Sabtu, 5 November 2022

PENGURAPAN UNTUK MEMPEROLEH KEKAYAAN

Penulis : Pramadya Wisnu
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ULANGAN 8:11-18

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Peringatan apakah yang Tuhan sampaikan bagi orang-orang kaya?
  2. Sikap bagaimanakah yang selayaknya dilakukan oleh orang percaya terkait dengan harta dan kekayaan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebagian orang dipanggil untuk menjadi kaya bahkan sangat kaya.

Tuhan memberikan hikmat dan pengurapan kepada mereka sehingga mereka sukses sebagai pebisnis.

Tetapi karena ini adalah panggilan, mereka sadar betul, bahwa kesuksesan mereka adalah karena Tuhan semata, sehingga apa yang mereka peroleh itu dipergunakan untuk memuliakan Tuhan.

Mereka membuat tempat beribadah di perusahaan mereka, ada ibadah berkala di perusahaan, dan perusahaan atau pemiliknya memiliki komitmen untuk menyisihkan sebagian keuntungan untuk perluasan Kerajaan Allah.

Entah kita dipanggil secara khusus atau tidak, Tuhan ingin agar kita memperoleh kekayaan dengan prinsip yang benar dan mohon hikmat serta pengurapan Tuhan.

“Tetapi kamu harus [dengan sungguh-sungguh] mengingat Tuhan , Allahmu , karena Dialah yang memberi kamu kekuatan untuk mendapatkan kekayaan …” (Ulangan 8:18, Amplified Bible)

Versi Amplified Bible dengan jelas menyatakan bahwa:

  1. Kita harus dengan sungguh-sungguh mengingat Tuhan (dalam seluruh proses untuk memperoleh kekayaan).
  2. Karena Tuhan saja yang mampu memberikan kita kekuatan (dan pengurapan) untuk mendapatkan kekayaan.

Tuhanlah yang memberi kita … otak untuk berpikir … kekuatan tubuh untuk bekerja … kesehatan sehingga dapat berfungsi dengan baik … dan keterampilan untuk menciptakan berbagai kemungkinan.

Dan sebagaimana Allah mampu melakukan mujizat dalam berbagai pelayanan rohani, seperti mujizat kesembuhan, kebangkitan orang mati.

Maka Allah yang sama juga mampu untuk melakukan berbagai mujizat dalam dunia bisnis.

Misalnya, Tuhan memberikan hikmat bagi saudara untuk membeli perusahaan yang hampir bangkrut dan menjadikannya perusahaan yang memiliki keuntungan yang sangat besar.

Saudara, kalau engkau yakin memiliki panggilan menjadi seorang pengusaha, lakukan dalam anugerah dan pengurapan Tuhan. Lalui setiap prosesnya bersama dengan Tuhan.

Jumat, 4 November 2022

KEKAYAAN UNTUK MEMPERLUAS KERAJAAN ALLAH

Penulis : Pramadya Wisnu
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 60:1-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang terjadi ketika terang Tuhan terbit atas umat-Nya?
  2. Mengapa kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepada umat Israel?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Mazmur 24:1  “Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.” 

Tuhan adalah pemilik bumi dan segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.

Firman Tuhan ini sangat jelas dan tegas, hal itu berarti Allah adalah pemilik hidup kita dan apa yang Allah anugerahkan untuk kita miliki.

Dan oleh karena Tuhan telah menebus kita dari dosa, menganugerahkan keselamatan kekal kepada kita.

Maka sangat layak untuk kita membalas kasih dan anugerah-Nya.

Sekali pun kita sebenarnya juga tidak bisa membalas kasih-Nya bagi kita.

Jadi sangat pantas bagi kita untuk mempersembahkan hidup kita bagi kemuliaan Tuhan dan untuk memperluas Kerajaan-Nya.

Kita bisa ikut berkontribusi dalam memperluas Kerajaan Allah dengan berbagai cara:

  1. Jika kita terpanggil untuk menjadi utusan Misi, kita bisa mulai berdoa dan mohon arahan Tuhan hingga jelas apa yang harus dilakukan, kemana Tuhan akan mengutus.
  2. Kita juga bisa berkontribusi dengan memberikan dana bagi pelayanan Misi atau pelayanan lainnya yang kita yakini, mereka sedang melaksanakan Amanat Agung Kristus.
  3. Kita juga bisa terlibat langsung melalui pelayanan “Tujuh Gunung”. Yaitu melayani Tuhan sesuai profesi: a). Bidang Art atau Seni; b). Bisnis dan Keuangan; c). Education atau Pendidikan; d). Family atau Pelayanan Keluarga; e). Pemerintahan; f). Media termasuk Medis Sosial; g). Agama dan Pelayanan Rohani.

Dengan demikian siapa pun bisa melayani Tuhan.

Ibu rumah tangga bisa melayani Tuhan dengan melayani keluarganya, membawa anak-anaknya untuk bertumbuh secara rohani, atau sebagai pendoa syafaat untuk berdoa bagi bangsa dan negara, atau bagi para pelayan di ladang Misi.

Mahasiswa, keluarga muda, generasi milenial bisa melayani Tuhan di kampus, di tempat kerja dengan berpartisipasi aktif dalam persekutuan di tempat kerja atau kampus.

Iblis sedang bekerja keras untuk menarik banyak orang jatuh dalam dosa melalui Internet, itu sebabnya banyak dibutuhkan orang yang terbeban dan memiliki kemampuan dan kreativitas untuk membuat penawaran yang lebih baik di Internet dan media sosial, dengan konten yang  menarik, berguna dan kudus!

Saudara, tanyakan kepada rekan dalam kelompok persekutuan atau pemuridan.

Menurut mereka apakah bakat dan talentamu yang dapat dipersembahkan kepada Tuhan.

Kamis, 3 November 2022

SETIA DENGAN PERKARA KECIL

Penulis : Pramadya Wisnu
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 16:10-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dimaksud dengan tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur?
  2. Apa yang dimaksud dengan setia dalam harta orang lain?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Seorang pelatih angkat beban, tentu tidak akan meminta atlet yang dia latih untuk mengangkat beban yang beratnya lebih dari berat badan sang atlet.

Dia akan mencari tahu terlebih dulu batas kekuatan sang atlet dan kemudian secara bertahap menambah beban untuk diangkat.

Prinsip yang sama berlaku baik di bidang pendidikan, di perusahaan atau dalam bidang rohani.

Di perusahaan, bos tidak akan memberikan posisi yang penting bagi pegawai baru.

Sesuai dengan pendidikan dan pengalamannya, pegawai baru akan ditempatkan di bidang yang menuntut tanggung jawab sederhana.

Dia akan diberikan tanggung jawab dan posisi yang semakin tinggi, sesuai dengan kinerja dan hasil kerja secara menyeluruh.

Jika dia dipandang berkinerja baik dan dapat dipercaya, maka dia akan dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi.

Seorang yang setia, yang bisa dipercaya dalam hal-hal yang kecil, kepadanya akan diberikan tanggung jawab untuk melakukan hal-hal yang besar.

Ini juga berlaku di bidang rohani.

Tuhan melalui para pemimpin, akan mempromosikan seorang jemaat hingga menjadi pemimpin, sesuai dengan kapasitas, kemampuan dan kesetiaan dia dalam setiap tahap atau jenjang kepemimpinan.

Hal sama juga berlaku atas tanggung jawab pengelolaan harta.

Pemilik perusahaan akan mempercayakan pengelolaan aset atau harta perusahaan kepada pegawainya, sesuai dengan kapasitas dan kesetiaan, loyalitas, kejujuran pegawai tersebut.

Dan hal yang serupa juga berlaku ketika Tuhan mempercayakan harta untuk dikelola oleh umat-Nya.

Tuhan tentu tidak akan menjerumuskan umat-Nya dengan memberikan harta yang berlimpah sementara mereka belum siap.

Karena kalau hal ini terjadi, maka harta yang seharusnya menjadi berkat malah bisa berubah menjadi bencana.

Ya, menjadi bencana jika seseorang kemudian menjadi cinta akan uang dan hidup bermewah-mewah dengan melupakan Tuhan.

Kita tentu ingat dengan kisah anak bungsu yang meminta warisan kemudian hidup berfoya-foya dalam kemewahan –dan dalam dosa– hingga jatuh miskin.

Mazmur 24:1 Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. 

Saudara, kita adalah seorang pelayan Tuhan yang diberi tugas untuk melakukan penatalayanan harta yang Tuhan titipkan pada kita.

Jadi sepatutnya kita tidak berfokus pada kesenangan, keamanan, dan kenyamanan.

Ingat bahwa kita adalah pengelola, bukan pemilik, Tuhanlah pemilik atau yang empunya bumi serta segala isinya.

Kita jangan mengambil alih peran Pemilik.

Saudara, diskusikan dalam kelompok pemuridan, bagaimana engkau dan kita semua dapat berkontribusi bagi perluasan Kerajaan Allah.

Rabu, 2 November 2022

MENYIMPANG DARI IMAN KARENA UANG

Penulis : Pramadya Wisnu
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 TIMOTIUS 6:6-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Seperti apa ibadah yang Tuhan kehendaki?
  2. Hal apa yang menyebabkan sebagian orang menyimpang dari iman mereka?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Memiliki banyak uang memang tampak menyenangkan, kita bisa memperoleh banyak barang yang kita inginkan atau pergi ke tempat-tempat yang kita sukai.

Tetapi Alkitab dengan tegas memberi peringatan kepada orang-orang kaya: 1 Timotius 6:17  “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.”

Ya, sisi buruk dari kekayaan adalah orang bisa menjadi tinggi hati, tidak mengandalkan Tuhan tetapi mengandalkan kekayaan untuk kehidupan sehari-hari.

Dan mengandalkan diri sendiri itu adalah dosa yang serius.

Yeremia 17:5  Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Sehingga dilihat dari konsep pembinaan rohani.

Sesungguhnya justru orang yang tidak kaya  atau yang belum kaya, justru tampak lebih baik.

Karena mereka akan semakin bersandar kepada Tuhan dan bukan pada apa yang mereka miliki.

Lalu apakah kita yang belum kaya boleh berharap untuk menjadi kaya?

Boleh asal  kita memiliki pemahaman yang benar, di antaranya:

  1. Semua kekayaan berasal dari Tuhan, itu milik Tuhan, dan untuk memuliakan Tuhan (Mazmur 24:1)
  2. Kekayaan bukan untuk ditimbun, tetapi itu menjadi sarana untuk membantu mereka yang membutuhkan dan juga untuk memperluas Kerajaan Allah (2 Korintus 8:14)
  3. Kita memang tidak boleh bersahabat atau mengabdi kepada Mamon atau Harta kekayaan, tetapi kita memakai Mamon untuk memperluas Kerajaan Allah (Matius 6:24)
  4. Kita harus paham bahwa uang itu netral secara rohani, uang menjadi buruk jika kita menjadi cinta akan uang (1 Timotius 6:10)

Allah memang tidak menjanjikan bahwa semua orang percaya pasti akan menjadi kaya, tetapi Allah menyatakan bahwa Yesus Kristus telah menjadi miskin agar umatNya menjadi kaya karena kemiskinan-Nya (2 Korintus 8:9).

Dengan pemahaman bahwa kaya tidaklah semata-mata kaya harta benda.

Tetapi kaya secara roh, jiwa dan tubuh.

Jadi secara prioritas, kaya harta sebaiknya setelah seseorang kaya secara rohani dan jiwani: memiliki pikiran dan perasaan yang sehat dan kehendak yang dipersembahkan kepada Tuhan.

Saudara, diskusikan dalam kelompok pemuridan, makna cinta akan uang.

Selasa, 1 November 2022

KEKAYAAN ORANG BERDOSA DISIMPAN BAGI ORANG BENAR

Penulis : Pramadya Wisnu
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

AMSAL 13:22-25

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang ditinggalkan orang baik bagi anak cucunya?
  2. Apa tanda orang tua yang mengasihi anaknya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ada prinsip umum dalam Alkitab, terutama dalam Perjanjian Lama, bahwa hidup benar dalam takut akan Tuhan akan membawa berkat dalam kehidupan.

Bagian dari berkat itu adalah kekayaan dan harta.

Bagi umat Tuhan mungkin sulit untuk merenungkan hal ini karena realitas Perjanjian Baru adalah bahwa Tuhan dapat memanggil kita untuk kehidupan yang justru tidak termasuk kelimpahan atau kemakmuran.

Seperti tertulis dalam 1 Petrus 2:21 “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.”

Ya, ada orang yang oleh kasihnya kepada Tuhan, dia sama sekali tidak mempedulikan masalah harta.

Meskipun demikian, prinsip-prinsip Alkitab masih berlaku secara umum.

Masih benar bahwa jika seseorang ceroboh dalam mengelola keuangan, maka mereka tidak akan memilikinya, tetapi jika seseorang mengelola keuangannya dengan baik, dengan mencari kerajaan Allah terlebih dahulu, daripada kemewahan duniawi.

Maka mereka akan dapat mewariskan harta kepada anak cucu mereka.

Dalam Kitab Amsal dikatakan, “kekayaan orang berdosa disediakan bagi orang benar.”

Ini berbicara tetang tangan Tuhan yang memindahkan kekayaan orang yang tidak saleh atau tidak benar dan mengalokasikannya kembali kepada mereka yang takut akan Tuhan.

Bagi umat Tuhan, kita tetap harus dengan serius mengelola keuangan dengan bijak dan tidak hidup sedemikian rupa sehingga kita dengan ceroboh membelanjakan uang kita dengan semau kita.

Umat Tuhan harus mengerti perbedaan kebutuhan dan keinginan.

Janji Tuhan adalah Dia menyediakan segala kebutuhan kita, tetapi Tuhan tidak pernah berjanji untuk memenuhi semua keinginan kita.

Filipi 4:19 “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” 

Dan…meninggalkan warisan bagi anak cucu, mencakup lebih dari sekadar uang atau harta, tetapi juga harus mencakup teladan karakter dan iman.

Saudara, renungkanlah, apa yang akan engkau wariskan bagi anak cucumu kelak.

Senin, 31 Oktober 2022

TUHAN YANG MENGGERAKAN HATI BANGSA-BANGSA

Penulis : Aris Handoko & tim
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KELUARAN 3:19-22

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa raja Mesir bisa mengizinkan bangsa Israel keluar?
  2. Apa yang dilakukan oleh Allah kepada bangsa Mesir?
  3. Bagaimana bangsa Israel pergi dari Mesir, apakah dengan tangan hampa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Bangsa Israel ada dalam kesengsaraan besar di Mesir.

Mereka menjadi budak.

Dan sebagai budak, tentu mereka tidak memiliki banyak harta kekayaan.

Tuhan lalu menunjukkan kebesaranNya dengan sepuluh tulah sehingga raja Mesir akhirnya mau melepas bangsa Israel pergi.

Sebagai budak, bisa pergi dengan bebas saja tentunya sudah merasa bersyukur, tapi Tuhan tidak hanya membuat bangsa Israel bisa pergi.

Ia membuat bangsa Mesir “bermurah hati” dan membekali bangsa Israel dengan segala harta benda.

Saudaraku, ada banyak orang bergumul dengan keuangan dan merasa tidak mungkin bisa punya “banyak”.

Sebagian terjebak dalam usaha yang terus menerus dan luar biasa untuk bisa memiliki lebih banyak.

Sebagian lagi tidak mau bersusah payah untuk berusaha karena merasa tidak ada gunanya.

Saudara, kita bisa belajar dari perjalanan bangsa Israel, bahwa sesungguhnya tidak sulit untuk Allah mendatangkan berkat bagi kita.

Tidak sulit untuk Ia menggerakan hati orang untuk memberkati kita.

Sekali Ia bertindak, mujizat terjadi!

Yang seringkali sulit adalah mengubah sikap hati kita, untuk senantiasa tertuju kepada Tuhan dan menghilangkan mental kemiskinan dari hati kita.

Orang dengan mental miskin bukanlah orang yang tidak punya uang, tapi orang yang tidak pernah merasa cukup dan selalu membandingkan dirinya sehingga sulit bersyukur.

Berapapun berkat berkat yang ia miliki, tidak akan pernah cukup.

Ada kata-kata bijak berkata “Ada dua hal yang menunjukkan siapa dirimu:

Pertama adalah kesabaranmu saat tidak memiliki apa-apa, dan yang kedua adalah sikapmu saat kamu memiliki segalanya.”

Saudaraku, maukah engkau menyerahkan semua kekuatiranmu kepada Allah, dengan mempercayai bahwa tidak ada yang sulit bagiNya?

Percayalah bahwa Ia tahu kebutuhan kita dan sanggup memenuhi segala keperluan kita.

Adakah sesuatu yang saudara butuhkan saat ini?

Berdoalah dan dapatkan janji Tuhan mengenai perkara tersebut.