Jumat, 9 Desember 2022

TIDAK ADA KETAKUTAN DALAM KASIHNYA

Penulis : Anang Kristianto
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 4:18-21

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah dalam kasih ada ketakutan? Mengapa?
  2. Apa artinya bila kita takut?
  3. Siapa yang disebut pendusta sesuai perikop yang dibaca hari ini?
  4. Apa perintah yang kita terima dari Tuhan pada bacaan hari ini?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih”.

Ketakutan adalah bentuk ketidaksempurnaan kasih, ketakutan juga merupakan bentuk ketidakpercayaan kepada Allah.

Tuhan tidak ingin kita melakukan segala sesuatu karena ketakutan, motivasi ketakutan bukanlah hal yang benar bagi kita orang percaya.

Memberi, karena kalau tidak memberi takut kena hukuman atau kutuk adalah salah satu contoh, begitu juga ketika kita bekerja karena takut akan kekurangan, takut untuk tidak punya uang, takut masa depan adalah bentuk lain dari ketakutan yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Kasih kita yang sempurna kepada Tuhan membuat kita percaya akan penyertaanNya, kita dapat bersandar sepenuhNya pada Tuhan dalam segala aktivitas kita dan tetap mengalami damai sejahtera sekalipun banyak persoalan yang harus kita selesaikan.

Kasih para misionaris lintas budaya dan negara kepada Tuhan menjadikan mereka tidak takut menghadapi berbagai ancaman ketika memberitakan Injil di daerah-daerah pedalaman, mereka tidak takut akan ancaman bahkan tidak takut kehilangan nyawanya, hal itu dapat terjadi karena hati mereka dipenuhi kasih Allah kepada orang-orang yang belum percaya.

Bagaimana dengan kehidupan saudara saat ini?

Adakah rasa takut yang memotivasi dalam seluruh aktivitas kita baik di pekerjaan, keluarga atau dalam pelayanan?

Baiklah kita bersama melayani dan beraktivitas dalam kasihNya yang sempurna dan bebas dari motivasi ketakutan yang dapat merusak hidup kita secara fisik maupun rohani.

Orang-orang dunia mungkin berkata “takut adalah normal karena dapat membuat kita waspada dan bekerja keras untuk masa depan” namun bagi kita orang percaya jelas tidak seharusnya ada motivasi ketakutan, kita tetap waspada dan rajin bekerja bukan karena takut masa depan tetapi karena kita mengasihi Tuhan dan menyandarkan harapan kita kepadaNya.

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Kamis, 8 Desember 2022

KASIH KARUNIA DARI TUHAN YESUS YANG MENYERTAI KITA

Penulis : Anang Kristianto
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

EFESUS 1:1-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kepada siapa Paulus menuliskan FirmanNya menurut bacaan hari ini?
  2. Apa yang menyertai kita yang diberikan oleh Tuhan Yesus?
  3. Sejak kapan Allah telah memilih kita?
  4. Siapa yang menetapkan kita menjadi anak-anakNya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Perikop yang kita baca hari ini berbicara mengenai kekayaan orang-orang yang terpilih.

Paulus yang mendapat pewahyuan mengenai kasih karunia Kritus Yesus membagikan kepada jemaat Efesus mengenai kekayaan yang melebihi kekayaan materi.

Menurut beberapa referensi pada masa Pemerintahan Romawi, selama bertahun-tahun kota ini menjadi kota kedua terbesar di Romawi setelah kota Roma yang ketika itu menjadikannya sebagai kota terbesar kedua di dunia.

Kota ini dulunya terkenal karena adanya “Kuil (dewi) Artemis, yang menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno.

Kondisi kota besar pada umumnya menjadikan mayoritas penduduknya memiliki kecenderungan gaya hidup materialistis dan menyembah berhala kekayaan.

Injil Kerajaan Allah yang diberitakan Paulus tentu menghadapi tantangan dari banyak penduduk kota Efesus pada masa itu, namun kita membaca bagaimana jemaat Efesus ini didoakan oleh Paulus agar terbuka mata hatinya sehingga mereka dapat mengerti pengharapan apa yang terkandung dari panggilan Tuhan atas hidup mereka.

Jemaat Efesus yang percaya tentunya adalah murid-murid Kristus yang menyadari kasih karunia Yesus dalam panggilanNya kepada mereka di tengah-tengah kehidupan kota yang gemerlap dengan gaya hidup materialistis dan kesibukan bisnis yang tidak henti-hentinya.

Bagaimana dengan kehidupan saudara saat ini, tantangan yang kurang lebih sama seperti yang terjadi pada masa Efesus pasti juga kita alami sebagai penduduk kota sebagai pekerja, wiraswasta, pelajar, mahasiswa, apakah panggilanNya sebagai bagian kasih karunia dari Tuhan Yesus masih sangat bernilai bagi kita dibandingkan dengan segala persoalan dan kesibukan kita?

Tentu kita harus bekerja dan belajar dengan baik sesuai tanggung jawab yang Tuhan percayakan, namun biarlah hal itu  semua tidak membuat kita lupa akan panggilanNya, tidak membuat kita lupa akan kasih karuniaNya yang diberikan kepada kita yang senantiasa setia menyertai kita.

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Rabu, 7 Desember 2022

KASIHILAH SEORANG AKAN YANG LAIN

Penulis : Anang Kristianto
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 15:15-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa Yesus menyebut murid-muridNya sebagai  sahabat?
  2. Apa yang dibertahukan Yesus kepada sahabat-sahabatNya?
  3. Apakah ketetapan Yesus untuk murid-muridNya?
  4. Apa yang menjadi perintahNya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, mengasihi seorang akan yang lain memang tidak dapat dipaksakan namun Yesus memerintahkan muridNya untuk mengasihi.

Kita tahu bahwa yang disebut perintah artinya sesuatu permintaan yang tidak dapat ditawar dan harus dilaksanakan.

Perintah ini tentu membuat kita kembali memikirkan ulang bahwa mengasihi seoarang akan yang lain bukanlah suatu anjuran atau kebebasan yang dapat dipilih namun berdasarkan ayat yang kita baca hari mengasihi adalah suatu perintah.

Yesus tidak pernah salah dalam memberi perintah kepada muridNya, artinya bila kita mengaku sebagai murid-muridNya maka kita pasti dapat mengasihi seorang akan yang lain.

Kita seringkali lebih mudah mengasihi kepada orang yang telah mengasihi atau berbuat baik kepada kita, namun tidak mudah bagi kita untuk bisa mengasihi orang-orang yang tidak kita kenal dan bahkan lebih susah mengasihi orang-orang yang bersalah kepada kita.

Sesungguhnya perintahNyalah yang memberi kuasa kepada kita untuk mampu mengasihi bahkan yang kita sebut musuh-musuh kita.

Kuasa FirmanNya tidak hanya dapat menyembuhkan yang sakit, membebaskan yang terbelenggu dan memberikan kelepasan bagi yang terikat tetapi firmanNya juga memampukan kita untuk mengasihi seorang akan yang lain.

Kasih manusia memang terbatas, namun kasih Yesus yang ada dalam hidup kita tidak terbatas, kasih itulah yang Yesus perintahkan untuk diberikan seperti yang dikehendakiNya.

Bagaimana kondisi saudara saat ini?

Apakah kasih Yesus senantiasa terus menyala dan tersedia untuk dibagikan kepada banyak orang di sekitar kita?

Ataukah kita punya berbagai masalah sehingga kasih itu menjadi padam?

Berdoalah untuk suatu hal yang berharga yang Tuhan percayakan kepada kita yaitu kasih Yesus itu tetap ada didalam hidup saudara.

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Selasa, 6 Desember 2022

TIDAK ADA KASIH YANG LEBIH BESAR DARI KASIH YESUS

Penulis : Anang Kristianto
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 15:10-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana kita bisa tinggal dalam kasih Yesus?
  2. Mengapa Yesus mengatakan supaya kita menuruti perintahNya?
  3. Seperti siapa kita harus saling mengasihi?
  4. Apakah ada kasih yang lebih besar dari kasih Yesus kepada saudara?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, pada masa Yesus hadir di dunia sebagai manusia, bangsa Yahudi khususnya tidak pernah membayangkan bahwa Mesias yang begitu mereka nantikan akan mati di atas kayu salib.

Para ahli Taurat dan pemimpin agama pada masa itu pun yang tentunya menyelidiki dan membaca kitab Taurat setiap hari bahkan tidak pernah menyangka bahwa mereka justru yang menganiaya dan menyalibkan Mesias yang dinantikan kedatangannya.

Di tengah-tengah perbuatan agamawi yang dilakukan orang-orang Yahudi pada masa itu untuk mempraktikkan kasih, maka Yesus yang pertama mengajarkan kasih yang sejati sebagai kasih yang memberikan nyawa bagi sahabat-sahabatnya.

Sebelum Yesus hadir di dunia manusia yang jatuh ke dalam dosa tidak akan pernah memahami kasih yang sejati, mereka berada di bawah penghukuman dan kutuk karena dosa-dosa yang diperbuat.

Sekalipun mereka sudah membaca ribuan kali sepuluh perintah namun seperti apa praktiknya mengasihi Tuhan dan sesama yang sesungguhnya tidak pernah dipahami oleh manusia.

Kematian Yesus di atas kayu salib karena mengasihi manusia berdosa membuat mata kita terbuka mengenai kasih Allah yang sejati yang lebih dulu diberikan Allah kepada kita, bahkan ketika kita manusia masih berdosa.

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar–tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati–. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa”. 

Manusia harus mengalami kasih Allah terlebih dahulu sebelum mereka dapat mengasihi, kasih yang tak terhingga dari Allah menyebabkan manusia mampu untuk mengasihi sesamanya.

Bagaimana dengan saudara?

Sudahkah mengalami kasih Allah yang tak terhingga itu?

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Senin, 5 Desember 2022

TINGGALAH DI DALAM KASIHKU

Penulis : Pramadya Wisnu
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 15:4-9

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimanakah seseorang bisa tinggal di dalam Yesus?
  2. Hal apa saja yang terjadi jika seseorang tinggal di dalam Yesus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Ilustrasi yang Tuhan Yesus ajarkan ini sebenarnya sangat jelas dan analoginya pun tepat.

Konsekuesi jika ranting tidak melekat pada pokok anggur juga sangat tegas, ranting itu akan menjadi kering dan dibuang.

Kita hanya akan dapat hidup dan berbuah jika kita melekat, tinggal di dalam Kristus.

Karena seseorang bisa tampak hebat, fasih bicara tentang kekristenan atau bahkan tentang hidup rohani.

Tetapi jika dia tidak tinggal di dalam Kristus, maka sesungguhnya dia sedang mengajarkan teori hidup agamawi.

Tuhan tidak ingin kita hidup seperti itu, Tuhan ingin kita hidup melekat pada Pokok anggur, yaitu hidup yang melekat kepada Kristus.

Paling tidak ada tiga hal yang perlu diperhatikan agar kita bisa hidup melekat kepada Kristus.

  1. Miliki hubungan atau persekutuan yang erat/intim dengan Yesus. Cabang terhubung ke pokok anggur, dan pokok anggur terhubung ke cabang. Hubungan ini bisa dibangun dengan memiliki waktu doa yang teratur, membaca Firman dan memuji serta menyembah Tuhan secara teratur.
  2. Ketergantungan pada Yesus. Kita sadar bahwa kita tidak bisa mengandalkan diri sendiri untuk hidup. Dengan sadar kita bersedia untuk taat kepada Yesus dengan mentaati Firman-Nya. Kita paham apa makna: menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus.
  3. Jika ranting melekat pada pokok anggur, maka ia akan terus menerus mendapat asupan sari makanan dari pokok anggur. Maka kita wajib membaca Firman secara teratur dan menerimanya dengan rendah hati, dengan kesadaran mutlak bahwa kita membutuhkan Firman yang hidup, memiliki sikap haus dan lapar akan Firman. Dan mohon pertolongan Roh untuk memahami Firman dan rindu untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bonus dari kehidupan yang melekat kepada Kristus: mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya!

Saudara, Firman Tuhan dalam Yohanes 15 ini adalah hal dasar yang sangat penting bagi pertumbuhan rohani kita.

Sekali pun mungkin saudara sudah berulangkali membaca atau mendengar kisah pokok anggur dan ranting ini.

Tapi sampai kapan pun, kebenaran ini akan tetap relevan dan penting.

Minggu, 4 Desember 2022

KASIH YANG TIDAK TERBATAS

Penulis : Pramadya Wisnu
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 3:16-21

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang tidak akan dihukum?
  2. Apakah tanda orang yang hidup di dalam terang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Allah adalah Kasih.

Dan di Alkitab kita akan menemukan tema kasih Allah dimulai dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu.

Kita juga akan menemukan tema kasih antar manusia yang menjadi benang merah isi Alkitab.

Kasih Allah dalam Yohanes 3:16, dalam Bahasa asli ditulis: Agapao atau Agape.

Berbeda dengan kasih antara manusia yang kita kenal, kasih Agape adalah kasih Tuhan yang sempurna dan tanpa syarat.

Yesus menunjukkan kasih agape dengan mengorbankan dirinya di kayu salib untuk dosa dunia.

Tuhan Yesus memberikan kasih ini tanpa syarat, tanpa pamrih kepada mereka yang tidak layak dan bahkan yang menentang Dia.

Paulus sebelum dia menjadi rasul, dia adalah penentang jalan Tuhan.

Paulus setuju ketika Stefanus dilempar batu oleh karena kesaksiannya.

Tetapi ketika Yesus menyatakan diri-Nya dalam suatu penglihatan, akhirnya Paulus bertobat.

Kasih Yesus yang sudah rela mati bagi dia dan bagi semua manusia, akhirnya membuat Paulus berubah total.

Karena telah mengalami betapa besar kasih dan pengorbanan Kristus, maka Stefanus yang sedang dianiaya oleh anggota-anggota Mahkamah Agama dapat mengatakan, “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!”

Kasih Allah yang sempurna dan tanpa syarat akhirnya mengilhami Stefanus, mati sebagai martir pertama dalam sejarah gereja.

Dan sejak itu sejarah gereja mencatat ribuan orang yang bersedia untuk mati bagi Kristus, bukan kematian yang sia-sia, tetapi mati untuk mempertahankan imannya.

Salah satunya adalah Polikarpus.

Menurut kisah, Polikarpus adalah murid langsung dari Yohanes murid Tuhan Yesus.

Polikarpus hidup pada masa dimana umat Tuhan dikejar-kejar dan dianiaya.

Mereka ditangkap dan diminta untuk menghujat Kristus.

Ketika Polikarpus ditangkap oleh Penguasa Romawi dan memberikan perintah kepada Polikarpus: “Angkatlah sumpah dan saya akan membebaskanmu. Hujatlah Kristus!”

Polikarpus pun berdiri dengan tegar.

Ia mengatakan kalimat terakhirnya yang terkenal, “Selama 86 tahun aku telah mengabdi kepada Kristus dan Ia tidak pernah menyakitiku.

Bagaimana aku dapat menghujat Raja [Kristus] yang telah menyelamatkanku?

Kasih Kristus telah mengilhami banyak orang untuk melakukan apa pun demi Kristus, bahkan dengan taruhan nyawa mereka!

Saudara, dalam kelompok pemuridan ceritakan bagaimana engkau mula-mula mengasihi Tuhan.