Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apa tandanya kita mengenal Allah?
Siapakah seorang pendusta itu sesuai dalam perikop yang kita baca hari ini?
Bagaimana kita tahu bahwa di dalam kita sudah sempurna kasih Allah?
Apa artinya jika kita mengatakan bahwa “kita sudah di dalam Dia”?
Dapatkah kita melihat tandanya bahwa sesungguhnya kita sudah mengenal Allah atau tidak? jawabannya sesuai apa yang kita baca hari ini adalah: tentu dapat.
Firman Tuhan sangat jelas mendeskripsikan tandanya orang mengenal Tuhan yaitu apakah kita menuruti FirmanNya atau mengabaikannya.
Pengetahuan akan Firman Tuhan saja tidak serta merta membuat kita kenal akan Dia, pengetahuan penting namun tanpa melakukan Firman Tuhan kita disebut sebagai orang yang tidak mengenal Tuhan, bahkan lebih kasar lagi sebagai seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran (ayat 4).
Salomo memiliki hikmat dan pengetahuan yang luar biasa tentang banyak hal termasuk tentang Allah, namun Salomo tidak menuruti perintah Tuhan untuk menjauhkan dewa-dewa dari kehidupannya, apakah Salomo mengenal Tuhan?
Hanya Tuhan yang bisa menjawab dengan tepat, namun sejarah mencatat bahwa Tuhan berkenan kepada Salomo hanya karena janjiNya kepada Daud.
Daud adalah contoh orang yang mengenal Tuhan, Daud juga pernah jatuh dalam dosa namun karena mengikuti perintahNya untuk bertobat maka Daud tetap berkenan kepada Tuhan.
Bahkan dalam mazmurnya Daud menyatakan: “Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya” (Mazmur 19:9),bahkan ada perkataannya yang merindukan perintah Tuhan, “Sesungguhnya aku rindu kepada titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan keadilan-Mu!“ (Mazmur 119:40), “Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.” (Mazmur 119:47).
Bagaimana dengan kita hari ini? Adakah perintahNya yang kita abaikan? Tuhan memang Maha Pengasih dan Pengampun, tetapi mari kita gunakan kesempatan ini untuk melakukan perintahNya bukan untuk menunda-nunda apa yang Tuhan perintahkan.
Jadikanlah semua bangsa muridKu, adalah salah satu perintahNya dari sekian banyak hal yang diperintahkan Tuhan kepada kita.
Apakah kita sedang mengikuti perintahNya untuk ambil bagian memuridkan orang-orang menjadi murid Kristus dan mengajar mereka untuk melakukan apa yang Tuhan perintahkan?
Saudara, semua fasilitas yang Tuhan percayakan kepada kita saat ini punya satu tujuan, yaitu agar hidup kita melakukan apa yang Dia perintahkan, karena dengan itu artinya bahwa kita mengenal Tuhan.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apa hal-hal yang harus kita waspadai sesuai perikop yang kita baca hari ini?
Apa maksud perkataan “jangan kehilangan peganganmu yang teguh” dalam perikop ini?
Dalam hal apa kita harus bertumbuh?
Siapa yang layak diberi kemuliaan dari sekarang sampai selama-lamanya?
Surat Petrus pada perikop ini merupakan lanjutan dari perikop sebelumnya yang berbicara tentang kondisi pada hari-hari zaman akhir.
Firman Tuhan hari ini setidaknya menyatakan 2 hal penting yang harus selalu kita ingat dan kerjakan.
Hal pertama adalah bahwa kita harus waspada karena kita sudah diberitahu kondisi akhir zaman berkali-kali.
Hal kedua, yang tak kalah penting adalah kita harus bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Kristus.
Tuhan ingin kita selalu mengingat akan apa yang Tuhan sudah sampaikan bahkan kita harus sampaikan firmanNya dari generasi ke generasi.
Melupakan dan mengabaikan apa yang Tuhan sampaikan adalah salah satu penyebab kegagalan bangsa Israel menggenapi apa yang Tuhan janjikan, ini suatu pelajaran berharga.
Mengapa kita tidak selalu ingat dan gampang melupakan? Dalam teori pendidikan hal itu terjadi karena kita tidak melakukan atau mempraktekkan pengetahuan kita.
Kita akan selalu ingat karena kita mempraktekkan apa yang kita tahu dan pelajari.
Hal kedua adalah bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Kristus, bila hal pertama kita diminta mengingat, maka hal kedua adalah kita diminta untuk bertumbuh.
Bertumbuh berarti kita berubah ke arah yang lebih baik dalam segala hal sesuai dengan panggilan yang Tuhan berikan. Pohon yang bertumbuh berarti mengalami perubahan dari bentuk yang kecil dan lemah menjadi semakin kuat dan tidak hanya itu saja pada akhirnya pohon yang subur akan berbuah sesuai dengan jenisnya.
Saudara, kita tidak tahu dengan pasti apakah hari-hari ini adalah hari-hari zaman akhir atau bukan, namun yang pasti firman Tuhan mengingatkan kita untuk senantiasa waspada dan terus bertumbuh.
Kedua hal ini penting agar kita bisa tetap berada dalam panggilanNya untuk berbuah dan menjadi berkat bagi bangsa ini.
“Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.” (2 Petrus 3:14).
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apa yang dikatakan malaikat Tuhan untuk meneguhkan Yusuf pada saat itu?
Mengapa anak laki-laki itu dinamakan Yesus?
Apakah kejadian kelahiran ini sudah dikatakan oleh para nabi sebelumnya?
Apa arti Imanuel?
Imanuel, Allah menyertai kita, pernyataan yang sebenarnya dinantikan oleh bangsa Yahudi pada masa itu.
Setelah mereka mengalami masa-masa gelap karena meninggalkan Tuhan sejak zaman Salomo hingga mereka diserakkan oleh Tuhan, bangsa ini menantikan Mesias yang dijanjikan.
Pada dasarnya mereka menantikan Allah yang menyertai seperti pernah menyertai mereka keluar dari Mesir dan membawa kemenangan demi kemenangan ketika mereka berperang menduduki tanah perjanjian dan membawa bangsa ini seperti pada masa Daud.
Sejak penciptaan Allah senantiasa ingin bersekutu dan menyertai umatNya, bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah pada masa itu bahkan tidak punya keinginan hal tersebut hingga Allah menyatakan diriNya secara khusus ketika membebaskan Israel dari perbudakan.
Penyertaan Tuhan yang ajaib dicatat dalam sejarah dan inilah yang membedakan dengan allah-allah yang disembah oleh bangsa-bangsa lain pada masa itu.
Kelahiran Yesus di muka bumi memberikan pengharapan baru tidak hanya kepada bangsa Israel tetapi kepada seluruh umat manusia yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya.
Kata Imanuel selalu mengingatkan kita bahwa Allah rindu bersekutu bersama umatNya, menyertai selalu dalam setiap aktivitas kita sebagai anak-anakNya.
Imanuel juga berarti Allah menyertai proses perubahan hidup kita, dari orang berdosa yang dikuduskan oleh darahNya dan diubahkan menjadi serupa dengan Yesus.
Proses ini tidak mudah dan tidak bisa kita lakukan sendiri dengan pikiran manusia, kita membutuhkan Roh Kudus untuk menolong dan memimpin kita melewati proses panjang yang disediakan Bapa.
Imanuel, Allah yang menyertai agar kita sampai dan tidak tersesat oleh tipu daya iblis dan berbagai filsafat dunia yang menyesatkan.
Bapa ingin seluruh anak-anakNya sampai kepada tujuan yang dikehendakiNya.
Dia ingin kita disertai oleh Penolong yang dikirim Bapa, senantiasa dipenuhi oleh RohNya dan rela dipimpin maka kita akan sampai kepada rencanaNya.
Apapun pergumulan Saudara saat ini, ingatlah Dia selalu menyertai kita.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apa yang membuat orang Yahudi menolak Yesus?
Apa yang Allah sudah genapi sesua firmanNya yang disampaikan para Nabi?
Apa tujuan kita sadar dan bertobat?
Apa tujuan Bapa mengutus Yesus?
Ketidaktahuan dan sikap tidak mau tahu karena kekerasan hati dapat menjerumuskan orang ke dalam kebinasaan baik secara fisik maupun rohani.
Manusia bertumbuh dalam pengetahuan sejak dari bayi hingga dewasa, balita yang baru belajar bergerak atau berjalan tidak banyak tahu baik tentang bahaya ataupun tentang hal baik yang ada di sekitarnya, namun lewat waktu dia harus belajar banyak hal dari orang tuanya.
Secara jasmani, manusia perlu terus mengembangkan kebiasaan untuk semakin memahami kebenaran dan hukum-hukum yang berlaku pada tubuhnya agar senatiasa sehat dan bertumbuh dengan baik.
Penolakan orang Yahudi terhadap Yesus adalah bentuk ketidaktahuan mereka mengenai perkataan para nabi yang telah diutus oleh Allah kepada bangsa Israel.
Ketika pemimpin bangsa Yahudi meninggalkan Tuhan dan diikuti dengan pemuka-pemuka agama yang menjalankan Taurat tanpa pemahaman yang benar dan menutup diri terhadap penggenapan yang Tuhan berikan, maka mereka justru menolak hadirnya Mesias.
Petrus melalui Kisah Para Rasul mengingatkan kita sama seperti dia mengingatkan orang-orang Yahudi pada masa itu, bahwa Tuhan telah dan sedang menggenapi janjiNya.
Sadar dan bertobat adalah jalan yang harus dilalui agar kita mendapatkan pemahaman yang benar akan kehendak Tuhan pada hari-hari ini.
Tradisi keagamaan pada waktu itu membuat bangsa Yahudi tidak mengakui bahwa Mesias telah hadir bahkan mereka salibkan dengan bangga karena melakukan apa mereka sebut “kebenaran” hukum Taurat.
Hari ini kita tidak ingin hidup dalam suatu tradisi yang membutakan mata rohani kita untuk berubah. Roh Kudus dengan dinamis membawa kita kepada pengenalan yang semakin dalam akan Bapa dan rencana-rencanaNya pada saat ini.
Senantiasa sadar dan bertobat akan terus membawa kita kepada apa yang Bapa rindukan, kita tidak perlu mengulangi kegagalan bangsa Yahudi pada masa itu yang karena ketidaktahuan mereka pada akhirnya menolak apa yang dijanjikan Tuhan kepada mereka.
Yesus telah lahir dan bahkan mati bagi dosa-dosa kita, Roh Kudus telah dicurahkan dan saat ini ada dalam kehidupan kita, siap memimpin kita menggenapi janji yang diberikan Bapa.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Roh apa saja yang aka nada pada Yesus?
Bagaimana Yesus akan menghakimi?
Nabi Yesaya adalah nabi yang paling banyak menubuatkan tentang kedatangan Yesus di bumi.
Dan tentang Yesus yang adalah keturunan Daud, Yesaya menyatakan bahwa: ”Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN”(Yesaya 11:1-2).
Isai adalah ayah raja Daud.
Jadi Yesaya sedang menubuatkan penggenapan 2 Samuel 7:12-16, bahwa seorang keturunan Daud – tunas yang keluar dari tunggul Isai – akan datang dan memerintah bangsa Israel dan memerintah dunia. Yesaya pasal 11 adalah gambaran tentang Anak Daud itu — tunas itu, tunggul dan taruk — dan kerajaan yang akan ia kuasai.
Selanjutnya Yesaya menubuatkan bahwa Roh Tuhan dan roh-roh yang lain yang akan ada pada Yesus:
roh hikmat dan pengertian,
roh nasihat dan keperkasaan,
roh pengenalan dan takut akan TUHAN.
Yesaya tidak mengatakan bahwa Yesus akan memiliki hikmat dan pengertian; akan memiliki kemampuan untuk menasehati dan keperkasaan; akan memiliki pengenalan dan takut akan Tuhan.
Bukan seperti itu, tetapi Yesus akan memiliki roh hikmat dan pengertian.
Karena apa yang akan ada pada Yesus adalah hal-hal yang sempurna.
Jadi jika dikatakan Yesus akan memiliki roh hikmat dan pengertian, maka Yesus akan memiliki hikmat dan pengertian dalam tingkat yang paling tinggi.
Yesus juga akan memiliki: nasehat dan keperkasaan serta pengenalan dan takut akan Tuhan dalam tingkatan yang sempurna!
Yesaya 11:3a“ ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN…”. Yesus sebagai Anak, maka Dia taat dan tunduk sepenuhnya pada kehendak Bapa.
Yesaya 11:5“Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.” Kepatuhan Yesus kepada Allah Bapa adalah sempurna, integritasnya sempurna, tidak ada penyimpangan sedikit pun.
Saudara, Yesus adalah gambaran yang sempurna dari Anak yang sedemikian tunduk kepada Bapa. Diskusikan dalam kelompok pemuridan atau persekutuan, bagaimana hubungan mu saat ini dengan ayah biologismu dan ayah rohani atau kakak rohanimu.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Kota apakah yang dimaksud dengan kota Daud?
Selain malaikat, makhluk apa lagi kah yang dilihat oleh para gembala?
Lukas 2:11”Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”
Tepat seperti yang telah dinubuatkan oleh para nabi, Yesus dilahirkan di kota Daud, dalam hal ini yang dimaksud oleh Lukas adalah kota Betlehem.
Lukas juga dengan jelas menyatakan bahwa Yesus adalah: Juruselamat, Kristus dan Tuhan.
Juru selamat: ya sesuai dengan tujuan Allah Bapa, Yesus turun ke bumi tujuanNya adalah agar melalui Yesus, maka setiap orang yang percaya akan menjadi selamat.
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”(Yohanes 5:24).
Kristus: disini Lukas menyebut Yesus sebagai Kristus. Kristus berasal dari Christos, sebuah kata Yunani yang berarti “yang diurapi,” atau “yang dipilih.”
Alkitab juga beberapa kali menyebut Yesus sebagai Yesus Kristus, misalnya di Matius 1:1.
Dengan demikian jika Yesus adalah nama, maka Yesus Kristus berarti Yesus Yang Diurapi.
Yesus memang pernah diurapi minyak oleh manusia, dalam hal ini adalah Maria dari Betania.
Tetapi yang lebih penting, Yesus juga telah diurapi oleh Allah Bapa, seperti yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 10:38 “yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”
Tuhan: Lukas juga menyebut Yesus sebagai Tuhan.
Sesungguhnya ini adalah pernyataan iman. Saat ini banyak yang mengaku atau percaya bahwa Yesus adalah seorang yang baik, nabi, yang membangkitkan orang mati.
Tetapi untuk menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan, tentu hanya oleh iman.
1 Korintus 12:3b“…dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.” Ya, hanya oleh anugerah Roh Kudus, maka kita dapat mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan.
Lukas 2:10”Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:”
Ya, kelahiran Yesus adalah kesukaan besar bagi seluruh bangsa, khususnya bagi kita yang percaya. Karena oleh anugerahNya kita diselamatkan dari hukuman kekal!
Saudara, dalam kelompok pemuridan ceritakan bagaimana engkau dulu mengenal Kristus dan memperoleh janji keselamatan dan pengampunan dosa.