KRISTUS YANG DINANTIKAN PULAU-PULAU
Penulis : Pramadya Wisnu

Pembacaan Alkitab Hari ini :
YESAYA 60:9-12
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apakah peran Tuhan dalam memulihkan dan mengangkat umat-Nya, meskipun sebelumnya mereka telah memperoleh murka dan mengalami hajaran Tuhan?
- Bagaimana seharusnya sikap hidup kita ketika Tuhan membuka banyak kesempatan untuk memberkati dan bagaimana supaya kita tetap setia kepada-Nya?

Kitab Yesaya pasal 60 dikenal sebagai kitab yang menceritakan bagaimana Allah akan bertindak memulihkan umat-Nya.
Bahwa Allah akan menyatakan kemuliaan-Nya, dan menarik bangsa-bangsa datang kepada terang-Nya.
Yesaya 60:9 ”Sungguh, Akulah yang dinanti-nantikan pulau-pulau yang jauh; kapal-kapal Tarsis berlayar di depan untuk membawa anak-anakmu laki-laki dari jauh, perak dan emasnya dibawa serta, untuk nama TUHAN, Allahmu, dan oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, sebab Ia mengagungkan engkau.”
Ada masa dimana pulau-pulau menantikan Tuhan, dalam hal ini tentu bukan pulau yang adalah benda mati yang sedang menantikan Tuhan, tetapi penduduk pulau-pulau sedang dan akan terjadi di masa depan, dan dengan intensitas yang lebih masif, mereka menantikan Tuhan.
Lalu apakah Tuhan akan datang dan menampakkan diri di pulau-pulau, mungkin saja Tuhan akan memperlihatkan diri kepada manusia dalam penglihatan seperti ketika Tuhan menampakkan diri kepada Saulus.
Tetapi bukankah Tuhan memiliki Tubuh di bumi ini, yaitu kita orang percaya yang adalah bagian dari tubuh Kristus.
1 Korintus 12:27 “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.”
Kita semua umat percaya adalah bagian dari tubuh Kristus yang Tuhan gunakan untuk melaksanakan pekerjaan-Nya di muka bumi.
Jadi siapakah yang dinantikan di pulau-pulau? Kita!
Sebagai anggota tubuh Kristus dan yang memiliki peran berbeda-beda sesuai dengan talenta, karunia yang Tuhan anugerahkan.
Ada orang yang mendapatkan panggilan untuk pergi keluar kota atau pulau sebagai utusan misi.
Banyak dari antara mereka yang awalnya karena berpindah kerja, misalnya sebagai pegawai negeri atau pegawai swasta mereka ditempatkan di Kalimantan, atau di pulau kecil seperti pulau Ternate di Maluku.
Jika seseorang tetap terbuka kepada pimpinan dan arahan Tuhan, maka Tuhan bisa memakai mereka menjadi pemberita Injil di kota dimana dia ditempatkan.
Dan bukankah cerita ini bukan sesuatu yang baru? Di gereja kita maupun di banyak gereja yang lain, Tuhan telah memakai mereka yang berpindah kerja untuk menjadi saksi Tuhan di tempat dia bekerja, khususnya di pulau-pulau yang jauh dari tempat asalnya.
Allah juga sudah dan sedang memanggil orang untuk melayani sebagai utusan misi sepenuh waktu, yang didukung oleh gereja pengutus.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang bisa kita mulai agar kita bisa memahami arahan dan pimpinan Tuhan, khususnya untuk melayani di ladang misi?
Pembacaan Alkitab Setahun
Kejadian 8-11