Rabu, 31 Mei 2023

TIDAK LALAI MEMBERITAKAN MAKSUD ALLAH

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 20:25-28

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Menurut Saudara apa yang ingin Paulus tekankan dalam perpisahannya?
  2. Apa keyakinan Paulus dalam pekerjaannya memberitakan maksud Allah?
  3. Apa nasihat Paulus bagi para penatua di Efesus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, mari sejenak kita membayangkan diri kita berada di posisi akan berpisah selamanya dengan orang yang kita kasihi.

Kira-kira apakah yang akan kita sampaikan kepada mereka?


Rasul Paulus berada pada posisi ini. Dia mengucapkan perpisahan kepada para penatua jemaat di Efesus, perpisahan terakhir.

Ia memiliki firasat bahwa kepergiannya ke Yerusalem akan mengalami banyak sengsara dan mungkin tidak akan bertemu lagi dengan mereka.

Satu hal yang Paulus tegaskan adalah bahwa ia tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepada jemaat di Efesus.

Selama tiga tahun, siang malam, dengan tiada hentinya ia menasihati mereka dengan mencucurkan air mata.

Dalam memberitakan maksud Allah Paulus bukan hanya berkata-kata tapi ia sungguh-sungguh memberikan seluruh hati dan hidupnya, serta berusaha memberikan teladan dan menjaga kesaksiannya. Itulah sebabnya ia sangat dikasihi oleh para penatua dan jemaat di Efesus.

Saudara, bagaimanakah kita dapat meneladani Paulus yang tidak lalai dalam memberitakan seluruh maksud Allah kepada orang-orang yang kita layani?

Ingatlah bahwa orang yang kita layani bukan terbatas hanya anak PA, tapi juga semua orang yang terhubung dengan kita: keluarga, teman, rekan kerja, dan rekan pelayanan.

Pertama-tama, kita perlu memastikan bahwa kita terus bertumbuh untuk mengenal maksud Allah itu sendiri karena bagaimanakah kita dapat memberitakan sesuatu yang tidak kita mengerti atau bahkan tidak kita minati?

Apakah maksud Allah menjadi sesuatu yang benar-benar penting dalam hidup kita, atau kita lebih sibuk mencari maksud pribadi kita sendiri?

Kedua, saat kita sudah mengerti maksud Allah dalam suatu perkara, maka kita perlu belajar untuk konsisten dan menerapkannya pertama-tama dalam hidup kita sendiri, lalu memberitakannya kepada orang-orang yang kita kasihi sebagai suatu kesaksian dan pernyataan kasih.

Mari Saudara, kita praktekan kedua hal ini dalam hidup kita dan biarlah Allah memakai kita untuk menjadi alat kasihNya bagi banyak orang.

Dalam hal apakah Saudara perlu belajar untuk menerapkan maksud Allah secara konsisten? Renungkanlah dan diskusikanlah dengan rekan persekutuan Saudara agar Saudara bisa mempraktekannya.

Pembacaan Alkitab Setahun

Esther 6-10

Selasa, 30 Mei 2023

HAL KERAJAAN SORGA SEUMPAMA PUKAT

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 13:47-51

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Seumpama apakah kerajaan Sorga digambarkan dalam perikop ini?
  2. Apa yang malaikat lakukan di akhir zaman?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Perumpamaan tentang pukat hanya terdapat di kitab Matius.

Yesus menggunakan perumpamaan ini bagi murid-muridNya yang sebagian besar adalah nelayan.

Para pendengar memahami maksud cerita tersebut karena berhubungan dengan mata pencaharian mereka.

Ia berbicara dengan bahasa mereka sehingga bisa mengkomunikasikan sebuah kebenaran rohani secara efektif.

Pukat adalah alat jala yang digunakan untuk menangkap ikan.

Umumnya tinggi jala kira-kira dua meter dan panjangnya lebih dari seratus meter.

Bagian atas jala ditahan oleh beberapa pelampung, dan bagian bawahnya diberi beban.

Dengan menggunakan pukat, maka para nelayan akan mendapat berbagai jenis ikan dengan berbagai ukuran.

Bukan semua hasil tangkapan adalah ikan yang baik.

Itu sebabnya perlu melakukan sortir atau pemisahan setelah tangkapan tersebut.

Penyortiran ini menggambarkan apa yang akan terjadi di hari penghakiman, dimana malaikat Allah akan memisahkan orang jahat dari orang benar.

Ya, orang-orang jahat dan benar sebelumnya berada di tempat yang sama, di dunia ini.

Mereka mengalami perlakuan yang sama, tertangkap oleh jala, tetapi hasil akhirnya berbeda.

Apakah yang diajarkan perumpamaan ini? Kita sebagai pengikut Yesus, perlu pergi dan melakukan tugas kita sehari-hari.

Bersaksilah kepada teman-teman dan siapapun orang yang terhubung dengan kita.

Pemberitaan Injil ditujukan kepada semua orang, tetapi kita tidak bisa menentukan pertobatan seseorang, karena ada kehendak bebas setiap orang untuk mau menerima Injil.

Tebarkan saja jalanya, biarkan Roh Kudus bekerja, dan pada akhirnya biarlah penghakiman Tuhan yang melakukan sortir.

Perumpamaan ini juga menjadi suatu peringatan bagi kita, agar jangan sampai pada masa akhir jaman ternyata tidak memiliki kualitas yang baik.

Bahkan bisa jadi menjadi bagian dari ikan-ikan yang tersortir atau jahat oleh karena benih Firman yang tidak bertumbuh dalam hati kita.

Kepada siapakah Saudara perlu menebarkan jala Injil hari ini? Selidikilah juga hati Saudara sendiri, apakah Firman Tuhan bertumbuh dalam hati Saudara?

Pembacaan Alkitab Setahun

Esther 1-5

Senin, 29 Mei 2023

KETAHANAN DAN KESAKSIAN

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 24:9-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana keadaan di akhir zaman?
  2. Apa yang menyebabkan kasih kebanyakan orang menjadi dingin?
  3. Apa yang harus terjadi dahulu sebelum tiba kesudahan zaman?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, kita hidup pada masa dimana tanda-tanda zaman semakin nyata.

Perang terus terjadi, bencana alam, penyesatan semakin banyak, dan kasih kebanyakan orang menjadi semakin dingin.

Hari ini atas nama hak asasi manusia dan kebebasan berbicara, banyak orang membenarkan perkataan dan gaya hidupnya sendiri.

Gerakan LGBTQ semakin meluas, kejahatan online semakin tidak terbatas, perzinahan dan perceraian menjadi sesuatu yang marak terjadi.

Bagaimana kita sebagai umat Tuhan, harus hidup menghadapi tantangan ini?

“Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (Matius 24:13).

Setiap manusia sama-sama mengalami proses hidup dan pilihan untuk meresponinya.

Tahukah saudara, kalau kita sebenarnya tidak menjadi kuat atau lemah secara tiba-tiba?

Kasih kita juga tidak tiba-tiba dingin atau panas begitu saja.

Semua ada prosesnya. Respon demi respon yang kita berikan memperkuat hasilnya.

Ketika kita merasa tersakiti, kita sebenarnya punya pilihan, apakah mau mengampuni dan menyerahkan kepada Tuhan perkaranya, atau terus mengingat kesalahan dan mencari keadilannya sendiri.

Ketika kita mengalami kesulitan finansial, kita punya pilihan untuk tetap hidup jujur dan berhemat, atau berkompromi dalam korupsi dan tetap mempertahankan gaya hidup mewah.

Proses meresponi inilah yang membutuhkan “ketahanan”.

Ini seperti seorang atlet yang sedang bertanding dan sudah lelah, perlu ketahanan untuk terus berjuang menyelesaikan pertandingannya.

Namun perbedaan dalam hidup, kita tidak bisa memperkirakan dan kita tidak tahu waktu hidup kita.

Kabar baiknya, dalam Tuhan kita tidak sekedar bertahan dengan kekuatan sendiri.

Bahkan saat kita bertahan maka kemenangan dalam Tuhan adalah pasti kita terima.

Inilah yang menjadi kesaksian.

Injil Kerajaan akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa.

Apa yang menjadi kesaksian? Ketika Injil itu menjadi nyata: ketika umatNya bisa berdiri di atas imannya sekalipun dunia menawarkan hal yang berbeda.

Saudaraku, bagaimana keadaanmu hari ini?

Apakah dapat dikatakan hidupmu sedang bertahan dan menjadi kesaksian bagi orang lain?

Maukah Saudara mengarahkan fokus untuk tetap memandang kepada Tuhan Yesus dan mendapatkan kekuatan untuk bertahan?

Saudara, mari kita menjadi orang-orang yang bertahan dan menyatakan Injil Kerajaan menjadi suatu kesaksian bagi orang-orang di sekitar kita.

Bukan dengan kuat dan gagah kita sendiri, tapi dengan kekuatan dan kasih karunia Allah, kita dimampukan.

Adakah hal dalam hidup Saudara yang hari ini membutuhkan ketahanan? Diskusikanlah dengan rekan persekutuan Saudara bagaimana Saudara bisa bertahan dan menjadi kesaksian?

Pembacaan Alkitab Setahun

Nehemia 12-13

Minggu, 28 Mei 2023

PERGI DAN BERITAKAN KERAJAAN SORGA

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 10:7-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa perintah Yesus kepada murid-muridNya saat mengutus mereka?
  2. Mengapa para murid perlu memberikan dengan cuma-cuma?
  3. Apa yang perlu murid-murid lakukan saat pertama kali masuk ke suatu kota atau desa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Perintah Yesus kepada murid-murid untuk pergi dan menjadikan semua bangsa sebagai muridNya dikenal juga sebagai AMANAT AGUNG.

Banyak sekali kisah-kisah para misionaris yang rela pergi ke pedalaman, mengorbankan segalanya demi visi amanat agung tersebut.

Ada Jim Elliot yang pergi ke suku Waodani, Indian.

Ada Adoniram Judson, seorang misionaris yang pergi ke Burma.

Ada Jim Yost, misionaris Amerika yang menjangkau suka Sawi, Papua, dan masih banyak lagi.

Selain daftar para misionaris yang tercatat, ada banyak misionaris lain yang tidak tercatat.

Orang-orang Indonesia yang pergi ke suku-suku di Indonesia demi memberitakan kabar baik.

Orang-orang yang bahkan ditolak dan diusir oleh keluarganya karena Injil.

Ini menimbulkan pertanyaan, mengapa ada orang-orang Kristen yang mengenal Injil dan hidup biasa-biasa saja, bahkan tetap dikuasai oleh dosa dan ego sehingga tidak menjadi kesaksian, sementara ada orang-orang Kristen lain yang rela memberikan segala-galanya demi Injil?

Saudaraku, marilah kita merenungkan kembali hidup kita.

Bagaimana kita memandang Injil? Bagaimana kita menghargai amanat Agung?

Apakah betul amanat yang Yesus berikan sungguh-sungguh kita pandang sebagai sesuatu yang Agung?

Kata “Agung” tidak pernah disematkan untuk sesuatu yang biasa-biasa saja.

Kata Agung selalu disandingkan dengan suatu kebesaran, keistimewaan, sesuatu yang dinanti-nantikan dan dipersiapkan sebaik mungkin.

Amanat agung adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang mengalami keagunganNya.

Jadi jika Injil hanyalah sebuah informasi dan bukan betul-betul kabar baik bagi kita, bagaimana kita bisa punya hati untuk membagikannya kepada orang lain?

Hari ini kita semua bisa melakukan visi amanat agung.

Di tempat kita masing-masing maupun seperti para misionaris yang pergi memberitakan Injil ke daerah lain.

Karena dimana kita berpijak, disitu ada orang yang butuh Injil.

Ada orang yang butuh melihat bahwa kerajaan Sorga itu sungguh ada dan nyata.

Apakah kita menjadi orangnya yang memberitakan kerajaan Sorga bagi mereka?

Mulailah berdoa bagi mereka yang Saudara kenal, agar mereka mengenal Injil melalui hidup Saudara.

Berdoalah agar Saudara beroleh visi Amanat Agung dan pikirkanlah siapa orang-orang di sekitar Saudara yang butuh mendengarkan Injil? Doakan dan beritakanlah kepada mereka.

Pembacaan Alkitab Setahun

Nehemia 10-11

Sabtu, 27 Mei 2023

DIHIDUPKAN DALAM PERSEKUTUAN DENGAN KRISTUS

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 KORINTUS 15:22-26

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana kita dihidupkan kembali dengan Kristus?
  2. Apa yang terjadi pada saat kesudahan zaman?
  3. Apakah musuh yang terakhir yang dibinasakan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, kita tahu bahwa sebelum Lahir Baru, kita adalah orang-orang yang mati secara rohani; hidup terikat oleh dosa dan hawa nafsu, terikat kepahitan dan kekecewaan, ketakutan dan keraguan akan masa depan, tidak ada damai dan sukacita.

Kematian secara rohani terjadi karena persekutuan kita dengan Adam melalui dosa asal.

Sebaliknya, ketika Lahir Baru, kita dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.

Apa artinya “bersekutu”? Apakah ini maksudnya ketika kita melakukan berbagai aktivitas rohani?

seperti pergi ke gereja, membaca Firman Tuhan, memberi persembahan, dan ikut pelayanan berarti kita sedang bersekutu?

Setiap kita adalah bagian dari satu keluarga.

Namun, kita bisa mengevaluasi apakah berada dalam satu keluarga, tinggal dalam satu rumah bersama, dan melakukan aktivitas bersama otomatis menjadikan kita sudah bersekutu dan merasa keluarga?

Jika benar hal itu terjadi, tentu tidak ada anak-anak muda yang merasa kesepian dan lari kepada pergaulan bebas.

Tidak akan ada perselingkuhan karena salah satu atau kedua pasangan tidak lagi bisa berkomunikasi.

Bersekutu menunjukkan satu hubungan yang mendalam antara pribadi dimana bukan hanya fisik yang hadir, tapi hati dan pikiran pun terjalin.

Bahkan dalam persekutuan yang lebih dalam, terjadi pertukaran dimana kedua pribadi menjadi lebih saling memahami dan mengasihi.

Dalam hal persekutuan kita dengan Tuhan, Dia tentu mengerti pribadi kita.

Dia tahu yang terbaik dan selalu menginginkan yang terbaik bagi kita.

Namun kita yang seringkali kurang mengenal Dia, sehingga kita perlu belajar untuk mendengar suaraNya dan mengerti hatiNya.

Pertama kali kita “dihidupkan” ketika kita menerima anugerah keselamatan yang diberikanNya.

Hidup kita yang tadinya hancur oleh dosa, tidak berpengharapan karena menuju kepada kematian kekal, menjadi berpengharapan karena karya Yesus di kayu Salib.

Namun, bagaimana keadaan dalam perjalanan rohani kita? apakah hingga saat ini kita masih mengalami persekutuan yang menghidupkan itu?

Apakah Saudara mengalami saat-saat dimana ketika mengalami putus asa, lalu mendengar sebuah ayat atau sebuah lagu pujian, kemudian hati Saudara seperti melonjak dibangkitkan kembali?

Pada saat seperti itu, sebenarnya masalah yang Saudara hadapi masih ada, keadaan belum berubah, tetapi ada pengharapan yang muncul, ada kekuatan yang dirasakan sehingga pikiran Saudara yang tadinya buntu dan gelap tidak lagi merasakan kegelapan tersebut.

Saudaraku, bagaimana keadaan saudara saat ini? Adakah hal tertentu yang menghalangimu mengalami persekutuan dengan Tuhan?

Saudara, mari terus mengalami persekutuan dengan Kristus yang menghidupkan itu.

Apapun masalah kita, Bapa rindu untuk menghidupkan kita karena kuasa kebangkitanNya ada ada dalam kita.

Apa hal yang hari ini meresahkan dan membuat Saudara tidak bersemangat? Diskusikanlah dengan pembimbing Saudara dan berdoalah agar Saudara mengalami kuasa kehidupanNya.

Pembacaan Alkitab Setahun

Nehemia 8-9