TUHAN MEMBERI KEKUATAN KEPADA YANG LEMAH

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 40:27-31

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dikatakan oleh bangsa Israel terhadap Allah? (ayat 27b)
  2. Siapa yang memberikan kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya? (ayat 29)
  3. Apa yang dialami atau didapatkan oleh orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sejarah Israel menjadi bangsa yang dipilih oleh Tuhan sejak menjadi budak di Mesir sampai dengan masuk ke tanah Kanaan, merupakan sejarah yang sangat panjang.

Mujizat demi mujizat, pertolongan dan penyertaan Tuhan Allah selalu dialami oleh bangsa Israel, bahkan di saat bangsa Israel memberontak, bebal dan tidak taat kepada Tuhan pun, pertolongan dan penyertaan Tuhan tetap ada untuk mereka.

Akibat ketidaktaatan, ketidaksetiaan serta kedegilan hati mereka pula yang menyebabkan mereka mengalami masa pembuangan di tanah Babel setelah sekian lama menduduki tanah perjanjian.

Atas peristiwa pembuangan tersebut, nabi Yesaya melihat dan mendengar bahwa bangsa Israel, betul-betul mengalami keputusasaan.

Yesaya 40:27 “Mengapakah engkau berkata demikian hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: “Hidupku tersembunyi dari Tuhan dan hakku tidak diperhatikan Allahku?”

Dengan keluhan tersebut, seolah-olah bangsa Israel lupa, bahwa Tuhan sudah sering kali menyertai mereka.

Bercermin dengan keadaan Israel di atas, ketika kita diperhadapkan dengan masalah dan pergumulan, seperti: masalah studi, masalah pekerjaan, bisnis, ekonomi, kesehatan dan lain sebagainya.

Kita banyak mengalami pertolongan, penyertaan bahkan mujizat Tuhan yang luar biasa terjadi kepada kita sehingga kita merasakan kelegaan.

Namun seiring dengan perjalanan waktu, ketika kita kembali diperhadapkan dengan masalah dan pergumulan yang sama, yang pernah kita alami sebelumnya, respon kita sering salah, bahkan sebagian kita pernah berucap: kenapa Tuhan itu tidak ada dan kenapa DIA tidak menolong kita?

Kita seolah-olah lupa bahwa Tuhan Allah yang pernah menolong, menyertai dan membuat mujizat waktu itu.

Kali ini kita merasa bahwa Tuhan “sepertinya” tidak sanggup menolong kita.

Sebab menurut kita masalah dan pergumulan kita saat ini jauh lebih berat dibanding masalah dan pergumulan kita waktu itu.

Hari ini kita diingatkan kembali, bahwa Tuhan Allah yang dahulu pernah melepaskan, menolong dan menyertai bangsa Israel dari tanah Mesir sampai kepada tanah Kanaan, bahkan pada saat Israel dalam masa pembuangan adalah Tuhan Allah yang sama yang terus akan menolong, menyertai kita.

Nantikanlah DIA setiap waktu dan teruslah percaya bahwa Tuhan akan memberi kekuatan kepada yang lemah, seperti yang ditulis di kitab Yesaya 40:31 “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru; mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan kita, yaitu pada saat kita mengalami masalah dan pergumulan dan kita berhasil melaluinya. Seiring dengan perjalanan waktu, ketika kita kembali diperhadapkan dengan masalah yang sama, kenapa respon kita berbeda? Kita cenderung mengeluh bahkan putus asa, seolah-olah lupa bahwa Tuhan Allah yang pernah menolong kita?

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 17-20