NILAI KEKELUARGAAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

EFESUS 2:19-22

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dimaksud dengan anggota keluarga Allah?
  2. Apakah dasar hubungan keluarga Allah?
  3. Apakah contoh praktis keluarga Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.” (Efesus 2:19-20).

Dalam kamus Bahasa Indonesia keluarga memiliki arti “ibu dan bapak beserta anak-anaknya; seisi rumah,  orang seisi rumah yang menjadi tanggungan; sanak saudara; kaum kerabat, satuan kekerabatan yang sangat mendasar dalam masyarakat”.

Kalau disimpulkan dengan satu kata, keluarga berarti hubungan sangat dekat, atau hubungan darah.

Sedangkan kekeluargaan menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah perihal (yang bersifat, berciri) keluarga.

Nilai kekeluargaan berarti mengandung ciri atau sifat keluarga.

Salah satu nilai dari GKKD Bandung Pusat adalah kekeluargaan.

Artinya, jemaat GKKD harus bercirikan atau bersifat kekeluargaan.

Hubungan kekeluargaan ini diperoleh dari Allah, karena kita ditebus dengan darah yang sama, memiliki Allah yang sama, memiliki Bapa yang sama.

Sekarang secara rohani kita satu keluarga, keluarga Allah.

Hubungan ini  seharusnya minimal sama dengan hubungan keluarga sedarah.

Saudara, dalam keluarga Allah kita haruslah melakukan: “…kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kolose 3:12-13).

Inilah cara hidup dalam keluarga Allah menurut Kolose 3:12-13.

Secara khusus kesabaran diulangi bukan tanpa maksud. Kesabaran berkaitan erat dengan kemampuan untuk mengampuni.

Sabar ketika mengalami hal yang tidak enak dari saudara, berkaitan dengan hati yang penuh dengan pengampunan.

Kasih Allah dinyatakan dalam pengampunan dosa manusia (pendamaian), “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita”. (1 Yohanes 4:10). 

Wujud kasih yang utama adalah kesediaan mengampuni.

Demikian juga dalam hubungan keluarga Allah, kita harus memiliki hati yang berlimpah dengan pengampunan.

Kalau setiap anggota keluarga hatinya penuh dengan pengampunan, maka tidak akan ada kepahitan dan dendam dalam keluarga.

Inilah dasar penting nilai kekeluargaan, suka mengampuni.  

Renungkanlah, apakah kita memiliki hari yang penuh dengan pengampunan?

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 21-22