Jumat, 7 Juni 2024

KEBENARANNYA YANG MEMERDEKAKAN

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 8:31-36

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dikatakan Yesus kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya?
  2. Apa yang kita alami, jika Anak atau Tuhan Yesus memerdekakan kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Perkataan Yesus ayat 31b-32: “Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Perkataan tersebut dilatarbelakangi, pada masa itu banyak orang Yahudi yang belum percaya kepada Yesus dan seiring dengan perjalanan waktu, banyak orang Yahudi sudah percaya kepadaNya.

Kebenaran apakah yang Yesus maksud? Dan Firman manakah yang Yesus maksud?

Yang Yesus maksudkan adalah pengertian tentang kematian di atas kayu Salib, yang membawa kepada penebusan dosa manusia.

Sedangkan kemerdekaan  yang dimaksudkan ayat diatas adalah kebebasan terhadap belenggu dosa.

Saat ini kita telah menjadi umat yang percaya kepada Yesus Kristus, artinya kita menyadari bahwa dosa kita telah diampuni, dan Tuhan ingin kita tetap dalam FirmanNya dengan menjadi murid Kristus.

Secara manusia, untuk tetap di dalam Firman dan sungguh-sungguh menjadi murid Kristus tidaklah mudah.

Namun kesadaran bahwa kita lemah dan butuh pertolongan dari Allah akan mendorong kita untuk mempercayakan hidup kita seluruhnya kepadaNya, serta setia untuk melakukan Firman Tuhan dengan pimpinan dan kekuatan Roh Kudus, disitulah kuasa Tuhan akan nyata dan terus memerdekakan kita.

Pengertian tentang kebenaran yang dimaksud diatas, tentu saja tidak berhenti hanya kepada pengertian tentang Yesus mati di kayu salib yang membawa kepada penebusan dosa manusia.

Namun kebenaran tersebut bisa diartikan dengan lebih dalam dan luas, salah satunya kita memiliki pikiran yang benar, berbicara yang benar dan bertindak yang benar sesuai dengan Firman Tuhan.

Jika orang mengaku percaya tidak setia untuk melakukan hal-hal tersebut maka sesungguhnya dia bukanlah pengikut Kristus yang sejati.

Oleh karena itu, kita butuh pertobatan untuk kembali kepada Firman Tuhan.

Dan jika kita setia melakukan seluruh kebenaran sesuai dengan Firman Tuhan, maka kebenaran tersebut yang akan memerdekakan kita. 

Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan kita, Bagaimana caranya agar kita terus konsisten melakukan setiap kebenaran firman Tuhan dalam hidup kita? Dan apa dampaknya bagi kita?

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 21-23

Kamis, 6 Juni 2024

TUHAN MEMBERI KEKUATAN KEPADA YANG LEMAH

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 40:27-31

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dikatakan oleh bangsa Israel terhadap Allah? (ayat 27b)
  2. Siapa yang memberikan kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya? (ayat 29)
  3. Apa yang dialami atau didapatkan oleh orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sejarah Israel menjadi bangsa yang dipilih oleh Tuhan sejak menjadi budak di Mesir sampai dengan masuk ke tanah Kanaan, merupakan sejarah yang sangat panjang.

Mujizat demi mujizat, pertolongan dan penyertaan Tuhan Allah selalu dialami oleh bangsa Israel, bahkan di saat bangsa Israel memberontak, bebal dan tidak taat kepada Tuhan pun, pertolongan dan penyertaan Tuhan tetap ada untuk mereka.

Akibat ketidaktaatan, ketidaksetiaan serta kedegilan hati mereka pula yang menyebabkan mereka mengalami masa pembuangan di tanah Babel setelah sekian lama menduduki tanah perjanjian.

Atas peristiwa pembuangan tersebut, nabi Yesaya melihat dan mendengar bahwa bangsa Israel, betul-betul mengalami keputusasaan.

Yesaya 40:27 “Mengapakah engkau berkata demikian hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: “Hidupku tersembunyi dari Tuhan dan hakku tidak diperhatikan Allahku?”

Dengan keluhan tersebut, seolah-olah bangsa Israel lupa, bahwa Tuhan sudah sering kali menyertai mereka.

Bercermin dengan keadaan Israel di atas, ketika kita diperhadapkan dengan masalah dan pergumulan, seperti: masalah studi, masalah pekerjaan, bisnis, ekonomi, kesehatan dan lain sebagainya.

Kita banyak mengalami pertolongan, penyertaan bahkan mujizat Tuhan yang luar biasa terjadi kepada kita sehingga kita merasakan kelegaan.

Namun seiring dengan perjalanan waktu, ketika kita kembali diperhadapkan dengan masalah dan pergumulan yang sama, yang pernah kita alami sebelumnya, respon kita sering salah, bahkan sebagian kita pernah berucap: kenapa Tuhan itu tidak ada dan kenapa DIA tidak menolong kita?

Kita seolah-olah lupa bahwa Tuhan Allah yang pernah menolong, menyertai dan membuat mujizat waktu itu.

Kali ini kita merasa bahwa Tuhan “sepertinya” tidak sanggup menolong kita.

Sebab menurut kita masalah dan pergumulan kita saat ini jauh lebih berat dibanding masalah dan pergumulan kita waktu itu.

Hari ini kita diingatkan kembali, bahwa Tuhan Allah yang dahulu pernah melepaskan, menolong dan menyertai bangsa Israel dari tanah Mesir sampai kepada tanah Kanaan, bahkan pada saat Israel dalam masa pembuangan adalah Tuhan Allah yang sama yang terus akan menolong, menyertai kita.

Nantikanlah DIA setiap waktu dan teruslah percaya bahwa Tuhan akan memberi kekuatan kepada yang lemah, seperti yang ditulis di kitab Yesaya 40:31 “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru; mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan kita, yaitu pada saat kita mengalami masalah dan pergumulan dan kita berhasil melaluinya. Seiring dengan perjalanan waktu, ketika kita kembali diperhadapkan dengan masalah yang sama, kenapa respon kita berbeda? Kita cenderung mengeluh bahkan putus asa, seolah-olah lupa bahwa Tuhan Allah yang pernah menolong kita?

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 17-20

Rabu, 5 Juni 2024

LEBIH DARIPADA ORANG-ORANG YANG MENANG

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:35-39

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Adakah orang yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus?
  2. Hal apa yang bisa menyebabkan kita menjadi lebih dari yang menang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Roma 8:37, “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.”

Lebih dari pada orang yang menang, artinya jika dalam suatu pertandingan, pemenangnya adalah yang mendapatkan juara pertama, maka lebih dari pemenang, adalah memperoleh juara yang lebih tinggi dari Sang Juara.

Ada banyak kisah dalam Perjanjian Lama tentang Tuhan yang membawa kemenangan ajaib bagi orang Israel.

Secara logika, Israel bukanlah tandingan musuh-musuhnya. Namun Tuhan mengatakan agar mereka tidak  perlu takut, karena Dia akan berperang demi mereka.

Tuhan meminta Musa untuk membawa umat Israel keluar dari Mesir dan pesan Allah pada Musa, “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (Keluaran 14:14).

Ada peristiwa menarik yang dialami oleh bangsa Israel dalam zaman nabi Elisa dalam Kitab 2 Raja-raja 7.

Bagaimana seluruh pasukan Aram melarikan diri dari perkemahan mereka ketika Tuhan membuat mereka mendengar suara kedatangan pasukan besar.

Bangsa Israel yang dilanda kelaparan akhirnya menjarah perkemahan musuh yang ditinggal kosong.

Mereka tidak hanya diselamatkan dari pasukan yang berusaha menyerang, namun mereka juga mendapat manfaat dari ancaman tersebut, yaitu makanan dan jarahan lainnya.

Bukankah hal itu berarti mereka “lebih dari sekedar pemenang”.

Menjadi lebih dari pemenang berarti ketika kita menghadapi kesulitan, tekanan, cobaan hidup, kita memiliki keyakinan bahwa kita tidak sendirian.

Kita mempunyai Roh Kudus sebagai Penolong.

Ketika kita mendekati lembah kekelaman kita tetap mengetahui bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat terjadi pada kita tanpa izin dari Bapa kita yang mengasihi kita.

Bagaimana kita bisa mencapai tingkat keyakinan, tingkat iman yang demikian.

Itu tidak akan datang dengan tiba-tiba.

Lukas 16:10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”

Tuhan akan mempercayakan kepada kita hal-hal yang mulia, iman yang lebih tinggi, mengalami hal-hal yang lebih besar jika kita setia, taat, konsisten untuk melakukan hal-hal yang jauh lebih sederhana.

Analoginya seperti seorang yang bekerja di sebuah perusahaan.

Pemilik perusahaan akan memberikan kepercayaan yang lebih besar jika pegawainya tersebut mampu melakukan hal-hal yang lebih sederhana.

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang makna “setia pada perkara kecil”.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 14-16

Selasa, 4 Juni 2024

TUHAN MEMBERIKAN JALAN KELUAR DARI PENCOBAAN

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 KORINTUS 10:9-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dimaksud dengan mencobai Tuhan?
  2. Peringatan apakah yang ditujukan bagi yang merasa kuat?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ada perbedaan yang nyata antara pencobaan dan ujian.

Ujian: Allah dapat menguji seseorang dengan tujuan untuk membawa orang tersebut untuk naik kelas ke tingkat yang lebih tinggi.

Misalnya, Allah menguji ketaatan Abraham dengan meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak.

Dan ketaatan Abraham teruji, sehingga dia disebut sebagai Bapa orang beriman. Ayub diijinkan Tuhan untuk diuji iman dan kesetiaannya.

Dan Ayub berhasil melalui masa ujian yang begitu dramatis, hingga Allah memulihkan apa saja yang sempat hilang dalam kehidupan Ayub -Ayub 42:10.

Dalam kasus Abraham, ujian adalah inisiatif Tuhan dan dalam kasus Ayub, ujian adalah inisiatif Setan dengan seijin Tuhan.

Lalu bagaimana dengan pencobaan?

Yakobus 1:13,14 “Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.”

Fakta yang penting: Pencobaan bukan berasal dari Allah, Allah tidak mencobai siapa pun.

Manusia dicobai oleh keinginannya sendiri, ia diseret dan dipikat olehnya.

Daud dicobai oleh keinginannya ketika dia sedang bersantai dan melihat perempuan mandi.

Daud gagal dan jatuh dalam dosa, sekali pun kemudian dia bertobat dan menyesali perbuatannya.

Yusuf digoda juga oleh isteri Potifar, dan Yusuf tidak jatuh ke dalam dosa.

Iblis akan mencobai seseorang dengan memberikan godaan, rayuan, penawaran.

Jenis-jenis godaan tergantung dengan kecenderungan seseorang untuk tertarik. Ada pepatah luhur yang mengingatkan kita untuk tidak tergiur pada Tiga Ta, yaitu: HarTA, TakhTA dan WaniTA.

Dan nasehat itu sesungguhnya masih aktual hingga saat ini.

Jika Daud yang sangat mengasihi Tuhan bisa jatuh karena TA yang ketiga, kita semua juga tidak kebal pada godaan, bujukan, rayuan Iblis yang menggunakan berbagai cara untuk menyebabkan orang jatuh dalam dosa.

Tergoda bukanlah dosa.

Dosa adalah apa yang terjadi ketika seseorang menyerah pada pencobaan.

Berulang kali, Alkitab menantang para pengikut Yesus untuk menolak godaan dengan memberi kita apa yang kita butuhkan untuk mengatasi godaan yang kita hadapi.

Sekali pun kita memiliki segudang kelemahan yang bisa disusupi Iblis untuk menggoda kita.

Tetapi Allah adalah Allah yang setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita.

Pada waktu kita dicobai Ia akan memberikan kepada kita jalan ke luar, sehingga kita dapat menanggungnya.

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan pengalamanmu digoda oleh Iblis dan bagaimana engkau mengatasinya.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 11-13

Senin, 3 Juni 2024

MENGALAHKAN DUNIA

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 5:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah bukti kita mengasihi Allah?
  2. Apakah yang dapat mengalahkan dunia?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

1 Yohanes 5:4  “Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.”

Mengalahkan dunia adalah pernyataan yang sangat kuat.

Jika ini diucapkan oleh atlet, artinya atlet tersebut ingin mengalahkan semua lawan dalam pertandingan tingkat dunia!

Jika ini diucapkan oleh pemilik atau pemimpin perusahaan, maka dia ingin perusahaannya menjadi nomor satu di bidangnya.

Keinginan untuk menjadi yang terbaik, tentu hal yang patut dihargai.

Motivasi seperti itu kerap mendorong seseorang untuk meraih apa yang dicita-citakan.

Lalu apa yang dimaksud dengan Mengalahkan dunia dalam ayat di atas?

Maknanya jelas, oleh iman kepada Tuhan, maka seseorang bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.

Iman itu sangat powerful, bahkan iman sebesar biji sesawi dapat memindahkan gunung! -Matius 17:20.

Dalam kehidupan nyata tentu kita tidak bisa menginginkan semua hal dan berharap dapat memiliki iman untuk memenuhi keinginan tersebut.

1 Korintus 13:13  “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”

Firman Tuhan menyatakan dengan jelas bahwa dari tiga hal tersebut, maka yang paling besar, paling utama adalah Kasih, baru kemudian Pengharapan dan terakhir adalah Iman.

Kasih harus mendahului pengharapan dan iman.

Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama harus mendahului harapan dan iman.

Sehingga sebelum keinginan dan harapan atas apa pun, termasuk untuk “mengalahkan dunia”, maka filter pertama adalah, apakah keinginan dan harapan kita itu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan?

Karena kalau hal itu bertentangan, jelas kita tidak sedang mengasihi Allah.

Dan jika kita sedang tidak mengasihi Allah, maka keinginan dan harapan yang coba kita wujudkan dengan iman, itu keliru!

Misalnya sebagai seorang pegawai dan di kantor sedang ada penawaran untuk promosi.

Sangat wajar jika kita ingin memenangkan persaingan dalam promosi tersebut, dalam hal ini kita mungkin belum “mengalahkan dunia”, tetapi baru dalam tahapan mengalahkan rekan di kantor atau perusahaan.

Dengan demikian, filter pertama adalah: Kasih. Ini untuk memeriksa motif kita, apakah kesempatan ini semata hanya untuk memuaskan keinginan daging, sebagai pembuktian bahwa kita “hebat”.

Jika seperti itu alasannya, maka sebenarnya kita tidak sedang mengasihi Tuhan, tetapi semata untuk memuaskan nafsu dan keinginan saja.

Sehingga bisa jadi untuk memenangkan persaingan, kita bisa melakukan dengan curang, misalnya kasak kusuk dengan bagian HRD atau SDM (Sumber Daya Manusia), agar nilai kita dinaikkan.

Dan jika ini yang kita lakukan, tentu kita sedang mendukakan Roh Kudus.

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan pengalamanmu dalam memenuhi keinginan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 8-10