Jumat, 22 November 2024

MENGAMPUNI SEPERTI BAPA TELAH MENGAMPUNI KITA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 18:28-35

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Matius 18:35.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana sikap dari hamba yang sudah dibebaskan hutangnya terhadap hamba yang lain, yang hanya berhutang seratus dinar?
  2. Apakah pandangan raja terhadap hamba yang tidak mau menghapuskan hutang dari hamba yang lain yang lebih kecil nilai hutangnya?
  3. Bagaimana sikap Bapa sorgawi jika kita tidak mengampuni saudara kita dengan segenap hati?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Allah menyatakan bahwa manusia adalah orang yang berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah tetapi oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus kita diselamatkan.

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” (Roma 3:23-24).

Karena kita adalah orang berdosa maka sangatlah mungkin kita berbuat salah kepada Tuhan dan orang lain.

Dan ketika kita mengakui dosa kita maka Allah mengampuni kita.

”Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.”  (I Yohanes 1:8-10).

Allah selalu mengampuni kesalahan kita tatkala kita berbuat dosa.

Tuhan ingin mengajarkan kepada kita sebagaimana Dia selalu mengampuni dosa dan kesalahan kita maka Ia ingin agar kita pun mengampuni kesalahan orang lain kepada kita.

”Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” (Matius 6:12).

Apabila kita tidak mau mengampuni kesalahan orang lain maka Allah juga tidak akan mengampuni dosa kita.

”Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:14-15).

”Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” (Markus 11:25).

Allah akan menyerahkan kita kepada si jahat jika kita tidak mau mengampuni kesalahan orang lain.”Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.” (Matius 18:34).

Tetapi jika kita mengampuni kesalahan orang lain maka kita akan dilepaskan daripada yang jahat.”Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.” (Matius 6:13).

Oleh karena itu marilah kita hidup senantiasa mengampuni kesalahan orang lain sebagaimana Yesus telah mengampuni kesalahan kita.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara senantiasa mengampuni kesalahan orang lain karena saudara telah menerima pengampunan dari Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kisah para Rasul 24-26

Kamis, 21 November 2024

MENGAMPUNI SAMPAI TUJUH PULUH KALI TUJUH KALI

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 18:21-27

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Matius 18:22.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Menurut kebanyakan orang atau pada umumnya, berapa kalikah kita mengampuni saudara kita jika ia berbuat dosa kepada kita?
  2. Dan menurut ajaran Yesus kepada kita dan murid-murid-Nya sampai berapa kalikah kita mengampuni saudara kita yang berdosa kepada kita?
  3. Menurut saudara apakah ada batasannya bagi kita untuk mengampuni saudara kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebagai keluarga Allah dalam kehidupan sehari-hari selalu ada interaksi dalam aktivitas yang kita bangun baik dalam komunitas, dalam ibadah-ibadah dan kehidupan-kehidupan sehari-hari.

Dalam interaksi tersebut bisa terjadi salah paham, ketersinggungan dan terluka baik melalui perkataan ataupun perbuatan.

Hal tersebut sangat memungkinkan untuk kita membuat kesalahan kepada saudara kita.

Karena aktivitasnya sangat tinggi sekali maka sangat memungkinkan terjadi kesalahannya cukup banyak sehingga dapat menimbulkan kebencian.

Dan jika hal tersebut tidak diselesaikan atau dibereskan maka akan timbul perpecahan dan putusnya hubungan persaudaraan dalam keluarga Allah.

Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita supaya ketika hal-hal tersebut terjadi maka tidak terjadi kebencian dan perpecahan maka kita harus mengampuni kesalahan saudara kita.

Dan berapa kalipun terjadinya orang yang bersalah kepada kita sejumlah itulah kita harus mengampuni mereka.

“Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” (Lukas 17:3-4).

Mengapa Allah ingin agar kita memiliki hati yang senantiasa mengampuni orang lain? Karena Allah adalah kasih, dimana kasih-Nya tidak terbatas, dimana pengampunan dari pada-Nya senantiasa tersedia bagi orang-orang yang menyesal dan mau bertobat.

“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:1-2).

”TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.” (Mazmur 103:8-13).

”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).

Dengan memahami bahwa kasih Allah tidak terbatas terhadap orang-orang yang berdosa kepada-Nya sehingga diberikan-Nya pengampunan dosa, demikianlah hendaknya kita bersikap untuk senantiasa mengampuni saudara kita berapa kali pun dia berbuat kesalahan terhadap kita.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana pengalaman saudara dalam mempraktekkan pengampunan terhadap saudara seiman sampai tujuh puluh kali tujuh kali atau tidak terbatas.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kisah para Rasul 21-23

Rabu, 20 November 2024

MEMAKAI PERKATAAN YANG BAIK UNTUK MEMBANGUN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

EFESUS 4:29-32

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah akibat dari perkataan yang membangun?
  2. Bagaimana cara membuang kepahitan dalam hidup kita ?
  3. Pengampunan yang kita lakukan harus meniru pengampunan siapa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” (Efesus 4:29).

Saudara, ada dua hal yang dinasehatkan Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus, menggunakan perintah untuk melarang dan untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan perkataan.

Perkataan yang dilarang adalah perkataan yang kotor.

Dalam versi King James disebut “corrupt communication”. Komunikasi atau perkataan yang korup adalah perkataan yang 1) busuk, membusuk 2) rusak karenanya dan tidak layak pakai lagi, usang 3) kualitasnya buruk, jelek, tidak layak pakai, tidak berharga.

Anak-anak Tuhan sudah tidak sepantasnya berkata-kata yang isinya busuk atau membusukkan orang lain, mengatakan hal-hal yang tidak pantas dan tidak berharga.

Sebaliknya anak-anak Tuhan seharusnya menggunakan perkataan yang membangun.

Perkataan yang membangun adalah tindakan seseorang yang mendorong pertumbuhan orang lain dalam hikmat, kesalehan, kebahagiaan, kekudusan Kristen.

Ucapan adalah karunia yang tak ternilai; berkat yang tak terkira nilainya.

Kita dapat berbicara menggunakan perkataan untuk berbuat baik kepada orang lain.

Kita dapat memberi mereka beberapa informasi yang tidak mereka miliki; memberikan beberapa penghiburan yang mereka butuhkan;

memperoleh beberapa kebenaran melalui diskusi yang bersahabat yang tidak kita ketahui sebelumnya, atau mengingatkan dengan teguran yang bersahabat kepada mereka yang berada dalam dosa.

Orang  yang tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memberi manfaat kepada orang lain, tidak akan mungkin mengatakan hal-hal yang akan disesalinya.

Saudara, perkataan yang membangun dapat dipakai Tuhan untuk menyampaikan kasih karunia.

Seseorang yang sedang kesulitan atau bingung saat hendak mengambil keputusan memerlukan nasehat.

Ketika dia mendengarkan nasehat yang baik, maka nasihat itu dapat menjadi kasih karunia untuk dia.

Dia dapat mengambil keputusan yang baik.

Dalam diskusi atau percakapan yang sehat, sering sekali orang mendapat inspirasi untuk melakukan sesuatu yang baik.

Sumber perkataan yang baik dan membangun adalah perbendaharaan dari hati yang diisi oleh firman Tuhan.

Oleh karena itu, kita semua harus selalu mengisi hati dan pikiran kita dengan firman.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana perkataan yang mendatangkan kasih karunia?

Pembacaan Alkitab Setahun

Kisah para Rasul 18-20

Selasa, 19 November 2024

MENGAMPUNI ORANG YANG BERSALAH KEPADA KITA

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 18:21-35

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Berapa kali harus mengampuni orang yang bersalah?
  2. Apakah arti tujuh puluh kali tujuh?
  3. Bagaimana supaya kita dapat melepaskan pengampunan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”  (Matius 18:21-22).

 Petrus mengira pengampunan yang harus dilakukannya hanya tujuh kali. Petrus mengira pengampunan ada batasnya.

Seperti kita juga terkadang memiliki pengampunan yang terbatas. Tuhan Yesus tidak memberikan batas pengampunan yang harus kita lakukan.

Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk mengampuni tanpa batas.

Seberapa banyak orang bersalah kepada kita, sebanyak itulah pengampunan yang harus kita lakukan.

Mungkinkah kita mengampuni tanpa batas? Sangat mungkin.

Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk saling mengampuni, seperti Dia sudah mengampuni.

Pengampunan Tuhan kepada kita tanpa batas, demikianlah kita harus saling mengampuni.

Saudara, bukti kasih Allah yang utama adalah pengampunan.

Oleh karena kasih-Nya, Tuhan Yesus rela mati di kayu salib. Kematian-Nya di kayu salib adalah harga yang harus dibayar untuk pengampunan dosa dunia ini. 

Jadi, kasih Allah identik dengan pengampunan.

Oleh karena kita telah menerima kasih Allah yang tidak terbatas, dosa kita dahulu, sekarang dan yang akan datang diampuni.

Demikian juga kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

Orang yang tidak bersedia mengampuni orang yang bersalah, padahal dirinya sudah dan selalu diampuni Tuhan, tidak menyadari menghargai pengampunan yang telah diterimanya dari Tuhan.

Orang yang sulit mengampuni akan mengalami kesulitan dalam hidupnya.

Tidak mengampuni berarti menyimpan dosa.

Orang yang tidak mau melepaskan pengampunan, seperti orang yang membawa-bawa sampah busuk di sakunya.

Kemana pun ia pergi, dia menghirup bau busuk.

Bukan hanya dia, akhirnya orang-orang di sekitarnya juga mencium bau busuk.  

Tidak mau mengampuni, bukan hanya merugikan dirinya, tetapi dia juga akan merugikan orang-orang di sekitarnya.

Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana melepaskan pengampunan kepada orang yang bersalah kepada kita.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kisah para Rasul 16-17

Senin, 18 November 2024

SALING MENASEHATI DAN MEMBANGUN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 TESALONIKA 5:4-11

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dimaksud hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam hari?
  2. Bagaimanakah sikap berjaga-jaga menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali?
  3. Mengapa kita harus saling menasihati?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan” (1 Tesalonika 5:11).

Surat Paulus kepada jemaat di Tesalonika adalah salah satu kitab yang paling awal ditulis.

Surat ini ditujukan kepada jemaat di Tesalonika yang dirintis Rasul Paulus namun harus segera ditinggalkan karena penganiayaan.

Oleh karena itu Paulus perlu menjelaskan pokok-pokok iman kepada jemaat yang baru ini.

Tema kunci dari Kitab 1 Tesalonika adalah Tuhan Yesus adalah Raja kita yang akan datang.

Dalam lima pasal 1 Tesalonika terdapat ayat-ayat yang berkaitan dengan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.

Para hamba Tuhan di berbagai dunia sepakat bahwa kita hidup di zaman akhir.

Yesus akan datang untuk menjemput gereja-Nya.

Sikap  yang harus dimiliki oleh orang Kristen terkait kedatangan Tuhan Tuhan Yesus adalah

1) Hidup dalam terang. Kita sebagai anak-anak terang tentu saja harus menyukai hidup dalam terang firman Tuhan.

2) Berjaga-jaga. Kita harus menyadari bahwa Tuhan Yesus akan segera datang.  Kita harus menyiapkan diri, mendandani diri dengan kekudusan. Kita menjaga kekudusan hidup dan bertumbuh dalam kekudusan.

3) Berbaju zirah iman dan kasih. Baju zirah adalah pelindung diri dari serangan musuh.  Musuh akan menyerang iman kita, membuat kita ragu atau tidak percaya pada firman-Nya, khususnya kedatangan Tuhan Yesus.

4) Menggunakan Ketopong pengharapan. Ketopong atau helm adalah pelindung kepala. Pikiran kita harus diisi dengan pengharapan bahwa Tuhan Yesus pasti datang menjemput gereja-Nya. Dia akan memberikan kekuatan saat kita mengalami aniaya.

5) Saling menasihati dan membangun dalam persekutuan orang percaya.

Saudara, dalam 2 Timotius dijelaskan kondisi pada zaman akhir.

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” (2 Timotius 3:1-5).

Supaya tetap kuat, kita harus hidup dalam persekutuan orang percaya.

Di dalam persekutuan orang percaya itulah kita dapat saling menasihati dan membangun.

Salah satu syarat untuk dapat saling menasihati adalah kerendahan hati. Tanpa kerendahan hati, kita akan sulit menerima nasihat dari saudara seiman. 

Tanpa kerendahan hati, kita juga sulit untuk menasihati saudara seiman.

Menasihati dan dinasihati membutuhkan kerendahan hati. 

Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana memberitakan cara menasihati saudara seiman tanpa menyinggung hatinya.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kisah para Rasul 14-15

Minggu, 17 November 2024

MENGEJAR APA YANG BERGUNA UNTUK SALING MEMBANGUN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 14:19-22

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dimaksud merusakan pekerjaan Allah oleh makanan?
  2. Apakah akibat bimbang hati saat makan makanan tertentu?
  3. Apakah yang dimaksud mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun” (Roma 14:19).

Dalam pasal ke-14 dari Kitab Roma, Paulus menekankan pentingnya saling menerima dan tidak menghakimi satu sama lain dalam hal-hal yang bukan inti iman.

Ia mengatakan bahwa orang yang kuat imannya harus menerima orang yang lemah imannya tanpa berdebat pendapat.

Paulus juga menekankan bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih apa yang mereka makan atau tidak makan, dan bahwa mereka harus melakukannya dengan ucapan syukur kepada Allah.

Dia mengingatkan kita bahwa kita semua akan memberi pertanggungjawaban diri sendiri kepada Allah dan bahwa Kerajaan Allah bukanlah tentang makanan dan minuman, tetapi tentang kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita dalam Roh Kudus.

Oleh karena itu, kita harus saling mengasihi dan tidak menyebabkan saudara kita tersandung dengan apa yang kita makan atau lakukan. (AI/Sabda).

Dalam kehidupan bersama jemaat, tidak selalu ada keseragaman.

Ada kalanya ada perbedaan pendapat. Namun demikian, itu tidak boleh merusak persekutuan.

Salah satu nasihat Rasul Paulus supaya jemaat hidup dalam persekutuan yang kokoh adalah mengejar hal-hal yang mendatangkan damai sejahtera dan membangun. 

Perbedaan-perbedaan yang dapat mendatangkan konflik tidak perlu dikejar.

Apalagi hanya perbedaan soal makanan  yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan.

Fokus saja untuk membangun kerukunan dan persatuan jemaat.

Saudara, dalam kehidupan berjemaat janganlah fokus kepada tujuan atau kepentingan pribadi, tetapi fokus pada tujuan atau kepentingan bersama. 

Dalam kehidupan bersama dibutuhkan kerendahan hati untuk dapat menganggap penting tujuan bersama.

Apa yang kita lakukan seharusnya berdampak membangun saudara seiman.

Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana memberitakan injil dengan kuasa Roh Kudus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kisah para Rasul 11-13

Sabtu, 16 November 2024

ANAK PANAH DI TANGAN PAHLAWAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MAZMUR 127:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang menulis Mazmur ini?
  2. Siapakah yang menentukan keberhasilan pembangunan rumah atau rumah tangga?  
  3. Apakah maksudnya anak panah di tangan pahlawan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang”. (Mazmur 127:4-5).

Panah atau busur adalah senjata perang yang digunakan pada zaman dahulu, termasuk pada masa pemerintahan Raja Salomo. 

Sebagian mazmur memang ditulis oleh Salomo.

Anak-anak panah di tangan seorang yang memiliki kekuatan dan keahlian untuk berperang sangat besar kuasanya.

Seorang yang memiliki kekuatan dan keahlian menggunakan panah/busur dapat menghancurkan sebuah kota sekalipun.

Bagaimana mungkin? Pada zaman dahulu sering digunakan panah berapi, dan kalau ditembakkan ke arah yang tepat, dapat membakar satu kota.

Saudara,  Presiden RI pertama, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya.

Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Beliau menyadari kekuatan orang-orang muda untuk mengubahkan dunia. 

Alkitab juga mengakui kekuatan orang muda seperti dalam Mazmur Salomo yang sedang kita renungkan.

Dalam perjanjian baru, orang muda disebut 1) mengalahkan yang jahat, 2) orang muda kuat dan firman Allah diam di dalam diri orang muda dan mereka telah mengalahkan yang jahat (Baca: 1 Yohanes 2:13-14).  

Orang muda penting bagi gereja.

Sejarah kegerakan rohani di kota Bandung, yang merupakan cikal bakal berdirinya Gereja Kristen Kemah Daud Bandung Pusat  juga dimulai oleh orang-orang muda.

Para pendiri jemaat Bandung Pusat dahulu adalah orang-orang muda.

Orang-orang muda yang diurapi Tuhan inilah yang kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.

Saudara, pelayanan youth (pelajar dan mahasiswa) memiliki peranan yang sangat besar untuk sebuah  kegerakan rohani yang kita rindukan. 

Mereka dapat berperan saat masih sekolah atau kuliah, dan kemudian ketika mereka diutus ke dunia kerja (7 gunung).

Oleh karena itu, sama seperti dahulu Tuhan memakai orang-orang muda membuat kegerakan rohani, Tuhan juga akan memakai orang muda untuk melakukan kegerakan di masa kini.

Diskusikan dalam kelompok PA, mengapa orang muda memiliki peranan penting dalam pelayanan?

Pembacaan Alkitab Setahun

Kisah para Rasul 9-10

Jumat, 15 November 2024

PAHLAWAN YANG MEMBANGUN RERUNTUHAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 61:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang menyebabkan Roh Tuhan Allah ada pada seseorang?
  2. Apa tujuan Tuhan Allah mengurapi seseorang?
  3. Berita apa yang harus dikabarkan kepada orang banyak?
  4. Mengapa reruntuhan itu perlu dibangun kembali?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika seseorang mendengarkan kabar baik, seperti berita bahwa Tahun Rahmat Tuhan telah datang, maka anak-anak manusia beroleh keselamatan karena kasih karunia Tuhan Allah.

Berita ini menimbulkan iman percaya kepada janji-janji Tuhan sehingga orang-orang menjadi percaya, beriman dan menerima keselamatan yang mengakibatkan peristiwa kelahiran kembali serta proses penciptaan kembali pun terjadi.

Rasul Paulus menulis kepada jemaat Efesus:

Efesus 1:13-14 ”Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”

Saudara, Roh Kudus inilah yang mengubah seseorang dari hidup oleh daging menjadi hidup oleh Roh.

Ketika kita mengizinkan Roh Kudus bekerja di dalam diri kita dan kita merespons kerja-Nya, maka akan terjadi pemulihan, perbaikan, pembentukan dan perubahan hidup.

Roh Kudus akan mengantar kita menjadi sepenuhnya milik Allah.

Dia mengajar kita untuk membangun diri kita agar menjadi seperti Yesus.

Yesus mengajarkan bahwa Roh Kudus adalah penolong, pengajar kebenaran, penghibur, dan yang memberitahukan kepada kita apa yang akan terjadi kelak dalam hidup kita atau keadaan di sekitar kita.

Tuhan Allah mengurapi kita dengan Roh Kudus.

Pengurapan itu membawa kita masuk ke dalam kodrat Ilahi, sehingga kita bisa bergaul dengan Tuhan Allah Bapa, Putra Tunggal Allah Yesus Kristus, dan Roh Kudus.

Kehidupan rohani atau kodrat Ilahi ini membawa kita lebih dekat atau intim dengan Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Pergaulan yang intim dengan Bapa melalui Roh Kudus menyebabkan kita dapat memiliki hati Bapa yang sangat mengasihi dunia ini yaitu hati Bapa yang berbelas kasihan melihat orang berdosa.

Tuhan Allah tidak menginginkan kematian orang berdosa. Tuhan Allah merindukan pertobatan orang berdosa.

Bapa menginginkan agar tujuannya semula dikembalikan, yaitu rencana-Nya yang menciptakan manusia untuk hidup kekal.

Tuhan ingin merealisasikan hal ini supaya manusia diselamatkan dan dapat hidup dalam kekekalan bersama Tuhan Allah di sorga.

Bapa mengurapi anak-anak manusia agar mereka dapat memiliki karunia-karunia Roh untuk membangun tubuh Kristus.

Dengan demikian, wadah-wadah tempat anak-anak Tuhan atau murid-murid Yesus dapat dibangun kembali sehingga mereka mengalami pembentukan kehidupan dalam rohnya.

Tuhan Allah ingin agar orang-orang inilah yang membangun tubuh Kristus.

Kesatuan-kesatuan yang rusak akibat perbedaan perlu dilayani oleh anak-anak Tuhan yang memiliki keintiman dengan Allah Bapa, Anak Allah, dan Roh Kudus.

Dengan karunia-karunia Roh Kudus, proses pemulihan dan pembentukan akan menjadi lebih tepat sehingga lahir anak-anak Bapa yang menerima tugas-tugas dalam pembangunan tubuh Kristus menjadi sekelompok anak-anak Bapa yang memiliki beban Bapa untuk memulihkan dan membangun reruntuhan.

Kita sangat berharap munculnya anak-anak Tuhan yang bertujuan untuk membangun kembali reruntuhan tersebut menjadi penyembah-penyembah yang benar, menjadi alat Bapa untuk menjangkau daerah-daerah yang sunyi sepi dimana tidak ada pujian dan penyembahan atau menjadi ingin membangun rumah-rumah di tempat dimana dulu ada pekerjaan Roh dalam karunia-karunia Roh itu bekerja tetapi saat ini sudah tidak ada lagi.

Mari, kita bangun kembali gereja atau tubuh Kristus yang berkobar dan menyala kembali sehingga banyak anak-anak Tuhan dapat dikobarkan dan digairahkan kembali oleh pengurapan Roh Kudus.

Dengan demikian, karunia-karunia itu dapat dikobarkan kembali untuk menjangkau, menanam benih firman Tuhan atau menuai jiwa-jiwa melalui pekerjaan Roh Kudus.

Mari, kita memulihkan anak-anak Tuhan yang sudah lesu, tidak bersemangat dan tidak lagi rindu untuk memenangkan jiwa dengan pengurapan Roh Kudus supaya mereka kembali bersemangat untuk berdoa, bersyafaat, bersaksi, dan memberitakan bahwa tahun rahmat Tuhan sudah datang.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apa yang menyebabkan timbulnya kebosanan dan tidak bergairah terhadap hal-hal rohani?

Pembacaan Alkitab Setahun

Kisah para Rasul 7-8

Kamis, 14 November 2024

MENGGERAKKAN PARA PAHLAWAN ALLAH

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOEL 3:9-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang harus dimaklumkan kepada segala bangsa?
  2. Alat apa yang harus diubah menjadi senjata perang?
  3. Siapa yang harus diturunkan Tuhan ke medan laga?
  4. Lembah Yosafat juga disebut Lembah apa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika bangsa Israel dibuang atau dikalahkan oleh bangsa asing, Tuhan seringkali murka kepada musuh-Israel atau bangsa asing tersebut.

Tuhan sering menggerakkan suatu bangsa untuk menekan bangsa Israel, namun seringkali bangsa-bangsa asing itu melakukannya dengan sangat keras.

Bangsa-bangsa asing tersebut melakukan penindasan yang berlebihan, jauh lebih keras daripada yang seharusnya dilakukan dalam menghukum bangsa Israel karena kemarahan mereka terhadap Israel.

Keadaan ini menyebabkan Tuhan marah kepada bangsa yang menekan Israel.

Contohnya, orang Israel Utara yang merupakan pecahan dari bangsa Israel, mereka dikalahkan oleh Kerajaan Asyur.

Bangsa Asyur menawan bangsa Israel Utara, yang ibu kotanya adalah Samaria, dan membuang mereka ke daerah orang Yunani.

Akibatnya, orang Israel terlalu menderita sehingga Allah marah terhadap bangsa Asyur.

Begitu juga ketika orang-orang Yahudi dari Yerusalem dikalahkan dan ditawan oleh bangsa Babilonia, banyak di antara mereka dibuang ke daerah sebelah timur.

Tuhan Allah marah terhadap Asyur karena menurut Tuhan, bangsa Asyur melakukan perbuatan yang sangat kejam terhadap Israel Utara.

Oleh karena itu, Tuhan menggerakkan bangsa lain untuk mengalahkan bangsa Asyur.

Demikian pula, Tuhan marah terhadap bangsa Babilonia yang menawan dan berbuat sangat kejam terhadap orang Yahudi, maka Tuhan menggerakkan bangsa Mongol untuk mengalahkan dan menawan orang-orang Babel.

Orang Mongol bertindak sangat kejam terhadap bangsa Babilonia.

Saudara, Tuhan sangat mengasihi Israel, dan melalui Israel lah Tuhan Allah datang ke dalam dunia sebagai manusia, yaitu Yesus Kristus.

Itu adalah berkat terbesar bagi Israel dan dunia ini.

Namun, Israel menolak Dia dan bahkan membunuh dengan menyalibkan Yesus, Anak Daud.

Meskipun demikian, Bapa yang setia, tetap berbuat baik dan memenuhi nubuatan dari Yoel.

Yoel 2:28-29 “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.”

Nubuat ini terealisasi ketika seratus dua puluh murid-murid Yesus menaati perintah Yesus untuk tidak pergi sebelum Bapa memenuhi janji-Nya dengan mencurahkan Roh yang dijanjikan untuk mengurapi mereka.

Kisah Para Rasul 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Gereja lahir di Yerusalem, tetapi bangsa Yahudi menolak untuk mempercayai Yesus Kristus sebagai Mesias yang dijanjikan.

Mereka terus tidak percaya bahkan menganiaya para rasul Yesus Kristus sehingga banyak rasul yang pergi ke luar Israel. Yakobus menjadi martir di Israel, sedangkan Paulus dipenjara di Israel sebelum akhirnya dipancung dengan dipenggal kepalanya di Roma.

Bapa yang Maha Baik yang kasih-Nya tak terbatas dan tak bersyarat terus melakukan kebaikan kepada bangsa pilihan-Nya.

Namun, mereka selalu menolak berkat Allah dan terus melakukan kejahatan terhadap kebaikan dan rencana Allah. Tanpa sadar, bangsa itu melakukan pemberontakan terhadap Tuhan Allah.

Terjadi pemberontakan orang Yahudi terhadap kekaisaran Roma, sehingga Kaisar Roma pada waktu itu memerintahkan untuk memadamkan pemberontakan Yahudi, maka Jenderal Titus datang untuk menghancurkan Yerusalem.

Saudara, ketika terjadi pemberontakan Yahudi, apa yang mereka katakan saat menyalibkan Yesus?

Matius 27:25 “Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!”

Kutuk inilah yang menyebabkan nubuatan Yesus tergenapi pada tahun tujuh puluh Masehi.

Jenderal Titus, anak Kaisar Romawi, datang meluluhlantakkan Yerusalem, menghancurkan seluruh Israel dan membuang orang Yahudi berdiaspora ke seluruh penjuru bumi.

Apa yang dinubuatkan Yoel?

Yoel 3:4-8 ”Lagi apakah sangkut pautmu dengan Aku, hai Tirus dan Sidon dan seluruh wilayah Filistin? Apakah kamu ini hendak membalas perbuatan-Ku? Apabila kamu melakukan sesuatu terhadap Aku, maka dengan cepat, dengan segera Aku akan membalikkan perbuatanmu itu kepadamu sendiri. Oleh karena kamu telah mengambil perak-Ku dan emas-Ku dan telah membawa barang-barang-Ku yang berharga yang indah-indah ke tempat-tempat ibadahmu, dan telah menjual orang-orang Yehuda dan orang-orang Yerusalem kepada orang Yunani dengan maksud menjauhkan mereka dari daerah mereka. Sesungguhnya Aku akan menggerakkan mereka dari tempat ke mana kamu menjual mereka, dan Aku akan membalikkan perbuatanmu itu ke atas kepalamu sendiri. Aku akan menjual anak-anakmu laki-laki dan perempuan kepada orang-orang Yehuda dan mereka akan menjual anak-anakmu itu kepada orang-orang Syeba, kepada suatu bangsa yang jauh, sebab TUHAN telah mengatakannya.”

Namun, Tuhan Allah yang sangat baik dan setia tetap menepati janji-Nya.

Dia selalu berbuat kebaikan kepada bangsa-bangsa, terutama kepada bangsa pilihan-Nya, Israel.

Tuhan Allah yang setia itu memenuhi janji-Nya sehingga pada tahun 1948, Israel menjadi bangsa merdeka dan terus mengalami kemajuan yang luar biasa karena Tuhan Allah setia.

Sampai hari ini, bangsa ini merupakan suatu bangsa istimewa karena Tuhan Allah ingin menyatakan diri-Nya kepada orang Yahudi bahwa Dialah Allah, satu-satunya Tuhan.

Saudara, dengan kesetiaan Tuhan, maka gereja lahir untuk menjadi umat pilihan Tuhan.

Saat ini, Tuhan Allah memilih kita, orang percaya, sebagai Yahudi atau Israel rohani.

Tuhan mau supaya gereja menjadi saksi agar dunia mengenal Tuhan Allah Israel sebagai satu-satunya Tuhan yang benar.

Ayo, saudara! Inilah zaman di mana orang-orang percaya, oleh Roh Kudus bisa berkata: Kami kuat, kami kaya, kami pahlawan.

Untuk apa? Supaya kita pergi memberitakan Injil Kerajaan Allah kepada dunia ini, sehingga Kerajaan Allah nyata ada di dunia ini.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Siapakah yang disebut sebagai Israel rohani, dan mengapa mereka disebut demikian?

Pembacaan Alkitab Setahun

Kisah para Rasul 4-6

Rabu, 13 November 2024

PAHLAWAN IMAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

IBRANI 11:32-34

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa penulis Kitab Ibrani mengatakan bahwa ia akan kekurangan waktu untuk menuliskan cerita-cerita tentang pahlawan iman?
  2. Apa yang dialami oleh Daud sebagai seorang yang beriman dan percaya kepada Tuhan?
  3. Apa yang dialami oleh pahlawan-pahlawan  iman dalam kehidupan mereka?
  4. Mengapa para ibu-ibu menerima kembali anak-anak mereka yang sudah mati?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, dalam Kitab Ibrani pasal sebelas, diceritakan bagaimana para pahlawan iman hidup berdasarkan iman mereka dan bagaimana Tuhan Allah sangat mengasihi mereka.

Apa yang dituliskan oleh penulis Kitab Ibrani adalah benar.

Ibrani 11:1 ”Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

Ibrani 11:6 ”Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”

Tanpa iman, tidak ada seorang pun yang dapat berkenan kepada Allah.

Karena imannya, manusia sangat dihargai dan dicintai oleh Tuhan Allah.

Seorang pahlawan iman yang dikenal sebagai bapak orang beriman adalah Abraham.

Ketika Tuhan Allah memerintahkannya untuk keluar dari rumah ayahnya dan dari sanak keluarganya, bahkan untuk meninggalkan negerinya dia tidak berdiskusi atau mengajukan pertanyaan kepada Tuhan Allah, dia keluar dan pergi mengembara ke negeri yang belum dikenalnya.

Kejadian 12:1-3 ”Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Saudara, tanpa berdiskusi atau bertanya kepada keluarganya maupun kolega-koleganya, Abram pergi meninggalkan sanak familinya.

Oleh karena janji-janji Tuhan Allah dan perintah untuk pergi, Abraham menaati perintah Tuhan.

Apa yang mendorongnya untuk menaati perintah Tuhan Allah?

Seorang laki-laki yang sudah berumur tujuh puluh lima tahun akan menjadi bangsa yang besar, tetapi istrinya, Sara adalah seorang perempuan mandul.

Apa yang mendorong Abram untuk bertindak keluar dari negeri dan sanak keluarganya?

Rasul Paulus menuliskan suratnya kepada jemaat di Roma, mengungkapkan suatu kebenaran yang menjadi dasar tindakan Abram:

Roma 4:18-21 ”Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.”

Saudara, oleh karena iman, Abraham dibenarkan oleh Tuhan Allah, meskipun kita tahu bagaimana Abraham berbohong dan mengawini pembantu istrinya yaitu Hagar.

Namun, di hadapan Tuhan Allah dia sangat dimuliakan oleh Tuhan Allah.

Miliaran manusia hari ini mengaku sebagai anak Abraham. Semua orang yang percaya kepada keesaan Tuhan atau ketunggalan-Nya disebut orang beriman.

Tuhan Allah yang sangat baik itu sangat menghargai Abraham.

Tuhan Allah memilih Abraham karena dia mempercayai Tuhan.

Kita dapat belajar mengenai proses pertumbuhan iman Abraham yang jelas dituliskan oleh Tuhan Allah melalui nabi dan para rasul-Nya.

Musa menuliskan kisah Abraham dengan Firaun, raja Mesir:

Kejadian 12:10-20 ”Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu. Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: “Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya. Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup. Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau.” Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat, bahwa perempuan itu sangat cantik, dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa ke istananya. Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta. Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu. Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: “Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu? Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi isteriku? Sekarang, inilah isterimu, ambillah dan pergilah!” Lalu Firaun memerintahkan beberapa orang untuk mengantarkan Abram pergi, bersama-sama dengan isterinya dan segala kepunyaannya.”

Musa juga menuliskan kisah Abraham dengan Abimelek, raja Gerar:

Kejadian 20:1-7 ”Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing. Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: “Dia saudaraku,” maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara. Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya: “Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami.” Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: “Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah? Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci.” Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: “Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Akupun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia. Jadi sekarang, kembalikanlah isteri orang itu, sebab dia seorang nabi; ia akan berdoa untuk engkau, maka engkau tetap hidup; tetapi jika engkau tidak mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati, engkau dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau.”

Saudara, pergumulan Abraham mengenai anaknya juga menghasilkan riwayat yang sangat panjang.

Sejak kasus itu hingga hari ini, selalu ada suasana yang memicu keributan.

Riwayat Abraham dengan gundiknya, Hagar, yang menghasilkan anak Ismael juga dituliskan oleh Musa dalam kitabnya:

Kejadian 16:1-16 ”Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, –yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan–,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu. Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: “Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau.” Kata Abram kepada Sarai: “Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.” Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya. Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. Katanya: “Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?” Jawabnya: “Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.” Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya.” Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.” Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.” Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?” Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered. Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael. Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.”

Saudara, pertumbuhan iman Abraham diuji oleh Tuhan. Tuhan meminta agar Ishak, anaknya, dipersembahkan sebagai korban bakaran dan Abraham menaati perintah Tuhan Allah tersebut.

Abraham menyediakan segala sesuatu untuk upacara persembahan korban bakaran termasuk kayu bakar, api, dan belati.

Pengorbanan ini dilakukan di sebuah gunung di daerah Moria yang berjarak tiga hari perjalanan.

Kejadian 22:7-19 ”Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?” Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.” Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.” Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.”

Saudara, suatu teladan yang bisa kita ambil dari pahlawan iman ini adalah kejujuran dan kepercayaannya yang total, karena Abraham telah mengenal Tuhan Allah yang Maha Baik yang kasih-Nya tidak terbatas dan tidak bersyarat.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin!

Bagaimana pertumbuhan imanmu? Apakah ada kekuatiran, kecemasan, atau bahkan ketakutan? Apa penyebab munculnya persoalan tersebut?

Pembacaan Alkitab Setahun

Kisah para Rasul 1-3