TUHAN BERJALAN DI DEPAN UMAT-NYA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KELUARAN 13:20-22

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dari mana mereka berangkat setelah mereka menyeberang Laut Merah, menuju kemana?
  2. Apa yang terjadi ketika mereka berjalan pada siang hari dan malam hari?
  3. Apa yang Tuhan lakukan untuk menyertai bangsa Israel?
  4. Bagaimana penyertaan itu, menetapkah atau kadang-kadang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika bangsa Israel keluar dari Mesir dan menuju tanah perjanjian, yaitu tanah Kanaan.

Tanah atau negeri yang pernah Tuhan janjikan kepada seorang yang berkenan kepada-Nya, seorang yang beriman, yaitu Abraham.

Ketika orang Israel berjalan pada siang hari di padang gurun maka matahari menyinari mereka, dan Allah hadir di depan mereka dalam tiang awan untuk mengarahkan dan memimpin jalan mereka.

Begitu juga pada malam hari, Tuhan menuntun mereka dalam tiang api sehingga bangsa itu siang tidak kepanasan dan malam tidak kedinginan.

Begitu hebat-Nya Tuhan menyertai umat yang dikasihi-Nya itu.

Dalam perjalanan bangsa Israel, Musa memimpin bangsa itu dan musa selalu berhubungan dengan Tuhan yang selalu menyertai mereka.

Tuhan sangat ingin untuk memimpin langsung bangsa itu, namun karena Allah yang maha suci tidak rela bergaul dengan dosa maka Musa menjadi perantara antara Allah dengan bangsa itu.

Musa selain menjadi pemimpin utama, dia juga adalah Imam besar bangsa itu di hadapan Tuhan. 

Pada masa itu, Imam hanya dari suku Lewi dan mereka adalah pemimpin-pemimpin di ibadah.

Ketika Allah memimpin bangsa itu mereka selalu mengalami keberhasilan.

Karena Tuhan Allah yang bertindak bagi bangsa itu, dan Tuhan sebenarnya menginginkan itu terus terjadi, Tuhan menjadi pemimpin bagi umat-Nya bangsa Israel.

Ketika daud menjadi raja, Daud menjadikan Tuhan sebagai penasehat.

Dia selalu bertanya kepada Tuhan, dia selalu berhubungan dengan Tuhan dan ketika Daud dikejar-kejar raja Saul, dia terus bergaul dengan Tuhan.

Ketika Daud mendapat kesempatan untuk membinasakan Saul, dia tidak bertindak sembarangan untuk menghabisi Saul yaitu orang yang ingin membunuh Daud.

Tapi Daud benar-benar menantikan Tuhan.

Daud berharap dan menantikan petunjuk Tuhan senantiasa dalam seluruh perjuangan dia.

Ketika hendak berperang, Daud selalu meminta nasehat Tuhan, apakah dia boleh berperang atau tidak.

Suatu ketika Daud mengalahkan orang Filistin, dan di waktu kemudian orang Filistin maju lagi berperang untuk melawan Daud.

Daud tidak gegabah karena dia pernah memenangkan perang melawan orang Filistin itu.

Daud tidak langsung menggempur mereka, namun Daud bertanya kepada Tuhan, apakah dia harus maju melawan orang-orang Filistin itu.

Tuhan memberi arahan bagaimana Daud mengerahkan prajuritnya.

Tuhan Allah memimpin peperangan itu sehingga Daud menang dan memusnahkan tentara lawan, dan sekali lagi mereka dikalahkan.

Daud selalu meminta arahan Tuhan. Tuhan sangat senang memimpin umat-Nya menuju keberhasilan.

Bagaimana saat ini, dalam zaman Perjanjian Baru ini, apakah Tuhan masih ingin memimpin umat-Nya?

Rasul Paulus menuliskan keinginan Tuhan itu dalam:

Galatia 5:25 “Jikalau kita hidup oleh Roh , baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,”

Jadi jelaslah bahwa Tuhan Allah berkeinginan agar umat-Nya selalu mengarahkan mata mereka untuk mendapat arahan dari Roh Kudus.

Tuhan berkeinginan terus berjalan di depan barisan umat-Nya supaya mereka selalu dalam kemenangan dan keberhasilan.

Haleluya, puji Tuhan, Amen!

Apa penyebab utama, mengapa banyak anak-anak Tuhan sering mengalami kegagalan?

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 146-150