Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Syarat apa yang membuat status kita bukan lagi budak, melainkan kita diadopsi menjadi anak Allah? (ayat 14)
Siapa yang bersaksi dengan roh kita, bahwa kita adalah anak Alah?
Apa yang seharusnya kita lakukan, jika kita sudah diadopsi sebagai anak Allah?
Jika ada pertanyaan, siapakah yang mau menjadi anak orang kaya, anak Sultan atau anak Presiden? Kemungkinan besar kita semua akan menjawab “Ya..saya mau”.
Kenapa banyak orang yang menjawab mau? Karena di pikiran kita atau sejauh mata memandang, anak orang kaya, anak Sultan atau anak Presiden itu hidupnya dijamin enak, tidak perlu capek bekerja karena semua kebutuhan sudah tersedia, punya banyak uang dan bebas membeli apa yang kita suka tanpa bekerja keras, bebas bepergian kemana saja kita mau dan dikenal serta dihormati orang banyak.
Jika di pikirkan, hal yang wajar anak-anak tersebut mendapat privilege atau keistimewaan semua itu, karena mereka adalah anak dari orang kaya, anak Sultan atau anak Presiden.
Begitu pula dengan pembacaan Firman hari ini menjelaskan, “semua orang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak Allah” (ayat 14).
Kita yang adalah makhluk ciptaan Allah dan sejak lahir status kita orang yang berdosa dan patut kena hukuman, oleh karena anugerahNya yang besar kita di angkat “di adopsi” menjadi anak-anak Allah dan kita menjadi ahli waris janji-janji Allah.
Ini adalah sebuah proses yang luar biasa dan penuh kasih, yang memberikan kita keistimewaan dan kesempatan untuk memiliki hubungan yang intim dengan Allah dan menjadi bagian dari keluarga Allah.
Sehingga kita dapat berseru “ya Abba ya Bapa”.
Dalam budaya Yahudi, “Abba” adalah kata yang digunakan oleh anak-anak untuk memanggil ayah mereka, menunjukkan hubungan yang sangat dekat dan intim.
Dan karena itu sepatutnyalah kita bisa bersikap layaknya hidup sebagai anak Allah.
Namun demikian dalam prakteknya sering kali kita belum atau lalai menunjukkan dan bersikap seperti anak Allah.
Seringkali tutur kata kita, tindakan kita tidak mencerminkan bahwa kita anak Allah. Hari – hari ini, orang yang belum percaya kepada Kristus, mereka hidup sesuka mereka, bebas melakukan apa saja yang mereka suka, demi gaya hidup, juga demi kebutuhan hidup mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.
Saat ini sebagai anak-anak Tuhan seharusnya kita menjadi teladan dan contoh yang baik yang menunjukkan bahwa kita adalah anak Allah yang mewarisi sifat-sifat Allah.
Karena dunia sangat membutuhkan contoh atau role model yang nyata bagi mereka.
Dengan mengetahui bahwa status kita saat ini bukan lagi hamba melainkan anak-anak Allah, sikap apa yang harus kita lakukan agar sekitar kita mengetahui bahwa kita adalah anak-anak Allah yang mewarisi sifat-sifat Allah?
KITA ADALAH BAIT ALLAH:KRISTUS TINGGAL DI DALAM KITA
Penulis : Bernard Tagor
Pembacaan Alkitab Hari ini :
1 KORINTUS 3:16–23
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Siapakah yang dimaksud “bait Allah” itu?
Adakah konsekuensinya, jika kita membinasakan bait Allah? Jika ada, apa konsekuensinya? (Ayat 17)
Apakah bait Allah itu kudus? Dan bagaimana caranya kita menjaga agar bait Allah itu tetap kudus?
Dalam konteks kota Romawi, bait Allah adalah tempat yang besar dengan banyak kuil marmer, ruang paling suci di dalam kuil.
Namun pernyataan Paulus sangat berani dan mendalam, dia mendefinisikan bahwa Bait Allah bukan sekedar bangunan fisik, namun Bait Allah sebagai bangunan milik Allah di dalam diri manusia.
Dengan kata lain bait Allah adalah kita orang percaya.
Bait Allah harus dijaga kemurniannya dan tempat yang menyatakan kebenaran Allah.
Rasul Paulus menekankan tentang hidup kudus supaya jemaat Korintus tidak melenceng dari kebenaran Alkitab.
Dalam konteks ini sebenarnya Paulus tidak hanya membahas kehadiran Allah dalam diri setiap orang percaya secara individu.
Namun Paulus juga menjelaskan kehadiran Allah pada sekelompok orang (komunitas) yang beriman lainnya.
Jadi, jika kita mengaku bahwa kita adalah orang yang percaya kepada Kristus, itu berarti kita juga adalah bait Allah yaitu tempat kediaman Allah yang kudus dimana Kristus tinggal dalam hidup kita.
Sehingga dalam kita bertindak dan berperilaku secara individu/pribadi ataupun dalam berelasi dengan saudara seiman lain atau kelompok lainnya, seharusnya kita menunjukkan sikap bahwa kita adalah pengikutNya.
Contoh sederhana dimana kita dapat mempraktikkan kekudusan yang dilakukan secara pribadi/individu dalam kehidupan sehari-hari adalah menjaga kebersihan tubuh, menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga teratur, makan-minum yang sehat serta bergizi seimbang, yang sesuai dengan kondisi umur kita, tidur yang cukup, menjaga hati dan pikiran, atur dan kendalikan emosi dan stress, tidak iri hati, tidak sombong, serta mempergunakan waktu dengan bijak, dll.
Contoh tindakan praktis dalam menjaga kekudusan dalam kelompok atau relasi dengan banyak orang seperti; Menjaga perilaku dan tutur kata dengan orang lain, menjaga profesionalisme dalam bekerja, menjaga integritas dalam bekerja maupun di sekolah atau kampus, menghargai orang lain, tidak iri hati dengan keberhasilan orang lain, bertutur kata yang baik dan sopan dengan tidak merendahkan orang lain, tidak boleh “membully” atau melakukan perundungan kepada orang lain dan tidak melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kekristenan.
Tindakan tersebut diatas memang mudah untuk diucapkan, namun tidak gampang untuk mempraktekkannya, bahkan di ayat 17 tercatat ada “konsekuensi” Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia.
Membinasakan disini bukan berarti kita beresiko untuk kehilangan keselamatan, tetapi konsekuensi serius atas tindakan yang merusak kekudusan Allah!, karena Allah sangat mengutamakan dan memerintahkan supaya setiap individu ataupun jemaat dapat menjaga kekudusan (1 Petrus 1:16).
Tetapi kabar gembiranya, kita tidak perlu takut karena Roh Kudus yang ada didalam kita, Dialah yang membantu kita agar kita dapat hidup kudus.
Bagaimana caranya? Salah satunya kita harus terus menerus membaca Firman dan menggali Firman itu, berdoa dan teruslah membangun hubungan dengan Tuhan secara pribadi.
Lakukanlah semua itu setiap hari, kapanpun dan dimanapun kita berada secara konsisten, maka Dia akan memberikan kita kepekaan secara rohani, untuk kita dapat hidup kudus.
Sebutkan contoh-contoh lain, tindakan menjaga kekudusan baik itu secara pribadi ataupun dalam kelompok yang belum disebutkan diatas? Dana alasan apa yang membuat kita anak Tuhan sulit untuk menjaga diri kita ataupun kelompok kita, supaya kita dapat senantiasa hidup dalam kekudusan? Diskusikanlah dengan kelompok PA dan juga di dalam kelompok persekutuan kita.
MENGALAMI KEHIDUPAN KRISTUS YANG HIDUP DI DALAM KITA
Penulis : Anang Kristianto
Pembacaan Alkitab Hari ini :
ROMA 8:9-11
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Sesuai ayat ini, apakah yang seharusnya terjadi bila Roh Allah diam dalam kita?
Apa yang terjadi jika Kristus ada di dalam kita?
Apa yang terjadi dengan tubuh kita yang fana dengan kehadiran RohNya?
Paulus menempatkan kehidupan Kristen dalam kerangka realitas rohani yang objektif, bukan sekadar pengalaman emosional.
Ia menggunakan istilah pneuma (Roh) secara konsisten—Roh Allah, Roh Kristus, dan Roh Dia yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati—untuk menegaskan satu kebenaran sentral: kehadiran Allah kini dinyatakan melalui Roh yang diam di dalam orang percaya.
Dalam konteks dunia Romawi yang sangat dipengaruhi dualisme (roh dianggap baik, tubuh dianggap rendah), Paulus justru menyatakan bahwa tubuh tidak dibuang atau diabaikan.
Walaupun tubuh “mati karena dosa,” Roh yang diam di dalam orang percaya adalah Roh kebangkitan, yang memberi hidup sekarang dan menjamin kebangkitan tubuh kelak.
Secara bahasa dan teologi, Paulus tidak sedang berbicara simbolis, melainkan apa adanya atau sesungguhnya: orang percaya sungguh-sungguh hidup dalam domain baru, di mana Kristus yang bangkit berdiam dan bekerja melalui Roh-Nya.
Ayat ini menantang cara kita memaknai “hidup rohani.”
Banyak orang Kristen memahami kehidupan rohani sebatas aktivitas keagamaan atau pengendalian moral.
Paulus melangkah lebih jauh: hidup Kristen adalah kehidupan Kristus sendiri yang beroperasi di dalam kita.
Ini berarti pergumulan dengan kelemahan, kecenderungan dosa, kelelahan mental, atau tekanan hidup tidak menandakan ketiadaan Roh, melainkan arena di mana kuasa kebangkitan Kristus dinyatakan secara nyata.
Roh Kudus bukan sekadar penolong sesaat, tetapi aktif, yang memerdekakan kita dari kuasa “daging” (cara hidup lama yang berpusat pada diri).
Dengan perspektif ini, orang percaya tidak lagi ditentukan oleh latar belakang, kegagalan, atau keterbatasan, melainkan oleh kehadiran Kristus yang hidup dan bekerja dari dalam.
Karena itu, mengalami kehidupan Kristus yang hidup di dalam kita harus diwujudkan secara praktis.
Di dunia kerja, ini berarti kita menghadapi tekanan, konflik, dan ketidakadilan bukan dengan reaksi daging—amarah, manipulasi, atau keputusasaan—melainkan dengan hikmat, keteguhan, dan karakter Kristus.
Dalam studi, kehidupan Kristus dinyatakan melalui disiplin, kejujuran akademik, dan kerendahan hati untuk belajar, menyadari bahwa pertumbuhan intelektual juga bagian dari pembaruan hidup.
Langkah praktisnya sederhana namun konsisten: memulai hari dengan kesadaran bahwa Roh Kristus diam di dalam kita, melibatkan Tuhan dalam keputusan-keputusan kecil, dan menolak hidup berdasarkan dorongan daging semata.
Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan kita, mengenai topik ini dengan lebih mendalam. Bagaimana kita bisa praktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan berkat apa yang didapat dari melakukan Firman Tuhan ini.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa tugas yang dipercayakan Allah kepada Paulus untuk jemaat di Kolose?
Apakah yang dimaksud Paulus sebagai rahasia tersembunyi dari abad ke abad?
Kepada siapa sekarang rahasia itu dinyatakan?
Apa isi rahasia yang mulia dan kaya itu?
Pada ayat ini Rasul Paulus menjelaskan pelayanannya sebagai “tugas resmi seorang pengelola rumah tangga yang bertanggung jawab menunaikan kehendak tuannya secara setia”.
Paulus memahami pelayanannya bukan sebagai inisiatif pribadi, melainkan mandat ilahi untuk “menyempurnakan pemberitaan firman Allah,” yaitu menyatakan “rahasia” yang dahulu tersembunyi sepanjang zaman.
Dalam pemahaman budaya saat itu, mysterion bukan teka-teki esoterik, melainkan rencana Allah yang sebelumnya tidak tersingkap penuh dan kini dinyatakan secara terbuka.
Kejutan teologisnya terletak pada isi rahasia itu: bukan hukum baru, bukan ritual khusus, melainkan “Kristus di dalam kamu, pengharapan akan kemuliaan.”
Bagi jemaat non-Yahudi di Kolose, pernyataan ini radikal—kehadiran Allah tidak lagi dibatasi oleh bait, etnis, atau tanda lahiriah, tetapi berdiam di dalam diri orang percaya melalui Kristus.
Dalam konteks kehidupan masa kini, kebenaran “Kristus di dalam kita” menantang cara kita membangun identitas dan makna hidup.
Dunia modern sering menilai manusia dari capaian, produktivitas, dan pengakuan sosial.
Tanpa disadari, kita mudah memindahkan pusat pengharapan dari Kristus kepada prestasi, jabatan, atau keamanan materi.
Namun Paulus menegaskan bahwa sumber kemuliaan dan masa depan orang percaya bukanlah apa yang kita bangun dari luar, melainkan siapa yang berdiam di dalam.
Implementasi praktisnya berarti kita menjalani kehidupan dengan kesadaran bahwa Kristus hadir aktif—membentuk karakter, mengarahkan keputusan, dan memberi daya untuk hidup benar.
Di tengah tekanan kerja, studi, dan relasi yang kompleks, iman Kristen bukan sekadar nilai moral, tetapi kehidupan Kristus sendiri yang bekerja dari dalam, memampukan kita untuk tetap setia, rendah hati, dan penuh pengharapan meskipun situasi tidak ideal.
Karena itu, renungan ini mengajak kita untuk melakukan kebenaran secara nyata dalam keseharian.
Di tempat kerja, “Kristus di dalam kita” terpancar melalui integritas dan kejujuran yang bertanggung jawab, bukan demi pujian manusia, melainkan sebagai ibadah kepada Tuhan.
Dalam studi, kebenaran ini mendorong kita belajar dengan tekun, jujur, dan terbuka terhadap proses pembentukan karakter, bukan sekadar mengejar hasil instan.
Di rumah tangga, kehadiran Kristus diwujudkan melalui kesabaran, pengampunan, dan kasih yang konsisten dalam relasi suami-istri, orang tua-anak, maupun antar anggota keluarga.
Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan kita, mengenai topik ini dengan lebih mendalam. Bagaimana kita bisa praktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan berkat apa yang didapat dari melakukan Firman Tuhan ini.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Jika Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan dan Kepala atas segala sesuatu, bagaimana seharusnya hal ini mempengaruhi cara kita hidup dan prioritas kita sehari-hari?
Karena Kristus telah mendamaikan kita dengan Allah melalui kematian-Nya, apa langkah konkret yang perlu kita ambil untuk tetap bertekun dalam iman?
Kolose 1:15 “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.”
Saudara, Tuhan Yesus adalah gambar atau penyataan Allah yang sempurna.
Sehingga ketika kita mengenal Kristus berarti kita akan mengenal Allah.
Oleh sebab kekuatan iman dan pengharapan akan terletak pada hubungan kita dengan Pribadi Kristus.
Dan jika Kristus adalah gambar Allah yang sejati, maka nilai hidup kita akan ditentukan oleh Dia dan arah hidup kita selayaknya mengarah kepada Dia.
Kolose 1:18 “Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.”
Yesus adalah Kepala dari keseluruhan tubuh yaitu: Jemaat atau Gereja.
Kita orang percaya adalah anggota tubuh Kristus, kita adalah bagian kecil dari Gereja yang Am atau Gereja yang universal, gereja yang tidak dibatasi oleh denominasi, sinode dan apa pun atribut gereja.
Dan karena Yesus adalah yang utama dari segala sesuatu, maka Kristus sepatutnya menjadi Kepala, dimana gereja hidup dalam kesatuan, berbagai jenis pelayanan akan berjalan selaras menuju satu tujuan yang sama yaitu untuk memuliakan Tuhan saja dan setiap anggota menemukan fungsinya, perannya dalam kehidupan.
Saudara, ketika kita menjalani hidup dengan fokus yang terpecah: karier, keluarga, harta, pencapaian, dan pengakuan.
Ya, semua itu penting, tetapi ketika hal-hal tersebut menjadi pusat hidup, maka arah hidup kita menjadi kabur dan iman kehilangan kekuatannya.
Namun Firman Allah menegaskan dengan jelas bahwa Kristus bukan sekadar bagian dari hidup orang percaya, Ia adalah pusat dari segalanya.
Hidup yang berpusat pada Kristus adalah hidup yang memiliki arah tujuan, itu adalah hidup yang memiliki makna dan pengharapan.
Sehingga, ketika Kristus menjadi fokus hidup kita, maka segala sesuatu akan menemukan tempatnya yang benar.
Kiranya umat Allah dapat berkata dengan iman dan keyakinan:
“Bagi hidupku, Kristus adalah segalanya.”
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang menjadi penghalang sehingga engkau kurang fokus kepada Tuhan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa yang menjadi halangan bagi Zakheus untuk berjumpa dengan Yesus? Dan adakah hal yang menghalangi Saudara untuk datang kepada Tuhan?
Setelah Zakheus bertemu dengan Yesus, hidupnya berubah secara nyata; perubahan apa yang seharusnya tampak dalam sikap, keputusan, dan tindakan kita setelah menerima keselamatan dari Kristus?
Zakheus adalah seorang kepala pemungut cukai, sebagai kepala maka Zakheus membawahi beberapa orang pemungut cukai.
Pemungut cukai pada masa itu bukanlah petugas pajak seperti yang kita kenal pada masa kini.
Pada masa itu Pemerintah Romawi tidak memungut pajak secara langsung dari rakyat.
Mereka melelang hak pemungutan pajak kepada pihak swasta, menetapkan jumlah setoran tetap kepada Kerajaan Romawi dan memberi kebebasan pemungut cukai untuk menarik lebih dari yang ditetapkan.
Itu sebabnya kepala pemungut cukai seperti Zakheus adalah seorang yang sangat kaya, tetapi sekaligus juga orang yang tidak disukai.
Tetapi Zakheus kemudian sadar bahwa dia adalah orang yang berdosa dan dia rindu agar dia bisa memperoleh pengampunan.
Sehingga Zakheus berkeinginan untuk bertemu Yesus, tetapi dia juga menyadari bahwa banyak orang yang tidak suka kepada dirinya, karena dia dianggap sebagai utusan penjajah Romawi untuk memungut pajak yang membuat rakyat sengsara.
Zakheus juga digambarkan bahwa dia seorang yang pendek sehingga sulit untuk terlihat oleh Yesus.
Tetapi karena kerinduannya yang besar, Zakheus akhirnya naik ke pohon hingga terlihat oleh Yesus.
Dan tidak menunggu lama karena Yesus sudah mengenali dan memanggil Zakheus, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
Kasih Kristus menembus stigma buruk tentang pemungut cukai, orang yang menjadi musuh masyarakat tetapi tetap Tuhan kasihi.
Pertemuan dengan Yesus menghasilkan keputusan nyata.
Zakheus berdiri dan berkata: setengah hartanya ia berikan kepada orang miskin, orang yang pernah ia peras dikembalikannya empat kali lipat.
Keputusan Zakheus, itu bukan keputusan impulsif atau dadakan, itu juga bukan paksaan, tetapi respon kasih dan rasa syukur oleh karena telah bertemu dengan Yesus.
Buktinya adalah karena janji keselamatan bagi isi rumah Zakheus baru diucapkan Yesus setelah Zakheus menyatakan komitmennya untuk memberikan sebagian hartanya tersebut.
Kata Yesus, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.”
Pertobatan sejati akan mengubah perilaku, akan mendorong orang untuk membuat komitmen atau keputusan dan tindakan yang penting.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa tindakan saudara jika saudara ada pada posisi sosial seperti Zakheus?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apakah peran Tuhan dalam memulihkan dan mengangkat umat-Nya, meskipun sebelumnya mereka telah memperoleh murka dan mengalami hajaran Tuhan?
Bagaimana seharusnya sikap hidup kita ketika Tuhan membuka banyak kesempatan untuk memberkati dan bagaimana supaya kita tetap setia kepada-Nya?
Kitab Yesaya pasal 60 dikenal sebagai kitab yang menceritakan bagaimana Allah akan bertindak memulihkan umat-Nya.
Bahwa Allah akan menyatakan kemuliaan-Nya, dan menarik bangsa-bangsa datang kepada terang-Nya.
Yesaya 60:9 ”Sungguh, Akulah yang dinanti-nantikan pulau-pulau yang jauh; kapal-kapal Tarsis berlayar di depan untuk membawa anak-anakmu laki-laki dari jauh, perak dan emasnya dibawa serta, untuk nama TUHAN, Allahmu, dan oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, sebab Ia mengagungkan engkau.”
Ada masa dimana pulau-pulau menantikan Tuhan, dalam hal ini tentu bukan pulau yang adalah benda mati yang sedang menantikan Tuhan, tetapi penduduk pulau-pulau sedang dan akan terjadi di masa depan, dan dengan intensitas yang lebih masif, mereka menantikan Tuhan.
Lalu apakah Tuhan akan datang dan menampakkan diri di pulau-pulau, mungkin saja Tuhan akan memperlihatkan diri kepada manusia dalam penglihatan seperti ketika Tuhan menampakkan diri kepada Saulus.
Tetapi bukankah Tuhan memiliki Tubuh di bumi ini, yaitu kita orang percaya yang adalah bagian dari tubuh Kristus.
1 Korintus 12:27 “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.”
Kita semua umat percaya adalah bagian dari tubuh Kristus yang Tuhan gunakan untuk melaksanakan pekerjaan-Nya di muka bumi.
Jadi siapakah yang dinantikan di pulau-pulau? Kita!
Sebagai anggota tubuh Kristus dan yang memiliki peran berbeda-beda sesuai dengan talenta, karunia yang Tuhan anugerahkan.
Ada orang yang mendapatkan panggilan untuk pergi keluar kota atau pulau sebagai utusan misi.
Banyak dari antara mereka yang awalnya karena berpindah kerja, misalnya sebagai pegawai negeri atau pegawai swasta mereka ditempatkan di Kalimantan, atau di pulau kecil seperti pulau Ternate di Maluku.
Jika seseorang tetap terbuka kepada pimpinan dan arahan Tuhan, maka Tuhan bisa memakai mereka menjadi pemberita Injil di kota dimana dia ditempatkan.
Dan bukankah cerita ini bukan sesuatu yang baru? Di gereja kita maupun di banyak gereja yang lain, Tuhan telah memakai mereka yang berpindah kerja untuk menjadi saksi Tuhan di tempat dia bekerja, khususnya di pulau-pulau yang jauh dari tempat asalnya.
Allah juga sudah dan sedang memanggil orang untuk melayani sebagai utusan misi sepenuh waktu, yang didukung oleh gereja pengutus.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang bisa kita mulai agar kita bisa memahami arahan dan pimpinan Tuhan, khususnya untuk melayani di ladang misi?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Jika pembawa kabar baik disebut “indah” karena pesan yang ia bawa, sejauh mana hidup dan langkah kita hari ini benar-benar menjadi kesaksian yang baik bagi orang di sekitar kita?
Ketika kita melihat pekerjaan Tuhan yang memulihkan dan menebus, apakah respon yang sepatutnya?
Dunia saat ini dipenuhi dengan berita buruk: bencana banjir, gempa bumi, perang, krisis ekonomi, ketidak percayaan pada pemerintah, dan berbagai ramalan tentang buruknya ekonomi di tahun 2026.
Dan berita itu, terutama yang beredar di media sosial, tentu tidak semuanya benar.
Tetapi akibat dari berita tersebut telah menyebabkan banyak orang termasuk orang percaya menjadi kehilangan harapan dan motivasi untuk masa depan.
Itulah sebabnya dibutuhkan pembawa kabar baik, yaitu orang yang dapat memberikan harapan yang baik bagi masa depan.
Kabar baik yang paling utama adalah Injil keselamatan.
Janji pengampunan dosa dan keselamatan kekal melalui karya Kristus di kayu salib.
Injil keselamatan ini dibutuhkan bagi orang yang belum percaya.
Lalu bagi orang yang sudah percaya, mereka juga membutuhkan kabar baik yang mereka butuhkan di tengah berbagai kabar-kabar yang kurang baik yang beredar terutama di media sosial.
Tetapi yang kita butuhkan sebagai umat percaya, bukan sekedar kabar baik misalnya tentang pertumbuhan ekonomi yang meningkat tajam sehingga banyak membuka kesempatan kerja, atau tentang ditemukannya vaksin baru yang bisa mengobati penyakit kronis.
Hal-hal tersebut adalah kabar baik yang menolong fungsi hidup, tetapi tidak menyelesaikan persoalan dosa dan hubungan dengan Allah.
Kabar baik yang berasal dari manusia bisa memperbaiki hidup, tetapi hanya Firman Allah yang mengubah manusia dari dalam.
Kabar baik yang sejati tidak lahir dari dunia, tetapi datang dari surga.
Ia bukan buatan manusia, tetapi anugerah Allah. Kabar baik bukan mengubah dari luar, tetapi mengubah kita dan dimulai dari dalam hati kita.
Dan hari ini, kabar baik itu dipercayakan kepada kita umat percaya untuk disampaikan kepada dunia.
Jika kita terlebih dulu menghidupi atau melakukan Firman dalam kehidupan sehari-hari, maka Firman itu akan memampukan kita untuk menjadi pemberita kabar baik.
Kehidupan kita yang berubah oleh karena Firman, adalah dasar yang kuat untuk kita menjadi pembawa kabar baik.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang bisa kita mulai agar kita bisa menjadi seorang saksi yang efektif dalam menyampaikan kebenaran Firman.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apakah yang Rasul Paulus maksudkan dengan penderitaan jaman sekarang?
Siapakah yang dimaksud dengan anak-anak Allah yang akan dinyatakan?
Roma 8:18 ”Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.”
Dari masa ke masa Allah mengizinkan umat manusia dan secara khusus umat Allah mengalami penderitaan.
Ada perang, bencana banjir, gempa yang dialami oleh masyarakat di seluruh dunia.
Tetapi ada penderitaan yang khusus dialami oleh karena kita sebagai pengikut Kristus, seperti juga yang dialami oleh rasul Paulus.
“tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.” (2 Korintus 11:25).
Hari ini adalah hari pertama di tahun 2026.
Dan sepanjang tahun 2025 kita semua melihat, mengalami dan merasakan bagaimana bencana terjadi, mungkin ada kehilangan anggota keluarga karena telah dipanggil Tuhan.
Itu adalah sebagian dari jenis penderitaan yang Tuhan izinkan.
Itulah sebab sehingga kita diingatkan agar kita menantikan terang Kristus dalam kehidupan kita.
Sehingga ketika kita Tuhan ijinkan mengalami penderitaan yang sama dengan orang yang belum mengenal Kristus, tetapi kita bisa merespon berbeda karena Kristus ada dan tinggal bersama dan di dalam kita.
Jika kita menyatakan bahwa kita menantikan terang Kristus, itu berarti kita merindukan Kristus mewujudkan kasih dan anugerah-Nya dalam hidup kita, termasuk ketika kita sedang mengalami musibah dan kedukaan.
Roma 8:19 ”Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.”
Oleh karena kejatuhan Adam, maka seluruh dunia ikut mengalami penderitaan.
Seluruh makhluk ikut mengalami penderitaan.
Ibu mengalami sakit bersalin ketika melahirkan, para bapak harus bekerja keras untuk mendapatkan bahan makanan.
Hewan menjadi buas sehingga mereka saling memangsa. Akan ada masanya semua itu akan dipulihkan.
Saat ini dunia sedang menunggu saat orang percaya dinyatakan, mereka tidak hanya disebut anak Allah, tetapi memiliki gaya hidup yang sungguh-sungguh selaras dengan Kristus, hidup seperti Kristus hidup.
Mereka memiliki karakter Kristus yang nyata; memiliki otoritas rohani untuk memamerkan kuasa dan kasih Allah, mereka hidup kudus dan sungguh berdampak.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang patut kita lakukan agar hidup kita semakin berdampak bagi sesama.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apakah berita yang disampaikan oleh para malaikat kepada para gembala?
Apa tanda dari berita kesukaan besar itu?
Bagaimana para gembala meresponi pernyataan malaikat-malaikat?
Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2025. Hari yang sangat spesial.
Betapa cepatnya waktu berlalu sehingga kita sudah sampai ke ujung tahun dan siap memasuki tahun yang baru.
Ambillah waktu sejenak untuk mengenang tahun ini.
Mungkin ada berbagai suka dan duka yang dilewati?
Dan dengan suasana hati seperti apa kita hendak mengakhiri tahun ini?
Apa yang membuat kita bisa mengakhiri tahun 2025 ini dengan ucapan syukur dan menyambut tahun 2026 dengan pengharapan?
Sama seperti para gembala yang sedang mengerjakan pekerjaannya di padang seperti biasa, namun bersukacita ketika mendapatkan pernyataan Allah dan melihat sendiri bayi Yesus.
Demikianlah kita perlu mengalami sukacita di tengah keseharian kita.
Para gembala kembali sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan lihat.
Mereka mendapati bahwa semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan para malaikat kepada mereka.
Semua tugas dan tanggung jawab kita tidak akan menjadi terlalu berat ketika kita menyadari bahwa Yesus senantiasa menjadi terang abadi bagi kita. FirmanNya menjadi terang bagi jalan kita dan akan menuntun kita ke jalan kehidupan.
Saudara, mari kita mengakhiri tahun 2025 dengan memandang kepada Yesus.
Apapun yang sedang Saudara alami hari ini, percayalah bahwa tidak ada yang tersembunyi atau di luar kendali Allah.
Jalan mungkin tampak gelap, tapi tidak akan gelap selamanya.
TerangNya akan bersinar di suatu tempat dan kita hanya perlu mengikuti terang tersebut.
Puji Tuhan untuk kasih karuniaNya sepanjang tahun ini.
Puji Tuhan karena Ia tidak pernah meninggalkan kita.
Puji Tuhan karena Ia senantiasa mempunyai rancangan terbaik bagi kita.
Tuhan Yesus memberkati
Bagikanlah kepada anggota keluarga dan rekan-rekan persekutuan Saudara bagaimana terang Tuhan bersinar sepanjang tahun ini bagi hidup Saudara.