Jumat, 11 Agustus 2023

MENURUTI FIRMAN DAN TEKUN MENANTIKANNYA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

WAHYU 3:7-11

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kepada siapa surat ini di tujukan?
  2. Siapa yang berpesan dalam surat ini?
  3. Apa yang diketahui pemberi pesan ini, yang harus disampaikan kepada penerima pesan?
  4. Siapakah yang dimaksudkan sebagai Jemaah iblis?
  5. Siapa yang akan dilindungi pada masa sukar diakhir zaman?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Yesus Kristus yang mewahyukan kitab ini kepada murid yang sangat dikasihi-Nya.

Menyatakan bahwa jemaat Filadelfia, karena mereka menuruti Firman-Nya dan tekun menantikan kedatangan Yesus yang ke dua kali, maka kepada mereka akan ada perlindungan secara khusus dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia, untuk mencobai mereka yang diam di atas dunia ini.

Yesus berpesan bahwa Dia akan datang segera.

Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.

Saudara, akan ada penyesatan, ada nabi-nabi palsu, ada pembuat-pembuat mujizat palsu, yang meniru dan mengatas namakan Yesus Kristus, mereka akan bernubuat palsu, mereka akan mengusir setan-setan, melakukan pelayanan-pelayanan supranatural namun sebenarnya mereka adalah pengajar-pengajar sesat yang meniru-niru pelayanan yang Yesus Kristus atau murid-murid Yesus sejati.

Siapa murid-murid yang sejati ini.

Mereka adalah murid-murid Yesus yang menaati ajaran Yesus Kristus dan menantikan kedatangan Yesus Kristus.

Mereka memegang perintah atau firman Tuhan, dan melakukan dengan taat perintah itu.

Dan juga mereka sangat tekun memegang firman dan perintahNya itu juga sangat tekun dalam kesetiaan menantikan kedatangan Yesus Kristus itu.

Saudara, mereka sangat tekun untuk mengabarkan perintah mengabarkan kabar baik atau Injil Kerajaan, yaitu Injil keselamatan atau Injil Kasih Karunia, mereka sangat tekun untuk melakukan pemuridan yang sesuai dengan amanat agung Kristus.

Mereka adalah orang-orang yang pergi untuk mengabarkan Injil Kerajaan yaitu Injil Keselamatan.

Mereka membaptiskan petobat-petobat baru itu ke dalam nama Allah Bapa, anak-Nya Yesus Kristus dan kedalam Roh Kudus.

Mereka mengajar para petobat baru itu dengan ajaran-ajaran Yesus Kristus dan mereka disertai oleh Yesus ketika melakukan pemuridan itu.

Ketika menjelang akhir zaman akan ada masa sukar, rasul Paulus mengatakan:

2 Timotius 3:1-9 ”Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran. Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang.”

Saudara, marilah kita dengan tekun melakukan firman dan tekun menantikan Dia, supaya kita  dilindungi dari berbagai pencobaan yang akan datang yang akan mencobai semua orang dimuka bumi ini.

Masa-masa itu sudah mulai terjadi, oleh karena itu marilah kita:

Ibrani 10:24-25 “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

Marilah kita saling memperhatikan.

Kata saling berarti kita semua memperhatikan semua saudara yang ada disekitar kita untuk mengetahui keadaannya dan menasihati setiap mereka itu sesuai dengan kemampuan dan keadaan kita juga, supaya semua kita terhindar dari jerat-jerat ajaran sesat dan ajaran setan-setan, agama palsu, nabi palsu yang saat ini mulai memasuki Gereja.

Mari kita peduli bagi saudara-saudara kita agar mereka terhindar dari Querr Theology yang mengajarkan tentang LGBT yang saat ini sedang memasuki wilayah pelayanan Gereja di seluruh dunia, demikian juga di gereja-gereja di Indonesia.

Oleh karena itu marilah kita berhati-hati.

Ajaran-ajaran sesat mulai memasuki gereja di Indonesia.

Adanya pengajar-pengajar yang tidak lagi menerima ke Tri Tunggalan Allah.

Mereka mulai mengajarkan Dwi Tunggal Allah dan adanya ajaran Onees yang mengajarkan bahwa Yesus Kristus tidak setara dengan Allah Bapa, yaitu Yesus adalah ciptaan yang diciptakan oleh Allah setara dengan Lucyper dan adam, tiga Anak Allah. Ajaran-ajaran sesat yang mengajarkan bahwa tidak ada neraka, dan lain-lain.

Oleh karena itu marilah kita berhati-hati dan marilah kita saling memperhatikan supaya kalau ada saudara yang mulai terpengaruh maka secepatnya kita menasihati dia supaya tidak meneruskan belajar hal-hal yang sesat itu.

Saudara, marilah kita bertekun melakukan firman Allah dan bertekun untuk menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali.

Haleluya, Puji Tuhan, Amen!

Apakah benar karena begitu besarnya kasih Allah maka Dia tidak mungkin akan menghukum manusia di neraka?

Pembacaan Alkitab Setahun

Yesaya 64-66

Kamis, 10 Agustus 2023

TUHAN MELEPASKAN DARI SEGALA KESESAKAN

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MAZMUR 34:17-22

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mata Tuhan tertuju kepada siapa? (ayat 16)
  2. Siapa yang Tuhan tentang?
  3. Siapakah orang-orang berseru? Dan apa yang Tuhan lakukan terhadap mereka yang berseru-seru itu?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, perikop yang kita baca dari Mazmur 34 berjudul “Dalam perlindungan Tuhan” ini ditulis berdasarkan peristiwa ketika Daud melarikan diri karena raja Saul beriktiar untuk membunuh Daud.

Pada saat itu Daud betul-betul dalam posisi terdesak dan ketakutan, sehingga dia berusaha lari dari kejaran Raja Saul. 

Di dalam pelariannya sampailah Daud bertemu dengan raja Akhis, bahkan karena ketakutannya itu, dia berpura-pura tidak waras pikirannya di depan raja Akhis, sehingga Raja Akhis pun mengusir dari hadapannya.

Apa yang terjadi bila kita di posisi Daud pada peristiwa itu, apa yang kita lakukan? Tentu kondisi semacam itu adalah saat-saat itu dimana kita merasa menderita dan tertekan.

Secara daging atau kemanusiaan kita, mungkin juga tidak kuat untuk menghadapi peristiwa yang seperti di alami Daud.

Mengapa Daud tetap kuat pada masa kesesakan? Daud yakin bahwa jika dia benar dihadapan Tuhan, maka Tuhan sendirilah yang melepaskan dia dari kesesakannya pada peristiwa itu.

Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada teriak mereka minta tolong; wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi. 

Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. 

Sejarah mencatat bahwa pada akhirnya Daud dapat melewati masa kesesakan ini dengan baik karena pertolongan Tuhan.

Kesesakan dan penderitaan apa yang kita alami hari-hari ini? Apakah kesesakan dan penderitaan itu karena perbuatan kita sendiri? Jika ya, maka kita bisa mengakui kesalahan kita dihadapanNya dan memohon pengampunan dari Tuhan.

Bagaimana jika kesesakan dan penderitaan datangnya bukan karena perbuatan kita, namun Tuhan ijinkan terjadi kepada kita, maka tetaplah bersikap benar dan takutlah akan Tuhan.

Kita tidak bisa dengan sendirinya menjadi orang benar, namun karena Kristus Tuhan yang tinggal dalam hati kita, Dia yang menjadikan hidup kita jadi benar.

Sesuai dengan kitab Mazmur 34:18”Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.”

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yesaya 59-63

Rabu, 9 Agustus 2023

FIRMAN TUHAN TETAP UNTUK SELAMANYA

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 PETRUS 1:22-25

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang membuat kita dapat mengamalkan kasih persaudaraan?
  2. Bagaimana kita harus saling mengasihi?
  3. Kita dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, apakah itu?
  4. Apa yang akan tetap untuk selama-lamanya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Kelahiran kembali kita sebagai bentuk dari iman percaya kita akan pengorbanan Yesus diatas kayu salib seharusnya mentransformasi seluruh kehidupan kita.

Seperti yang kita baca dari perikop hari ini, kita dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana yaitu firman Allah, yang hidup dan kekal.

Firman Allah yang hidup dan kekal itulah yang tertanam dalam hidup kita dan tentunya terus bertumbuh semakin dewasa dan kuat mentrasformasi pola pikir dan tindakan kita.

Pola pikir kita berubah mengikuti waktu seiring dengan hubungan kita dengan Bapa, kita semakin mengerti apa yang menjadi kehendak Bapa dalam hidup kita.

Pola pikir yang berubah akan mengubah juga respon atau tindakan kita terhadap peristiwa demi peristiwa yang kita alami.

Sama seperti Yesus yang mengenal Bapa dan taat menjalankan misi Bapa untuk Dia harus mati di atas kayu salib demi menebus dosa-dosa manusia, demikian juga kita semakin memahami mengapa harus menderita karena namaNya.

Kedewasaan rohani kita memperlihatkan bagaimana benih itu telah bertumbuh dan semakin kuat mengubah hidup kita.

Pada akhirnya penderitaan atau aniaya karena kebenaran dan karena nama Yesus tentu tidak akan menggoyahkan iman kita.

Petrus telah mengalami hal ini, dari seorang yang takut akan aniaya menjadi pemberani memberitakan Injil Kerajaan meskipun harus mengalami penderitaan hingga akhir hidupnya.

Bagaimana dengan kita? Pastikan bahwa benih firman Allah itu terus bertumbuh dalam kehidupan kita, sehingga hari demi hari kita menjadi semakin kuat dan serupa dengan Kristus.

“Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” (1 Petrus 2:19-21).

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yesaya 54-58

Selasa, 8 Agustus 2023

JANGAN KUATIR

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 10:19-23

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa kita tidak perlu kuatir ketika pada hari terakhir kita dihadapakan kepada penguasa?
  2. Siapa yang akan membantu kita berkata-kata?
  3. Mengapa kita sebagai murid Kristus akan dibenci semua orang pada masa itu?
  4. Apa yang terjadi bila kita bertahan dengan iman kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Kekuatiran untuk dianiaya karena pengakuan iman kita adalah hal yang Tuhan ingatkan pada kita bahwa peristiwa tersebut pasti akan terjadi.

Kekuatiran adalah bentuk intimidasi yang dapat membuat seseorang meninggalkan imannya pada Yesus. 

Pada hari-hari terakhir seperti dikatakan dalam perikop yang kita baca hari ini murid-murid Kristus akan diserahkan kepada penguasa dan dibenci banyak orang oleh karena namaNya.

Kita percaya bahwa Yesus berkata tentang hal tersebut bukan untuk menakut-nakuti murid-muridNya, namun untuk mereka siap menghadapi hal tersebut dan agar mereka tahu bahwa murid-murid tidak sendiri, mereka disertai Roh Bapa.

Pada dasarnya setiap murid Kristus pasti akan mengalami penderitaan oleh karena namaNya tidak hanya pada hari-hari terakhir, namun kita tahu dan mendengar hari-hari ini beberapa orang Kristen tidak sedikit mengalami intimidasi karena nama Yesus.

Yesus mengingatkan agar kita tidak kuatir ketika peristiwa itu terjadi, “Janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu saat itu juga” (Matius 10:19b).

Kita tidak perlu kuatir akan bagaimana nanti itu terjadi, Tuhan berjanji bahwa Roh Kudus akan membantu kita untuk berkata-kata dan bertindak menghadapi hal tersebut.

Yesus pernah berkata: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Lukas 9:23).

Kita tidak tahu apakah pada masa kesesakan itu nanti kita masih ada di dunia, namun sejatinya sejak kita mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka kita harus siap memikul salib.

Sama seperti Yesus yang memikul salib karena dosa dan pelanggaran kita, sebagai pengkut Kristus kita memikul salib sebagai bentuk penderitaan karena kebenaran dan karena namaNya.

Memikul salib bagi kita adalah mati bagi diri sendiri untuk taat mengikuti apa yang menjadi kehendak Tuhan, sama seperti Yesus yang taat memikul salib untuk menyelesaikan kehendak Bapa.

Jangan kuatir bila kita menderita karena kebenaran dan karena namaNya, Roh Kudus akan mengaruniakan hikmatNya agar kita dapat mengucapkan perkataanNya dan bertindak sesuai kehendakNya.

Apakah saudara sedang mengalami penderitaan karena sesuatu hal yang benar yang saudara lakukan?

Jangan kuatir dan jangan takut akan intimidasi yang saudara terima, peganglah janjiNya bahwa Dia akan mengaruniakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menghadapi semuanya itu.

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yesaya 49-53

Senin, 7 Agustus 2023

BERTAHAN SAMPAI KESUDAHAN

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 24:10-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah banyak orang yang akan murtad pada hari-hari terakhir?
  2. Siapa yang akan menyesatkan banyak orang pada masa itu?
  3. Apa yang menyebabkan kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin?
  4. Apa yang terjadi bila kita dapat bertahan sampai pada kesudahannya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sama sepeti suatu tubuh yang sering dilatih untuk menahan beban berat yang terukur akan menjadi semakin kuat dan memiliki daya tahan yang baik demikian juga manusia rohani kita yang terlatih dengan berbagai tantangan penderitaan karena namaNya.

Paulus tercatat menyampaikan kebenaran Firman Tuhan tentang hal ini kepada jemaat Korintus: “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak”(1 Korintus 9:27). 

Paulus adalah contoh bagaimana murid Kristus bertahan menghadapi berbagai tekanan dan intimidasi.

Penderitaan Paulus dalam memberitakan Injil Kerajaan jelas tidak ringan, kita bisa lihat di 2 Korintus 11:24-26 “Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.” 

Kita mungkin belum pernah mengalami penderitaan seperti Paulus, namun kita bisa belajar bagaimana Paulus bisa bertahan dan tidak berhenti dalam pelayanan.

Pertama, Paulus taat kepada panggilan yang Tuhan berikan, bahkan hingga kepada Raja Agripa Paulus berani menyatakan ketaatannya kepada Tuhan, “Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat.” (Kisah Para Rasul 26:19).

Kedua, Paulus melatih tubuhnya dan menguasainya seluruhnya. Roh penurut tetapi daging lemah, Paulus menyadari bahwa kesakitan, intimidasi, hambatan dan semua penderitaan secara fisik dan mental dapat membuatnya berhenti dan menyerah.

Tuhan membawa Paulus bertahap menghadapi berbagai tantangan, Tuhan pasti tahu bagaimana membawa Paulus menjadi rasul yang tangguh menghadapi berbagai tantangan dan intimidasi, dan yang penting Paulus melakukan bagiannya untuk setiap terhadap panggilan Tuhan.

Hari ini kita hidup di masa yang relatif lebih baik daripada masa dimana Paulus hidup waktu itu, namun Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita semua gambaran penderitaan yang akan dialami kita sebagai murid Kristus pada hari-hari terakhir.

Siapkah kita menghadapi masa-masa itu? Jika karena apa yang kita alami tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan dan kita menjadi kecewa bagaimana kita dapat menjadi kuat?

Tetaplah mengingat panggilan dan janji Tuhan yang pernah Tuhan berikan kepada kita dan setia dengan panggilan itu sekalipun banyak tantangan, karena itu melatih iman kita.

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yesaya 45-48