Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Mengapa Musa harus bangun pagi-pagi?
Pesan apa yang harus di sampaikan kepada Firaun?
Mengapa tulah itu hanya terjadi di istana dan wilayah dimana orang Mesir tinggal, dan wilayah yang di mana orang Israel tinggal tidak terjadi?
Apa yang sengaja dibuat oleh Tuhan antara orang Israel dan orang Mesir?
Apa tujuan Tuhan melakukan pembedaan itu?
Saudara, sejak semula ketika Adam melakukan dosa di taman Eden, Allah telah berencana bahwa Tuhan Allah akan membuat perseteruan antara perempuan (Hawa) dengan ular (iblis). Musa menuliskan rencana ini dalam:
Kejadian 3:15“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
Rencana Allah itu telah di rancangkan sejak di Eden dan untuk itu Dia mempersiapkan segalanya.
Tuhan menghukum dosa dunia dengan mendatangkan air bah pada zaman Nuh.
Nuh selamat karena dia mau mendengarkan dan mentaati perintah Allah walaupun bagi dia perintah itu belum dipahaminya karena belum pernah ada hujan dan dia harus membuat perahu besar diatas gunung.
Nuh disebut orang gila karena membangun perahu di atas gunung bukan di tepi laut.
Lewat pekerjaannya, dia terus mengingatkan orang-orang supaya mereka bertobat supaya Tuhan tidak menenggelamkan mereka pada banjir besar yang akan menenggelamkan semua tempat di bumi ini.
Lewat keluarga Nuh, Tuhan membangun kehidupan manusia lagi.
Tuhan mulai ingin untuk membangun suatu bangsa yang berkenan kepada hati-Nya, maka Allah memilih Abraham:
Kejadian 12:1-3”Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.“
Setelah Abraham memasuki tanah Kanaan, Allah menemui Abraham dan menjanjikan bahwa dia akan memiliki seorang anak laki-laki yang diberi nama Ishak.
Abraham menunggu janji itu di genapi selama dua puluh lima tahun.
Dikarenakan lama menunggu, maka Sarai meminta Abraham untuk menghampiri Hagar, seorang Mesir yang menjadi asisten rumah tangganya, supaya mereka punya anak.
Setelah Hagar hamil, Sarai mengusir Hagar karena cemburu dan marah kepada Hagar.
Hagar sempat keluar dari rumah Abraham, tetapi Malaikat Tuhan menghampiri Hagar dan meminta supaya dia kembali dan tetap mengabdi kepada Sarai majikannya.
Malaikat itu berjanji bahwa Tuhan akan memperhatikan dia dan anaknya.
Anak itu diberi nama Ismael, seorang laki-laki yang perilakunya seperti keledai liar.
Dari Ishak, Abraham mendapati suatu bangsa yang besar yaitu bangsa Israel.
Bangsa Israel adalah bangsa pilihan namun mereka tidak menghargai pilihan itu sehingga menjadikan mereka suatu bangsa yang terus membangkang terhadap Tuhan Allah, bangsa yang tegar tengkuk, namun Allah tetap setia terhadap janji-Nya.
Melalui Yehuda, cucu Ishak, maka lahirlah keturunannya yaitu raja-raja termasuk Daud yang akan menjadi moyang dari Yesus Kristus.
Yesuslah keturunan perempuan di taman Eden yang akan meremukkan kepala ular itu.
Salib adalah medan perang antara benih perempuan dan benih ular itu.
Yesus mati karena Dia menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa-Nya, sedangkan benih ular itu diremukkan kepalanya oleh Yesus Kristus.
Pada hari ketiga, Yesus bangkit dari kubur.
Iblis (setan) telah pecah kepalanya, dia tidak bisa apa-apa lagi hanya tinggal menunggu matinya.
Iblis hanya bisa menipu dan menakut-nakuti orang yang tidak percaya kepada Yesus.
Iblis telah kehilangan kuasa dan kekuatannya, sementara itu kuasa kebangkitan Yesus Kristus semakin nyata dan dianugerahkan kepada orang-orang yang percaya kepada Yesus melalui baptisan Roh Kudus.
Dengan kuasa Roh Kudus, maka semua orang percaya menjadi:
1 Petrus 2:9”Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:”
Suatu bangsa yang dibedakan dengan kuasa Roh Kudus yang dianugerahkan kepada orang-orang percaya yang dibaptis oleh Roh Kudus.
Suatu komunitas yang Roh Kudus turun ke atas kamu, sehingga kamu menjadi saksi Kristus di Yerusalem, seluruh Yudea, dan Samaria, dan sampai ke ujung-ujung bumi.
Suatu kumpulan orang percaya, dimana Roh Kudus tidak sedang berduka di dalam dirinya.
Roh Kudus tidak sedang dipadamkan di dalam hidupnya. Namun kata rasul Paulus:
Roma 12:11 “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”
Jadi mereka yang berbeda itu adalah sekelompok orang yang rohnya menyala-nyala karena pengaruh Roh Kudus sehingga mereka begitu rajin, semangat dalam melayani Tuhan dan sangat bergairah dalam pelayanan.
Haleluya, Puji Tuhan, Amen!
Mengapa ada anak-anak Tuhan, melayani dengan gairah walaupun tidak berbahasa Roh?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Mengapa kita diperintahkan untuk bangkit?
Mengapa kegelapan memenuhi bumi?
Apa yang terbit di atas kita? Sehingga apa yang terjadi?
Siapa yang datang kepada cahaya yang terbit di atas kita?
Saudara, Yesaya bernubuat supaya Sion bangkit karena terang Sion datang dan kemuliaan Tuhan terbit atas Sion.
Allah akan mengutus penebus atas Israel, dan kehadiran penebus ini akan berdampak luar biasa atas Israel yang akan membawa masa depan yang mulia bagi Israel.
Kemuliaan itu akan datang dari Allah sendiri dan bangsa-bangsa akan menanggapi dan datang kepada terang itu -Yesaya 60:1-3.
Kekayaan unta akan menutupi tanah itu -Yesaya 60:6 dan persembahan yang berlimpah-limpah akan dipersembahkan di atas mezbah -Yesaya 60:7.
Nubuat-nubuat ini belum digenapi dalam sejarah dan diantisipasi pada kerajaan seribu tahun yang akan datang.
Pada hari itu kapal-kapal Tarsis akan membawa emas untuk memuliakan Tuhan.
Kemuliaan Yerusalem akan melebihi segala sesuatu yang sudah berlalu -Yesaya 60:10-12.
”Orang-orang asing akan membangun tembokmu, dan raja-raja mereka akan melayani engkau”(Yesaya 60:10a).
Kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepada mereka -Yesaya 60:11.
Kemuliaan Israel yang akan datang dan harta kekayaannya akan meliputi musuh-musuhnya yang akan tunduk kepada mereka -Yesaya 60:13-14.
Berkat-berkat akhir mereka dan pemeliharaan Allah yang begitu indah kepada mereka digambarkan secara rinci -Yesaya 60:15-22.
Mereka akan mempunyai emas, dan bukan tembaga -Yesaya 60:17.
”Tidak akan ada lagi kabar tentang perbuatan kekerasan di negerimu, tentang kebinasaan atau keruntuhan di daerahmu”(Yesaya 60:18a).
Nubuat ini mengantisipasi keadaan kekal ketika di nubuatkan, “Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu.“(Yesaya 60:19), bandingkan dengan Wahyu 21:23-25.
Saudara, kemuliaan Tuhan akan terbit atas kita ketika Roh Kudus turun atas kita dan kuasa Tuhan turun dan diam di dalam kita, maka hidup kita akan dijadikan oleh Roh Kudus menjadi berbuah-buah yaitu buah Roh Kudus.
Begitu juga buah jiwa-jiwa akan dihasilkan lewat hidup kita sehingga Allah dimuliakan melalui hidup kita yang mau bangkit menjadi terang, sehingga kegelapan disekitar kita menyingkir dan kegelapan yang meliput seluruh dunia dan menutupi semua bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa tetapi terang Tuhan terbit atas kita untuk menyingkirkan semua kegelapan itu.
Haleluya, puji Tuhan, Amen!
Apa yang menyebabkan nubuatan Yesaya ini tidak terjadi di Israel ketika Yesus datang ke muka bumi ini?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Bagaimana sikap pemazmur terhadap hukum Tuhan?
Apa yang dirasakan pemazmur tentang janji Tuhan?
Apa yang menjadi penyebab pemazmur mendapatkan pengertian?
Apa yang dibenci oleh pemazmur?
Saudara, ketika Tuhan Allah berfirman maka terjadilah sesuatu, begitulah dahsyatnya Firman Allah itu, rasul Yohanes menuliskan dalam:
Yohanes 1:1-5”Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”
Betapa dahsyatnya Firman itu, Dia menjadikan segala sesuatu.
Firman itu menjadikan kegelapan sebagai keadaan yang dapat digantikan dan disingkirkan oleh terang.
Terang dapat menghalau kegelapan sehingga kegelapan dapat dibuang dan terang menguasai wilayah dan tempat.
Firman Tuhan bisa berupa petunjuk, peringatan ataupun anjuran.
Barangsiapa orang yang mau mengikuti petunjuk Tuhan yang Maha Tahu, maka orang itu akan mengalami keberhasilan.
Dan seseorang tidak akan menalami kegagalan karena dia mengikuti peringatan dan anjuran Tuhan.
Pemazmur mengatakan:
Mazmur 119:9”Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.”
Mazmur 119:11”Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.”
Seorang muda yang menjaga kelakuannya sesuai dengan apa yang Tuhan katakan atau petunjuk Tuhan, maka kelakuannya akan baik dan tidak akan membuat malu dirinya ataupun keluarganya.
Jikalau seorang muda dengan sengaja menyimpan petunjuk dan arahan Tuhan dalam hatinya dengan cara menghapalkan firman Tuhan itu, maka hidupnya akan dipermudah oleh firman itu, sehingga dia bisa berjalan tanpa tergelincir karena dia bisa berjalan dengan baik dalam jalan-jalannya.
Rasul Paulus menuliskan dalam suratnya kepada anak rohaninya yaitu Timotius:
2 Timotius 3:16-17”Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”
Rasul Paulus menyatakan bahwa tulisan yang diilhamkan oleh Allah yaitu Fiman Allah, memang sangat bermanfaat untuk dipakai mengajar berbagai prinsip hidup dan berbagai peringatan-peringatan dan petunjuk-petunjuk dapat diajarkan.
Firman Allah juga sangat bermanfaat untuk mengajarkan bagaimana caranya memperbaiki kelakuan dan menyatakan apa yang salah dan apa yang benar.
Firman Allah juga dapat dipakai untuk mendidik orang dengan kebenaran.
Tulisan yang diilhamkan oleh Allah dapat menjadi pedoman bagi kehidupan dan bisa relevan dari zaman ke zaman.
Sebagai contoh, bagaimana hukum Taurat masih bisa dibaca dan di gunakan sampai hari ini.
Itu sudah diturunkan melalui nabi Musa ribuan tahun yang lalu dan masih bisa dipakai sebagai petunjuk sampai hari ini bahwa Tuhan Allah melarang kita untuk berzinah, mencuri dan membunuh, berdusta, menginginkan milik orang lain dan juga masih relevan menjadi nasihat dan petunjuk untuk menghormatin orang tua.
Saudara, Pemazmur menyatakan bahwa firman Tuhan merupakan Terang bagi jalan kita dan suluh bagi langkah-langkah kita, sehingga kita bisa mencapai tujuan hidup kita.
Haleluya, Puji Tuhan, Amen!
Mengapa banyak orang yang selalu gagal dalam kehidupannya?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Dari mana mereka berangkat setelah mereka menyeberang Laut Merah, menuju kemana?
Apa yang terjadi ketika mereka berjalan pada siang hari dan malam hari?
Apa yang Tuhan lakukan untuk menyertai bangsa Israel?
Bagaimana penyertaan itu, menetapkah atau kadang-kadang?
Saudara, ketika bangsa Israel keluar dari Mesir dan menuju tanah perjanjian, yaitu tanah Kanaan.
Tanah atau negeri yang pernah Tuhan janjikan kepada seorang yang berkenan kepada-Nya, seorang yang beriman, yaitu Abraham.
Ketika orang Israel berjalan pada siang hari di padang gurun maka matahari menyinari mereka, dan Allah hadir di depan mereka dalam tiang awan untuk mengarahkan dan memimpin jalan mereka.
Begitu juga pada malam hari, Tuhan menuntun mereka dalam tiang api sehingga bangsa itu siang tidak kepanasan dan malam tidak kedinginan.
Begitu hebat-Nya Tuhan menyertai umat yang dikasihi-Nya itu.
Dalam perjalanan bangsa Israel, Musa memimpin bangsa itu dan musa selalu berhubungan dengan Tuhan yang selalu menyertai mereka.
Tuhan sangat ingin untuk memimpin langsung bangsa itu, namun karena Allah yang maha suci tidak rela bergaul dengan dosa maka Musa menjadi perantara antara Allah dengan bangsa itu.
Musa selain menjadi pemimpin utama, dia juga adalah Imam besar bangsa itu di hadapan Tuhan.
Pada masa itu, Imam hanya dari suku Lewi dan mereka adalah pemimpin-pemimpin di ibadah.
Ketika Allah memimpin bangsa itu mereka selalu mengalami keberhasilan.
Karena Tuhan Allah yang bertindak bagi bangsa itu, dan Tuhan sebenarnya menginginkan itu terus terjadi, Tuhan menjadi pemimpin bagi umat-Nya bangsa Israel.
Ketika daud menjadi raja, Daud menjadikan Tuhan sebagai penasehat.
Dia selalu bertanya kepada Tuhan, dia selalu berhubungan dengan Tuhan dan ketika Daud dikejar-kejar raja Saul, dia terus bergaul dengan Tuhan.
Ketika Daud mendapat kesempatan untuk membinasakan Saul, dia tidak bertindak sembarangan untuk menghabisi Saul yaitu orang yang ingin membunuh Daud.
Tapi Daud benar-benar menantikan Tuhan.
Daud berharap dan menantikan petunjuk Tuhan senantiasa dalam seluruh perjuangan dia.
Ketika hendak berperang, Daud selalu meminta nasehat Tuhan, apakah dia boleh berperang atau tidak.
Suatu ketika Daud mengalahkan orang Filistin, dan di waktu kemudian orang Filistin maju lagi berperang untuk melawan Daud.
Daud tidak gegabah karena dia pernah memenangkan perang melawan orang Filistin itu.
Daud tidak langsung menggempur mereka, namun Daud bertanya kepada Tuhan, apakah dia harus maju melawan orang-orang Filistin itu.
Tuhan memberi arahan bagaimana Daud mengerahkan prajuritnya.
Tuhan Allah memimpin peperangan itu sehingga Daud menang dan memusnahkan tentara lawan, dan sekali lagi mereka dikalahkan.
Daud selalu meminta arahan Tuhan. Tuhan sangat senang memimpin umat-Nya menuju keberhasilan.
Bagaimana saat ini, dalam zaman Perjanjian Baru ini, apakah Tuhan masih ingin memimpin umat-Nya?
Rasul Paulus menuliskan keinginan Tuhan itu dalam:
Galatia 5:25“Jikalau kita hidup oleh Roh , baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,”
Jadi jelaslah bahwa Tuhan Allah berkeinginan agar umat-Nya selalu mengarahkan mata mereka untuk mendapat arahan dari Roh Kudus.
Tuhan berkeinginan terus berjalan di depan barisan umat-Nya supaya mereka selalu dalam kemenangan dan keberhasilan.
Haleluya, puji Tuhan, Amen!
Apa penyebab utama, mengapa banyak anak-anak Tuhan sering mengalami kegagalan?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Dimana Yesus akan bertemu dengan para murid-Nya di Galilea?
Apa yang Yesus telah dapatkan?
Apa yang menjadi sebab murid-murid untuk pergi melaksanakan amanat agung Kristus?
Apa yang Yesus janjikan bagi murid-murid yang melakukan amanat agung Kristus?
Saudara, setelah Yesus bangkit dari kubur-Nya, para murid-Nya yang perempuan ingin untuk melihat kubur Yesus, tapi ternyata kubur itu sudah kosong.
Ada malaikat yang berada di kuburan itu dan berkata kepada para perempuan itu.
Matius 28:5-8”Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.” Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.”
Perjalanan itu dituliskan oleh penulis Injil Matius:
Matius 28:9-10”Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata :”Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: ”Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”
Matius 28:16-20 ”Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Kepada mereka, Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan bahwa Ia hidup.
Sebab selama empat puluh hari, Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang kerajaan Allah.
Dan selama empat puluh hari itu, Yesus memperlihatkan diri kepada Kefas dan kepada kedua belas murid-Nya.
Sesudah itu, Yesus memperlihatkan diri-Nya kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus, semua orang yang percaya kepada Yesus.
Selanjutnya, Yesus memperlihatkan diri kepada Yakobus dan adik-adiknya, keluarga Yesus yang tidak mempercayai Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan.
Kebangkitan Yesus menjadikan mereka percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang di nantikan oleh bangsa Israel.
Berulang kali Yesus bertemu dengan murid-muridNya.
Dia memberi perintah kepada mereka dan mengutus mereka supaya mereka memberitakan Injil Kerajaan Allah.
Dan ketika Dia hendak meninggalkan murid-muridNya dari bukit Zaitun:
Kisah Para Rasul 1:8“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Roh Kudus yang di anugerahkan Bapa kepada orang yang percaya kepada Yesus adalah Roh yang menjadi meterai:
Efesus 1:13”Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.”
Efesus 3:17”sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”
Roh Kristus ini yang akan menyertai dalam hidup kita untuk memberikan penghiburan, pertolongan dan pengajaran, Roh Kuduslah yang menguduskan kita dari dalam hidup kita.
Roh Allah inilah yang akan memimpin kita dalam pelayanan dan seluruh pekerjaan kita. Dia juga pernah berjanji:
Ibrani 13:5”Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ”Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.“
Allah berjanji akan menyertai kita. Dia berkata bahwa akan menyertai kita sampai akhir zaman.
Haleluya, Puji Tuhan, Amen!
Untuk apa Yesus menyertai kita dan kapan Dia enggan menyertai kita?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang terjadi di sorga bila kita mengikat atau melepaskan di dunia ini?
Apa maksudnya bahwa sorga mengikuti apa yang kita perintahkan?
Apa yang terjadi bila 2 atau 3 orang sepakat meminta kepada Bapa?
Apa yang terjadi ketika 2 atau 3 orang berkumpul dalam nama Tuhan?
Kesepakatan dan kesehatian diantara orang-orang percaya adalah hal yang Tuhan inginkan, bahkan dalam perikop yang kita baca hari ini kita diingatkan kembali akan kuasa kesepakatan orang percaya.
Setidaknya ada 2 hal yang terjadi ketika 2 atau 3 orang berkumpul dalam nama-Nya dan sepakat meminta kepada Bapa, yang pertama adalah kehadiranNya dan yang kedua adalah manifestasi kuasa-Nya.
Kehadiran-Nya adalah hal utama dalam kehidupan kita orang percaya, setelah pengorbanan Yesus diatas kayu salib menebus dosa kita maka Allah hadir dalam kehidupan kita.
Kehadiran-Nya mengubahkan banyak hal dalam kehidupan orang percaya, dan yang paling utama adalah kembalinya persekutuan kita dengan Bapa.
Manusia rohani kita bertumbuh dalam persekutuan dengan Bapa, tanpa persekutuan dengan Bapa kita seperti ranting yang tidak tertancap pada pokok batang yang akan mati dan sudah pasti tidak berbuah.
Kehadiran-Nya membuat kita anak-anakNya memiliki penolong yang memberikan pimpinan agar kita dapat berjalan menggenapi yang terbaik yang direncanakan Bapa kepada kita.
Manifestasi kuasa-Nya adalah hal kedua yang terjadi ketika 2 atau 3 orang percaya sepakat meminta dalam nama-Nya.
Manifestasi kuasa-Nya dibutuhkan agar orang-orang yang belum percaya dapat datang kepada-Nya.
Orang yang terikat oleh kuasa gelap, yang terintimidasi oleh tipu muslihat iblis memerlukan kelepasan dan hal itu membutuhkan manifestasi kuasa-Nya.
Ketika Injil diberitakan kita membutuhkan manifestasi kuasa-Nya dalam bentuk hikmat dan kuasa untuk melakukan mujizat, kesembuhan atau apapun yang diperlukan sesuai kehendak-Nya.
Kedua hal penting diatas memberikan kita pemahaman bahwa penting kita memiliki kesehatian dan kesepakatan ketika berkumpul dalam doa atau persekutuan orang percaya.
Bagaimana mungkin terjadi kehadiran dan manifestasi kuasaNya ketika kita tidak sehati, masih memliki perselisihan atau persoalan satu sama lain yang tidak diselesaikan dengan benar?
Seringkali prasangka buruk terhadap saudara yang lain dapat membuat kita tidak sehati, tidak jarang kabar negatif tentang saudara yang lain yang belum kita konfrontasikan kebenarannya kepada orang tersebut dapat memubat kita berpikiran buruk dan hal tersebut membuat kita tidak sehati.
Bagaimana dengan saudara?
Mari kita sehati dan sepakat, sampaikan apa yang menjadi keberatan saudara dengan saudara yang lain empat mata dengan baik, karena kita menyadari pentingnya kesehatian.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.