FIRMAN TUHAN TETAP UNTUK SELAMANYA

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 PETRUS 1:22-25

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang membuat kita dapat mengamalkan kasih persaudaraan?
  2. Bagaimana kita harus saling mengasihi?
  3. Kita dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, apakah itu?
  4. Apa yang akan tetap untuk selama-lamanya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Kelahiran kembali kita sebagai bentuk dari iman percaya kita akan pengorbanan Yesus diatas kayu salib seharusnya mentransformasi seluruh kehidupan kita.

Seperti yang kita baca dari perikop hari ini, kita dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana yaitu firman Allah, yang hidup dan kekal.

Firman Allah yang hidup dan kekal itulah yang tertanam dalam hidup kita dan tentunya terus bertumbuh semakin dewasa dan kuat mentrasformasi pola pikir dan tindakan kita.

Pola pikir kita berubah mengikuti waktu seiring dengan hubungan kita dengan Bapa, kita semakin mengerti apa yang menjadi kehendak Bapa dalam hidup kita.

Pola pikir yang berubah akan mengubah juga respon atau tindakan kita terhadap peristiwa demi peristiwa yang kita alami.

Sama seperti Yesus yang mengenal Bapa dan taat menjalankan misi Bapa untuk Dia harus mati di atas kayu salib demi menebus dosa-dosa manusia, demikian juga kita semakin memahami mengapa harus menderita karena namaNya.

Kedewasaan rohani kita memperlihatkan bagaimana benih itu telah bertumbuh dan semakin kuat mengubah hidup kita.

Pada akhirnya penderitaan atau aniaya karena kebenaran dan karena nama Yesus tentu tidak akan menggoyahkan iman kita.

Petrus telah mengalami hal ini, dari seorang yang takut akan aniaya menjadi pemberani memberitakan Injil Kerajaan meskipun harus mengalami penderitaan hingga akhir hidupnya.

Bagaimana dengan kita? Pastikan bahwa benih firman Allah itu terus bertumbuh dalam kehidupan kita, sehingga hari demi hari kita menjadi semakin kuat dan serupa dengan Kristus.

Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” (1 Petrus 2:19-21).

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yesaya 54-58