Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah Tuhan Yesus kebetulan melewati orang buta yang sejak lahir tersebut?
Apakah yang dilakukan Tuhan Yesus kepada orang buta tersebut?
Mengapa orang buta tersebut sembuh?
“Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” (Yohanes 9:3).
Berbeda dengan kisah dua orang buta dalam Matius 9, yang berteriak meminta Tuhan Yesus menyembuhkan mereka, orang buta ini ditemukan Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya saat mereka lewat.
Orang buta itu sedang mengemis.
Murid-murid menyimpulkan bahwa orang itu buta karena dosa, sekalipun mereka ragu apakah dosa pribadinya atau dosa orang tuanya.
Oleh karena itu, mereka bertanya kepada Tuhan Yesus.
Ternyata jawaban Tuhan Yesus berbeda dari kesimpulan mereka yaitu “…karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.”
Orang buta tersebut sembuh setelah Yesus mengoleskan tanah yang dicampur ludah-Nya dan menyuruhnya membasuh di kolam Siloam.
Orang buta itu sembuh.
Kesembuhan yang dialaminya akhirnya membawa dia harus bersaksi di antara tetangga-tetangganya dan orang Farisi.
Kesaksian dia sangat tegas, “Jawabnya: “…tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat.”(Yohanes 9:25).
Saudara, orang buta yang mengemis tersebut menerima anugerah.
Dia tidak sedang berusaha sembuh, tetapi Tuhan Yesus menyatakan pekerjaan-Nya melalui kesembuhan orang buta ini.
Terkadang kita juga menerima anugerah seperti orang buta tersebut.
Kita tidak sedang berusaha untuk mengalami pertolongan Tuhan, tetapi tiba-tiba Tuhan melawat kita.
Apakah pelajaran penting dari kisah pengemis buta tersebut? Cara Allah menolong itu berbeda-beda.
Terkadang Tuhan menolong saat kita berseru kepada-Nya.
Di waktu lain, Tuhan menolong saat kita tidak berseru kepada-Nya. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita.
Diskusikan dengan pembimbingmu, pekerjaan-pekerjaan Tuhan apa yang tidak disadari ternyata terjadi dalam kehidupan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang dimaksud “jadilah kepadamu menurut imanmu”?
Apakah perintah Tuhan Yesus kepada dua orang buta yang disembuhkan-Nya?
Apakah yang dilakukan kedua orang buta tersebut?
Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.”(Matius 9:29).
Dua orang buta ini sepertinya sudah sering mendengar tentang Yesus Sang Mesias.
Ketika mereka menyerukan Anak Daud, Ini sama seperti jika mereka memanggilnya Mesias.
Saat itu pendapat yang diterima secara umum saat ini di Yudea, bahwa Mesias haruslah anak Daud -Yohanes 7:42.
Bahwa Yesus Kristus diakui secara umum dan tak terbantahkan berasal dari keturunan Daud -Matius 12:23.
Orang buta itu menyadari bahwa mereka tidak pantas.
Bahwa seruannya harus menjadi seruan untuk belas kasihan, bahwa dia harus bersungguh-sungguh, dan bahwa dalam berdoa dia harus mengikuti Yesus Kristus sebagai Mesias sejati, anak Daud, yang diharapkan dari sorga.
Kedua orang buta tersebut menerima pengetahuan tentang Yesus dan kuasa-Nya yang diperoleh dengan mendengar dari orang-orang di sekitarnya.
Iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan.
Perjumpaan dengan Tuhan Yesus membuat mereka akhirnya mengalami kesembuhan.
Mereka menerima kesembuhan karena iman yang mereka miliki dan karena perjumpaan dengan Tuhan Yesus.
Kisahnya mirip seperti seorang perwira Romawi yang kepadanya Tuhan Yesus juga pernah berkata: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.” (Matius 8:13).
Setelah mereka sembuh, Tuhan Yesus melarang mereka untuk menceritakan kisah kesembuhan mereka.
Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kemungkinan rakyat memproklamirkan Dia menjadi Raja dan menghalangi pelayan-Nya lebih luas.
Namun kedua orang buta tersebut melanggar perintah Tuhan Yesus.
Saudara, ada dua pelajaran penting dari kisah tersebut.
Pertama, iman timbul dari pendengaran kepada kisah tentang Tuhan Yesus.
Perbanyaknya mendengar kisah-kisah tentang Tuhan Yesus yang melakukan berbagai Mujizat.
Kedua, sebelum bersaksi berdoalah dahulu supaya kesaksian kita sampai kepada orang yang tepat.
Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya supaya timbul iman untuk mengalami kesembuhan atau terobosan rohani.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa bukti kita mengasihi Allah?
Mengapa perintah-perintah Allah tidak berat bagi mereka yang percaya?
Apa yang mengalahkan dunia?
Siapa yang mengalahkan dunia?
Saudara yang kekasih, ketika kita menyadari bahwa Allah Bapa mengasihi kita pada saat kita masih berdosa, maka kita akan sangat berterima kasih kepada Bapa dan apabila kita juga diberitahu bahwa bukan kita yang memilih Allah, tetapi Yesuslah yang memilih kita.
Roma 5:8”Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Yohanes 15:16”Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”
Tuhan yang memilih kita dan Dia berpihak kepada kita, maka Rasul Paulus mengatakan:
Roma 8:31”Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”
Roma 8:33-35”Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?”Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?”
Roma 8:37-39 ”Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
Dari penjelasan Firman Tuhan dan tulisan-tulisan Paulus maka kita tahu bahwa ketika kita menjadi percaya, maka kita di anugerahkan iman dan Roh Kudus.
Sejak saat itu, Tuhan Allah berkenan kepada kita dan kita juga menjadi anak-anak Allah juga kepada kita di beri kuasa supaya menjadi anak-anak Allah. Yohanes mengtakan itu dalam tulisannya:
Yohanes 1:12”Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;”
Jadi, ketika kita percaya dan beriman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka kita di beri kuasa untuk menjadi anak-anak Allah.
Dan kuasa anak-anak Allah itulah yang kita miliki untuk mengalahkan dunia yaitu iman yang memberi kuasa karena Tuhan Allah berkenan kepada kita.
Perkenanan Allah itulah yang menjadi sumber kuasa bagi kita untuk menjadi seorang pemenang.
Imanlah kuasa yang Tuhan Yesus katakan yaitu kuasa yang bisa memindahkah gunung.
Mengapa bisa? Karena Tuhan Allah yang melakukan ketika kita memerintahkan gunung itu untuk beranjak ke laut dengan tidak bimbang atau dengan beriman.
Haleluya, puji Tuhan, Amen!
Ada banyak doa-doa seruan kita yang tidak terjadi, mengapa itu bisa tidak sesuai dengan apa yang Yesus janjikan?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Kepada siapa Yesus menawarkan kesembuhan?
Apa jawab orang itu?
Biasanya apa yang menyembuhkan orang di kolam itu?
Apa yang Yesus katakan kepada orang yang sakit itu?
Saudara, penyembuhan ini terjadi pada hari Sabat di kolam Betesda.
Ada seorang yang sakit dan sudah puluhan tahun ada berbaring di tepian kolam betesda menantikan malaikat turun untuk menggoncangkan air kolam karena siapa yang terlebih dahulu masuk ke kolam ketika air kolam itu sedang bergoncang maka dia sembuh.
Begitulah selalu ketika air kolam itu di goncang oleh malaikat, ketika ada orang-orang sakit yang menceburkan diri ke kolam itu dan siapa yang lebih dahulu maka dia akan sembuh.
Orang ini selalu tidak kebagian paling dahulu karena sakitnya menyebabkan dia tidak bisa cepat menceburkan dirinya ke kolam itu.
Sehingga dia masih ada di kolam itu untuk menantikan kesembuhannya.
Suatu hari Sabat, Yesus datang ke kolam itu dan Yesus mendengar cerita bahwa orang sakit ini sudah puluhan tahun menunggu kesembuhannya.
Yesus berbelas kasihan maka Yesus mendatanginya dan bertanya kepadanya: ”Maukah engkau sembuh?”. ”Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”(Yohanes 5:7).
Bertahun-tahun dia menunggu kesempatan dan selalu di dahului oleh orang yang butuh kesembuhan.
Namun hari itu, dengan penuh belas kasihan dan kuasa ilahi-Nya, ”Kata Yesus kepadanya: ”Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu adalah hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu:”Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.” Akan tetapi ia menjawab mereka: ”Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Mereka bertanya kepadanya: ”Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?” Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang yang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah kerumunan orang banyak di tempat itu. Kemudian Yesus bertemu dengan dia di dalam bait Allah lalu berkata kepadanya: ”Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”(Yohanes 5:8-14).
Saudara, kepada orang sakit itu Yesus bertanya: ”Maukah engkau sembuh?”.
Ketika engkau sakit dan jika Yesus bertanya seperti itu, apakah jawabanmu? Apakah engkau akan menjawab seperti kondisi orang itu, namun pada zaman ini: ”Aku tidak punya uang untuk berobat.” Dan Yesus berkata: ”Sembuhlah karena Aku mau engkau sembuh.”
Benarkah begitu? Ya, karena Yesus sudah dianiaya sehingga Dia merasakan sakit yang luar biasa karena tubuh-Nya penuh dengan bilur-bilur yang disebabkan oleh cambukan pada tubuh-Nya yang meninggalkan luka-luka yang mengalirkan darah dari tubuh-Nya.
Yesaya berkata: ”dan oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh.”
Haleluya, puji Tuhan, Amen!
Mengapa banyak orang sakit yang didoakan oleh hamba-hamba Tuhan tetapi mereka tidak sembuh?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang disebut Petrus: ”Ia tidak berbuat dosa dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya“?
Kepada siapa Ia menyerahkan keadilan-Nya ketika Dia di caci maki, dan ketika Ia menderita di sakiti, Dia tidak mengancam, tetapi Dia menyerahkan kepada dia yang menghakimi dengan adil?
Dia memikul dosa kita di salib-Nya dan supaya kita yang telah mati terhadap dosa hidup untuk apa?
Apa yang menyebabkan kita telah disembuhkan?
Saudara, ketika Allah itu menjadi manusia, maka dia 100 % Allah dan 100% manusia.
Sebagai manusia, Dia hidup sebagai anak dari seorang wanita saleh yang bernama Maria yang sedang bertunangan dengan calon suaminya yaitu Yusuf, seorang tukang kayu atau seorang tukang mebel.
Ketika Yesus berada di dunia ini, Yesaya telah menubuatkannya dan bagaimana yang dialami oleh Mesias itu.
Yesaya 53:1-12”Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.”
Lewat nubuatan nabi Yesaya ini, kita bisa melihat bagaimana kehidupan Yesus kristus sebagai anak manusia 100%.
Nubuatan ini telah menceritakan kehidupan Yesus jauh hari sebelumnya.
Tujuh ratus tahun sebelum Yesus jadi manusia, Yesaya telah menubuatkan bagaimana Dia hidup dalam keseharian-Nya dan ketika dia mengalami akhir hidup-Nya.
Satu-satunya biografi yang ditulis sebelum orangnya dilahirkan dan ada banyak nubuatan tentang Yesus di nubuatkan oleh nabi Yesaya.
Namun sayangnya bangsa Israel masih menantikan Sang Mesias sampai hari ini karena ketika Yesus hadir di muka bumi ini, dia ditolak sebagai Mesias.
Yesus seperti banyak nabi yang dianiaya dan di bunuh di Israel.
Karena penganiayaan kepada Yesus maka tubuh Yesus penuh dengan bilur-bilur, dan oleh bilur-bilur itulah kita disembuhkan dari semua sakit kita.
Haleluya, puji Tuhan. Amen!
Mengapa bangsa Israel menolak Yesus Kristus sebagai Mesias yang dijanjikan?