Kamis, 22 Juni 2023

MEMBERI DENGAN SUKACITA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 KORINTUS 9:6-9

Bacalah Firman Tuhan diatas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahaminya dan secara khusus hafalkanlah 2 Korintus 9:7!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimanakah prinsip Kerajaan Allah tentang menabur dan menuai yang harus kita pahami?
  2. Bagaimanakah sikap hati kita dalam hal memberi?
  3. Terobosan apakah yang kita perlukan dari Tuhan ketika kita memberi sesuai dengan prinsip Kerajaan Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan ingin agar kita mengalami terobosan dalam hal keuangan dan ekonomi.

Itulah sebabnya Dia mengajar kita untuk memberi atau menabur sesuai dengan prinsip Kerajaan Allah.

Memberi namun tidak berkekurangan tapi berkelimpahan.

”Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.” (Mazmur 112:9). ”Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” (Matius 13:11-12).

Beberapa prinsip dalam hal memberi yang sesuai dengan prinsip Kerajaan Allah adalah:

  1. Kita harus senantiasa menabur dan dalam hal menabur kita harus menabur banyak karena kita akan menuai banyak. Dan ketika kita menabur harus di tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat. ”Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:38). ”Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.” (Kejadian 26:12-13).
  2. Kita harus memberi dengan motif dan sikap hati yang benar. Memberi dengan rela hati, tidak karena terpaksa atau dipaksa atau sedih hati tetapi penuh sukacita. ”Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.” (Matius 6:3).

Tuhan ingin agar kita memberi dengan penuh sukacita dan Allah sanggup memenuhi keperluan kita secara berkelimpahan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana kelimpahan dari Tuhan dicurahkan ketika saudara memberi dengan sukacita.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 46-50

Rabu, 21 Juni 2023

MEMBUKA TINGKAP LANGIT DAN MENCURAHKAN BERKAT

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MALEAKHI 3:8-12

Bacalah Firman Tuhan diatas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Maleakhi 3:10!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dalam hal apakah bangsa Israel telah menipu Allah?
  2. Kemanakah seharusnya perpuluhan harus dibawa? Dan apakah tujuannya?
  3. Apakah yang Tuhan lakukan bagi kita jika kita melakukan persepuluhan dengan benar?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan menegur bangsa Israel karena mereka menipu Allah dalam hal persembahan persepuluhan dan persembahan khusus, sehingga mereka tidak mengalami berkat dari Tuhan.

Dalam terjemahan lain dikatakan bahwa bangsa Israel telah merampok Allah.

Karena sebenarnya persepuluhan dan persembahan khusus tersebut adalah milik Allah.

”Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.” (Imamat 27:30).

Karena persembahan persepuluhan adalah milik Tuhan maka persepuluhan tersebut harus dibawa ke perbendaharaan rumah Tuhan dan bukan untuk yayasan, badan amal, keluarga, tempat bisnis, orang-orang tertentu.

Tujuannya adalah agar di dalam rumah Tuhan persepuluhan dapat dikelola untuk persediaan makanan di dalam rumah Tuhan, salah satunya adalah untuk membalas pekerjaan orang-orang yang bekerja dalam rumah Tuhan.

”Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan.” (Bilangan 18:21), sehingga aktivitas dan kehidupan di dalam rumah Tuhan dapat berjalan dengan baik.

Tuhan berjanji bahwa ketika kita melakukan dengan benar maka Ia akan membukakan tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat secara berlimpah-limpah.

Kita tidak pernah kekurangan dalam segala hal, baik keuangan dan ekonomi, kesehatan termasuk hikmat demi hikmat untuk mengenal jalan-jalan Tuhan.

”TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”(Mazmur 23:1).”Sebab TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini; keempat puluh tahun ini TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, dan engkau tidak kekurangan apa pun.” (Ulangan 2:7).

Bahkan bangsa-bangsa lain akan menyebut kita adalah umat yang penuh bahagia karena kita tinggal dalam perlindungan Tuhan.

Oleh karena itu marilah kita memberikan persembahan persepuluhan dengan setia.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana Allah membuka tingkap langit serta memberkati saudara ketika setia dalam memberikan persepuluhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 40-45

Selasa, 20 Juni 2023

CUKUPKAN DIRIMU DENGAN GAJIMU

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 3:11-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang diperintahkan Yohanes kepada para pemungut cukai yang bertobat?
  2. Apakah yang diperintahkan Yohanes kepada para prajurit yang bertobat?
  3. Bagaimana cara mencukupkan kebutuhan hidup dengan gaji yang terbatas?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.” (Lukas 3:14).

Saudara, seorang pemungut cukai pada masa itu punya kesempatan melakukan korupsi dengan menambahkan nilai cukai dari yang seharusnya.

Sedangkan seorang prajurit dengan otoritasnya dapat melakukan kejahatan dengan merampas milik rakyat jelata.

Jadi mereka punya kesempatan untuk menggunakan pekerjaannya untuk memperkaya diri.

Salah satu penyebab korupsi adalah keinginan untuk kaya.

Akar kejahatan adalah cinta akan uang.

Kita tidak boleh diperhamba oleh uang, sebaliknya kita harus memperhamba uang.

Kita harus mengatur uang, jangan di atur oleh uang.

Nasehat Yohanes kepada para prajurit yang bertobat adalah supaya mencukupkan diri dengan gaji yang ada.

Nasehat ini masih relevan untuk masa kini. Bagaimana caranya? Caranya sebagai berikut:

  1. Berdoa meminta hikmat kepada Tuhan supaya dapat mengelola gaji dengan baik.
  2. Bersyukurlah seberapa pun gaji yang kita terima.
  3. Buat perencanaan keuangan yang baik, rencanakan pengeluaran yang lebih kecil dari gaji, sehingga ada sisa untuk ditabung. Perhatikan skala prioritas pengeluaran sesuai kebutuhan.
  4. Disiplin melaksanakan rencana pengeluaran yang telah dibuat.
  5. Jangan bandingkan pengeluaranmu dengan pengeluaran orang lain yang gajinya lebih besar.

Saudara, Tuhan adalah gembala kita.

Kita tidak menginginkan apa-apa lagi.

Dia yang melayani kita domba-dombanya.

Oleh karena itu, seberapa gaji yang kita peroleh saat ini, Dia pasti memelihara kita.

Renungkanlah, Tuhan Yesus sebagai Gembala Agung, pasti memelihara hidup kita.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 36-39

Senin, 19 Juni 2023

TIDAK MENCINTAI UANG DAN HARTA

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 TIMOTIUS 6:1-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Ibadah seperti apa yang mendatangkan keuntungan?
  2. Apakah akar segala kejahatan?
  3. Apakah boleh bila ingin kaya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1 Timotius 6:10).

Apakah yang dimaksud “mereka yang ingin kaya”?

Ini merujuk pada orang yang bertekad untuk mendapatkan kekayaan yaitu yang menjadikan ini objek dan tujuan hidup mereka, yang hidup untuk mendapatkan uang, yang mendapatkan semua yang mereka bisa, menyimpan semua yang mereka bisa, dan menyimpan semua yang mereka dapatkan.

Ketika kekayaan menjadi tujuan hidup, maka dapat berakibat mereka mencintai uang dan melakukan kejahatan untuk mendapatkan uang.  

Saudara, Paulus menasihatkan muridnya yang bernama Timotius, supaya belajar memiliki mental “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah”.

Apakah mungkin orang dapat puas dengan hanya ada makanan dan pakaian? Orang-orang yang memiliki keintiman dengan Tuhan dan puas dengan Tuhan Yesus sebenarnya tidak akan menginginkan apapun lagi di dunia.

Seperti kata pemazmur Daud, “selain Kau tiada yang lain yang ku ingini di bumi.”

Sebaliknya orang yang tidak memiliki keintiman dengan Tuhan, akan memuaskan dirinya dengan segala yang ada di bumi, dan tentunya semua bermuara kepada uang.

Orang-orang seperti ini selalu haus kepada materi.

Lihatlah para pejabat yang ditangkap KPK, bukankah mereka itu sebagian besar adalah orang-orang kaya?

Saudara, orang yang mencintai Tuhan tidak akan mencintai uang dan harta.

Kejarlah hubungan dengan Tuhan sebagai yang utama (cari dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya).

Jangan risaukan uang dan harta, sebab engkau memiliki Tuhan Yesus yang berkuasa atas dunia ini.

Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana supaya puas dengan Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 32-35

Minggu, 18 Juni 2023

TERBEBAS DARI LILITAN UTANG

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 RAJA-RAJA 4:1-7

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah masalah yang dihadapi janda dari seorang nabi?
  2. Bagaimana cara Elisa menolong janda tersebut?
  3. Seandainya masih banyak bejana, apakah minyak masih akan terus mengalir?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: “Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.” (2 Raja-Raja 4:7).

Janda seorang nabi sedang mengalami masalah yang berat, dia berhutang dengan jaminan kedua anaknya.

Gagal bayar berarti anak-anaknya diambil debt collector untuk dijadikan budak.

Hati siapa yang tidak hancur akan kehilangan anak-anaknya dan melihat anak-anaknya menjadi budak. 

Rupanya sekalipun suaminya dulu seorang nabi, tidak ada jaminan bahwa keluarga mereka mampu mengelola keuangan dengan baik.

Terbukti setelah suaminya meninggal, hutang bertumpuk.

Beruntung janda ini mengenal nabi Elisa.

Dia menceritakan masalahnya kepada orang yang tepat.

Nabi Elisa melakukan mujizat dengan melipatgandakan sisa minyak yang dimiliki sang janda.

Dari buli-buli yang kecil, memenuhi bejana-bejana yang di dipinjam dari para tetangga.

Dari kisah diatas, dapat diambil pelajaran penting untuk kita lakukan.

Pertama, apabila mengalami persoalan hidup, datanglah kepada orang yang tepat.

Datanglah kepada pembimbing rohanimu dan berdoalah bersama kepada Tuhan.

Kedua, Tuhan menggunakan apa yang ada pada kita untuk membuat mujizat.

Sekecil apapun yang tersida dari milik kita, Tuhan sanggup mengubahnya dan melipatgandakannya. 

Ketiga, pertolongan Tuhan terkadang datang melalui pertolongan dari orang-orang di sekitar kita.

Keempat, kita harus hidup bijaksana dalam mengelola keuangan, supaya tidak terjerat hutang.  

Diskusikan dalam kelompok PA saudara, mengapa Allah menggunakan apa yang tersisa dari kita untuk melakukan mukjizat.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 26-31