Kamis, 3 November 2022

SETIA DENGAN PERKARA KECIL

Penulis : Pramadya Wisnu
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 16:10-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dimaksud dengan tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur?
  2. Apa yang dimaksud dengan setia dalam harta orang lain?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Seorang pelatih angkat beban, tentu tidak akan meminta atlet yang dia latih untuk mengangkat beban yang beratnya lebih dari berat badan sang atlet.

Dia akan mencari tahu terlebih dulu batas kekuatan sang atlet dan kemudian secara bertahap menambah beban untuk diangkat.

Prinsip yang sama berlaku baik di bidang pendidikan, di perusahaan atau dalam bidang rohani.

Di perusahaan, bos tidak akan memberikan posisi yang penting bagi pegawai baru.

Sesuai dengan pendidikan dan pengalamannya, pegawai baru akan ditempatkan di bidang yang menuntut tanggung jawab sederhana.

Dia akan diberikan tanggung jawab dan posisi yang semakin tinggi, sesuai dengan kinerja dan hasil kerja secara menyeluruh.

Jika dia dipandang berkinerja baik dan dapat dipercaya, maka dia akan dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi.

Seorang yang setia, yang bisa dipercaya dalam hal-hal yang kecil, kepadanya akan diberikan tanggung jawab untuk melakukan hal-hal yang besar.

Ini juga berlaku di bidang rohani.

Tuhan melalui para pemimpin, akan mempromosikan seorang jemaat hingga menjadi pemimpin, sesuai dengan kapasitas, kemampuan dan kesetiaan dia dalam setiap tahap atau jenjang kepemimpinan.

Hal sama juga berlaku atas tanggung jawab pengelolaan harta.

Pemilik perusahaan akan mempercayakan pengelolaan aset atau harta perusahaan kepada pegawainya, sesuai dengan kapasitas dan kesetiaan, loyalitas, kejujuran pegawai tersebut.

Dan hal yang serupa juga berlaku ketika Tuhan mempercayakan harta untuk dikelola oleh umat-Nya.

Tuhan tentu tidak akan menjerumuskan umat-Nya dengan memberikan harta yang berlimpah sementara mereka belum siap.

Karena kalau hal ini terjadi, maka harta yang seharusnya menjadi berkat malah bisa berubah menjadi bencana.

Ya, menjadi bencana jika seseorang kemudian menjadi cinta akan uang dan hidup bermewah-mewah dengan melupakan Tuhan.

Kita tentu ingat dengan kisah anak bungsu yang meminta warisan kemudian hidup berfoya-foya dalam kemewahan –dan dalam dosa– hingga jatuh miskin.

Mazmur 24:1 Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. 

Saudara, kita adalah seorang pelayan Tuhan yang diberi tugas untuk melakukan penatalayanan harta yang Tuhan titipkan pada kita.

Jadi sepatutnya kita tidak berfokus pada kesenangan, keamanan, dan kenyamanan.

Ingat bahwa kita adalah pengelola, bukan pemilik, Tuhanlah pemilik atau yang empunya bumi serta segala isinya.

Kita jangan mengambil alih peran Pemilik.

Saudara, diskusikan dalam kelompok pemuridan, bagaimana engkau dan kita semua dapat berkontribusi bagi perluasan Kerajaan Allah.

Rabu, 2 November 2022

MENYIMPANG DARI IMAN KARENA UANG

Penulis : Pramadya Wisnu
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 TIMOTIUS 6:6-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Seperti apa ibadah yang Tuhan kehendaki?
  2. Hal apa yang menyebabkan sebagian orang menyimpang dari iman mereka?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Memiliki banyak uang memang tampak menyenangkan, kita bisa memperoleh banyak barang yang kita inginkan atau pergi ke tempat-tempat yang kita sukai.

Tetapi Alkitab dengan tegas memberi peringatan kepada orang-orang kaya: 1 Timotius 6:17  “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.”

Ya, sisi buruk dari kekayaan adalah orang bisa menjadi tinggi hati, tidak mengandalkan Tuhan tetapi mengandalkan kekayaan untuk kehidupan sehari-hari.

Dan mengandalkan diri sendiri itu adalah dosa yang serius.

Yeremia 17:5  Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Sehingga dilihat dari konsep pembinaan rohani.

Sesungguhnya justru orang yang tidak kaya  atau yang belum kaya, justru tampak lebih baik.

Karena mereka akan semakin bersandar kepada Tuhan dan bukan pada apa yang mereka miliki.

Lalu apakah kita yang belum kaya boleh berharap untuk menjadi kaya?

Boleh asal  kita memiliki pemahaman yang benar, di antaranya:

  1. Semua kekayaan berasal dari Tuhan, itu milik Tuhan, dan untuk memuliakan Tuhan (Mazmur 24:1)
  2. Kekayaan bukan untuk ditimbun, tetapi itu menjadi sarana untuk membantu mereka yang membutuhkan dan juga untuk memperluas Kerajaan Allah (2 Korintus 8:14)
  3. Kita memang tidak boleh bersahabat atau mengabdi kepada Mamon atau Harta kekayaan, tetapi kita memakai Mamon untuk memperluas Kerajaan Allah (Matius 6:24)
  4. Kita harus paham bahwa uang itu netral secara rohani, uang menjadi buruk jika kita menjadi cinta akan uang (1 Timotius 6:10)

Allah memang tidak menjanjikan bahwa semua orang percaya pasti akan menjadi kaya, tetapi Allah menyatakan bahwa Yesus Kristus telah menjadi miskin agar umatNya menjadi kaya karena kemiskinan-Nya (2 Korintus 8:9).

Dengan pemahaman bahwa kaya tidaklah semata-mata kaya harta benda.

Tetapi kaya secara roh, jiwa dan tubuh.

Jadi secara prioritas, kaya harta sebaiknya setelah seseorang kaya secara rohani dan jiwani: memiliki pikiran dan perasaan yang sehat dan kehendak yang dipersembahkan kepada Tuhan.

Saudara, diskusikan dalam kelompok pemuridan, makna cinta akan uang.

Selasa, 1 November 2022

KEKAYAAN ORANG BERDOSA DISIMPAN BAGI ORANG BENAR

Penulis : Pramadya Wisnu
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

AMSAL 13:22-25

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang ditinggalkan orang baik bagi anak cucunya?
  2. Apa tanda orang tua yang mengasihi anaknya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ada prinsip umum dalam Alkitab, terutama dalam Perjanjian Lama, bahwa hidup benar dalam takut akan Tuhan akan membawa berkat dalam kehidupan.

Bagian dari berkat itu adalah kekayaan dan harta.

Bagi umat Tuhan mungkin sulit untuk merenungkan hal ini karena realitas Perjanjian Baru adalah bahwa Tuhan dapat memanggil kita untuk kehidupan yang justru tidak termasuk kelimpahan atau kemakmuran.

Seperti tertulis dalam 1 Petrus 2:21 “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.”

Ya, ada orang yang oleh kasihnya kepada Tuhan, dia sama sekali tidak mempedulikan masalah harta.

Meskipun demikian, prinsip-prinsip Alkitab masih berlaku secara umum.

Masih benar bahwa jika seseorang ceroboh dalam mengelola keuangan, maka mereka tidak akan memilikinya, tetapi jika seseorang mengelola keuangannya dengan baik, dengan mencari kerajaan Allah terlebih dahulu, daripada kemewahan duniawi.

Maka mereka akan dapat mewariskan harta kepada anak cucu mereka.

Dalam Kitab Amsal dikatakan, “kekayaan orang berdosa disediakan bagi orang benar.”

Ini berbicara tetang tangan Tuhan yang memindahkan kekayaan orang yang tidak saleh atau tidak benar dan mengalokasikannya kembali kepada mereka yang takut akan Tuhan.

Bagi umat Tuhan, kita tetap harus dengan serius mengelola keuangan dengan bijak dan tidak hidup sedemikian rupa sehingga kita dengan ceroboh membelanjakan uang kita dengan semau kita.

Umat Tuhan harus mengerti perbedaan kebutuhan dan keinginan.

Janji Tuhan adalah Dia menyediakan segala kebutuhan kita, tetapi Tuhan tidak pernah berjanji untuk memenuhi semua keinginan kita.

Filipi 4:19 “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” 

Dan…meninggalkan warisan bagi anak cucu, mencakup lebih dari sekadar uang atau harta, tetapi juga harus mencakup teladan karakter dan iman.

Saudara, renungkanlah, apa yang akan engkau wariskan bagi anak cucumu kelak.

Senin, 31 Oktober 2022

TUHAN YANG MENGGERAKAN HATI BANGSA-BANGSA

Penulis : Aris Handoko & tim
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KELUARAN 3:19-22

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa raja Mesir bisa mengizinkan bangsa Israel keluar?
  2. Apa yang dilakukan oleh Allah kepada bangsa Mesir?
  3. Bagaimana bangsa Israel pergi dari Mesir, apakah dengan tangan hampa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Bangsa Israel ada dalam kesengsaraan besar di Mesir.

Mereka menjadi budak.

Dan sebagai budak, tentu mereka tidak memiliki banyak harta kekayaan.

Tuhan lalu menunjukkan kebesaranNya dengan sepuluh tulah sehingga raja Mesir akhirnya mau melepas bangsa Israel pergi.

Sebagai budak, bisa pergi dengan bebas saja tentunya sudah merasa bersyukur, tapi Tuhan tidak hanya membuat bangsa Israel bisa pergi.

Ia membuat bangsa Mesir “bermurah hati” dan membekali bangsa Israel dengan segala harta benda.

Saudaraku, ada banyak orang bergumul dengan keuangan dan merasa tidak mungkin bisa punya “banyak”.

Sebagian terjebak dalam usaha yang terus menerus dan luar biasa untuk bisa memiliki lebih banyak.

Sebagian lagi tidak mau bersusah payah untuk berusaha karena merasa tidak ada gunanya.

Saudara, kita bisa belajar dari perjalanan bangsa Israel, bahwa sesungguhnya tidak sulit untuk Allah mendatangkan berkat bagi kita.

Tidak sulit untuk Ia menggerakan hati orang untuk memberkati kita.

Sekali Ia bertindak, mujizat terjadi!

Yang seringkali sulit adalah mengubah sikap hati kita, untuk senantiasa tertuju kepada Tuhan dan menghilangkan mental kemiskinan dari hati kita.

Orang dengan mental miskin bukanlah orang yang tidak punya uang, tapi orang yang tidak pernah merasa cukup dan selalu membandingkan dirinya sehingga sulit bersyukur.

Berapapun berkat berkat yang ia miliki, tidak akan pernah cukup.

Ada kata-kata bijak berkata “Ada dua hal yang menunjukkan siapa dirimu:

Pertama adalah kesabaranmu saat tidak memiliki apa-apa, dan yang kedua adalah sikapmu saat kamu memiliki segalanya.”

Saudaraku, maukah engkau menyerahkan semua kekuatiranmu kepada Allah, dengan mempercayai bahwa tidak ada yang sulit bagiNya?

Percayalah bahwa Ia tahu kebutuhan kita dan sanggup memenuhi segala keperluan kita.

Adakah sesuatu yang saudara butuhkan saat ini?

Berdoalah dan dapatkan janji Tuhan mengenai perkara tersebut.

Minggu, 30 Oktober 2022

KEKAYAAN BANGSA-BANGSA DATANG KEPADAMU

Penulis : Aris Handoko & tim
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 60:1-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimanakah keadaan bumi di mana kita diperintahkan untuk bangkit dan menjadi terang?
  2. Apa yang terjadi ketika terang Tuhan terbit atas kita?
  3. Apa yang akan membuat kita heran dan tercengang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Perintah Allah yang terus bergema bagi kita melalui nabi Yesaya adalah “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu.”

Kita hidup di dunia yang semakin gelap.

Ketidakbenaran semakin bebas dan mudah beredar melalui jangkauan teknologi.

Setiap orang berusaha melakukan apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Pertanyaan besarnya adalah apakah ada perbedaan antara orang yang mengikut Tuhan dan tidak?

Jika kita yang disebut anak-anak terang hidupnya sama dengan dunia ini, maka bagaimana dunia yang gelap bisa melihat terang Tuhan?

Itu sebabnya Allah memerintahkan kita untuk BANGKIT, BERSINARLAH. Kita perlu tinggal dalam terang dan kemuliaan Tuhan terus menerus sehingga hidup kita bersinar.

Ketika kita bangkit dan menjadi terang, maka Allah akan menyertai dan melimpahkan segala sesuatu yang kita butuhkan, termasuk dalam hal finansial.

Kita perlu memahami bahwa mempunya hidup dalam segala berkelimpahan (Yohanes 10:10) tidak selalu berarti kita menjadi kaya raya, banyak uang, dan bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan.

Kalaupun kita mengalami kelimpahan finansial, itu dimaksudkan untuk memberitakan perbuatan masyhur Tuhan dan karyaNya yang ajaib!

Injil disampaikan melalui hidup kita.

Kekayaan tidak melulu soal uang dan harta, tapi hati.

Seberapapun yang kita miliki, jika hati kita tidak melimpah, kita tidak akan pernah merasa cukup.

Bukan berapa banyak yang kita miliki yang terpenting, tapi apakah kita punya kekayaan hati untuk mengelola segala sesuatu yang Tuhan percayakan kepada kita?

Diskusikanlah dengan pembimbing saudara bagaimana agar saudara bisa memiliki hati yang berlimpah dan kaya secara rohani.

Sabtu, 29 Oktober 2022

AKAR SEGALA KEJAHATAN ADALAH CINTA UANG

Penulis : Aris Handoko & tim
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 TIMOTIUS 6:7-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang kita bawa ketika lahir dan meninggalkan dunia?
  2. Siapakah yang terjatuh ke dalam pencobaan?
  3. Bagaimana cinta uang bisa menjadi akar segala kejahatan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ada kalimat yang mungkin pernah kita dengar, “Uang tidak bisa membeli segalanya tapi segalanya butuh uang”.

Bagaimana menurut saudara?

Apakah pepatah tersebut benar?

Banyak anak-anak Tuhan terperangkap dalam kebingungan terkait masalah uang.

Dibilang kurang rohani kalau bicara uang.

Namun kenyataannya dalam sehari-hari butuh uang untuk makan, untuk beli pakaian, untuk banyak hal bahkan untuk pelayanan.

Masalah uang juga sering memicu keresahan kita karena berhubungan dengan keberhagaan diri, toh dunia ini menilai segala sesuatu dengan uang.

Mereka yang punya lebih banyak uang, tampak lebih punya kesempatan daripada mereka yang sudah bekerja keras dan berdoa, namun tidak punya uang sebanyak itu.

Saudaraku, lalu bagaimanakah kita harus menyikapinya?

Pertama, mari kita melihat uang dari perspektif Allah.

Allah bukan melarang kita untuk mencari dan memiliki banyak uang.

Ia tahu kita membutuhkannya.

Namun Allah mau kita melihatnya dari perspektif kekekalan.

“Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa keluar” (1 Timotius 6:7).

Kedua, 1 Timotius 6:10a mengingatkan bahwa “Akar segala kejahatan ialah CINTA uang”.

Apa yang kita cintai, akan kita dahulukan.

Cinta akan uang menyebabkan kita tidak bisa mencintai Allah karena prioritas utama kita adalah uang.

Ketika uang yang menjadi “tuan”, maka kita jatuh kedalam berbagai pencobaan dan jerat.

Mari saudara, evaluasi diri kita, apa yang menjadi prioritas kita hari ini.

Apakah yang benar-benar kita kejar dan cintai?

Bagaimana posisi uang dalam hidup kita?

Apakah uang masih menjadi tuan dalam hidup kita?

Bagaimana caranya agar saudara tidak jatuh ke dalam jerat mencintai uang?

Diskusikanlah dengan rekan PA atau rekan persekutuan saudara?