan Kristus atau hanya suatu program yang sepertinya membuat kita sibuk namun tidak menghasilkan apa-apa dan berulang dari tahun ke tahun.
Mari kita perhatikan baik-baik apakah dampak dari kehidupan kita pada rencana Kristus bagi dunia.
Mulaialah dari amanat agung, berapa banyak jiwa kita jadikan murid Kristus?
berapa banyak orang-orang yang kita ajar untuk melakukan apa yang Tuhan perintahkan?
Bagaimana perubahan karakter kita bisa menjadi berkat bagi keluarga terdekat kita, bagi orang-orang disekitar kita.
Apakah mereka mengenal Yesus melalui kehidupan kita?
Saudara, tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat, usia kita semakin bertambah, namun sayang sekali bila kita belum berubah dan bergerak dengan kecepatan seperti yang Tuhan amanatkan.
Saudara, bila kita masih berkutat dengan persoalan yang sama dari tahun ke tahun, hal ini menunjukkan bahwa kita sedang berputar-putar menghabiskan waktu yang Tuhan berikan dengan sia-sia.
Marilah kita masing-masing mengevaluasi bagaimana kita menggunakan waktu-waktu yang Tuhan berikan, sudahkah kita gunakan untuk menggenapi rencanaNya?
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan?
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang terjadi bila garam menjadi tawar?
Selain menjadi garam seperti apa kita diumpamakan?
Di mana seharusnya diletakkan pelita?
Mengapa terang umat Tuhan harus bercahaya didepan semua orang?
Menjadi garam dan terang adalah ilustrasi yang diberikan oleh Yesus kepada kita sebagai murid-muridNya.
Kedua benda ini memiliki karakter yang berbeda namun memiliki dampak yang sangat penting bagi kehidupan, bila garam adalah benda yang tidak terlihat namun terasa sebaliknya terang adalah benda terlihat.
Sesuai dengan fungsinya suatu sumber cahaya seperti lampu berfungsi untuk menerangi suatu area sehingga orang dapat melihat benda-benda yang ada di area yang terang tersebut.
Area yang dapat diterangi tergantung dua hal, pertama kekuatan cahaya lampu tersebut dan kedua posisi lampunya, kedua hal adalah penting.
Bila suatu lampu hanya terang tetapi diletakkan dibawah maka tidak akan pernah dapat menerangi banyak area, begitu juga sebaliknya bila lampu diletakkan diatas dan tinggi tetapi tidak memiliki cahaya yang terang maka area dibawahnya tetap terasa kegelapannya.
Sebagai murid Kristus yang diberi amanat untuk menajdi terang maka kita perlu memperhatikan 2 hal yang disebutkan dalam perikop hari ini, terang yang bercahaya dan diletakkan di atas bukan dibawah gantang.
Terang yang bercahaya mengingatkan akan karakter Kristus atau buah Roh yang berbuah lebat dalam kehidupan kita yang memberkati orang disekitar, sementara diletakkan diatas mengingatkan akan posisi dan tanggung jawab yang Tuhan percayakan.
Bila Tuhan mempercayakan kita pada posisi sebagai kepala maka kita memiliki kesempatan untuk memberkati banyak orang, namun pastikan terang kita tidak redup.
Tuhan mempersiapkan jemaatNya untuk semakin menjadi berkat dan semakin besar area tanggung jawab yang diberikan, hal ini dilakukan agar hidup kita terus bertumbuh dan semakin menjadi serupa dengan Kristus untuk memuliakan Bapa.
Jadi baiklah kita merenungkan kembali bagaimana perjalanan kehidupan kita di dalam Tuhan, apakah terang itu semakin bercahaya?
Apakah semakin besar tanggung jawab yang Tuhan percayakan?
Bersyukurlah bila demikian, bila tidak maka kita perlu merenungkan kembali panggilanNya dalam hidup kita untuk menjadi terang.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan ?
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang terdengar dari kerongkongan umatNya dan apa yang ada ditangannya?
Apa tujuan peperangan dalam perikop ini?
Siapa saja yang akan dibelenggu dengan rantai-rantia dan tali-tali besi?
Apa yang harus dilaksanakan terhadap mereka-mereka ini?
Pujian pengagungan kepada Tuhan adalah bentuk deklarasi yang memiliki kekuatan tidak hanya membangun iman kita tetapi juga memiliki kuasa untuk menghancurkan pengaruh kuasa jahat, intimidasi iblis serta melepaskan belenggu-belenggu yang mengikat orang.
“Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka, untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa, untuk membelenggu raja-raja mereka dengan rantai, dan orang-orang mereka yang mulia dengan tali-tali besi, untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis “.
Pujian pengagungan dan pedang bermata dua menggambarkan Firman Tuhan yang memiliki otoritas untuk melaksanakan hukum dan kebenaran Tuhan yang harus digenapi di muka bumi.
Dunia yang saat ini penuh dengan ketidakadilan, kejahatan, ketidakkudusan dan banyak hal jahat lainnya yang menekan orang-orang percaya membutuhkan pujian dari mulut umatNya untuk menyatakan dan memanifestasikan kebenaran serrta terangNya.
Bagaimana gereja Tuhan berfungsi seperti yang Tuhan inginkan untuk menyatakan pujian pengagungan melalui mulut mereka dan pedang bermata dua di tangannya?
Mulailah dari menjaga perkataan kita dan terus belajar dan merenungkan Firman Tuhan.
Firman Tuhan adalah senjata pedang bermata dua yang digunakan untuk peperangan rohani dan menegakkan hukum-hukum Tuhan.
Kita belajar untuk memperkatakan Firman Tuhan dan sekaligus menepatinya melalui tindakan kita yang konsisten dengan Firman Tuhan.
Kesatuan antara perkataan dan perbuatan (integritas) akan memanifestasikan kuasa dan kasih Tuhan kepada dunia.
Pujian pengagungan tidak hanya menggunakan mulut kita, tetapi seluruh perbuatan kita adalah bentuk pujian dan pengagungan kepada Tuhan ketika kita persembahkan untuk Dia.
Tuhan tidak hanya menghendaki mulut kita saja untuk menyatakan pujian dan pengagungan tetapi seluruh tubuh kita seharusnya memanifestasikan pujian dan pengagungan melalui tindakan kita.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan?
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Mengapa Yesus mengatakan bahwa masih banyak hal yang belum bisa Dia sampaikan?
Apa yang terjadi ketika Roh Kebenaran itu datang?
Apakah Roh Kebenaran berkata-kata dari diriNya sendiri?
Apakah Roh Kebenaran akan senantiasa memuliakan Yesus?
“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”
Salah satu fungsi kehadiran Roh Kudus atau Roh Kebenaran dalam hidup kita adalah memimpin kita dalam seluruh kebenaran.
Ada banyak “kebenaran” palsu yang diberikan oleh dunia ini, tetapi Roh Kebenaran akan mengarahkan kita kepada kebenaranNYa, kebenaran yang sejati.
Kebenaran yang diterima oleh orang percaya tidak dapat langsung diterima seluruhnya, Yesus sendiri mengatakan bahwa kita tidak dapat menanggung seluruhnya saat ini, Roh Kebenaran akan memimpin kita dari hari ke hari kepada kebenaran demi kebenaran.
Seperti makanan jasmani demikian juga kebenaranNya harus kita terima hari demi hari sehingga kita bertumbuh dalam kebenaran dibawah pimpinan Roh Kudus.
Itulah sebabnya mengapa kita harus selalu mengalami persekutuan pribadi dengan Roh Kebenaran setiap hari bukan setiap minggu.
Pada dasarnya kebenaran yang disampaikan oleh Roh Kudus berasal dari Bapa dan Yesus seperti yang dikatakan dalam Firman hari ini : “Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.”
Jadi kebenaran demi kebenaran yang kita terima akan selalu memuliakan Bapa dan tidak pernah memuliakan manusia.
Hal inilah yang selalu harus kita ingat agar kita tidak disesatkan.
Seluruh kebenaran sejati selalu akan konsisten dengan kebenaran Firman Tuhan yang tertulis, kebenaran-kebenaran itu selalu mengarah kepada kemuliaanNya dan penggenapan rencanaNya.
Bagaimana dengan kondisi saudara saat ini?
Mari kita renungkan bersama, apakah Roh Kebenaran yang didatangkan Bapa secara khusus untuk kita telah kita ijinkan untuk memimpin kita setiap hari?
Ataukah kita dipimpin oleh kebenaran-kebenaran dari pikiran kita sendiri yang berasal dari berbagai informasi dunia yang kita dengar dan baca setiap hari?
Roh Kebenaran rindu memimpin kita untuk membawa kita kepada kebenaranNya dan pastikan bahwa semuanya itu senantiasa memuliakan Yesus sehingga membawa banyak orang datang kepadaNya.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan?
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang dimaksud dengan buah Roh dalam perikop yang kita baca hari ini?
Apakah hukum menentang hal-hal yang disebutkan sebagai buah Roh tersebut? Mengapa?
Apa yang seharusnya terjadi dengan milik Kristus?
Apabila kita hidup oleh Roh maka bagaimana seharusnya hidup kita?
Pimpinan Roh Kudus dalam hidup orang percaya tidak hanya menghasilkan kuasa, otoritas ilahi dan manifestasi karunia roh tetapi juga seharusnya buah Roh yang dapat dinikmati oleh orang-orang di sekitar kita.
Kisah para rasul tidak hanya berbicara mengenai bagaimana kuasa Tuhan dimanifestasikan ketika murid-murid memberitakan injil Kerajaan Allah, namun juga menceritakan bagaimana murid-murid Kristus dibentuk dalam penderitaan dan aniaya pada masa itu.
Kita lihat kesaksian Paulus berikut: “ Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,” (2 Korintus 11:24-27).
Kisah ini memperlihatkan sekalipun mereka memiliki kuasa, senantiasa berdoa dan berjerih lelah untuk Kerajaan Allah namun Tuhan mengijinkan segala penderitaan dialami oleh Paulus.
Paulus menyadari bahwa segala peristiwa yang dialaminya membentuk hidupnya dan memanifestasikan buah Roh dalam kehidupan pelayanannya.
Tidak sedikit orang-orang percaya mundur dan bahkan menghindar dari pelayanan karena gesekan dan perasaan teraniaya yang dirasakannya.
Kekecewaan dan sakit hati karena tidak dapat menerima kenyataan yang ada.
Bila Paulus kecewa dengan Tuhan karena disesah, dipukul, kelaparan dan sebagainya serta meninggalkan imannya maka sudah pasti kita tidak pernah melihat tulisan Paulus, pagi ini kita bisa membaca surat Paulus karena Paulus memutuskan untuk terus melayani dipimpin Roh.
Buah Roh dalam hidup Paulus bertumbuh ketika mengalami berbagai penderitaan, kondisi yang tidak menyenangkan membuat kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri berbuah dalam hidupnya.
Bagaimana dengan kehidupan kita?
Kita harus menyadari bahwa karunia yang hebat dan luar biasa, namun tanpa buah Roh dimanifestasikan dalam hidup kita sesungguhnya kita tidak pernah menghasilkan apa-apa dalam pelayanan.
Saudara, banyak orang-orang yang mungkin tidak terkenal dalam pelayanan namun mereka memanifestasikan buah Roh sehingga banyak orang datang dalam Kerajaan Allah karena kesaksian hidupnya, orang-orang ini adalah murid-murid Kristus sejati.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan?
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Berapa lama orang Israel dalam masa pembuangan di Babel?
Apa yang Allah janjikan setelah orang Israel kembali ke Yerusalem?
Oleh karena dosa dan pelanggaran yang dilakukan oleh raja-raja Yehuda, akhirnya Allah menyerahkan raja Israel Yoyakim dan penduduk Yerusalem ke tangan raja Nebukadnezar.
Mereka tinggal dalam pembuangan di Babel selama tujuh puluh tahun, sebelum akhirnya Allah membawa mereka kembali ke Yerusalem, yaitu pada jaman raja Kores, raja Persia.
Janji Tuhan bagi umat Israel: Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11).
Dan kemudian terbukti bahwa janji Tuhan tersebut tergenapi pada masa pemerintahan raja Kores, seorang raja Persia yang Tuhan pakai untuk memberkati orang-orang Israel.
Jika Allah berkehendak, Dia bisa memakai siapa saja untuk memberkati Israel.
Dan ini juga berlaku bagi kita “Israel-Israel rohani”, umat Tuhan yang sudah ditebus oleh darah Kristus.
Rancangan damai sejahtera yang sama, juga bisa berlaku bagi kita, jika kita mau percaya dan memohon agar janji yang sama terjadi dalam hidup kita.
Tuhan mampu misalnya memakai “Kores-Kores di market place saat ini” untuk menjadi saluran berkat bagi umat Tuhan.
Kores masa kini bisa saja itu adalah bos di kantor, untuk menjadi saluran berkat, misalnya dengan mempromosikan umat Tuhan menjadi manajer, menjadi direktur atau bentuk-bentuk promosi lainnya.
Jadi, janji Firman Tuhan itu bukan berlaku otomatis, janji Firman Tuhan itu bisa kita renungkan hingga itu menjadi Rhema, menjadi janji pribadi dari Tuhan bagi kita.
Dengan demikian janji Tuhan bagi Israel yang ada dalam pembuangan, itu juga bisa menjadi janji Tuhan bagi kehidupan kita di masa kini: … yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apakah ada di antara kalian yang membutuhkan intervensi Tuhan yang luar biasa untuk situasi sulit yang sedang dialami saat ini.
Kalau ada, doakan agar janji Tuhan di Yeremia 29:11 ini bisa terjadi dalam kehidupan.