“CUKUPKAN DIRIMU DENGAN APA YANG TUHAN SUDAH KARUNIAKAN”
Penulis : Pdt. Robinson Saragih Editor : Ervinna Graceful
Pembacaan Alkitab Hari ini :
LUKAS 3:11-14
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang patut kita lakukan bagi seseorang yang kekurangan jika kita memiliki kelebihan?
Siapakah yang juga datang untuk di baptis oleh Yahya Pembaptis?
Apakah yang patut dilakukan oleh Pemungut cukai dalam tugasnya?
Apa yang ditanyakan oleh para prajurit-prajurit kepada Yahya Pembaptis?
Saudara, TUHAN ALLAH, BAPA kita adalah ALLAH yang Maha PEMURAH, ketika DIA mengutus Anak-Nya, Dia mengutus Anak-Nya dengan tujuan untuk memberikan KEHIDUPAN kepada manusia dan kehidupan yang BERKELIMPAHAN.
Dia tidak memberikan hidup yang sekedarnya, tapi berkelimpahan.
Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk senantiasa mengucap syukur akan semua PEMBERIANNYA.
Ketika Dia memberikn rejeki kita, mari kita ingat bahwa Dia selalu ingin membuat kita bersuka cita, dan penuh dengan damai sejahtera.
Ketika Dia memberi berkat maka DIA ingin agar kita mengingat dan mengerti kehendak-Nya.
II KORINTUS 9:10-12“Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk di makan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu, kamu akan diperkaya dalam segala hal macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kasih. Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.”
Dalam setiap pemberian-Nya itu ada dua bagian, yaitu bagian ROTI untuk dimakan, namun ada juga bagian BENIH, yang DIA berikan bukan untuk dimakan tapi untuk disemaikan atau di tanamkan ke tempat penanaman benih, supaya tumbuh sebagai tanaman baru yang akan bertumbuh dan akan berbuah pada waktu ke depan.
Satu biji yang di tanam akan menghasilkan satu pohon yang akan menghasilkan ratusan buah.
Itu sebab Paulus menasihatkan kepada jemaat di KORINTUS untuk mengerti KEHENDAK ALLAH itu dalam setiap berkat-Nya.
II KORINTUS 9:6-8 Camkanlah ini : “Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.”
Jadi jelaslah bahwa KEHENDAK ALLAH itu, agar kita senantiasa bisa hidup dalam berkelimpahan.
Kalau kita mengerti bahwa setiap pemberian TUHAN itu, selalu mengandung, ROTI dan BENIH, maka sudah pasti hidup kita tidak akan kekurangan, pasti kita bisa hidup dalam berkelimpahan.
YOHANES 10:10“PENCURI datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai HIDUP, DAN MEMPUNYAINYA DALAM SEGALA KELIMPAHAN.”
TUHAN YESUS, berkehendak supaya umat-Nya hidup dalam kelimpahan, supaya umat-Nya bisa menjadi BERKAT bagi lingkungannya, karena itu DIA sangat ingin agar UMATNYA selalu DIBERKATI untuk MEMBERKATI.
Saudara, tidak harus menunggu kita kaya, supaya kita bisa membantu orang lain.
Di sekitar kita ada banyak orang yang lebih kekurangan dibandingkan dengan kita, mereka membutuhkan bantuan kita.
Ketika kita mendapatkan berkat dan kita ingat prinsip ilahi di atas, di mana dalam pemberian Allah itu selalu ada ROTI dan BENIH, maka ROTInya adalah buat makan kita, tapi BENIHNYA dapat kita berikan kepada orang di sekitar kita yang membutuhkan bantuan kita.
TUHAN YESUS, selalu tahu kebutuhan kita, oleh karena itu.
Asal kita percaya dan rela mau melakukan apa yang TUHAN FIRMANkan, maka Di juga akan setia menepati janji-Nya.
Tuhan sangat ingin untuk memberkati kita, dengan segala kebutuhan kita, namun kita harus mengerti Dia akan memberikan apa yang kita BUTUHKAN, bukan apa yang kita INGINKAN.
Percayailah Dia dengan semua firman-Nya dan janji-janji-Nya, maka kita bisa hidup dalam kecukupan, tidak dalam kekurangan, itulah sebabnya Dia berpesn melalui rasul Paulus.
ROMA 13:8“Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.”
Tuhan melarang kita untuk berhutang, karena Dia sudah memberkati kita dengan ROTI dan BENIH, semaikan benihnya dan makanlah rotinya, maka percayalah.
TUHAN YESUS akan merealisasikan firman-Nya.
Benih akan tumbuh menjadi pohon yang akan berbuah-buah, dan sudah pasti berlipatganda dari benih yang kita semaikan.
Kalau prinsip menabur dan menuai ini selalu kita lakukan, maka kita sedang melakukan KEHENDAK ALLAH, Maka TUHAN ALLAH akan melakukan firman-Nya, dan kita bisa menikmati janji-Nya.
Tidak mungkin orang yang menerapkan prinsip ini kekurangan.
HALELUYA, PUJI TUHAN.
AMEN!
Mengapa banyak orang percaya, hidup dalam KEKURANGAN?
Penulis : Pdt. Robinson Saragih Editor : Ervinna Graceful
Pembacaan Alkitab Hari ini :
MATIUS 23:23
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapa yang disebut oleh Yesus sebagai orang yang CELAKA?
Mengapa mereka disebut sebagai orang munafik?
Persepuluhan apa yang mereka tuntut dari umat Israel?
Apa yang mereka abaikan dalam peraturan persepuluhan yang mereka tuntutkan?
Saudara, Persepuluhan, kata Ibrani untuk “persepuluhan” adalah (ma’ser) secara harfiah artinya “ sepersepuluh bagian = 10 %.
BANGSA Israel diwajibkan untuk memberikan sepersepuluh dari ternak dan hasil tanah mereka, dan juga sepersepuluh dari penghasilan mereka.
Sebagai PENGAKUAN bahwa ALLAH telah MEMBERKATI mereka.
Persepuluhan ini dipakai untuk biaya-biaya ibadah dan sokongan bagi para IMAM, ALLAH menganggap umatNya bertanggung jawab untuk mengatur sumber-sumber penghasilan yang telah diberikanNya kepada mereka di tanah perjanjian yang telah diberikanNya kepada umatNya.
Inti persepuluhan ialah pengertian bahwa Allah memiliki segala sesuatu.
Manusia diciptakan olehNya dan manusia berhutang kepada Allah untuk setiap tarikan nafas dalam hidupnya.
Jadi tidak seorangpun memiliki sesuatu kalau tidak diberi oleh Allah.
Di dalam hukum persepuluhan Allah memerintahkan umatNya mengembalikan kepadaNya apa yang pertama-tama telah diberikan olehNya kepada umatNya.
Sebelum ada aturan ini, persepuluhn diberikan kepada seorang imam, mencontoh apa yang dilakukan oleh Abram kepada MELKISEDEK.
Namun setelah adanya BAIT ALLAH di tengah-tengah Israel dan rumah itu dilayani oleh suku LEWI, maka persepuluhan dikumpulkan ke Bait Allah agar ada persediaan makanan bagi suku LEWI yang tidak mendapatkan pembagian tanah sebagai tempat mereka hidup bercocok tanam atau pertanian seperti sebelas suku yang lain.
Suku LEWI, memiliki tugas khusus di Bait Allah, sebagai IMAM BESAR, anak-anak Harun.
Imam-imam di seluruh Israel, di Bait Allah maupun di sinagoge-sinagoge, yang di bangun untuk ibadah YAHUDI.
MALEAKHI 3:10a“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku…………………….
Jadi ada perintah untuk melakukan persepuluhan itu dalam PL.
Namun aturan itu, oleh para Ahli Taurat dan orang-orang Farisi di zaman NEHEMIA dan HAGAI, dibuat menjadi suatu aturan yang sangat ketat, ITU SEBAB Maleakhi menuliskan dalam tulisannya kepada umat itu :
MALEAKHI 3:8-9“Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata : “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau? Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Kamu telah kena KUTUK, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!”
Saudara, bahkan karena telah memberi persembahan atau perpuluhan maka seorang anak seperti tidak wajib lagi untuk menolong orang tua atau saudara yang membutuhkan pertolongan maka YESUS mengecam para ahli Taurat dan orang-orang Farisi karena aturan persepuluhan yang mereka buat itu :
MATIUS 23:13“Celakalah kamu hai ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan yaitu : keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Saudara, Yesus mengecam mereka karena hal terpenting dalam hukum Taurat yaitu saling mengasihi, tidak ditekankan, padahal itu merupakan inti dari Hukum Taurat :
MARKUS 12:29-31Jawab Yesus Hukum yang terutama ialah : “Dengarlah hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu ESA. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenp hatimu dan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
Saudara, Yesus mengecam para ahli Taurat dan orang Farisi mengenai persepuluhan dan persembahan, seolah-olah semuanya itu untuk Allah, dan penekanan ini dimanfaatkan oleh para pemimpin agama untuk kesejahteraan mereka, dan karena semua dipersembahkan kepada Tuhan, maka sesuatu yang sepatutnya untuk memenuhi kebutuhan orang tua, atau keluarga, dapat diabaikan karena musti dipersembahkan kepada Tuhan, maka Yesus mengecam mereka, bahwa hukum yang mereka bentuk tidak lagi mengandung belas kasihan kepada sesama, keadilan dan kesetiaan terabaikan.
Maka sepatutnya persepuluhan itu HARUS DILAKUKAN, namun jangan MENGABAIKAN, KEADILAN, BELAS KASIHAN DAN KESETIAAN.
Karena Hukum Taurat disimpulkan dalam dua hukum yang TERUTAMA dan UTAMA, YAITU : Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu, segenap jiwamu dan dengan segenap akal budi dan segenap kekuatanmu.
Dan Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Jadi lewat penjelasan YESUS dalam MATIUS 23:23 Kita dapatkan bahwa hukum persepuluhan masih berlaku pada masa hukum Perjanjian Baru, HARUS DILAKUKAN, dan KEADILAN, BELAS KASIHAN dan KESETIAAN, JANGAN DIABAIKAN.
HALELUYA, PUJI TUHAN, AMEN!
Apakah persembahan persepuluhan masih dilakukan oleh jemaat Perjanjian Baru (GEREJA)?
Penulis : Anang Kristianto Editor : Ervinna Graceful
Pembacaan Alkitab Hari ini :
MATIUS 25:19-28
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang terjadi dengan Tuan sekembalinya ke rumah?
Berapa talenta yang dihasilkan hamba yang dipercayakan 5 talenta?
Apa kata tuannya ketika hambanya berhasil melipatgandakan talenta yang dipercayakannya?
Apa yang terjadi pada hamba dengan 1 talenta? Apa yang diputuskan tuannya untuk hamba ini?
Sebagai seorang tuan yang mempercayakan harta-harta kepada hambanya maka tuan dalam perumpamaan ini sudah barang tentu akan meminta pertanggung jawaban dari talenta yang diberikan kepada hambanya.
Bila kita perhatikan tuan ini senang dan memberi respon yang sama kepada hamba yang dipercayakan baik lima maupun dua talenta, tuan ini tidak melihat jumlah asal yang dipercayakan tetapi seberapa banyak talenta berhasil dilipat gandakannya.
Kita tahu bahwa hamba-hambanya tidak hanya dipercayakan talenta tetapi pasti juga wewenang atau otoritas untuk menggunakan nama dan kebesaran tuannya dalam berusaha mengelola talenta yang dipercayakan.
Hamba-hambanya diberi kebebasan untuk berkreasi dan berusaha menggunakan akal budi dan juga pelajaran dan pengetahuan yang diberikan tuannya selama ini.
Sudah pasti juga tuannya memberikan petunjuk dan arahan sebelumnya agar talenta yang diberikan menjadi bertambah.
Hari ini kita bersyukur dipercayakan Tuhan untuk mengelola kekayaan, talenta, pemuridan dan pelayanan milik Tuhan.
Tugas kita sebagai hambanya sesuai dengan perumpamaan ini adalah bagaimana dengan petunjuk dan arahan Tuhan serta pimpinan Roh Kudus mengelola dan melipatgandakan semuanya untuk dipersembahkan kepada Tuhan.
Mungkin kita menghadapi tantangan dan kesulitan tetapi bukankah Tuhan sudah memberikan arahan dan Roh Kudus senantiasa menolong kita?
Sehingga seharusnya tidak ada alasan lagi bagi kita untuk berkata seperti hamba dengan satu talenta bukan?
Seperti pada perumpamaan ini seluruh apa yang Tuhan percayakan harus dipertanggungjawabkan pada Tuhan, kita harus melatih ini mulai dengan mempertanggungjawabkan kepada pemimpin di atas kita.
Semuanya bertujuan bukan untuk memaksa kita tetapi memastikan dan mengingatkan agar kita tidak mengikuti pola pikir hamba dengan satu talenta yang dimarahi tuannya.
Jadi bila kita dievaluasi oleh pemimpin itu adalah yang harus kita terima dengan senang hati karena tujuannya melatih kita untuk mempertangung jawabkan apa yang Tuhan percayakan kepada kita.
Kita semua memiliki tujuan yang sama agar apa yang Tuhan percayakan berlipat, rencanaNya digenapi dan nama Tuhan dipermuliakan dalam hidup kita.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan?
Penulis : Anang Kristianto Editor : Ervinna Graceful
Pembacaan Alkitab Hari ini :
MATIUS 25:14-18
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Seperti apa hal Kerajaan Surga diumpamakan?
Apa yang dipercayakan seorang Tuan kepada hambanya?
Apa yang menjadi pertimbangan sang tuan ketika mempercayakan talenta milikinya?
Apa yang dilakukan hamba-hambanya setelah dipercayakan talenta?
Seorang pengelola aset bertugas mengelola aset yang dipercayakan untuk tetap berfungsi, terpelihara dengan baik dan bertambah banyak.
Pengelola aset profesional bekerja sepenuh hati seolah-olah aset yang dikelolanya adalah milikinya sendiri, tidak hanya sepenuh hati tetapi juga harus belajar bagaimana aset yang dipercayakan tidak menjadi rusak dan berkurang.
Hal utama lain yang juga harus disadari bahwa aset tersebut bukanlah miliknya dan sebagai orang yang dipercaya tentu tidak menggunakan aset tersebut untuk kepentingan pribadinya.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa kita semua adalah pengelola dari seluruh materi, karunia, talenta dan pelayanan yang Tuhan percayakan.
Seberapa banyak yang dipercayakan kepada kita itu merupakan keputusan terbaik dari Tuhan sesuai dengan kesanggupan kita.
Kita tidak perlu merasa minder bahwa kita dipercayakan sedikit sementara saudara yang lain dipercayakan banyak.
Kita juga tidak perlu merasa bahwa karena yang dipercayakan sedikit sehingga merasa tidak banyak berfungsi, tentu bukan itu yang dikehendaki Tuhan.
Tugas kita sebagai pengelola adalah mendengarkan arahan Tuhan seperti apa kita menggunakan semua yang telah dipercayakan kepada kita, kemana kita harus alirkan uang atau talenta yang Tuhan percayakan.
Jadi tentu kita tidak perlu merasa kekurangan atau tidak berkecukupan karena aset yang Tuhan percayakan berkurang untuk persembahan atau persepuluhan.
Bukankah itu memang milik Tuhan dan kembali kepada Tuhan?
Seringkali karena merasa “memilikinya” sehingga merasakan kehilangan saat harus memberikan sesuai kehendak Tuhan.
Di lain pihak kita juga tidak bisa dengan suka-suka memberi atau menabur sesuai keinginan kita, kita perlu terus belajar untuk benar-benar menggunakan sesuai hati Tuhan.
Mari kita terus belajar untuk setia mengelola dengan benar apapun yang Tuhan percayakan, entah itu materi, studi, pekerjaan dan pelayanan.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan?
Penulis : Anang Kristianto Editor : Ervinna Graceful
Pembacaan Alkitab Hari ini :
2 KORINTUS 9:6-10
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang perlu dicamkan mengenai hukum tabur tuai?
Seperti apa seharusnya sikap hati kita ketika memberi?
Megapa kita tidak boleh memberi dengan sedih hati atau karena paksaan?
Siapa yang memiliki kesanggupan untuk membuat kita senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu?
Memberi adalah salah satu dari manifestasi kasih kita kepada Tuhan dan juga kepada sesama yang menerima pemberian kita.
Kita memberi persembahan dalam bentuk materi atau pelayanan bukan berarti bahwa Tuhan kurang uang atau kurang pelayanan sehingga meminta kita untuk memberi.
Kita semua tahu bahwa Tuhan yang kita sembah bukanlah Allah yang kekurangan uang atau materi atau pelayanan sehingga kita harus memberi uang atau melayani Dia.
Kita semua juga tahu bahwa Tuhan bisa menggunakan kuasanya untuk mengalirkan apapun kepada siapapun sesuai keinginan hatiNya tanpa memakai kita atau apapun yang kita punyai.
Setidaknya ada dua hal yang terjadi dalam pertumbuhan rohani kita ketika mempraktikkan kehidupan yang memberi dengan sukacita dan rela hati, yang pertama adalah merupakan sarana Tuhan untuk melatih kita menjadi serupa dengan Kristus, melatih kita untuk memiliki pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus.
Pemberian dalam bentuk materi atau pelayanan yang kita lakukan dengan konsisten merupakan tindakan iman dan membarui pikiran kita secara permanen untuk tidak sama dengan dunia ini.
Pemberian dan pelayanan yang kita lakukan bukan karena untuk mendapatkan sesuatu tetapi karena kita telah mendapatkan kasih dan anugerah Tuhan.
Hal yang kedua adalah kita belajar untuk tidak terikat dengan uang atau materi atau kepentingan diri sendiri.
Bila kita tidak terus melatih diri untuk memberi dan melayani dengan sukacita maka kita bisa terikat dengan uang atau kepentingan diri sendiri.
Kita tahu bahwa sumber sukacita kita bukanlah uang atau materi yang kita miliki, namun seringkali kita juga merasa sayang kalau uang atau materi kita berkurang karena memberi atau waktu kita berkurang karena harus melayani orang lain.
Kita bisa cenderung menjadi tidak sukacita lagi memberi dan melayani ketika merasa tidak punya “banyak uang” dan “banyak waktu “ untuk melayani.
Jadi marilah kita konsisten untuk melatih diri memberi dan melayani dengan sukacita dan rela hati karena tantangan kita semakin lama semakin besar.
Kita sanggup karena Roh Kuduslah yang akan memberi kekuatan kepada kita.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan?
Penulis : Anang Kristianto Editor : Ervinna Graceful
Pembacaan Alkitab Hari ini :
1 TESALONIKA 5:15-18
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang harus kita usahakan dengan orang yang berbuat jahat kepada kita?
Apakah kita harus berbuat baik hanya kepada saudara seiman yang berbuat salah saja?
Untuk hal apa kita bisa mengucap syukur?
Apa yang dikehendaki Allah bagi kita?
Salah satu penghalang untuk kita mengucap syukur adalah selalu melihat orang yang lebih baik, lebih pintar, lebih kaya, lebih cantik, lebih tampan, lebih punya waktu untuk berlibur daripada kita dengan cara yang salah.
Seharusnya kita bisa bersukacita dengan kelebihan mereka, seringkali orang menjadi tidak bersyukur dengan apa yang dimilikinya saat ini karena membandingkannya dengan kehidupan yang dimiliki oleh orang lain apalagi saat ini terlihat dengan mudah dengan adanya media sosial.
Sejatinya kita juga tidak tahu lebih dalam kehidupan orang-orang yang kita lihat di dunia media sosial.
Banyak kejadian dan terbukti bahwa itu hanya sesuatu yang tampak dari luar saja dan bukan kehidupan yang sebenarnya.
Kita perlu belajar untuk mengucap syukur dengan apapun yang sudah Tuhan percayakan kepada kita saat ini sekalipun menurut pandangan kita “lebih buruk” dari orang lain.
Mengucap syukur dalam segala hal adalah nasihat firman Tuhan hari ini agar kita tidak perlu memilah-milah apakah hanya sesuatu hal yang baik yang perlu kita ucap syukur sementara ketika kita mengalami kejahatan atau kecelakaan kita tidak perlu mengucap syukur, tentu itu bukan yang Tuhan kehendaki.
Kita bisa senantiasa mengucap syukur dengan kondisi ekonomi saat ini yang mungkin berdampak buruk terhadap pekerjaan atau bisnis kita dengan cara tetap memberikan persembahan dan persepuluhan seperti biasa.
Pengucapan syukur kita tentu tidak hanya melalui kata-kata saja, tetapi juga terlihat dari tindakan kita.
Marilah kita mengucap syukur pertama-tama karena kita menjadi bagian dari orang-orang yang dipilih oleh anugerah Bapa menjadi anak-anakNya.
Semua materi dan aksesoris apapun yang mengelilingi kita tidak dapat dibandingkan anugerah dan kepercayaan yang Bapa berikan.
Biarlah kita selalu menikmati pengalaman mengucap syukur hari demi hari kepada Bapa yang senantiasa memelihara kita dengan cara-caraNya yang ajaib.
Setiap kita memiliki pengalaman yang berbeda dengan Tuhan, tidak perlu membandingkannya dengan orang lain.
Kita semua diperhatikan oleh Bapa dan Bapa tahu apa yang menjadi kebutuhan dan pergumulan kita.
Mengucap syukurlah dalam segala hal karena Bapa kita baik.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan?