Jumat, 28 Februari 2025

DIPERMULIAKAN BERSAMA KRISTUS

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:15-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang kita terima sebagai ganti dari roh perbudakan?
  2. Apa dampaknya ketika kita menjadi anak-anak Allah?
  3. Apakah syarat untuk dipermuliakan bersama-sama dengan Kristus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Setiap orang punya status sebagai anak.

Apa yang membedakan seorang anak dengan yang bukan anak?

Seorang anak memiliki keterikatan dengan orang tuanya.

Ada hubungan dan warisan yang dimiliki oleh anak karena statusnya yang adalah anak.

Bagi kita yang sudah Lahir baru, kita menjadi anak dari orang tua jasmani kita dan sekaligus menjadi anak Allah.

Paulus dengan jelas menyatakan bahwa ketika kita adalah anak Allah, kita berhak menerima janji-janji Allah, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Banyak orang ingin dipermuliakan, tapi sangat sedikit jumlah orang yang dengan sengaja mau memilih penderitaan.

Namun, tahukah saudara kalau sesungguhnya penderitaan dan kemuliaan adalah satu paket?

Tidak ada kemuliaan, tanpa harga dan penderitaan atau ketidaknyamanan.

Bahkan, orang dunia pun paham akan hal ini.

Seorang atlet baru bisa menjadi juara ketika ia dengan konsisten berlatih sampai tubuhnya sungguh-sungguh lelah bahkan terluka akibat latihan yang berat.

Seorang penyanyi harus menahan keinginannya untuk makan goreng-gorengan dan minum es.

Ia berlatih setiap pagi hari di saat orang lain tidak berlatih.

Seorang pengusaha yang berhasil kebanyakan karena mengalami jatuh bangun, dan belajar mencukupkan diri dengan uang yang dimiliki supaya usahanya tetap berjalan.

Jika kita mengikuti gaya dunia hari ini yang “mager” alias malas gerak, bisa dipastikan kita tidak akan meraih apa-apa. Tidak ada kemuliaan yang dihasilkan hanya melalui kenyamanan!

Itu sebabnya, kalau hari ini Saudara mengalami kesulitan, maka pastikan bahwa kesulitan tersebut bukan diakibatkan oleh kelalaian atau ketidaktaatan kita kepada Firman.

Jika kesulitan itu memang ujian yang diizinkan Tuhan, maka yakinlah ada kemuliaan di balik penderitaan tersebut karena Tuhan selalu punya maksud yang baik dalam hidup kita.

Penderitaan apa yang sedang Saudara alami hari ini? Renungkanlah kemuliaan apa yang Allah mungkin akan sediakan bagi Saudara. Dapatkanlah janjinya dan terus pegang janji tersebut!

Pembacaan Alkitab Setahun

Ulangan 3-4

Kamis, 27 Februari 2025

PIKIRAN DAN PERASAAN SEPERTI KRISTUS

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

FILIPI 2:5-11

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa kita perlu menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus?
  2. Bagaimanakah pikiran dan perasaan Yesus yang digambarkan dalam perikop ini?
  3. Apa akibat dari sikap hati Yesus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebagai anak-anak Tuhan, hidup kita ditentukan untuk menjadi serupa dengan Kristus. Tapi dalam prakteknya, ini seringkali terasa tidak mudah.

Kitab Filipi menggambarkan dengan jelas bukan hanya apa yang Yesus lakukan, tapi juga apa yang Yesus pikirkan dan rasakan. Jika kita menyimpulkannya dalam satu kalimat, maka hal itu adalah “Yesus melepaskan hakNya dan taat sampai mati.”

Jarang sekali ada orang yang mau melepaskan haknya. Kalaupun seseorang terpaksa melepaskan haknya, seringkali jati dirinya ikut hilang, tetapi Yesus tidak.

Ia melepas hakNya dan tidak pernah kehilangan jati diriNya.

Banyak karyawan, yang seringkali menuntut gaji tinggi.

Ketika gaji tidak juga naik, mereka menjadi kecewa dan keluar dari pekerjaan dengan marah, atau terpaksa menerima kondisi itu sambil mengeluh dan akhirnya bekerja seadanya.

Banyak juga mereka yang berpasangan, seringkali saling menuntut untuk diperhatikan oleh pasangannya.

Dan ketika hal itu tidak terjadi, mereka mulai membenarkan diri untuk kompromi dengan hal-hal keliru yang tidak Tuhan sukai.

Apapun peran kita di dunia ini, kita pasti punya harapan akan sesuatu yang kita anggap sebagai hak kita dan ketika itu tidak terjadi, akan sangat mudah bagi untuk tenggelam dalam kekecewaan dan kompromi.

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa seperti Yesus: Melepaskan hak dan taat sampai mati?

Salah satu titik penting adalah kembali kepada kebenaran yang hakiki saat kita Lahir Baru, yaitu menjadikan Yesus sebagai Tuhan.

Ia bukan hanya Juru Selamat, Ia adalah Tuhan atas hidup kita. Yang berkuasa, berdaulat dan layak disembah dalam segala keadaan.

Menyadari hal ini akan menolong kita untuk tidak berfokus kepada diri sendiri.

Saudara, dalam hal apakah Saudara mengalami kesulitan dalam mengenakan pikiran dan perasaan Kristus? Apakah dalam hal keuangan? Dalam hal penggunaan waktu? atau saat tidak dihargai orang lain? Atau dalam berbagai kebiasaan buruk lainnya?

Maukah Saudara mempercayai firmanNya, bahwa justru saat kita melepas hak, justru kita mendapatkan yang lebih baik? -Matius 10:39.

Dalam hal apakah Saudara mengalami kesulitan untuk melepas hak? Carilah Firman yang berkaitan dengan hal tersebut agar Saudara memahami apa yang dipikiran oleh Tuhan tentang hal tersebut.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ulangan 1-2

Rabu, 26 Februari 2025

TUBUH YANG FANA DIHIDUPKAN

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:9-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kita disebut sebagai milik Kristus karena apa?
  2. Apa yang dilakukan oleh Roh Allah kepada tubuh kita melalui karya Yesus?
  3. Bagaimana kita seharusnya hidup jika Roh Allah tinggal dalam kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“FANA”, sebuah kata yang jarang kita dengar dalam keseharian kecuali kalau kita pergi ke gereja atau pemakaman. Fana, artinya dapat rusak, hilang, mati, sementara dan tidak kekal.

Apa yang mengingatkan tentang yang fana?

Ya, biasanya hal-hal yang membuat kita sedih, seperti kematian dan kehilangan.

Kehilangan harta benda, kesehatan, kesempatan, dan hal lainnya.

Saat itu terjadi, kita baru semakin menyadari betapa sementaranya segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini.

Tapi saat kita tidak mengalami kehilangan, dan keadaan baik-baik saja, biasanya kita tidak terlalu mengingat akan kefanaan.

Kita cenderung sibuk mengejar kenyamanan dan keamanan dengan cara-cara kita sendiri.

Hari ini, kita diingatkan melalui perkataan rasul Paulus bahwa sesungguhnya segala sesuatu adalah fana dan segala sesuatu yang berasal dari daging akan membawa pada kematian.

Tetapi Roh Allah yang tinggal di dalam kita berkuasa untuk menghidupkan apa yang fana.

Hal ini bukan berarti kita tidak akan mengalami kematian dan kehilangan.

Dengan cara yang ajaib, RohNya berkuasa untuk menghidupkan kita bahkan di tengah kematian dan kehilangan.

Terdengar mustahil? Ya, memang mustahil. Itu sebabnya kita perlu Allah yang sanggup mengerjakan hal-hal yang mustahil.

Apa yang dihidupkanNya? Pengharapan, kekuatan, kasih, iman, rasa syukur, kemampuan untuk melihat hal-hal yang baik dan positif di tengah badai.

Apa yang sedang Saudara alami hari ini? Maukah Saudara bersyukur untuk Roh Allah yang yang tinggal dalam hidup Saudara? Adakah pergumulan berat yang dapat menghalangimu untuk bersyukur?

Oleh karena RohNya, ada kepastian dan pengharapan bagi kita baik di masa sekarang maupun di kekekalan.

Alamilah kuasaNya yang bekerja dalam hidup Saudara!

Renungkanlah apa yang Allah mau kerjakan dalam hidup Saudara hari ini? Bagaimana Saudara bisa mendapatkan pengharapan di tengah kefanaan yang sedang dialami? Bagikanlah kepada rekan-rekan persekutuan Saudara.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 35-36

Selasa, 25 Februari 2025

DIBAPTIS DALAM KEMATIAN-NYA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 6:3-7

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Roma 6:3.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dalam kematian siapakah kita yang percaya kepada Yesus telah dibaptis?
  2. Hal-hal apakah yang kita alami ketika kita telah dibaptis dalam kematian Yesus?
  3. Kehidupan yang bagaimanakah yang kita alami ketika kita telah dibaptis dalam kematian Yesus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Alkitab berkata manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah yang menyebabkan manusia mengalami maut.

Dosa yang membawa maut itu dikerjakan oleh iblis, namun kematian Yesus telah memusnahkan kuasa iblis.

“Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.” (Ibrani 2:14-15).

Ketika Yesus memusnahkan kuasa iblis maka kuasa dosa atas manusia juga dibinasakan sehingga dapat hidup menang atas dosa dan hidup tidak bercela di hadapan Allah.

“Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.” (Kolose 1:21-22).

Untuk mengalami karya kematian Yesus maka bagi setiap orang yang percaya harus memahami bahwa mereka harus dibaptis dalam kematian Yesus supaya ketika Yesus mati di kayu salib dan kemudian dibangkitkan maka kita dibangkitkan dan memiliki kehidupan dari Yesus sendiri.

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” (Roma 6:3-4).

“karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.” (Kolose 2:12).

Dan kita harus memahami bahwa ketika kita lahir baru dan percaya kepada Yesus maka hidup kita dimiliki oleh Yesus, artinya kita mati terhadap dosa, mati terhadap keinginan berbuat dosa dan sepenuhnya dimiliki oleh Yesus ketika kita dibaptis dalam kematian Yesus sehingga kita tidak diperhamba oleh dosa dan memiliki kehidupan Kristus dan memuliakan Allah.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana pengalaman saudara terhadap kematian Yesus dalam hidup saudara sehingga dapat menang atas dosa dan hidup tidak bercacat cela.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 33-34

Senin, 24 Februari 2025

HIDUP YANG MENJADI TELADAN BAGI JEMAAT

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

FILIPI 3:17-21

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Filipi 3:17.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Di dalam kehidupan gereja maka siapakah yang harus kita teladani dan perhatikan?
  2. Pemimpin yang bagaimanakah yang perlu kita waspadai dan hindari di dalam gereja?
  3. Menurut saudara apakah ciri-ciri dari pemimpin yang harus kita teladani?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Di dalam gereja lokal atau rumah Tuhan selalu ada pemimpin jemaat dan jemaat.

Pemimpin tidak hanya memiliki posisi sebagai pemimpin tetapi mereka juga harus berfungsi.

Dan dalam hal fungsi maka pemimpin harus menjadi teladan bagi jemaat dan dalam teladan ini maka pemimpin harus sudah meneladani kehidupan dari Yesus.

“Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.” (I Korintus 11:1).

”Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!” (I Korintus 4:16).

Rasul Paulus mengajarkan bahwa seorang pemimpin yang menjadi teladan ketika mereka telah meneladani kehidupan Yesus dimana mereka telah menghidupi prinsip-prinsip yang dimiliki oleh Yesus, diantaranya:

  1. Mereka hanya mau mengenal Yesus sebagai kebutuhan yang utama dalam hidup mereka.
    ”Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.” (Filipi 3:10).
  2. Mereka telah menghidupi kehidupan Yesus dalam segala aspek hidup mereka sehingga Yesus yang terlihat dalam hidup mereka.
    ”Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20).
  3. Mereka telah mengalami kehidupan yang mengosongkan diri mereka dan telah diisi oleh pikiran dan perasaan Yesus.
    ”Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” (Filipi 2:5-7).

Pemimpin yang kita teladani yang telah menghidupi kehidupan Yesus maka mereka memiliki kehidupan Yesus dan teladan itulah yang kita tularkan kepada seluruh jemaat.

”Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.” (II Timotius 3:10).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara teladan apakah yang sudah saudara hidupi melalui pemimpinmu!

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 31-32