Pondok Daud adalah pondok yang diinginkan dan dikehendaki Tuhan bagi gereja-Nya dan bangsa-bangsa.
Amos 9:11:“Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala.”
Tuhan melalui nabi Amos menegaskan bahwa: Pondok Daud akan dibangun kembali oleh Tuhan, Tuhan akan menutup pecahan dinding Pondok Daud dan Tuhan akan membangun kembali reruntuhan Pondok Daud.
Pada waktu para Rasul bersidang di Yerusalem ternyata pesan Nabi Amos diberitakan kembali melalui perjalanan pelayanan Rasul Paulus, bahwa Pondok Daud adalah pondok yang diinginkan atau dikehendaki Tuhan bagi gereja-Nya dan bagi dunia.
Kisah Para Rasul 15:14-17:
(14) Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.
(15) Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis,
(16) Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali Pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembalidan akan Kuteguhkan,
(17) supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah Firman Tuhan yang melakukan semuanya ini.
Raja Daud merindukan Allah sedemikian rupa, tanpa Dia, Raja Daud bukan siapa-siapa, tidak ada apa-apanya. Raja Daud menggambarkan kerinduannya dalam Mazmur 42:1:”Seperti rusa yang merindukan air, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.”
Juga dalam Mazmur 119:131:“Mulutku kungangakan dan megap-megap, sebab aku mendambakan perintah-perintahMu.”
Rindu yang sampai megap-megap, seperti ikan yang keluar dari air, seperti para penderita covid yang kesulitan bernafas.
Tanpa oksigen kita akan mati.
Tanpa Allah, kita mati.
Haus dan lapar akan Tuhan itulah Pondok Daud.
Raja Daud sangat mencintai Tuhan, dekat, intim dengan Tuhan.
Daud begitu antusias membangun Pondok Daud melalui pondok doa, puji-pujian dan penyembahan dengan memilih 288 imam pemuji yang terbagi menjadi 24 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 12 orang dan tugas mereka secara bergiliran selama 24 jam untuk menyemarakkan rumah Tuhan, agar kemuliaan Tuhan turun dan tidak henti terus berbicara pada bangsa Israel.
Pondok Daud berbicara kerohanian seseorang yang begitu rindu kepada Tuhan, tanpa Dia aku bukan siapa-siapa.
Yesus pun sangat suka dengan pondok Daud, Pondok Daud bukanlah berbicara tentang gedung dan aksesorisnya, begitu juga Gereja Tuhan bukan berbicara mengenai gedungnya tapi pribadi orang yang mencintai Tuhan sesuai dengan Yohanes 4:24:“Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
Pondok Daud pada masa kini bagi jemaat GKKD-BP adalah kerinduan pribadi membangun kerohanian untuk lebih lagi mencintai Tuhan. Tuhan kembali berbicara untuk memberi arahan kepada kita secara pribadi dengan jelas dan akurat yang membawa hidup kita berbuah dan merambah sepanjang tahun 2022.
Saya sebagai Penatua mengajak dan mengingatkan semua jemaat GKKD-BP untuk membangun kembali keadaan kerohanian yang sudah roboh, runtuh karena dosa, penyakit, kegagalan, tawar hati, traumatik dan masalah-masalah kehidupan hingga kita jauh terhilang saat ini.
Belajarlah dari Raja Daud, jatuh dalam dosa, kerajaannya runtuh tetapi ketika Raja Daud bangkit, ia mengalami pemulihan, kerajaannya ditegakkannya kembali.
Mari kita bangun kerohanian kita yang sudah runtuh, hingga tegak kembali. Amin!
Percayalah seluruh jemaat GKKD-BP, sesuatu yang besar sedang terjadi ketika kerohanian yang sudah runtuh mulai tegak kembali dan akan terjadi hal sebagai berikut yaitu :
1. PENUAIAN JIWA-JIWA.
Kisah Para Rasul 15:17 :“Supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah Firman Tuhan yang melakukan semuanya ini dan menguasai sisa-sisa bangsa Edom.”
Bangsa Edom adalah keturunan Esau yang pernah menghalang-halangi perjalanan bangsa Israel ketika menuju Kanaan berhasil dikuasai, berarti secara rohani Edom adalah bayangan dari penghalang perjalanan rohani mulai dapat dikuasai serta diduduki. HALELUYA!
2. PERCEPATAN-PERCEPATAN juga sedang terjadi, tidak dapat ditahan dalam hidup seluruh jemaat GKKD-BP.
Amos 9:13 (BIMK): “Tuhan berkata, akan tiba waktunya GANDUM TUMBUH BEGITU CEPAT sehingga musim menuai tak ada putus-putusnya. POHON ANGGUR AKAN TUMBUH SANGAT CEPAT sehingga orang akan terus-menerus membuat anggur anggur. Air anggur akan menetes dari gunung-gunung dan mengali dari bukit-bukit.”
Seluruh jemaat GKKD-BP dituntut untuk bergerak cepat dan tepat melihat situasi dan segera mengambil keputusan, jangan lambat-lambat untuk ikut bergerak dalam kemajuan.
Intinya menjadi RESPONSIF, jangan diam seperti yang digambarkan Nabi Amos, betapa luar biasanya kondisi pertanian yang digambarkan dimana pembajak dan penuai mengalami hasil panen gandum melimpah.
Apa yang ditanam akan menghasilkan panen yang banyak dan melimpah.
Keadaan musim tanam dan hasil panen gandum susul menyusul bahkan tak ada putus-putusnya, belum lama benih anggur ditabur, para pengirik buah anggur sudah melakukan panen dan memproses pembuatan air anggur….WOW AMAZING.
Ada peningkatan kecepatan yang dilakukan oleh Tuhan kepada jemaat GKKD-BP, memastikan seluruh jemaat GKKD-BP kebanjiran berkat dan tidak pernah akan kekurangan lagi.
Ingat, ketika penabur dan penuai tidak ikut serta meningkatkan kecepatannya, maka ada pihak yang akan tersusul dan tertinggal.
Tujuan dari semua ini agar terjadinya penggenapan janji pemulihan yang lebih cepat dari sebelumnya.
Percayalah, ketika seluruh jemaat GKKD-BP mulai meresponi percepatan ilahi yang datang dalam hidup kita setelah Pondok Daud ditegakkan kembali dalam hidup pribadi, kita semua akan mengalami grafik garis pertumbuhan yang menanjak sangat tajam.
Mari mulailah tangkap kembali visi Tuhan di tahun 2022: “Membangun Rumah Doa Sampai Terjadi Pencurahan Roh Kudus Bagi Bangsa-Bangsa” dan dihidupi serta responi arahan Tuhan lewat para Penatua yang kita hormati dan cintai.
3. GKKD-BP diberkati dan menjadi saluran berkat bagi banyak orang termasuk bangsa-bangsa.
Amos 9:14-15: “Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya, Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka,” firman TUHAN, Allahmu.”
Seluruh jemaat GKKD-BP mulai ambil bagian membangun kota-kota, menanami serta membangun perkebunan yang menghasilkan buah-buahan yang melimpah.
Para Penatua mengajak kita semua jemaat GKKD-BP berpuasa satu bulan penuh dengan puasa yang TOTAL, misalnya puasa tidak makan dan minum, atau puasa yang tidak makan tapi minum air putih, atau puasa seperti Daniel tetap makan tapi yang tidak sedap-sedap hanya sayuran dan minum air putih.
Puasa yang kita jalani bukan fokus kepada dapat menahan diri dengan tidak makan dan minum tetapi lebih kepada sikap yang mendekatkan diri kepada Tuhan serta membangun keperdulian dan tidak egois, menjadi saluran berkat bagi banyak orang dan sesama kita. Amin..
Sesuai dengan Yesaya 58:3-9:
(3) Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?” Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu,dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.
(4) Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.
(5) Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?
(6) Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman,dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
(7) supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
(8) Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu
(9) Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah. Jika berpuasamu diperkenan Tuhan, maka kita semua jemaat GKKD-BP akan memiliki kehidupan yang memancarkan terang Tuhan, merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera. Kebenaran Firman Tuhan menjadi barisan depanmu yang memberikan arahan yang kuat serta akurat, dan kemuliaan TUHAN menjadi barisan belakangmu yang memampukan dan mengalami terobosan, mujizat dan percepatan di luar nalar logika pada umumnya, seperti yang disampaikan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 2:9: “Tetapi seperti ada tertulis: ”Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”
Kamis, 31 Maret 2022BERDOA MEMBERKATI PEMIMPIN BANGSA DAN KOTA
Renungan Harian Kita Penulis : Aris Handoko & team
Pembacaan Alkitab Hari ini : 1 TIMOTIUS 2:1-7
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah nasihat Paulus kepada Timotius dalam perikop ini?
Apa tujuan dari nasihat tersebut?
Untuk kesaksian apa Paulus dipanggil menjadi pemberita injil?
Dalam setiap kebijakan yang dibuat pemerintah, selalu ada pro dan kontra.
Para pejabat pemerintahan pun ada yang bisa dipercaya dan ada yang tidak, ada yang kinerjanya bagus dan ada yang tidak.
Sebagai warga negara Indonesia dan sebagai orang percaya, kita ditantang untuk tahu seperti apa sikap yang tepat untuk meresponinya.
Rasul Paulus menasihatkan Timotius agar menaikan permohonan, doa syafaat, dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar.
Paulus sebenarnya adalah seorang yang mengalami penderitaan di bawah pemerintahan yang ada saat itu.
Namun demikian ia bisa memberikan nasihat untuk tetap mendoakan dan mensyukuri pemerintah yang ada.
Ini adalah teladan yang patut kita contoh.
Daripada mengeluhkan kebijakan yang tidak kita setujui atau memaki para pejabat yang kita anggap merugikan, jauh lebih baik jika kita mendoakan dan memberkati mereka.
Bagaimanapun mereka bisa ada di posisi tersebut atas seijin Tuhan dan jika kita mau hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan, maka kita patut menuruti nasihat Paulus ini.
Ketika kita melakukannya, tidak berarti kita sedang menyetujui semua kebijakan atau tindakan, tetapi kita belajar untuk taat kepada Allah, karena itulah yang baik dan yang berkenan kepadaNya.
Ia menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
Sikap yang negatif tidak banyak membawa perubahan.
Orang yang bersikap negatif justru yang pertama mengalami kerugian. Itu sebabnya sebagai anak-anak terang, kita membawa segala perkara ke hadapan Tuhan.
Saudaraku, maukah kita mendoakan setiap hal termasuk pemimpin bangsa dan kota di mana kita tinggal?
Maukah saudara berdoa agar pemimpin bangsa mengalami pertobatan, dan menerima pewahyuan untuk bisa memimpin bangsa ini?
Maukah saudara berdoa agar Indonesia menuju setiap rencana yang Tuhan tetapkan?
Ajaklah pembimbing dan rekan-rekan persekutuan saudara untuk berdoa bersama bagi pemerintah bangsa Indonesia dan pemimpin kota di mana saudara tinggal.
Mintalah hati Tuhan untuk mendoakannya.
Rabu, 30 Maret 2022MEMBERKATI KOTA MELALUI DOA KORPORAT
Renungan Harian Kita Penulis : Aris Handoko & team
Pembacaan Alkitab Hari ini : KISAH PARA RASUL 4:23-31
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Bagaimana reaksi dari teman-teman Petrus dan Yohanes setelah mendengar cerita mereka?
Keadaan apa yang sedang dihadapi oleh murid-murid Yesus saat itu?
Apa yang menjadi doa mereka menghadapi ancaman untuk tidak memberitakan Injil?
Ada seorang anak yang sangat tidak menyukai pelajaran matematika.
Setiap kali tahu hari itu ada pelajaran matematika, mood-nya langsung berubah jadi tidak bersemangat dan mudah marah.
Orang tuanya mengajarkannya untuk berdoa mengatasi ketidaksukaannya akan matematika.
Maka, anak ini pun berdoa, ”Tuhan, tolonglah agar matematikanya mudah hari ini. Amin!” ?
Sepertinya, kita semua juga punya kecenderungan untuk berdoa agar Tuhan memudahkan dan menghilangkan pergumulan yang harus kita hadapi, daripada agar Tuhan memberikan kekuatan kepada kita menghadapi pergumulan.
Tetapi kita bisa belajar dari murid-murid Yesus, bagaimana di tengah ancaman dan pergumulan, yang mereka minta justru adalah keberanian untuk memberitakan firmanNya, dan agar tanda-tanda dan mujizat oleh nama Yesus dinyatakan untuk meneguhkan kesaksian mereka.
Mereka tidak berdoa agar masalahnya dihilangkan.
Doa tersebut dipanjatkan dengan satu hati sampai mereka semua penuh dengan Roh Kudus.
Hasilnya?
Mereka memberitakan firman Allah dengan berani seolah-olah ancaman itu tidak pernah terjadi!
Ada kuasa yang besar di dalam doa korporat karena di saat yang satu lemah, yang lain menguatkan.
Kita belajar untuk tidak fokus kepada masalah kita sendiri tapi mendengarkan iman dan cara pandang orang lain saat menghadapi persoalan.
Kita belajar untuk melihat tujuan yang lebih besar dan diingatkan betapa besarnya Allah saat kita berdoa bersama.
Ketika doa yang tulus dinaikkan dalam kesepakatan ada kuasa yang sangat besar dan mampu memberkati kota bahkan bangsa.
Maukah saudara menjadi bagian dari orang-orang yang memberkati kota melalui doa-doa yang kita naikkan bersama?
Kapankah terakhir kali saudara ikut dalam doa korporat atau minimal berdoa bersama seseorang?
Mulailah kembali bersepakat dengan seseorang dalam doa, ajak pembimbing saudara atau ikutlah dalam kelompok-kelompok doa yang ada.
Selasa, 29 Maret 2022KEAMANAN DI SEGALA PENJURU KARENA DOA
Renungan Harian Kita Penulis : Aris Handoko & team
Pembacaan Alkitab Hari ini : 2 TAWARIKH 14:4-7
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang raja Asa lakukan di zaman pemerintahannya?
Apa yang Tuhan karuniakan kepada orang Yehuda di zaman tersebut?
Raja Asa adalah satu dari sedikit raja Yehuda yang hatinya berpaut kepada Allah.
Tercatat Ia melakukan apa yang baik dan benar di mata Tuhan.
Ia menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala, dan menghancurkan tiang-tiang berhala.
Ia memerintahkan orang Yehuda supaya mereka mencari Tuhan, mematuhi hukum dan perintahNya.
Sekalipun ia raja, bukanlah perkara yang mudah untuk membuat keputusan tersebut dan menjalaninya.
Menghancurkan kebiasaan yang mengikat, dan membuat orang mencari Tuhan adalah pekerjaan yang sangat sulit sampai mustahil, jika bukan Tuhan yang turut bekerja.
Kita bisa membuat peraturan, tetapi tidak bisa mengubah hati.
Namun demikian, sejarah menunjukkan bahwa selalu ada dampak dari orang-orang yang bersungguh hati kepada Tuhan.
Kesungguhan raja Asa membuat Tuhan mengaruniakan keamanan kepadanya sehingga ia bisa menggunakan waktu dan energinya untuk memperkuat dan membangun kota.
Dan sekalipun musuh menyerang, mereka dapat mengalahkannya.
Banyak sekali orang yang berpikir bahwa rasa aman baru bisa diperoleh ketika hidupnya baik-baik saja, tanpa ada tantangan atau masalah.
Tetapi rasa aman yang sejati sesungguhnya terbukti di dalam setiap keadaan.
Sama seperti raja Asa, saat tidak banyak tantangan atau masalah, tetap punya tujuan dan sikap hati membangun.
Saat ada tantangan dan perang, ia mampu menghadapinya dengan kepercayaan penuh kepada Tuhan.
Doa yang dipanjatkan dengan sikap hati mencari Tuhan serta ketaatan kepada firmanNya membuat hati kita siap menghadapi keadaan seperti apapun.
Keamanan di segala penjuru bukanlah semata-mata tentang apa yang terjadi di luar kita, tapi yang terutama di dalam kita.
Apapun aspek hidup kita, kita memiliki rasa aman karena kita tahu kepada siapa kita percaya.
Bagaimana dengan saudara, apakah saudara sudah memilikinya?
Di manakah saudara menemukan keamanan, apakah ketika keuangan cukup dan tidak ada masalah?
Apakah saudara telah menemukan keamanan dalam Tuhan saat berdoa?
Diskusikanlah dengan rekan-rekan persekutuan saudara bagaimana rasa aman saudara terbentuk bersamaan dengan kehidupan doa saudara?
Senin, 28 Maret 2022JEMAAT TUHAN YANG BERDIRI DI ATAS BATU KARANG
Renungan Harian Kita Penulis : Aris Handoko & team
Pembacaan Alkitab Hari ini : MATIUS 16:15-20
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah Yesus menurut Simon Petrus?
Bagaimana Simon Petrus bisa menjawab dengan tepat pertanyaan Yesus?
Apa janji Yesus tentang jemaatNya?
Ketika Yesus bertanya kepada murid-muridNya siapakah Dia, Simon Petrus menjawab. “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.”
Pada saat itu, seluruh bangsa Israel sedang menantikan Mesias.
Namun, kebanyakan tidak menyadari bahwa Yesuslah Mesias itu.
Petrus bisa menjawab dengan tepat karena Allah menyatakannya.
Jika kita hari ini bisa melihat Yesus sebagai Mesias, itu pun karena Allah menyatakannya bagi kita.
Yesus berkata,”Engkau adalah Petrus dan di atas BATU KARANG ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya.”
Apakah yang dimaksud dengan BATU KARANG?
Batu karang yang dimaksud adalah jawaban Petrus.
Kebenaran di mana Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.
Yesuslah yang menjadi batu karang, landasan utama gereja, tempat yang paling kokoh dan aman, di mana alam maut pun tidak menguasainya.
Kita patut bersyukur karena dasar kita percaya bukanlah manusia, tapi Yesus sendiri.
Manusia memiliki kekurangan dan bisa jatuh dalam dosa, tetapi Yesus sudah membuktikan diriNya menang!
Di sepanjang perjalanan Kekristenan, kita mungkin melihat ada pemimpin dan hamba-hamba Tuhan yang jatuh dalam dosa, ada ajaran sesat yang bermunculan, ada teman-teman seiman yang mengecewakan.
Tetapi kita perlu mengingat bahwa Kekristenan kita dibangun di atas dasar Yesus Sang Batu Karang.
Jangan biarkan kekecewaan menguasai kita dan mengambil apa yang paling utama yang Tuhan sediakan bagi kita.
Yesus berjanji bahwa kunci kerajaan Surga diberikan kepada kita.
Apa yang kita ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kita lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.
Kita dimampukan untuk mengalahkan iblis serta segala pekerjaannya.
Kita dimampukan untuk menang atas setiap ego, dosa dan kelemahan karakter.
Kita dipulihkan dari setiap luka.
Kunci Kerajaan Surga ada di tangan saudara.
Saudara akan menggunakannya untuk apa?
Diskusikanlah dengan rekan-rekan PA saudara bagaimana saudara akan menggunakan Kunci Kerajaan Surga?