Jumat, 23 Februari 2024

TIDAK DAPAT DIHENTIKAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:37-39

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Roma 8:37!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Oleh karena Yesus telah mengasihi kita maka hal apakah yang Dia berikan kepada kita dalam menghadapi segala situasi yang kita alami?
  2. Coba sebutkan kekuatan serta kekuasaan apakah yang akan menghambat kehidupan kita di dalam Tuhan?
  3. Adakah kekuatan dan kuasa yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan menjadikan kita Rumah-Nya yang kuat dan berkarakter Kristus yang tidak dapat dihentikan.

Hal ini direalisasikan melalui setiap janji-janji Tuhan bagi kita.

Ada banyak hal yang kita alami yang dapat menghentikan kita baik pergumulan-pergumulan hidup, dosa, bahkan kuasa si jahat.

Tetapi Tuhan memberi jaminan bahwa kita lebih dari pemenang.

”Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13).

”TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.” (Mazmur 37:23-24).

”Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” (Roma 8:37)

Kunci kemenangan kita terhadap setiap hal yang ingin menghentikan kita adalah kasih Allah yang melimpah kepada kita.

Kita harus memahami bahwa Allah sangat mengasihi kita dengan kasih yang tidak terbatas sehingga tidak ada ketakutan, kekuatiran terhadap apapun yang kita alami baik pencobaan, kuasa si jahat termasuk dosa sekalipun.

Kasih Allah yang memenuhi kita memampukan kita untuk menang terhadap persoalan yang kita hadapi.

”Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7).

”Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.” (1 Yohanes 4:18).

Selain kita memahami bahwa kasih Allah melimpah kepada kita, kita juga harus hidup yang senantiasa memiliki Firman Tuhan dalam setiap persekutuan kita dengan-Nya karena Firman Tuhan yang kita terima dan deklarasikan akan menghasilkan iman dan iman yang Tuhan berikan membuat kita dapat mengalahkan dunia ini sehingga hidup kita tidak terhentikan.

”Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” (1 Yohanes 5:4-5).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara senantiasa hidup dalam nilai kehidupan yang tidak dapat dihentikan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 28-30

Kamis, 22 Februari 2024

NILAI KEKUDUSAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 PETRUS 3:14-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah 1 Petrus 3:15!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal apakah yang harus kita bangun di dalam hati kita untuk mendeklarasikan bahwa Yesus adalah Tuhan?
  2. Jika kita menguduskan Kristus di dalam hati kita maka hati yang bagaimanakah yang selalu terpancar dari kehidupan kita?
  3. Bagaimana sikap perbuatan dan perkataan kita jika kita selalu menguduskan Kristus dalam hati kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Untuk menjadi Rumah Tuhan yang kuat dan berkarakter Kristus, maka kita harus membangun nilai hidup dalam kekudusan.

Dan kekudusan dimulai dari dalam hati kita, dimana hati kita sepenuhnya dimiliki oleh Kristus dimana ketika lahir baru kita memiliki hati yang bersatu dengan Roh Tuhan.

”Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” (1 Korintus 6:17).

Hati kita menjadi tempat bersemayamnya Tuhan pencipta langit dan bumi dan Dia satu-satunya pemiliki kehidupan kita, sehingga kita senantiasa memiliki hati nurani yang murni.

Oleh karena itu kita tidak boleh menodai hati kita dan senantiasa menjaga hati kita.

”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23).

Kita dapat menjagai hati kita dengan kebenaran-kebenaran Firman Tuhan sehingga kita tidak berbuat dosa dan tetap hidup dalam kekudusan Allah.

”Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” (Mazmur 119:11).

Ketika kita senantiasa membangun nilai kekudusan yang dimulai dari hati kita maka kita akan memancarkan kekudusan hidup terhadap orang lain baik melalui perkataan maupun perbuatan.

”Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.” (1 Petrus 3:15).

”Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.” (1 Petrus 2:12).

Hal inilah yang Tuhan inginkan karena rumah Tuhan harus merepresentasikan kekudusan Allah yang dapat dilihat oleh semua orang bahkan dunia melihat Allah sendiri di dalam kehidupan kita.

”Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (1 Petrus 1:14-16).

Kekudusan akan memancarkan terang Kristus dan terang Kristus membawa kita hidup saling mengasihi yang merupakan wujud kehadiran Tuhan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara membangun nilai kekudusan untuk menjadi Rumah Tuhan yang kuat dan berkarakter Kristus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 26-27

Rabu, 21 Februari 2024

NILAI HUBUNGAN DALAM PERSEKUTUAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 1:3-7

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah 1 Yohanes 1:7!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Sebagai orang yang beriman maka persekutuan terhadap siapakah yang paling utama yang harus kita bangun?
  2. Bagaimanakah kehidupan kita jika kita memiliki persekutuan dengan Allah Bapa dan Anak dan Roh Kudus?
  3. Jika kita hidup di dalam terang dan bukan dalam kegelapan maka terhadap siapakah kita beroleh persekutuan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Membangun hubungan adalah inti di dalam Kekristenan termasuk juga kehidupan di dalam Rumah Tuhan, karena hubungan merupakan sifat Allah yang tertinggi dalam konteks kasih.

Dan Tuhan ingin agar kita membangun dan memiliki nilai hubungan untuk menjadi Rumah Tuhan yang sesuai dengan keinginan Tuhan.

Dalam membangun nilai hubungan dalam Rumah Tuhan harus dimulai dari hubungan setiap jemaat kepada Tuhan.

Dan pada dasarnya memang Tuhan ingin agar kita memiliki kesatuan dengan Dia.

“Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 17:21).

”Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.” (1 Yohanes 1:3).

Bukti dari bahwa kita memiliki hubungan dan persekutuan dengan Tuhan adalah bahwa kita hidup di dalam terang, karena di dalam Tuhan tidak ada kegelapan; tidak ada dosa dan tidak menyimpan dosa dalam bentuk apapaun, hidup di dalam kekudusan, baik di dalam pikiran, perasaan, kehendak juga perkataan dan perbuatan.

”Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.” (1 Yohanes 1:6).

Ketika kita memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan maka kita dapat memiliki hubungan yang benar terhadap orang lain, dan hal inilah yang Tuhan inginkan terbangun di dalam Rumah Tuhan dimana setiap jemaat Tuhan memiliki hubungan yang benar satu dengan yang lain dan kita memiliki kuasa persekutuan yang membuat hidup kita selalu mengalami hadirat Tuhan serta berkat Tuhan yang melimpah.

”Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.” (1 Yohanes 1:7).

Dengan demikian untuk dibangunnya nilai hubungan yang benar di dalam Rumah Tuhan haruslah dibangun kasih yang dalam kepada Tuhan dan kasih yang dalam kepada sesama kita dengan demikian kita memenuhi hukum kasih seperti dalam Matius 22:37-39.

Diskusikanlah di dalam komunitas saudara bagaimana saudara membangun nilai hubungan dalam persekutuan di dalam membangun rumah Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 23-25

Selasa, 20 Februari 2024

NILAI KEKELUARGAAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

EFESUS 2:19-22

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dimaksud dengan anggota keluarga Allah?
  2. Apakah dasar hubungan keluarga Allah?
  3. Apakah contoh praktis keluarga Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.” (Efesus 2:19-20).

Dalam kamus Bahasa Indonesia keluarga memiliki arti “ibu dan bapak beserta anak-anaknya; seisi rumah,  orang seisi rumah yang menjadi tanggungan; sanak saudara; kaum kerabat, satuan kekerabatan yang sangat mendasar dalam masyarakat”.

Kalau disimpulkan dengan satu kata, keluarga berarti hubungan sangat dekat, atau hubungan darah.

Sedangkan kekeluargaan menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah perihal (yang bersifat, berciri) keluarga.

Nilai kekeluargaan berarti mengandung ciri atau sifat keluarga.

Salah satu nilai dari GKKD Bandung Pusat adalah kekeluargaan.

Artinya, jemaat GKKD harus bercirikan atau bersifat kekeluargaan.

Hubungan kekeluargaan ini diperoleh dari Allah, karena kita ditebus dengan darah yang sama, memiliki Allah yang sama, memiliki Bapa yang sama.

Sekarang secara rohani kita satu keluarga, keluarga Allah.

Hubungan ini  seharusnya minimal sama dengan hubungan keluarga sedarah.

Saudara, dalam keluarga Allah kita haruslah melakukan: “…kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kolose 3:12-13).

Inilah cara hidup dalam keluarga Allah menurut Kolose 3:12-13.

Secara khusus kesabaran diulangi bukan tanpa maksud. Kesabaran berkaitan erat dengan kemampuan untuk mengampuni.

Sabar ketika mengalami hal yang tidak enak dari saudara, berkaitan dengan hati yang penuh dengan pengampunan.

Kasih Allah dinyatakan dalam pengampunan dosa manusia (pendamaian), “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita”. (1 Yohanes 4:10). 

Wujud kasih yang utama adalah kesediaan mengampuni.

Demikian juga dalam hubungan keluarga Allah, kita harus memiliki hati yang berlimpah dengan pengampunan.

Kalau setiap anggota keluarga hatinya penuh dengan pengampunan, maka tidak akan ada kepahitan dan dendam dalam keluarga.

Inilah dasar penting nilai kekeluargaan, suka mengampuni.  

Renungkanlah, apakah kita memiliki hari yang penuh dengan pengampunan?

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 21-22

Senin, 19 Februari 2024

NILAI ALKITABIAH

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 TIMOTIUS 3:14-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang harus dilakukan Timotius terkait kebenaran?
  2. Apakah kegunaan Alkitab?
  3. Apakah kegunaan mempelajari Alkitab?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Timotius 3:16-17 TB2).

Kalimat “Segala tulisan yang diilhamkan Allah” dalam Alkitab Bahasa Indonesia Terjemahan Baru berubah menjadi “Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah”dalam TB2.

Perubahan ini disebabkan pada terjemahan sebelumnya tersirat bahwa dalam Alkitab ada yang tidak diilhamkan Allah.

Pada terjemahan TB2 dikoreksi.

Ini sejalan dengan versi Bahasa Yunani yang tidak ada kata “yang”.  

Sedangkan penyebutan istilah Alkitab ada dalam Markus 15:28 dan Lukas 4:16.

Alkitabiah menurut kamus Bahasa Indonesia berkenaan dengan kitab.

Dalam Bahasa Inggris, alkitabiah adalah Biblical, yang menurut Merriam webster dictionary memiliki arti “berkaitan dengan Alkitab atau sesuai dengan Alkitab”.

Dapat disimpulkan Alkitabiah adalah seluruh aspek (kehidupan) harus sesuai dengan Alkitab.

Oleh karena itu, setiap orang Kristen harus mempelajari Alkitab dengan benar supaya dapat dijadikan dasar kehidupan.

Alkitab adalah ilham Allah kepada si penulis, namun ditulis dengan bahasa dan budaya setempat.

Oleh karena itu saat mempelajari Alkitab, kita sangat memerlukan Roh Kudus untuk memahaminya.

Namun demikian, karena Alkitab ditulis dalam budaya dan bahasa tertentu, kita juga perlu mempelajari sejarah kitab-kitab yang akan kita baca tersebut, sehingga kita tidak kehilangan konteks.

Saudara, Alkitabiah dimulai dengan pemahaman Alkitab yang benar dan pengajaran yang benar, dan pada akhirnya akan menjadi praktik hidup yang benar. 

Untuk itu kita perlu menyediakan waktu dan pikiran untuk mempelajari Alkitab, dan membangun pola pikir yang sesuai Alkitab.

Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi” (Kolose 3:2).

Kata pikirkan dalam Bahasa Yunani memiliki pengertian “berpikir yang mendalam sampai menjadi opini pribadi dan dilakukan atau bertindak dengan opioni tersebut”. 

Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana membangun pola pikir alkitabiah.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 18-20