Minggu, 10 September 2023

SEISI RUMAH YANG BERIBADAH KEPADA TUHAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOSUA 24:14-16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana cara kita beribadah kepada Tuhan?
  2. Jika kita tidak beribadah kepada Tuhan, maka sebenarnya kita sedang beribadah kepada siapa?
  3. Siapa yang disembah oleh orang Amori?
  4. Yosua berkomitmen untuk apa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara yang kekasih, ketika kita percaya kepada Yesus sebagai Juru Selamat dan Tuhan, maka kepada kita dianugerahkan Roh Kudus yaitu Roh Allah.

Ini adalah pengalaman kita di zaman perjanjian baru atau di zaman anugerah.

Dulu ketika orang Israel di zaman Yosua, orang-orang yang percaya kepada Yahwe tidak di diami oleh Roh Allah.

Mereka bergaul dengan Allah dan percaya kepada Allah dan Roh Allah ada menyertai mereka.

Roh Allah dalam wujud tiang awan pada siang hari yang menutupi sinar matahari sehingga mereka tidak hangus di sengat oleh sinar matahari gurun pasir.

Roh Allah juga dalam wujud tiang api pada malam hari yang menjadi penerang dan sumber kehangatan pada waktu dinginnya udara malam gurun pasir.

Jadi, Roh Allah hadir di luar tubuh mereka dan di bait Allah.

Namun, sekarang Roh Allah hadir dalam tubuh kita sehingga kita disebut bait Allah.

Ketika Yosua hendak mengakhiri masa tugasnya, dia sangat ingin mengingatkan umat Tuhan  agar mereka benar-benar beribadah kepada Yahwe yaitu Tuhan yang telah melepaskan mereka dari perbudakan mesir.

Yosua mengumpulkan umat Israel dan membuat komitmen di depan Tuhan dan umat Israel.

Dia mengajak semua umat Israel untuk membuat komitmen untuk beribadah kepada siapa, illah atau Allah yang akan mereka sembah.

Yosua 24:15-25 ”Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Lalu bangsa itu menjawab: “Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain! Sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mujizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui, TUHAN menghalau semua bangsa dan orang Amori, penduduk negeri ini, dari depan kita. Kamipun akan beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah kita.” Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: “Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu. Apabila kamu meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada allah asing, maka Ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik kepada kamu serta membinasakan kamu, setelah Ia melakukan yang baik kepada kamu dahulu.” Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: “Tidak, hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah.” Kemudian berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kamulah saksi terhadap kamu sendiri, bahwa kamu telah memilih TUHAN untuk beribadah kepada-Nya.” Jawab mereka: “Kamilah saksi!” Ia berkata: “Maka sekarang, jauhkanlah allah asing yang ada di tengah-tengah kamu dan condongkanlah hatimu kepada TUHAN, Allah Israel.” Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua: “Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan.” Pada hari itu juga Yosua mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem.”

Saudara, Yosua mengajak semua umat Israel membuat perjanjian bahwa umat Israel akan beribadah hanya kepada Tuhan, Allah Israel saja dan tidak beribadah kepada berhala-berhala yang disembah oleh orang-orang di seberang sungai Efrat dan allah-allah yang disembah oleh orang Amori.

Saudara, bagaimana dengan kita hari ini, adakah kita beribadah hanya kepada Allah Bapa melalui Yesus Kristus dengan pertolongan dan arahan Roh Kudus?

atau tanpa sadar kita telah menyembah illah lain yang kita berhalakan? Apapun yang menyebabkan kita tidak lagi memperioritaskan Tuhan adalah berhala.

Saudara, mari perhatikan kehidupan kita supaya seisi rumah kita benar-benar beribadah kepada Yesus Kristus, kehidupan kita sebagai orang percaya yang hidup dalam penyembahan kepada Tuhan dan Yesus Kristus telah hidup dalam tubuh kita.

Mari serahkan hidup kita dipimpin oleh Dia supaya oleh-Nya kita hidup dalam penyembahan kepada Allah, Bapa Tuhan Kita, Yesus Kristus.

Haleluya, Puji Tuhan, Amen.

Mungkinkah Roh Kristus tinggal di dalam hidup atau tubuh kita, tapi kita menyembah illah lain?

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 34-36

Sabtu, 9 September 2023

PEMBAWA BERITA DAMAI

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 52:7-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Seperti apakah kelihatannya pembawa berita yang mengabarkan kabar baik?
  2. Apa yang terjadi dengan orang-orang yang mengawal pemberita kabar baik?
  3. Apa yang membuat mereka bersorak-sorai?
  4. Apa yang dilihat oleh segala ujung bumi?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, kitab Yesaya yang kita baca hari ini memberikan gambaran betapa indahnya pembawa kabar baik.

Kabar baik adalah berita yang dinantikan dan diharapkan oleh banyak orang yang sedang menantikan pengharapan akan kehidupan atau keadaan yang lebih baik dari kondisi saat ini.

Orang-orang yang mengalami tekanan penderitaan karena sakit atau  tertawan karena penindasan dan ancaman akan menantikan berita pembebasan dari derita yang mereka alami hari demi hari.

Perikop ini memang berbicara mengenai puteri Sion yang tertawan dan terikat, putri yang seharusnya mengenakan pakain kehormatan namun digambarkan seperti seseorang yang letih tertidur dan berdebu karena mengalami tekanan dan penderitaan.

Pembawa berita memberikan kabar bahwa waktu penyelematan dari Tuhan telah tiba, Tuhan telah menghibur umatNya dan menebus mereka dari tawanan musuh.

Betapa luar biasanya berita yang dibawa oleh pembawa kabar ini.

Hari ini kita diberikan amanat oleh Yesus sebagai pembawa berita damai.

Berita damai yang tidak hanya kita dengar tetapi juga telah kita alami dari kehidupan kita.

Kita tidak hanya sebagai pembawa berita damai tetapi juga saksi bahwa berita itu benar tidak ada dusta, hidup kita yang diubahkan adalah bukti dari berita damai yang kita bawa.

Hari ini kita diingatkan bahwa orang-orang dunia yang belum percaya sejatinya merindukan pembawa kabar baik datang kepada mereka.

Bagaimana dengan Saudara saat ini?

Apakah saudara pernah mendengar berita keselamatan yang dari Tuhan sebelumnya?

Bila sudah, apakah benar hidup Saudara berubah setelah mendengar berita itu?

Bila belum, berdoalah dan teruslah belajar melalui kelompok pemuridan sehingga hidup kita berubah seiring pemahaman kita yang lebih lengkap akan kebenaran FirmanNya.

Bila kita sudah mengalami berkatNya dengan perubahan kehidupan kita, mari kita siap sedia sebagai pembawa kabar damai, karena banyak orang menantikan berita itu dari mulut kita dan juga bukti kebenaran dari berita itu dari kehidiupan kita yang diubahkan oleh Tuhan.

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 31-33

Jumat, 8 September 2023

MEREKA MEMBUTUHKAN KABAR BAIK

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 10:13-16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah orang yang diselamatkan?
  2. Apa yang dirasakan orang yang membawa kabar baik? (ayat 15)
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Seorang penulis Kristen latar belakang muslim yang bernama Nabeel Qureshi (Alm) pernah berkata kalau kita orang Kristen tetapi tidak memberitakan Injil, ada 2 kemungkinan.

Pertama, kita tidak pernah benar-benar percaya bahwa keselamatan ada di dalam Yesus.

Kedua, kalian tidak peduli bila saya “Nabeel” binasa karena tidak pernah mendengar Injil.

Pada umum memang lebih mudah memberitakan Injil kepada orang-orang Kristen “yang belum lahir baru” karena mereka sudah tidak asing dengan nama Yesus.

Hal ini tentunya berbeda, jika memberitakan Injil kepada tetangga kita, teman-teman kantor kita, pimpinan kita, rekan bisnis kita atau orang-orang di luar sana, ada risiko dianggap “pelanggaran hukum” yang dapat kita terima karena label “kristenisasi”.

Peristiwa-peristiwa persekusi dan ketidakadilan karena sebagai minoritas  membuat kita enggan, bahkan tidak berani memberitakan Nama Yesus itu kepada mereka.

Tetapi apakah kendala, resiko dan konsekuensi yang mungkin kita akan hadapi, membuat kita tidak berani memberitakan kabar baik untuk mereka?

Perlu sekali kita meminta pertolongan Roh Kudus, agar kita memiliki belas kasihan dan hikmat dari Dia untuk memberitakan kabar baik itu, jangan sampai resiko dan penolakan pemberitaan injil terjadi karena cara dan waktu kita yang salah dalam menyampaikannya.

Dan apabila kita sudah memberitakannya dengan cara yang benar, waktu yang tepat dengan meminta tuntunan Roh Kudus, namun kita masih saja mengalami penolakan, persekusi bahkan aniaya karena pemberitaan itu, maka kita mengetahui bahwa, kitab Yohanes 15:18-19 sudah menuliskan kepada kita “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.”

Bahkan kita di sebut orang yang berbahagia, jika kita mengalami penolakan, persekusi, ketidakadilan, aniaya, penderitaan, seperti yang di catat dalam injil Matius 5:9-12.

Sesuai dengan pembacaan alkitab kita diatas, dalam kitab Roma 10:14b“Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?”

Mereka, orang yang belum percaya membutuhkan kabar baik dari perbuatan dan mulut kita orang percaya. Mereka butuh Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup mereka.

Sudah berapa banyak orang yang kita beritakan kabar baik selama tahun 2023 ini?
Diskusikan dengan kelompok PA atau teman persekutuanmu, adakah hal yang membuat kita takut untuk memberitakan kabar baik itu? Jika ada bagaimana cara menghadapinya?

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 28-30

Kamis, 7 September 2023

DITEBUS DARI CARA HIDUP YANG SIA-SIA

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 PETRUS 1:18-23

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dari mana kita mewarisi cara hidup kita yang sia-sia?
  2. Dengan apa kita ditebus dari cara hidup kita yang sia-sia?
  3. Siapa yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati?
  4. Bagaimana kita dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus dan ikhlas?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Apakah cara hidup yang sia-sia seperti disebutkan dalam perikop yang kita baca hari ini?

Cara hidup yang sia-sia dapat berupa filsafat-filsafat dunia yang tidak sesuai dengan kebenaran Tuhan, dapat juga berupa adat atau budaya dengan berbagai tradisi yang membawa kita menjauh dari kehidupan yang benar atau segala keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup yang berasal dari kedagingan kita dan membawa kita kepada gaya hidup yang gelap jauh dari terang Firman Tuhan.

Materialisme membawa kepada kita begitu fokus memperhatikan benda atau materi sehingga menahan kita dari kehidupan yang memprioritaskan pertumbuhan  manusia rohani.

Materialisme membuat kita bekerja demi segala hal yang berupa materi sehingga kita melupakan manusia rohani yang memerlukan makanan rohani yang sehat, komunitas rohani yang sehat dan juga pelayanan sebagai bagian dari pertumbuhan manusia rohani.

Narsisisme membuat orang hanya fokus kepada diri sendiri secara berlebihan, memberikan penghargaan “tak terbatas” kepada diri sendiri sehingga semuanya hanya demi kepentingan diri sendiri saja, membuat kita mengabaikan kehidupan orang lain yang seharusnya kita perhatikan.

Adat istiadat dan budaya yang tidak sesuai dengan kebenaran Tuhan juga bisa merupakan bagian dari cara hidup yang sia-sia yang kita warisi dari nenek moyang kita.

Kita memang perlu melestarikan hal-hal baik dari orang tua hingga nenek moyang kita, mereka memiliki pengalaman hidup yang dapat diajarkan agar kita generasi saat ini tidak perlu terjebak dalam kesalahan yang pernah dilakukan oleh mereka.

Namun kita harus memilah juga budaya atau adat istiadat yang dapat membuat kita kompromi dengan hal-hal yang salah atau bahkan hal-hal gelap yang diwarisi dari budaya nenek moyang kita.

Saudara, Kristus telah mati demi menebus kita dari cara hidup sia-sia yang telah berlangsung turun temurun dari generasi ke generasi bahkan juga gaya hidup mengikuti filsafat modern yang salah pada masa kini maupun mungkin pada masa yang akan datang.

Ingatlah bahwa ketika kita mengaku Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat dalam hidup kita, itu berarti kita memutuskan untuk hidup dalam gaya hidup Kerajaan Allah. Kita tidak bisa hidup dengan gaya hidup dunia sementara hari minggu kita beribadah, diajarkan dan mengerti bagaimana gaya hidup Kerajaan Allah itu.

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 25-27

Rabu, 6 September 2023

KRISTUS TELAH MATI KARENA DOSA KITA

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 KORINTUS 15:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang Paulus ingatkan kepada jemaat Korintus dalam perikop yang kita baca?
  2. Apa yang membuat kita diselamatkan?
  3. Apa yang menjadi alasan kematian Kristus?
  4. Apakah Kristus telah dibangkitkan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Kristus telah mati karena dosa kita, kalimat ini mungkin telah sering kita dengar, namun seringkali kita melupakan bahwa ada banyak orang yang belum tentu pernah mendengar berita ini dengan benar.

Informasi apapun saat ini memang mudah kita dapatkan, internet membuat kita gampang mencari informasi yang kita butuhkan, namun kita harus mengakui bahwa apa yang kita cari seringkali hanya informasi yang kita inginkan atau yang kita minati saja.

Sekalipun orang belum percaya melihat tulisan tentang Yesus bisa jadi mereka akan lewati begitu saja, karena bagi orang dunia nama Yesus mungkin tidak penting bagi mereka.

Sekalipun dunia informasi telah sedemikian maju namun Tuhan tetap mempercayakan berita Injil kepada kita orang-orang percaya.

Kita mungkin pernah mendengar kesaksian bagaimana orang dunia mengalami perjumpaan rohani secara supranatural sehingga mereka menjadi orang percaya, namun jumlah ini tidak banyak.

Tuhan rindu menggunakan kita sebagai murid-muridNya menjadi saksiNya yang memberitakan bahwa bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa manusia.

Orang-orang dunia mulai tertarik dengan berita di internet yang mereka lihat tentang Yesus karena pernah mendengar atau melihat kehidupan kita sebagai rekan kerja, sebagai teman, sebagai atasan pernah menyampaikan kabar baik tentang Injil yang menyelamatkan.

Saudara, mari kita memliki suatu kesadaran bahwa sewaktu-waktu kita harus siap memberitakan injil kepada orang-orang disekitar kita karena berita bahwa Kristus telah mati bagi dosa-dosa manusia adalah bukti keseriusan dan kasih Tuhan untuk menebus manusia dari kehidupan mereka yang sia-sia.

Pengorbanan Yesus diatas kayu salib bukanlah suatu peristiwa sejarah biasa tentang penyiksaan dan kematian manusia, tapi suatu berita yang penuh kuasa untuk mengembalikan manusia kepada kemuliaan yang telah Bapa sediakan sejak semula.

Mari kita mengingat selalu bahwa ketika berita ini disampaikan dengan otoritas ilahi maka tidak hanya akan memulihkan kehidupan orang tersebut tetapi juga menyelamatkannya dari kematian kekal. 

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 23-24