Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Kenapa kita harus menyiapkan akal budi kita dalam hidup sebagai anak-anak yang taat?
Terhadap hal apa kita perlu waspada dalam menjalani hidup ini?
Pengharapan apa yang kita miliki sebagai anak Tuhan?
Apa buah dari menjadi anak-anak Tuhan yang taat?
Mengapa Tuhan menghendaki kekudusan dari anak-anakNya?
Saudara, Allah kita adalah Allah yang kudus.
Kekudusan adalah sasaran dan maksud pemilihan kita orang percaya di dalam Kristus, ini berarti kita menjadi serupa dengan Allah, mengabdi kepada Allah, dan hidup untuk menyenangkan Allah.
Kekudusan yang kita miliki, kita peroleh melalui Roh Allah yang menyucikan jiwa kita dari dosa dalam karya Kristus di kayu salib yang memperbaharui kita menjadi serupa dengan Kristus, dan memungkinkan kita dalam kasih karunia Allah untuk mentaati Allah sesuai dengan Firman-Nya.
Kecenderungan manusia adalah mengikuti hawa nafsu: keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup.
Perintah untuk hidup kudus dipandang sebagai sebuah pengekangan diri sehingga menjadi berat dan sulit untuk menjalani kehidupan ini.
Hidup kudus dan tidak menuruti hawa nafsu adalah kebodohan bagi dunia ini.
Standar moralitas yang ada sudah mulai bergeser, sehingga standar kebenaran sering dianggap kebodohan.
Saudara, dalam hidup menjadi anak-anak yang taat dalam kebenaran, kita akan mengalami sukacita yang bukan karena faktor di luar kita, namun karena faktor dari dalam yaitu kita dipenuhi oleh kasih Allah.
Karena itu, marilah terus hidup dalam kekudusan dan dalam kebenaran sehingga kita menjadi anak-anak yang taat yang memancarkan kekudusan Kristus kepada setiap orang yang kita jumpai.
Tuhan Yesus memberkati.
Bagaimana kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan yang taat, bisa memancarkan kehidupan ilahi dan menjadi berkat bagi perluasan injil kerajaan Allah?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Pada saat kapan akan terjadi masa yang sukar?
Bagaimana keadaan manusia pada saat masa itu?
Mengapa manusia mengalami keadaan itu?
Apa yang menjadi respon setiap orang percaya supaya bisa melewati masa yang sukar itu?
Saudara, bagaimana mengendalikan seekor kuda?
Kita memakai isyarat tertentu dengan menarik tali kekang yang kita pegang.
Hanya dengan mengendalikan tali kekangnya, kita bisa menyuruh kuda yang kita tunggangi untuk berjalan, berlari, berhenti, dan lain sebagainya.
Mengekang diri seperti mengendalikan seekor kuda.
Orang percaya pada hari-hari terakhir akan menghadapi masa yang sukar.
Masa-masa yang tidak mudah yang di mana masa itu penuh dengan penderitaan, berat untuk ditanggung dan sukar untuk ditanggulangi.
Paulus menguraikan kepada kita mengapa manusia akan… artinya diminta dalam masa yang berat yang akan ditanggung oleh gereja.
Orang-orang percaya diminta menjaga dirinya untuk tidak terjatuh ke dalam dosa, perbuatan yang jahat, yang perilakunya berpusat kepada diri sendiri dan tidak takut akan Allah, yang akal dan budinya tidak tunduk kepada Allah dan menentang Allah.
Paulus memberikan peringatan ini supaya memperkuat orang percaya untuk bertobat karena kerajaan Allah sudah dekat.
Mencintai Tuhan lebih dari segalanya, karena hanya Tuhan satu-satunya yang dapat menyelamatkan kita.
Mencintai yang lain selain Tuhan akan membuat kita terjebak dalam kondisi dunia ini.
Tuhanlah yang berkuasa atas kita dan hanya Dia saja yang bisa mengendalikan “tali kekang” hidup kita.
Marilah kita di dalam setiap waktu di hidup kita mengekang diri, menyerahkan diri kita kepada Tuhan, menundukkan diri, dan membiarkan Tuhan untuk mengatur arah dan apa yang harus kita lakukan.
Tuhan Yesus memberkati.
Apa buah dari pengekangan diri orang percaya?
Dan bagaimana hal ini bisa menjadi gaya hidup didalam setiap kehidupan orang percaya sehingga dapat memancarkan kehidupan ilahi?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Roma 12:3.
Bagaimanakah sebaiknya ukuran pikiran yang harus kita pikirkan agar kita tidak menjadi overthinking?
Jadi berdasarkan apakah kita berpikir untuk kehidupan kita sehari-hari?
Sifat apakah yang harus kita miliki agar kita tidak overtihinking sehingga pikiran kita sesuai dengan ukuran iman yang dikaruniakan Tuhan?
Rasul Paulus mengatakan bahwa kita harus bertumbuh dari kanak-kanak sampai orang dewasa, mulai dari perkataan, pikiran maupun karakter.
”Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.” (I Korintus 13:11).
Hal ini sangat penting bagi pertumbuhan kita sehingga kita tidak menjadi ”overthinking”, yaitu berpikir lebih dari kemampuan kita untuk berpikir.
Itulah sebabnya Rasul Paulus menasehati jemaat Filipi agar mereka berpikir sesuai tingkat pengertian mereka dalam pengenalan mereka akan Tuhan yaitu sesuai dengan tingkat iman mereka.
”Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu. Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.” (Filipi 3:15-16).
Dan jikalau tingkat pemikiran kita melebihi dari takaran iman yang Tuhan berikan maka kita perlu sekali penguasaan diri, menguasai diri kita agar kita dapat berpikir sesuai dengan tingkat iman yang Tuhan berikan kepada kita.
Itulah sebabnya kita perlu bergaul dengan Firman Tuhan dan Firman Tuhan yang Tuhan berikan kepada kita dapat memunculkan iman kepada kita dan dengan iman yang Tuhan berikan kepada kita itulah kita berpikir, melangkah dan bergerak sehingga dalam segenap aspek hidup kita dalam pekerjaan, bisnis, keluarga, sekolah, kuliah dan dalam pelayanan, kita lakukan sesuai dengan tingkat atau takaran iman yang Tuhan berikan sehingga tidak overthinking, kita senantiasa rendah hati dan mengandalkan Tuhan dalam semua bidang kehidupan yang harus kita kerjakan.
Diskusikan dalam komunitas saudara bagaimana dalam menghadapi segala hal saudara dapat menguasai diri sesuai dengan ukuran iman.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah I Petrus 4:7.
Bagaimanakah sikap kita dalam menghadapi kesudahan zaman yang semakin mendekat ini?
Apakah tujuan dari kita menguasai diri dan menjadi tenang?
Selain supaya kita dapat berdoa, hal-hal lain apakah yang dapat kita lakukan jika kita menguasai diri dan menjadi tenang?
Dengan tanda-tanda zaman yang telah kita lihat dan alami maka kita sedang berada pada kesudahan zaman, di mana orang-orang menjadi mencintai diri sendiri, sombong dan suka yang jahat juga terjadinya peperangan, kelaparan, gempa bumi serta munculnya Mesias-mesias palsu, maka kita tidak bisa lagi bermain-main dengan waktu dan anugrah yang Tuhan berikan.
Kita harus menguasai diri dalam segala hal sehingga kita menjadi tenang dan tujuannya agar kita dapat berdoa.
Jika kita berdoa maka kita dapat memahami kehendak Tuhan, sehingga kita memiliki hati dan roh yang berkobar-kobar untuk menyelesaikan rencana Tuhan serta memiliki kerajinan yang tidak kendor.
Hal-hal apa saja yang harus kita kuasai agar kita dapat tenang untuk berdoa adalah seperti yang tertulis dalam Efesus 5:15-19.
Kita harus memiliki kehidupan seperti orang arif bukan orang bebal, kita harus menggunakan waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat, kita harus mengusahakan mengerti kehendak Allah sehingga kita tidak seperti orang yang bodoh, kita tidak boleh mabuk dengan anggur dunia ini yang akan menimbulkan hawa nafsu tetapi kita harus penuh dengan Roh, kita harus memiliki perkataan Tuhan dalam mulut kita agar perkataan kita membangkitkan orang lain dan hati kita untuk berjalan di dalam jalan-jalan Tuhan.
Dengan memiliki sikap hati yang benar maka kita dapat berjalan dalam kebenaran, dengan demikian hati kita menjadi tenang dan dapat berdoa.
Dan dengan berdoa ini kita dapat memahami kehendak Tuhan dan kita berjalan bersama dengan Tuhan untuk menggenapi rencana Tuhan dan kita juga dapat dengan gairah yang penuh untuk mengerjakan pekerjaan Tuhan dakam kehidupan sehari-hari dan dalam kehidupan berjemaat.
Diskusikan dalam komunitas saudara hal-hal apakah yang perlu saudara kuasai di dalam diri saudara supaya saudara dapat berdoa.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah I Korintus 9:25.
Dalam gelanggang pertandingan semua orang ikut berlari dan berapa orangkah yang memperoleh hadiah?
Sikap apakah yang harus dibangun oelh setiap peserta pertandingan agar dapat memperoleh hadiah?
Apakah yang harus kita lakukan agar kita dapat menguasai diri dalam segala hal?
Sebagai umat Tuhan yang memiliki visi koorporat yaitu membangun Rumah Kabar Baik maka kita harus berlari dengan tujuan yang jelas yaitu membangun Rumah Kabar Baik, demikian juga sebagai petinju kita tidak sembarangan saja memukul, tetapi memukul kepada sasaran supaya kita melihat visi Tuhan digenapi melalui hidup kita.
Supaya kita tidak dialihkan dengan hal-hal yang lain di luar dari visi kita bersama, maka kita harus hidup dalam penguasaan diri, menguasai diri dalam segala hal.
Rasul Paulus memutuskan untuk melatih tubuhnya dan menguasai seluruhnya supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan dia sendiri ditolak, maksudnya pekerjaan pemberitaan Injil bagi orang-orang non Yahudi dapat diselesaikan dengan sempurna.
Kita juga harus melatih dan menguasai tubuh kita.
Beberapa hal yang dapat mengalihkan perhatian kita jika kita tidak menguasai diri di antaranya keinginan duniawi yang di dalamnya ada keinginan daging, keinginan mata, serta keangkuhan hidup.
”Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.” (I Yohanes 2:15).
Selain keinginan daging juga kebutuhan-kebutuhan hidup kita yaitu makanan dan minuman dan pakaian.
”Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” (Roma 14:17).
Oleh sebab itu, kita harus memikirkan perkara yang di atas dan bukan yang di bumi.
Selain itu kita juga harus membuang segala trauma, emosi negatif, luka-luka batin yang dapat menghalangi kita untuk menyelesaikan tujuan Tuhan.
Dengan kita mampu menguasai diri dalam hal-hal diatas maka tujuan Tuhan yaitu membangun Rumah Kabar Baik dapat kita selesaikan.
Diskusikan dalam komunitas saudara bagaimana caranya saudara dapat melatih dan menguasai tubuh saudara agar dapat membangun Rumah Kabar Baik!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Efesus 4:2.
Coba sebutkan empat pesan Rasul Paulus untuk jemaat di Efesus sesuai dengan bacaan diatas?
Menurut saudara hal apakah yang menjadi dasar untuk dapat selalu rendah hati dan lemah lembut serta sabar?
Apakah akibatnya dalam kehidupan jemaat yang selalu rendah hati dan lemah lembut?
Dalam membangun Rumah Kabar Baik kita harus memancarkan kehidupan Ilahi yang rendah hati, lemah lembut dan sabar.
Dan hal yang utama yang harus kita pahami adalah bahwa kita harus hidup berpadanan dengan panggilan sebagai anak-anak Tuhan yang hidup yang mengasihi Tuhan dan mengasihi orang lain bahkan musuh kita sekalipun.
Dalam hal mengasihi orang lain terutama saudara seiman dalam rumah Tuhan, kita harus memiliki pandangan bahwa kita adalah anggota tubuh Kristus yang memiliki satu pemahaman bahwa kita adalah satu tubuh, satu Roh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allahd an Bapa.
Dan dalam satu tubuh maka kita memiliki keterikatan satu dengan yang lain dalam posisi dan fungsi yang berbeda.
Sebagai contoh, posisi tangan dan kaki berbeda demikian juga fungsinya, namun di dalam satu tubuh.
Dan pengikat utama dalam anggota tubuh adalah kesatuan Roh yaitu ikatan kasih yang di dalamnya ada damai sejahtera, sehingga tidak ada kebencian, penolakan diantara anggota tubuh Kristus.
Pancaran dan kesatuan Roh itu juga merupakan kehidupan yang rendah hati, lembah lembut dan sabar, tidak sombong dan egois, tidak kasar dan pemarah dan selalu hidup saling menerima.
Di dalam Rumah Kabar Baik harus ada perkataan dan sikap perbuatan yang rendah hati dan lemah lembut serta sabar, sehingga setiap jemaat di dalam rumah Tuhan merasa aman dan nyaman karena tidak ada penghakiman, penolakan tetapi yang ada adalah penerimaan apa adanya.
Kehidupan yang penuh rendah hati, lemah lembut dan sabar inilah yang dapat membuat kita saling memperhatikan, saling bertolong-tolongan dan saling membantu.
Hal inilah yang mewujudkan panggilan Tuhan buat gereja-Nya yaitu supaya kita saling mengasihi supaya dunia tahu bahwa kita adalah murid Kristus.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara senantiasa rendah hati, lembah lembut dan sabar dalam membangun Rumah Kabar Baik!